184 research outputs found
Ngoen rian nok thi chai nai hua muang pak tai
The article illustrates foreign coins which were used in Thailand before the country's monetary system was established. The author also traces the origin of the Thai word ""rian"" which means coins in English. Supported by historical evidences, the author concludes the word was originated from the Spanish currency, Real
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAY BERBANTU MEDIA FILM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MA AL- WASHLIYAH TEBING-TINGGI
Tujuan penelitian ini di buat adalah untuk mengetahui Efektivitas belajar
dengan metode Role Play, Di bantu dengan Media Film untuk mengetahui peran Aktif
belajar Siswa. Sehingga menyebabkan Siswa menjadi aktif dan mengetahui serta
minat dari Hasil belajar Siswa.
Dalam penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif, dalam
pendekatan eksperimen lapangan. Dengan Metode eksperimen di tinjau dari objek
nyata. Tekhnik pengumpulan data menggunakan Tes tulis, Observasi, wawancara dan
dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji
normalitas, uji homogenitas kelas eksperimen dan kelas kontrol uji hipotesis,
independent sampels test, Descriptive statistic. Jenis data yang di gunakan adalah
data primer merupakan data yang di dapat secara langsung dari sumber data
pertama, unit analisis nya adalah Guru mata pelajaran Fiqih dan Siswa kelas X1 dan
X2 Madrasah Aliyah Tebing – tinggi. Dan sumber dan sekunder yang berasal dari
dokument lama atau Tata usaha MA- Al Washliyah Tebing – Tinggi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan
penerapan Metode kuantitatif eksperimen di lokal sekolah sudah tergolong baik.
Terbukti dengan adanya Guru melakukan persiapan dengan mencocokkan materi dan
menyusun RPP serta ukuran target akhir yaitu KKM hasil belajar. Namun Pada tahap
pelaksanaan langkah-langkah Metode Role Play belum sempurna tanpa dibarengin
media Film. Jadi faktor pendukungnya adalah praktek dan media Film, untuk
menghadapi peserta didik
PERHITUNGAN BREAK EVEN POINT (BEP) TERHADAP PRODUK-PRODUK KAYU PADA USAHA PERTUKANGAN KAYU RIAN
The final report is titled Calculation of Break Even Point (BEP) on wood products at Business Carpentry RIAN which is located in Jalan Timor No. 40 Palembang. The purpose of this report is to know the cost classification in the production, the BEP in rupiah and the BEP in units for each product. The data were collected by means interviews, observation, and library research by using the theory of Herjanto (2007) for calculation of BEP multiproduct. The results showed that the total BEP(Rp) in 2011 was Rp 216.430.467 achieve 441 units the total BEP(Rp) in 2012 was Rp 215 997 352 achieve 466 units, and the total BEP(Rp) in 2013 was Rp 225.352.592 achieve 504 units. Based on the result, the author suggest Business Carpentry RIAN to doing classification fixed costs and variable costs for each production, and do the calculations break even point at the end of the year its production to know BEP in rupiah and BEP in units, so the Business Carpentry RIAN be able to know the income that will be received by the company every years.
Keyword: Break Even Point (BEP) Calculatio
Kajian Desain Taman Rumah Tinggal Tradisional Lampung
Taman rumah tinggal tradisional dapat menjadi identitas dari suatu budaya. Guna memperoleh gambaran yang nyata perlu dilakukan kajian mengenai desain taman rumah tinggal tradisional berbasis budaya Lampung. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen pembentuk taman rumah, tata letak, dan maknanya serta menyusunnya kedalam konsep desain taman rumah tinggal tradisional berbasis budaya Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui penelusuran informasi sejarah-kebudayaan dan diverifikasi melalui survei lapang. Observasi lapang dilakukan di beberapa wilayah Provinsi Lampung sebagai referensi, yakni Permukiman Tradisional Kampung Wana dan Sukadana Darat, Pekon Kenali, dan Negara Tulang Bawang. Halaman pada rumah tinggal tradisional Lampung dibagi menjadi tiga bagian, yang terdiri dari halaman depan atau tengahbah/terambah/beruan, halaman samping atau kebik/kakebik, serta halaman belakang atau kudan/juyu/kebon. Elemen-elemen pembentuk taman rumah tinggal tradisional adalah gakhang hadap, walai, lokasi dapur terbuka, tempat kayu bakar, dapur luar, kandang ternak, serta tanaman
