1,720,963 research outputs found
DAMPAK TEKNOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP PERANAN GURU DI MASA DEPAN
The aim of this paper is to describe the application of technology on education and its impact on the learning process and teachers’ role in the future. This is library research, where the result of analysis showed that the future education is oriented on the students’ involvement on each learning activities. The students are hoped to be active and autonomous ones in using learning facilities and sources in line with the development of technology. The application of technology brings positive effect on the role of teachers in the future, which is signed by the changes of teachers’ role in the teaching and learning process
Kepemimpinan Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an
Leadership has a very important role in determining the success of an organization, especially in the context of Islam which makes the Qur'an and Hadith as the main guidelines. This research aims to explore the concept of Islamic leadership, the ideal characteristics of a leader, and its implications for the life of the people. Using descriptive qualitative method based on literature review, this research analyzes leadership values reflected in Islamic teachings. The results show that Islamic leadership emphasizes the characteristics of Shiddiq (honest), Amanah (trustworthy), Tabligh (conveying the truth), and Fathanah (intelligent), which are the main characteristics of the Prophet Muhammad. In addition, Islamic leadership combines elements of jihad, which is the struggle to obey Allah, and ijtihad, which is the ability to solve the problems of the people based on Islamic values. Effective leadership is not only oriented towards worldly success but also prepares people for the afterlife through justice, high morality, and good organizational management. In conclusion, Islamic leadership offers a holistic approach that integrates spiritual, moral, and social aspects to create a just, prosperous, and blessed society. The findings are expected to be a reference for leaders in implementing Islamic values in various fields, both in the context of organizations and state life
The Using of Media in Learning Fiqh to the Islamic Education Department of Education and Teacher Faculty of IAIN Imam Bonjol Padang
The using of media in learning is one of important aspects to be applied in learning process, the delivery of learning material is easy to understand, in addition to the provide more concrete learning, specially in the achievement of learning objectives. The aims of this study is to reveal the use of Media in Learning Fiqh in the Department of Islamic Education, Education and Teaching Faculty of IAIN Imam Bonjol Padang. This study used a qualitative descriptive method, the informants of this study is consisted of lecturers who teach jurisprudence at the Department of Islamic education, the other jurisprudence lecturers, students and subsequently increased in accordance with the purposes of the data obtained. Data collected by using observation, interviews, and documentation, to the validity of the data obtained, it is conducted the triangulation during the research process. The research results revealed that the Use of Media in Learning Fiqh of the Department of Islamic Education in Teaching Faculty of IAIN Imam Bonjol Padang by lecturers already in used, such as using a doll to organize the corpse, shroud, perfume, coffin corpse and occasional lecturer use media electronics such as laptop. This was due to the limited facilities and infrastructure that provide in Department of Islamic Education, Tarbiyah Faculty of IAIN Imam Bonjol Padang, and the instability of electricity power, thus, the most frequently media that is used by lecturer is a whiteboard using the discussion method.
Keywords: Media, Learning of jurisprudence, Department of Islamic studies
Copyright © 2015 by Al-Ta'lim All right reserve
PENANAMAN NILAI-NILAI TOLERANSI PADA IBADAH SHOLAT TERHADAP ANAK USIA 9 – 11 TAHUN DI JALAN LOLO GUNUNG SARIK KELURAHAN GUNUNG SARIK KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG
Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya peran orang dalam menanamkan sikap toleransi yang di ajarkan pada ibadah sholat, hal ini terlihat dari pelaksanaan sholat yang tidak tepat waktu, susah untuk di ajak melaksanakan sholat berjamaah, membeda-membedakan teman, tidak saling berbagi antar sesama, tidak tolong menolong, dan durhaka kepada orang tua. Salah satu cara dalam menghadapi masalah tersebut ialah dengan menanamkan nilai- nilai toleransi yang di ajarkan pada ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun serta kendala yang dihadapi orang tua dalam menanaman nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun di di jalan Lolo Gunung Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan keadaan objek yang diteliti sebagaimana adanya. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak berumur 9-11 tahun sebanyak 5 orang anak beserta orangtua. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari Hasil Penelitian diperoleh: Pertama cara yang dilakukan orang tua dalam penanaman nilai-nilai toleransi yang terdapat dalam ibadah sholat terhadap anak usia 9-11 tahun adalah: (1) Menyuruh anak usia 9-11 tahun melaksanakan sholat tepat waktu, (2) Menanamkan kepada anak agar tidak membeda-bedakan teman, (3) Menasehati anak agar tidak durhaka kepada orang tua.(4) menanamkan kepada anak untuk sikap saling berbagi antar sesama. Kedua Kendala orangtua dalam menanamkan nilai-nilai toleransi yang ada pada Ibadah sholat terhadap anak usia 9 – 11 tahun di jalan Lolo Gunung Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang adalah (1) Kurangnya pengetahuan orang tua tentang pelaksanaan sholat, (2) lambatnya anak dalam melakukan perintah orang tua, (3) Lingkungan tempat tinggal orangtua kurang mendukung.(4) kurang perhatian orang tua terhadap anak, (5) pengaruh negative perkembangan teknologi komunikasi khusus HP (hand phone
