1,721,250 research outputs found

    ANALISIS LUKISAN KARYA MULYO GUNARSO

    Get PDF
    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis  latar belakang penciptaan karya, tujuan penciptaan karya, dan visualisasi karya lukis Mulyo Gunarso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sebagai subjek penelitian adalah latar belakang penciptaan karya, tujuan penciptaan karya, dan visualisasi karya, dan yang dijadikan objek adalah tiga lukisan karya Mulyo Gunarso, yaitu yang berjudul “Ironi Dalam Sarang”(dibuat pada tahun 2008), “Impian Sarang” (dibuat pada tahun 2011), dan “Dibawah Bayang-Bayang” (dibuat pada tahun 2016). Instrumen penelitian adalah si peneliti sendiri, dan dibantu oleh pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik pemeriksaan keabsahan data adalah dengan menggunakan metode peningkatan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar belakang penciptaan karya-karya lukis Mulyo Gunarso adalah keprihatinannya  terhadap permasalahan sosial dalam kehidupan sehari-hari yang ada di sekitarnya terutama permasalahan mengenai kebudayaan  dan kerusakan alam lingkungan. Makna lukisan yang merupakan tujuan penciptaan karya lukis Mulyo Gunarso adalah untuk mengedukasi diri sendiri dan masyarakat agar peduli dan mau untuk  menjaga kelestarian  alam dan  lingkungan tempat tinggalnya.Visualisasi karya lukis Mulyo Gunarso adalah dengan menggunakan cat akrilik dengan teknik plakat  (opaque).  Dan corak yang dari karya-karya lukis Mulyo Gunarso adalah realisme dengan penggarapan objek secara detail dan dengan tekstur yang halus

    ANALISIS LUKISAN KARYA MULYO GUNARSO

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis latar belakang penciptaan karya, tujuan penciptaan karya, dan visualisasi karya lukis Mulyo Gunarso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sebagai subjek penelitian adalah latar belakang penciptaan karya, tujuan penciptaan karya, dan visualisasi karya, dan yang dijadikan objek adalah tiga lukisan karya Mulyo Gunarso, yaitu yang berjudul “Ironi Dalam Sarang”(dibuat pada tahun 2008), “Impian Sarang” (dibuat pada tahun 2011), dan “Dibawah Bayang-Bayang” (dibuat pada tahun 2016). Instrumen penelitian adalah si peneliti sendiri, dan dibantu oleh pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik pemeriksaan keabsahan data adalah dengan menggunakan metode peningkatan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar belakang penciptaan karya-karya lukis Mulyo Gunarso adalah keprihatinannya terhadap permasalahan sosial dalam kehidupan sehari-hari yang ada di sekitarnya terutama permasalahan mengenai kebudayaan dan kerusakan alam lingkungan. Makna lukisan yang merupakan tujuan penciptaan karya lukis Mulyo Gunarso adalah untuk mengedukasi diri sendiri dan masyarakat agar peduli dan mau untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan tempat tinggalnya.Visualisasi karya lukis Mulyo Gunarso adalah dengan menggunakan cat akrilik dengan teknik plakat (opaque). Dan corak yang dari karya-karya lukis Mulyo Gunarso adalah realisme dengan penggarapan objek secara detail dan dengan tekstur yang halus

    Psikologi perkembangan anak dan remaja/ Gunarso

    No full text
    263 hal.: bibl.; 21 cm

    Psikologi perkembangan anak dan remaja/ Gunarso

    No full text
    263 hal.: bibl.; 21 cm

    PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 GONDANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    ABSTRAK Gunarso. X3213008. PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 GONDANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran seni rupa di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Gondang Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi observer. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek penilaian produk (Kreativitas) prasiklus (42%), siklus I (61,30%), dan siklus II (83,9%). Hasil penelitian menunjukkan aspek penilaian produk (Kreativitas) prasiklus (42%), siklus I (61,30%), dan siklus II (83,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran seni rupa pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Gondang tahun pelajaran 2014/2015. Kata kunci: Contextual Teaching and Learning, kreativitas, dan pembelajaran seni rupa. ABSTRACT Gunarso. X3213008. THE APPLICATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TO DEVELOPE STUDENTS CREATIVITY IN LEARNING VISUAL ART OF PAINTING AT THE STUDENTS GRADE XI IPS 2 SMA NEGERI 1 GONDANG PERIOD 2014/2015. Skripsi. Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education. Sebelas Maret University of surakarta. The goal research study is to develope students creativity in learning visual art of painting at the students grade XI IPS 2 SMA Negeri 1 Gondang period 2014/2015. It is a class action research that is carried out in two cycles and each cycle consists of four steps. They are planning, action, observing and reflecting. The data collecting system uses various methods, such as: questionnaire, observation and interview. The technique of data validation is triangulation method and triangulation observer. While the technique of data analysis is descriptive analysis. The result of the research gets product evaluation aspect (creativity) in pre-cycle (42%), Cycle I (61.30 %) and cycle II (83.90 %). The conclusion of the research study is THE APPLICATION of CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) is enable to improve students’ creativity in learning art of painting of students grade XI IPS2 SMA Negeri Gondang, Period 2014/2015. Key Words : Contextual Teaching and Learning, Creativity, Learning Visual Art of Painting

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Perkembangan Gaya dan Tema Lukisan Nyoman Gunarso

    Get PDF
    Perubahan lukisan Nyoman Gunarso ternyata terjadi secara evolusif, yaitu perkembangan melalli tahap-tahap yang selalu berhubungan dengan keadaan sebelumnya. Keadaan itu berlaku pada perkembangan tema maupun gayanya.Dalam perkembangan tema, dari tema masa studi, tema sesaji, tema aringgit., secara visual (subbyek matter) memang berubah. Namun isi pemikira dan obsesi yang dikandung dalam tema itu masih sama, yaitu kecintaan tradsi Bali dan spirit religi Hindu. Motivasi penciptaan dalam pencarian tema dan gaya Nyoman sejalan dengan upaya seniman lain, yaitu mencari corak seni lukis modern Indonesia. Akulturasi budaya yang terjadi pada penghayatan Nyoman, merupakan suasanan kkondusif untuk penemuan tema dan gaya pribadinya. Sumber-sumber pengaruh pad tema dan gaya itu adalah tradisi Bali yang Hinduistis, dan berjalan secara stimultan dengan npemahaan seni lukis modern pada dirinya. Dengan kondisi itu mendorong pada kesadaran: Bagaimana menciptakan seni Lukis modern yang universal, dengan local genius (dalam hal tradisi Bali) yang kuat. Tema dalam masa study Nyoman adalah kehidupan rakyat kecil, suasana kampung, dan upacara-rpacara adat Bali. Gayanya pada masa itu adalah impresionisme, dengan kelincahan garis yang spontan dan luwes
    corecore