Recommended from our members
PRC2 Is Required to Maintain Expression of the Maternal Gtl2-Rian-Mirg Locus by Preventing De Novo DNA Methylation in Mouse Embryonic Stem Cells
Polycomb Repressive Complex 2 (PRC2) function and DNA methylation (DNAme) are typically correlated with gene repression. Here, we show that PRC2 is required to maintain expression of maternal microRNAs (miRNAs) and long non-coding RNAs (lncRNAs) from the Gtl2-Rian-Mirg locus, which is essential for full pluripotency of iPSCs. In the absence of PRC2, the entire locus becomes transcriptionally repressed due to gain of DNAme at the intergenic differentially methylated regions (IG-DMRs). Furthermore, we demonstrate that the IG-DMR serves as an enhancer of the maternal Gtl2-Rian-Mirg locus. Further analysis reveals that PRC2 interacts physically with Dnmt3 methyltransferases and reduces recruitment to and subsequent DNAme at the IG-DMR, thereby allowing for proper expression of the maternal Gtl2-Rian-Mirg locus. Our observations are consistent with a mechanism through which PRC2 counteracts the action of Dnmt3 methyltransferases at an imprinted locus required for full pluripotency.This is the publisher’s final pdf. The published article is copyrighted by the author(s) and published by Elsevier. The published article can be found at: http://www.cell.com/cell-reports/hom
Alat Bantu Pertumbuhan Kecambah Secara Elektronik
Tidak dipublish karena tidak ada cap stempel dari fakultas yang bersangkutan di scan lembar pengesahan.Pada skripsi ini dibuat alat bantu pertumbuhan kecambah secara elektronik. Alat bantu pertumbuhan kecambah secara elektronik ini merupakan alat yang dapat merekayasa kondisi lingkungan dari suatu benih yang akan dikembangkan. Kondisi lingkungan yang direkayasa dari alat ini adalah suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Alat ini dapat mengatur kondisi di dalam ruang pertumbuhan berupa suhu dengan interval 10oC – 30oC sesuai kebutuhan benih, kelembaban diatas 60%, dan intensitas cahaya sebesar 750 - 1250 lux. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mengecambahkan benih, selanjutnya melakukan proses pengujian daya perkecambahan. Pengujian daya perkecambahan adalah menumbuhkan benih pada kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya kemudian hasil dari perkecambahan ini dihitung persentasenya. Melalui hasil pengujian daya perkecambahan ini dapat dilihat kualitas suatu benih. Batasan masalah yang dikerjakan pada skripsi ini adalah hanya melakukan proses perkecambahan dari benih sampai menjadi kecambah saja tanpa menghitung daya perkecambahannya.
Pengujian proses perkecambahan yang dilakukan menggunakan 5 jenis tanaman yang berbeda yaitu cabai (Capsicum frutescens), mentimun (Cucumis sativus), kacang panjang (Phaseolus vulgaris), tomat (Solanum lycopersicum), dan semangka (Citrullus lanatus). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa tiap tanaman memerlukan suhu yang berbeda – beda sesuai dengan jenisnya, pencahayaan, dan kelembaban untuk melakukan proses perkecambahan.In this thesis made an electric sprout growth device. An electric sprout growth device is a device that can engineer the environment condition necessary to seed which will growth. The environment condition which can be engineered by the device are temperature, humidity, and light intensity. The device can control chamber room temperature by the interval 10oC – 30oC, humidity up to 60% and light intensity 750 – 1250 lux. The purpose of product this device is to sprout the seed, furthermore to do a growing test of the sprout. The proccess of growing test of the sprout is to growing seed to the needs of the environment condition, then calculating the result of the germination persentages. According to the result of growing test of the sprout, quality of the seed can be known. The limit problem of this thesis is to do a germination process from the seed until the seed become a sprout.
