17 research outputs found
The Development of “Tomira” Village Cooperatives (Koperasi Unit Desa/KUD) in Kulon Progo Regency
Pengembangan Wisata Religi dan Pemberdayaan Masyarakat Bagi Peningkatan Kehidupan Sosial-Ekonomi (Studi Kasus di Desa Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan).
Sektor pariwisata merupakan salah satu sumber devisa non migas seperti
jasa tenaga kerja, kerajinan tangan, transportasi lintas negara, dll. Bagi Pemerintah
Indonesia, sampai dengan bulan Desember 2008, pengembangan sektor pariwisata
sedang giat-giatnya dilakukan dalam rangka menghadapi peningkatan jumlah
wisatawan mancanegara. Pacitan dikenal memiliki objek wisata religi, objek
wisata yang dimaksud adalah Goa Kalak, Makam Gedong Kalak dan Alas Wirati.
Sebagai tempat tujuan wisata, ketiga objek tersebut ternyata belum dikelola secara
maksimal, baik oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat Desa Kalak. Berdasar
dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana strategi
yang tepat bagi pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Kalak Kecamatan
Donorojo Kabupaten Pacitan dengan melibatkan masyarakat setempat melalui
program pemberdayaan masyarakat.
Adapun permasalahan dalam penelitian:(1) Bagaimana tanggapan, sikap
serta perilaku masyarakat dalam mengelola potensi wisata religi melalui program
pemberdayaan masyarakat? (2) Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat
pengembangan wisata religi di Desa Kalak? Adapun tujuan dari penelitian: (1)
Mengetahui tanggapan, sikap serta perilaku masyarakat dalam program
pemberdayaan masyarakat untuk mengelola potensi wisata religi. (2) Mengetahui
faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata religi di Desa
Kalak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan
di Desa Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan Jawa Timur.
Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa Desa Kalak pada umumnya
mempunyai aset pariwisata yang cukup besar. Hanya yang terjadi saat ini adalah
aset-aset wisata yang ada belum berjalan secara maksimal dalam pengelolaan
serta manajemen pemasaran wisata itu sendiri. Salah satu aset yang dapat
dikembangkan di Desa Kalak adalah wisata religi Goa Kalak, Makam Gedong
Kalak dan Alas Wirati. Masyarakat sangat mendukung program pengembangan
wisata religi di Desa Kalak. Masyarakat Desa Kalak juga bersedia untuk
diberdayakan guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi. Pemberdayaan
masyarakat disini adalah masyarakat berwawasan wisata. Dimana dalam sebuah
tempat/lokasi wisata, masyarakat harus dapat betul-betul memahami arti menjaga
image tempat/lokasi wisata itu sendiri. Sehingga pengunjung yang datang akan
terkesan dengan harapan akan datang kembali di lain waktu. Bentuk
pemberdayaan masyarakat di sini diantaranya: Sosialisasi, pelatihan-pelatihan,
menumbuhkan semangat wira usaha dan mencetak produk-produk unggulan. Hal
itu sekaligus sebagai faktor pendukung dari program ini. Tetapi dalam
perjalananya program ini akan mengalami hambatan diantaranya, minimnya
pengetahuaan masyarakat tentang wisata, jauhnya obyek wisata dari pusat kota,
sarana transportasi dan telekomunikasi yang kurang memadai dan Keterbatasan
anggaran dana pemerintah Desa Kalak untuk mengembangkan program
pengembangan wisata religi dan pemberdayaan masyarakat Desa Kalak.
