1,752,090 research outputs found

    Kalyani Giri oral history interview and transcript

    No full text
    This recording and transcript form part of a collection of oral history interviews conducted by the Chao Center for Asian Studies at Rice University. This collection includes audio recordings and transcripts of interviews with Asian Americans native to or living in Houston.Kalyani Giri was born as the oldest of four siblings in 1961 to an Indian South African family during South Africa’s apartheid years, later influencing her dedication to promoting tolerance and understanding for future generations. She first enrolled in the University of Durban Westville to pursuer a fine arts degree, but as student riots broke out she discontinued her studies there and instead went on to pursue a carnatic music degree in Madras, India, where she met her husband. Her husband then moved to the United States, with Mrs. Giri leaving South Africa to join him in Houston in 1991. She worked as a music teacher, teaching the classical Indian music she had studied in college, but after writing a review on an Indian dance performance for Asian Woman Magazine, Mrs. Giri slowly discovered a passion for journalism and cultural exchange, ultimately leading to her establishment of HUM Magazine

    Sejarah Giri-Gresik pra dan pasca kedatangan Sunan Giri

    No full text
    The thesis entitled "Sejarah Giri-Gresik Pre and SunanGiri Arrival" examines several issues, namely: (1) How is the condition of Giri-Gresik Pre arrival SunanGiri? ; (2) What is the condition of Giri-Gresik on arrival of SunanGiri? ; (3) How to Change Pre and Post Giri Gresik after SunanGiri's arrival? The problems will be the author carefully by using the Historical approach. The historical approach aims to know and describe the origin of the development and growth of a religion. As for theory used is in accordance with that expressed by Max Weber is leadership. While the method used is the method of history is through the stages of Heuristics, source criticism, Interpretation, and Historiografi. From the research conducted, it can be concluded that: First, before the arrival of Giri Siri region Giri-Gresik is the region of Maharaja MajapahitSīma, whose economy depends on crops in the depths, and trust the king of gods or goddess often dunked, and embraces the god Trimukti. Secondly, at the time of the arrival of SunanGiri, Giri-Gresik was the area that had become the land given by the king of Majapahit as a tribute to SunanGiri as Mufti was replaced by SunanAmpel, whose government as Ulama government, whose economy depended on international trade and marine products, the religion of Islam that believes in God is one. Third, the changes that took place in Giri-Gresik were, among others, the transformation of the previously political system of transformation into a spiritual, previously rural-centered economy or crop turned into international trade and marine products, then a change of belief from Hindu Buddhism to Islam and changed from Trimukti to God Almighty

    ORGANISASI SOSIAL PADA MASYARAKAT GIRI JAYA PADEPOKAN DESA GIRI JAYA KECAMATAN CIDAHU KABUPATEN SUKABUMI

    No full text
    AbstrakPenelitian tentang organisasi sosial pada masyarakat Giri Jaya Padepokan di Kabupaten Sukabumi bertujuan untuk mengetahui dasar-dasar pembentukan dan struktur organisasi sosial pada masyarakat tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskripsi, dengan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dan pengamatan. Dari penelitian tersebut diperoleh gambaran bahwa organisasi sosial pada masyarakat Giri Jaya Padepokan mengacu pada satu tatanan lama warisan leluhur atau lembaga adat yang masih digunakan sampai saat ini. Sekalipun tidak ada nama lokal bagi lembaga adat tersebut, struktur lembaga adatnya cukup jelas dan sederhana. Struktur lembaga adat itu terdiri atas ketua adat, sesepuh adat (wakil ketua adat, juru kunci, amil, tokoh seni, tokoh agama, paraji, koordinator warga, dan tokoh masyarakat), serta warga Giri Jaya Padepokan yang disebut jamaah. AbstractThis paper is about social organization of the community of Giri Jaya Padepokan in Sukabumi. The aim of the study is to examine some basis for the function of the structure of social organization in the community. The author used descriptive method and qualitative approach. Data were collected through interviews and observations. The author came into conclusion that the community of Giri Jaya Padepokan is still preserving the structure of social organization inherited from their ancestors. The institutions in question are ketua adat (the chief), sesepuh adat (the elders), juru kunci (the locksmith), amil (a person who collects charity for religious purposes), and other public figures such as art and political figures, paraji (midwives), a coordinator for people, and the people of Giri Jaya Padepokan itself called jamaah.</jats:p

    Peran Strategi Metakognitif dengan Bantuan Metode PQ4R pada Prestasi Akademik Mahasiswa PIAUD Di Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