The test of germination test done using 5 different kind of plant which are chili (Capsicum frutescens), cucumber (Cucumis sativus), long beans (Phaseolus vulgaris), tomato (Solanum lycopersicum), and water melon (Citrullus lanatus). The result of the test showed every kind of plant need a different temperature based on the needed of each type of plant, illumination, and humidity
Managing aquatic invasive species risks from shipping transport pathways: a report prepared by the Oregon Task Force on the Shipping Transport of Aquatic Invasive Species ; for the 2009 Oregon State Legislature ; principal author: Rian Hooff, Oregon Department of Environmental Quality
Title from PDF cover (viewed on April 14, 2020)."08-LQ-097."This archived document is maintained by the State Library of Oregon as part of the Oregon Documents Depository Program. It is for informational purposes and may not be suitable for legal purposes.Includes bibliographical references (pages 69-76).Mode of access: Internet from the Oregon Government Publications Collection.Text in English
Analisis Pengaruh Persepsi Kontrol Perilaku, Norma Subjektif, Kualitas Informasi Akuntansi Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham
Theory of Planned Behavior mengasumsikan bahwa manusia cenderung bertindak sesuai dengan intensi dan persepsi pengendalian melalui perilaku tertentu salah satunya yaitu intensi dalam berinvestasi. Intensi dalam berinvestasi mendapat pengaruh dari persepsi kontrol perilaku dan norma subjektif, sehingga intensi dalam melakukan investasi akan berakibat pada perilaku yaitu keputusan investasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh persepsi kontrol perilaku, norma subjektif dan kualitas informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan investasi saham. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan metode analisis dilakukan uji regresi linear. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebran kuisioner yang disebarkan kepada investor saham individu yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Barat. Sampel yang diambil adalah sebanyak 84 Responden. Hasil penelitian menunujukan bahwa persepsi kontrol perilaku berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi saham, sedangkan norma subjektif dan kualitas informasi akuntasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi saham. Hal ini menunjukan bahwa faktor internal sangat mempengaruhi investor dalam melakukan keputusan investasi, sedangkan faktor eksternal tidak mempengaruhi investor dalam pengambilan keputusan investasi saham. Aditama, R. R & Nurkhin, A. (2020). Pengaruh Pelatihan Pasar Modal Terhadap Minat Investasi Mahasiswa Di Pasar Modal Dengan Pengetahuan Investasi Dan Manfaat Investasi Sebagai Variabel Intervening. Business and Accounting Education Journal. 27-42. Ajzen, I. 1991. The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior And Human Decision Processes, 50: 179-211. Aisyah, P. dkk. (2019). Pengaruh Kualitas Informasi Akuntansi Dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Intensi Investor Dalam Pemilihan Saham. Jurnal Eksplorasi Akuntansi. ISSN: 2656-3649. Anggraiawan, I. A. dkk. (2017). Determinan Perilaku Investor Individu Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham Pada Investor Yang Terdaftar Di GI-BEI Telkom University. E-Proceeding of Management. Vol 4, No. 1 April 2017. 369. Ariyanto, D. (2018). Pengaruh Attitude, Subjective Norm, Dan Perceived Behavioral Control Terhadap Repurchase Intention E-Money. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol. 6 No. 4. 583-589. Asri, M. (2003). Ketidakrasionalan Investor di Pasar Modal. Deviyanti, L. P. A. E. dkk. (2017). Pengaruh Norma Subjektif, Persepsi Return, Dan Literasi Keuangan Terhadap Minat Mahasiswa Untuk Berinvestasi Saham Di Pasar Modal (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha). E-Journal S1 Ak. Vol:8 No. 2. Dewi, I. G. A. A. P. (2018). Intensi Masyarakat Berinvestasi Pada Peer To Peer Lending: Analisis Theory of Planned Behavior. Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis. ISSN: 2528-1216. Elster, J. O. N. (1998) Emotions and Economic Theory. Journal of Economic Literature, 36(1),47-74. Ferdinand, A. (2006). Structural Equation Modeling dalam penelitian Manajemen.Edisi 2, BP UDIP: Semarang. Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hermanto. (2017). Perilaku Mahasiswa Ekonomi Di Universitas Esa Unggul Dalam Melakukan Investasi Di Pasar Modal. Jurnal Ekonomi. Vol. 8 No. 2. 1-12.Khan (2017). Heuristics and stock buying decision: Evidence From Malaysian and Pakistan stock markets. Borsa Istanbul Review,17(2), 97-110. Maharani, L. L & Adi, I. K. Y. (2021). Pengaruh Kualitas Informasi Akuntansi, Persepsi Kontrol Perilaku, Dan Pengetahuan Investasi Terhadap Intensi Investor Dalam Pemilihan Saham Di GI-BEI Universitas Triatma Mulya. Journal Research Of Accounting. Vol. 3 No. 1 Desember 2021. 39-52. Masrurun, I & Yanto, H. (2015). Determinan Perilaku Investor Individu Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham. Accounting Analysis Journal. ISSN: 2252-6765. Maulidah, S. (2017). Intensi Mahasiswa Untuk Berinvestasi Di Bursa Efek Indonesia (Kajian dengan Menggunakan Technology Acceptance Model). Skripsi: Universitas Negeri Semarang.Sugiyono. (2017). Metode penelitian bisnis pendekatan kuantitatif, kualitatif kombinasi dan R&D. Yogyakarta: ALFABETATandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi (Edisi Pertama).Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN KERJA TENTANG HAK – HAK DAN KEWAJIBAN PARA PEKERJA APABILA TERJADI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) PADA PT FETTY MINA JAYA MENURUT UNDANG – UNDANG NO 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
Adapun yang terpenting dalam suatu perjanjian kerja adalah mengenai
perlindungan hak-hak dan jaminan bagi pekerja. Hal ini sangat diperlukan dalam
perjanjian kerja karena untuk mendapatkan hak-hak pekerja tentunya harus diatur
dalam perjanjian yang telah disepakati bersama. Namun hal ini tidak ada tercantum
secara jelas dalam perjanjian kerja antara PT. Fetty Mina Jaya dengan para pekerja.