Sebagai Kesimpulan dari penelitian ini, Beberapa situs peninggalan
budaya memang belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah dan perlu
dikembangkan menjadi sebuah paket wisata yang mampu bersaing di dunia
pariwisata yang mampu memberikan kontribusi bagi pemerintah pada khususnya
dan masyarakat desa kalak pada umumnya sehingga mampu mengangkat keadaan
sosial ekonomi masyarakat yang bisa dibilang belum stabil menuju ke kondisi
sosial ekonomi yang lebih mapan. Masyarakat Desa Kalak mendukung adanya
program pengembangan pariwisata. Masyarakat Desa Kalak siap berpartisipasi
guna terealisasinya program pengembangan pariwisata tersebut. Masyarakat Desa
Kalak juga bersedia untuk diberdayakan. Pemberdayaan masyarakat di sini
diantaranya: Sosialisasi, pelatihan-pelatihan, menumbuhkan semangat wira usaha
dan mencetak produk-produk unggulan. Tetapi dalam perjalananya program ini
akan mengalami hambatan diantaranya, minimnya pengetahuaan masyarakat
tentang wisata, jauhnya obyek wisata dari pusat kota, sarana transportasi dan
telekomunikasi yang kurang memadai dan Keterbatasan anggaran dana
pemerintah Desa Kalak untuk mengembangkan program pengembangan wisata
religi dan pemberdayaan masyarakat Desa Kalak. Saran penulis ditujukan pada
Dinas Pariwisata dan pemerintah Desa Kalak pada khususnya diharapkan
mengembangkan program wisata religi di Desa Kalak dengan maksimal, sehingga
mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Kalak. Bagi
masyarakat Desa Kalak untuk ikut serta dalam mendukung program pemerintah
ini, sehingga program pengembangan wisata religi dapat berjalan sesuai yang
diharapkan. Masyarakat Desa Kalak harus mampu bersifat adaptif guna
menyikapi perubahan sosial budaya yang terjadi, dan mampu memberdayakan
segenap potensi yang ada guna terealisasinya program pengembangan wisata
religi tersebut
Social Network of Catfish Farming Entrepreneurs “Jaka Sura” in Tegal Regency
This study aims to analyze the social network owned by the Jaka Sura catfish farming unit and the Jaka Sura unit utilizes the social network. The research used primary data and secondary data. Primary data obtained directly in the field are in the form of interview results, observation results, and documentation. Secondary data was obtained through study literature in the form of journals, and accreditation articles. The method used is qualitative using Marx Granovetter's social network theory. The validity of the data was tested using the triangulation technique method. The results of this study show that the social network owned by Jaka Sura is in the form of a production network and a distribution network. The production network includes seed suppliers, family labor and, non-family labor. Meanwhile, the distribution network includes wholesalers and collectors. The use of social networks provides convenience and benefits for actors and provides wider access to information for Jaka Sura to develop catfish farming.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan sosial yang dimiliki oleh unit pembudidaya ikan lele Jaka Sura dan menganalisis unit Jaka Sura dalam memanfaatkan jaringan sosial. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang didapatkan secara langsung di lapangan berupa hasil wawancara, hasil observasi, dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh melalui study literature berupa jurnal, dan artikel akreditas. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan menggunakan teori jaringan sosial Marx Granovetter. Validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan sosial yang dimiliki oleh Jaka Sura berupa jaringan sosial produksi dan jaringan sosial distribusi. Jaringan sosial produksi mencakup pemasok benih, tenaga kerja keluarga dan tenaga kerja bukan keluarga. Sedangkan, jaringan sosial distribusi mencakup juragan/pedagang besar dan pengepul. Pemanfaatan jaringan sosial memberikan kemudahan dan keuntungan bagi para aktor dan memberikan akses informasi yang lebih luas bagi unit Jaka Sura untuk mengembangkan budidaya ikan lele.
 
Implementasi Community Based Tourism dalam Pengembangan Objek Wisata Janti Park di Kabupaten Klaten
Janti Park is a village-owned tourist attraction managed by BUMDes, which includes local community participation. BUMDes Jaya Janti continues to make various development efforts to maintain the existence of the Janti Park tourist attraction so that it can continue to provide benefits to the community. The purpose of this research is to find out how BUMDes implements the concept of community-based tourism in an effort to develop Janti Park tourist attractions in Klaten Regency. This research uses qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the community-based tourism concept through community empowerment and community participation was able to develop tourist destination attributes at the Janti Park tourist attraction, namely attractions, amenities, accessibilities, and ancillary.Janti Park is a village-owned tourist attraction managed by BUMDes, which includes local community participation. BUMDes Jaya Janti continues to make various development efforts to maintain the existence of the Janti Park tourist attraction so that it can continue to provide benefits to the community. The purpose of this research is to find out how BUMDes implements the concept of community-based tourism in an effort to develop Janti Park tourist attractions in Klaten Regency. This research uses qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the community-based tourism concept through community empowerment and community participation was able to develop tourist destination attributes at the Janti Park tourist attraction, namely attractions, amenities, accessibilities, and ancillary
PERILAKU DELIKUENSI DAN RESILIENSINYA DI SMA NEGERI 13 SEMARANG
The purpose of the study was to determine the application of character education applied at SMA Negeri 13 Semarang to overcome deliberative behavior that occurs in students. The method used in this study is purposive qualitative. Researchers took data through interviews with 7 resource persons, besides that researchers also made observations in the school environment of SMA Negeri 13 Semarang. The data obtained is then analyzed in several stages, namey reduction, presentation, and coclusions. The result of this study have found that the application of character education carried out at SMA Negeri 13 Semarang can reduce the deliberative behavior carried out by students. The application of character education must also be supported and strengthened with the support of parents and the surrounding environment.Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter yang diterapkan di SMA Negeri 13 Semarang untuk mengatasi perilaku delikuensi yang terjadi pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif secara purposive. Peneliti melakukan pengambilan data melalui wawancara kepada 7 narasumber, selain itu peneliti juga melakukan observasi di lingkungan sekolah SMA Negeri 13 Semarang. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan beberapa tahapan yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini telah menemukan bahwasanya penerapan pendidikan karakter yang dilakukan di SMA Negeri 13 Semarang dapat mengurangi perilaku delikuensi yang dilakukan oleh peserta didik. Penerapan pendidikan karakter juga harus didukung dan diperkuat dengan dukungan orangtua maupun lingkungan sekitar.