    No full text
    This study is a study study that analyzes the role of metacognitive strategies with the help of the PQ4R method on academic achievement of PIAUD students at the Sunan Giri Bojonegoro Institute of Islamic Religion. Students in this case are students who follow the learning process in higher education who are required to equip themselves with standardized competencies created with academic achievement, as a provision to take positions and support in an increasingly competitive world of work. Based on the results of data analysis of interviews, observations and questionnaires showed that the use of metacognitive strategies with the help of the PQ4R method had a significant role in student academic achievement in cognitive courses.Penelitian ini merupakan penelitian studikasus yang menganalisis secara komprehensif tentang peran strategi metakognitif dengan bantuan metode PQ4R pada prestasi akademik mahasiswa PIAUD di Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro. Mahasiswa dalam hal ini mahasiswa pendidikan anak usia dini sebagai penerima proses pembelajaran di perguruan tinggi dituntut untuk membekali diri dengan kompetensi terstandar yang diwujudkan dengan prestasi akademik, sebagai bekal untuk mengambil posisi dan berperan dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Berdasarkan hasil analisis data wawancara, observasi dan angket menunjukan bahwa penggunaan strategi metakognitif dengan bantuan metode PQ4R memiliki peran yang signifikan pada prestasi akademik mahasiswa terutama pada mata kuliah kognitif

    Replication Data for: Less reliable media drive interest in anti-vaccine information

    No full text
    Time Series Data Analysis for the paper "Less reliable media drive interest in anti-vaccine information": This file contains the time series analysis (ADF test for stationarity, fitting of VAR model, granger causality tests, IRF plots) on the final time-series data used in the paper. The VAR model uses the data at levels. We run this analysis for Antivaxx terms across different platforms, and media outlets. The google trends data variable was generated using google trends and is restricted to queries from the US. For further questions, please reach out to the authors at [email protected]

    Pura Mandara Giri Semeru Agung

    No full text
    Pura Mandara Giri Semeru Agung dibangun pada tahun 1988 di Desa Senduro Kabupaten Lumajang. Latar belakang pemilihan lokasi Pura Mandara Giri Semeru Agung di kaki Gunung Semeru berkaitan dengan mite pemindahan puncak Gunung Mahameru dari India ke Jawa dengan maksud agar Pulau Jawa tidak jungkat-jungkit, sebagaimana dikisahkan dalam naskah Tantu Panggelaran. Dengan demikian Gunung Semeru dianggap suci oleh masyarakat Jawa sejak dahulu. Keunikan Pura Mandara Giri Semeru Agung kaitannya dengan budaya, perkembangan masyarakat Senduro serta potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah melatarbelakangi peneliti untuk mengkaji Pura Mandara Giri Semeru Agung (Suatu Kajian Antropologis, Sosiologis, dan Edukatif). Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) bagaimana sejarah berdirinya pura Mandara Giri Semeru Agung, (2) bagaimana nilai simbolik pura Mandara Giri Semeru Agung, (3) bagaimana pengaruh pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap masyarakat kecamatan Senduro, (4) bagaimana relevansi pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap pembelajaran sejarah. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: (1) mengkaji sejarah berdirinya pura Mandara Giri Semeru Agung, (2) mengkaji nilai simbolik pura Mandara Giri Semeru Agung, (3) mengkaji pengaruh pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap masyarakat kecamatan Senduro, (4) mengkaji relevansi pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap pembelajaran sejarah. Pura Mandara Giri Semeru Agung dibangun pada tahun 1988 di Desa Senduro Kabupaten Lumajang. Latar belakang pemilihan lokasi Pura Mandara Giri Semeru Agung di kaki Gunung Semeru berkaitan dengan mite pemindahan puncak Gunung Mahameru dari India ke Jawa dengan maksud agar Pulau Jawa tidak jungkat-jungkit, sebagaimana dikisahkan dalam naskah Tantu Panggelaran. Dengan demikian Gunung Semeru dianggap suci oleh masyarakat Jawa sejak dahulu. Keunikan Pura Mandara Giri Semeru Agung kaitannya dengan budaya, perkembangan masyarakat Senduro serta potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah melatarbelakangi peneliti untuk mengkaji Pura Mandara Giri Semeru Agung (Suatu Kajian Antropologis, Sosiologis, dan Edukatif). Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) bagaimana sejarah berdirinya pura Mandara Giri Semeru Agung, (2) bagaimana nilai simbolik pura Mandara Giri Semeru Agung, (3) bagaimana pengaruh pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap masyarakat kecamatan Senduro, (4) bagaimana relevansi pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap pembelajaran sejarah. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: (1) mengkaji sejarah berdirinya pura Mandara Giri Semeru Agung, (2) mengkaji nilai simbolik pura Mandara Giri Semeru Agung, (3) mengkaji pengaruh pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap masyarakat kecamatan Senduro, (4) mengkaji relevansi pura Mandara Giri Semeru Agung terhadap pembelajaran sejara