Sedangkan yang diatur dalam perjanjian kerja tersebut sebagian besar hak-hak
perusahaan yang harus dipenuhi oleh para pekerja.
Sehubungan dengan hal tersebut permasalahan yang dibahas dalam penelitian
ini adalah bagaimana penerapan perjanjian kerja terutama mengenai hak-hak dan
jaminan pekerja di PT Fetty Mina Jaya bila ditinjau dari undang-undang No. 13 tahun
2003 tentang ketenagakerjaan, serta bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan
oleh pekerja apabila perusahaan tidak memenuhi isi dari perjanjian kerja.
Dilihat dari jenisnya penelitian ini tergolong ke dalam penelitian field
research dengan cara survey. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis
langsung mengadakan penelitian di lapangan dengan menggunakan alat pengumpul
data berupa wanwancara dan angket. Sedangkan menurut sifatnya penelitian ini
tergolong pada penelitian deskriptif, yaitu salah satu jenis penelitian yang tujuannya
untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau hubungan antara
fenomena yang diuji.
Dari hasil penelitian dapat diketahui, bahwa penerapan perjanjian kerja antara
pekerja dengan perusahaan pada PT. Fetty Mina Jaya secara umum dapat berjalan
dengan lancar sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan
perusahaan yang sudah ditetapkan. Namun yang menjadi persoalan adalah dalam
rangka terjadinya pemutusan hubungan kerja, maka pihak pekerja/karyawan sering
mengalami kesulitan dalam memperoleh uang pesangon, uang penghargaan masa
kerja, dan uang penggantian hak. Untuk memperjuangkan hak-hak ini, pekerja harus
membuktikan bahwa ia telah melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak pernah
melanggar peraturan perusahaan. Di samping itu pekerja juga harus dinilai terlebih
dahulu oleh tim manajer terhadap pekerjaan yang telah dilakukan pekerja, baru
kemudian hak-hak tersebut dapat dipenuhi sesuai dengan penilaian tersebut.
Upaya yang dapat dilakukan oleh pekerja dalam menuntut haknya tersebut
adalah dengan cara mengajukan permohonan tertulis kepada manajemen perusahaan.
Apabila hal tersebut tidak dipenuhi maka pekerja dapat melakukan keberatan kepada
atasan yang lebih tinggi lagi, dan apabila tidak dipenuhi juga maka pekerja dapat
mengajukan penyelesaian persesihan tersebut melalui jalur Lembaga Kerjasama
Bipartit untuk duduk bersama dalam menyelesaikan perselisihan tersebut guna
mendapatkan jalan keluar yang lebih baik, sehingga hak-hak pekerja memang benar
benar dapat terealisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Insidensi dan Identifikasi Penyakit Layu pada Terong (Solanum melongena L.) di Desa Tanjung Pering, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan
Hamidson H, Adrian R, Umayah A, Gunawan B. 2022. Insidence and identification of wilt disease in eggplant (Solanum melongena L.) in Tanjung Pering Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatera. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 963-973. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Wilt disease of the Fusarium group is a necrotrophic plant disease that has a wide host range and distribution throughout the world. This pathogen can infect at least 408 plant species worldwide. This field practice aims to determine the percentage level and intensity of attack and identify the cause of wilt disease in eggplant in Tanjung Pering Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. The method used in this field practice is carried out by conducting a survey or direct observation in the field to calculate the percentage level and intensity of wilt disease attack on eggplant, then identification is carried out at the Phytopathology Laboratory of the Department of Pests and Plant Diseases, and infectious tests are carried out in experimental land to prove pathogens. cause of wilt disease in eggplant. The results of this field, the cause of wilt disease in eggplant in Tanjung Pering Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency is caused by the fungus Fusarium sp with an average percentage of wilt disease of 42.54% and an average intensity of wilt disease of 40.90% in the field
- …