 
“OLAHAN KAWASAN KONSERVASI” DESA WISATA JAWA (MEWUJUDKAN MASYARAKAT SADAR WISATA BERBASIS POTENSI LOKALPADA MASYARAKAT KEJI, UNGARAN BARAT)
Tourism event is new industrial activities that bring many economic benefits to the perpetrator and the owner of the area where the tourism activities take place, as the case that was occur in Keji Village community. Processed tourist villages based on community conservation Keji Village has a different potential with tourist activities in Indonesia. Tourism that is offered by Keji Village is a reproduction of socio-cultural and nature, combined with the needs of the tourists both local and foreign. In realizing Keji Village as a tourist center that sells the peculiarities of the village in a sustainable manner, Keji community has done a variety of strategies, including building participation of Keji Village community. Participation conducted by community still limited manipulative participation by the management. It was proven when integrating a range of potential activity and a series of typical tourist village still seem not communicated. Participation is still not reached an agreement in realizing the Keji Village as a tourist village. One of the indicators is internal conflict among the administrator, community, and art galleries in the Keji Village. Even though with the management system and marketing potential are being made to introduce to the outside world is still experiencing problems. Problems that occur because people are in a hurry to get maximum benefit economically. Such orientation makes people complacent, that in fact Keji Village community wants to offer the culture of rural communities that packed in the travel industry for the tourist. Keywords: conservation area, tourist village, and tourism awarenes
Community Participation in Implementation of 4 Pillars of Sustainable Tourism in Janti Tourist Village, Klaten
Tourism is a dynamic industry that significantly contributes to global economic growth by creating jobs and increasing income for both communities and governments. This study aims to analyze community participation in implementing the four pillars of sustainable tourism in Janti Tourism Village, Klaten Regency. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and analysis of relevant literature, including journals, books, and official documents. The data were then analyzed through three stages: data condensation, data presentation, and conclusion drawing or verification. The findings indicate that Janti Tourism Village has successfully evolved into a well-managed tourism destination by integrating community participation with sustainable tourism principles. The community plays an active role as tourism managers, cultural heritage preservers, and environmental stewards, facilitated through training programs, socialization efforts, and regular meetings. Additionally, community members have access to village meetings and performance reporting forums, ensuring their voices are heard in decision-making processes. The study confirms that Janti Tourism Village has effectively implemented the four pillars of sustainable tourism—sustainable management, socio-economic development, cultural preservation, and environmental conservation. These aspects are well-integrated within the village’s tourism development framework. However, further improvements are needed to enhance community engagement and optimize the benefits of sustainable tourism
Dairy Farmer’s Knowledge System About Covid-19 and Its Implications for the Formation of Healthy Behavior
Strengthening Pokdarwis Institutions as a Strategy for Developing Mangrove Ecoedutourism in Tluwuk Village, Pati Regency
This community service program aimed to strengthen the institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) “Karya Pamuji Agung” in managing the mangrove-based tourism potential in Tluwuk Village, Pati Regency, through organizational development and the formulation of Standard Operating Procedures (SOP) based on the ecoedutourism concept. The main issues identified included weak organizational management, the absence of tourism management SOPs, and limited promotional and visitor service skills. The implementation was carried out through stages of socialization, training, mentoring, and evaluation using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to ensure active community involvement. The results indicated improved competence among Pokdarwis members in planning programs, understanding the principles of the tourism sapta pesona, and applying four SOPs covering general tourism services, mangrove edutourism, birdwatching, and salt production tourism. This program has enhanced the group’s organizational structure and management capabilities, enabling Pokdarwis Karya Pamuji Agung to act as a community-based driving force for sustainable mangrove ecoedutourism development in Tluwuk Village
Dampak Privatisasi Pengembangan Obyek Wisata Terhadap Partisipasi Sosial-Ekonomi Masyarakat Lokal: Studi Kasus Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan
This study was aimed at: analyzing the impact of privatization towards
tourism sector in relation to socio-economic participation of local communities
and analyzing degradation or improvement forms of socio-economic participation
of local society.
The research method used was qualitative method. The data used were:
primary data obtained from the local society i.e. the sellers, fishermen and visitors
of Pantai Teleng Ria as well as secondary data in the form of supporting
documents. Information in this study was taken from 26 informants using the
technique of snowball. Data collection of this study encompassed three
approache