KOMUNIKASI INTERPERSONAL KELUARGA DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Siswa masih belum serius dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal keluarga dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas VIII di SMP Negeri 38 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis korelasional. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan statistik SPSS 25 rxy lebih besar dari rtabel 0,413 > 0,396 maka Ha diterima dan Ho ditolak sebagai benar.Pada interpretasi korelasional sebesar 0,413 termasuk dalam kategori hubungan sedang dengan nilai berkisar antara 0,40 hingga 0,599. Dapat disimpulkan bahwa hubungan korelasi positif adalah semakin tinggi komunikasi interpersonal keluarga maka hasil belajar akan semakin tinggi atau sebaliknya semakin rendah komunikasi interpersonal keluarga maka hasil belajar akan semakin rendah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN SCREENCAST O’ MATIC PADA MATA PELAJARAN FIKIH KELAS VII DI MTsN 4 KOTA PADANG
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih tahun ajaran 2021/2022 kelas VII MTsN 4 Kota Padang. Disebabkan kurang bersemangatnya peserta didik dalam mengikuti pembelajaran karena pembelajaran fikih yang memuat tentang hukum-hukum Islam yang dikaji secara mendalam. Hal demikian yang membuat peserta didik bosan dalam mengikuti pembelajaran fikih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan validitas, praktikalitas dari media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau (research and development) dengan model pengembangan ADDIE Instrumen yang digunakan adalah lembaran penilaian oleh validator/ para ahli. Lembaran penilaian diberikan kepada 3 orang validator/ para ahli yaitu ahli materi, media dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video menggunakan Screencast O’Matic pada materi tayamum kelas VII di MTsN 4 Kota Padang. Setelah diuji kevalidan dari materi, media dan bahasa maka memperoleh hasil dari segi materi sangat valid (90,90), dari segi media memperoleh hasil sangat valid (92,30), dan dari segi bahasa juga memperoleh hasil sangat valid (90,26). Kepraktisan produk oleh pendidik sangat valid (89,5) dan oleh peserta didik skala kecil sangat praktis (85,4) dan dalam skala besar sangat praktis (83,5). Berdasarkan hasil analisis data media pembelajaran menggunakan Screencast O’Matic yang valid, dan praktis, maka penelitian ini dapat digunakan untuk pembelajaran fikih.
Membangun Karakter Islami melalui Desain Pembelajaran Digital
Digital learning design has great potential in shaping students' Islamic character in this digital era. However, its implementation faces several challenges, such as limited access to technology, difficulties in internalizing Islamic values through digital media, and a reduction in the essential social interaction required for character development. Additionally, distractions from technology, the limited availability of relevant Islamic content, and the lack of technological skills among teachers also pose significant barriers. To overcome these challenges, solutions are needed, including the improvement of technology infrastructure, the development of more relevant Islamic learning content, and teacher training in effective technology usage. Approaches that involve social interaction, digital skills development, and holistic character evaluation can enhance the effectiveness of digital learning in building Islamic character. Therefore, digital learning can serve as an effective tool for educating students with Islamic values, provided it is balanced with the right approach
Analisis Dampak Krisis Moral pada Siswa Sekolah Dasar Era Revolusi Society 5.0
A crisis is an event that has more negative implications in an organization. The crisis also has much potential for the negative in affecting an organization or a company and in the community. Whereas morals are things that fit with ideas which are commonly accepted by humans, which are good and which are bad. Assessments of morals are measured in local cultures. When such a person does according to the values that are in society it is accepted and the person has good value. So the moral crisis is the negative that can influence a system and aspects of that good life in the home, school, and community environment. The crisis phase is that crisis build up, the second crisis breakout, the third chrinic crisis stage, and the last crisis stage. Furthermore, the revolutionary society 5.0 concept, which will play a major role in transforming data into a new kind of wisdom that ultimately enhances human ability, opens the door to a meaningful life. In the society 5.0 era a great amount of information would accumulate in the virtual world. The impact is that the world is becoming so connected that national boundaries seem to be lost
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR DI KELAS IV MIN 1 PADANG PARIAMAN
Penelitian ini dilatar belakangi masih belum tersedianya Modul berbasis MEA yang berkaitan dengan kehidupan nyata peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga tidak ada penambahan wawasan dan pemahaman serta membuat pembelajaran masih bersifat monoton, bahan ajar yang digunakan guru hanya didasarkan pada sumber buku cetak. Pada saat pembelajaran terlihat bahwa minimnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik, disamping itu peserta didik hanya terbiasa mengerjakan soal yang didasarkan pada contoh soal saja. Salah satu usaha yang bisa dilakukan dengan menyediakan Modul berbasis MEA. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research Development (RD) dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefenisian (define), perancangan (Desain), Pengembangan (Develop) dan Penyebaran (Dissiminate).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul berbasis MEA untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat valid dengan skor rata-rata 90,7% dan kepraktisan di kategorikan sangat praktis dengan skor rata-rata 90,95% ditinjau dari kepraktisan pendidik dan peserta didik. Dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa Modul berbasis MEA untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat valid dan sangat praktis
- …