    Perancangan Sistem Informasi Website Terminal Giri Adipura Wonogiri Dengan Menggunakan Wordpress

    No full text
    Terminal Giri clean city built since 1988 were first named Terminal Krisak. Along with the changing times and the number of passengers is increasing the Terminal Giri clean city formerly known as Terminal Krisak in renovation wider than ever. The absence of media to deliver information online about the clean city Giri Terminal, Terminal Giri Therefore Verse necessitates communication media. The subject matter contained herein author makes the design of information systems Giri Verse Terminal Wonogiri website using wordpress, which aims to be the community or user of website visitors and passengers can obtain information easily about Giri Terminal Wonogiri clean city. Permbuatan website Giri Verse Terminal contains information about news, facilities, and contacts from a bus agent that is in Terminal Wonogiri Giri clean city. Testing of information systems Terminal Giri website is done to clean city transportation department employee who served in Terminal Giri clean city and community Wonogiri age or visitor friendly website. The author interviewed the service officer perhubugan Giri Verse Terminal Wonogiri, according to their website is very helpful in disseminating information. In addition to interviews with the transportation department Giri Verse Terminal Wonogiri here the authors also conducted interviews with the general public or a visitor friendly website, according to their website is very helpful in getting information and book bus tickets in Terminal Wonogiri Giri clean city

    JAJAN GIRI(Studi Deskriptif Tentang Fungsi Jajanan Tradisional di Desa Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik)

    No full text
    Jajan Giri merupakan jajanan tradisional yang diproduksi oleh masyarakat Desa Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Fokus penelitian ini adalah fungsi Jajan Giri sebagai jajanan tradisional. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Desa Giri yang mengetahui Jajan Giri dengan baik seperti pemerintah Desa Giri, pembuat Jajan Giri, dan penjual Jajan Giri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme menurut Bronislaw Malinowski yang berguna untuk mengetahui fungsi Jajan Giri sebagai jajanan tradisional oleh masyarakat Desa Giri Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap informan dan subjek penelitian serta ditunjang dengan dokumentasi berupa foto dan rekaman wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 3 fungsi Jajan Giri sebagai jajanan tradisional. Pertama, fungsi biologis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologis yaitu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Pertama, fungsi biologis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologis yaitu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Fungsi biologis tersebut meliputi pemilihan mengonsumsi jajanan tradisional, faktor kesukaan pribadi, dan pemilihan bahan Jajan Giri. Kedua, fungsi instrumental yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan instrumental yaitu sistem ekonomi. Fungsi instrumental tersebut meliputi kegiatan ekonomi terkait dengan Jajan Giri yaitu pengenalan Jajan Giri oleh pemerintah Desa Giri dan sistem penjualan Jajan Giri oleh masyarakat Desa Giri. Ketiga, fungsi integratif yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan integratif yaitu pengetahuan yang dimiliki masyarakat Desa Giri. Fungsi integratif tersebut meliputi nilai simbolik makanan yaitu nilai ikatan sosial dan kesetiakawanan, nilai pengelola stres, dan nilai simbolik Jajan Giri dalam bahasa

    JILBAB SEBAGAI ETIKA DAN ESTETIKA (STUDI PEMAKAIAN JILBAB PADA MAHASISWI UNU SUNAN GIRI BOJONEGORO)

    No full text
    Mengenakan jilbab merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh wanita muslim di dunia, termasuk Indonesia. Jilbab yang pada awalnya identik dengan keterkungkungan dan dianggap sangat berlawanan dengan modernitas. Namun dalam perkembanganya jilbab berbalik arah, berkembang dan maju seiringan dengan modernan. Jilbab memikat para mahasiswi untuk berjilbab tanpa meninggalkan modenitas, dan memunculkan pemahaman jilbab yang berbeda. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti jilbab sebagai etika dan estetika (studi pemakaian jilbab pada mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro). Penelitian ini bertujuan untuk mrngungkapkan Jilbab Sebagai Etika dan Estetika (Studi Pemakaian Jilbab Pada Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro) dengan focus penelitian : (1) Bagaimana Etika Pemakaian Jilbab pada Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro (2) Bagaimana Etika Pemakaian Jilbab pada Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti, teknik trianggulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, dan metode serta ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro dan TU Sunan Giri Bojonegoro. Hasil penelitian ini menyumbangkan teori berjilbab yang terdiri dari : (1) Etika Pemakaian Jilbab pada Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro yaitu (a) Jilbab Sebagai Syariat (b) Jilbab sebagai Akhlak (c) Jilbab sebagai Lingkungan. (2) Estetika Pemakaian Jilbab pada Mahasiswi UNU Sunan Giri Bojonegoro yaitu (a) level estetika (b) level etik (c) level religiou
    corecore