187 research outputs found
Digitalisasi Karya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berbasis mobile sebagai media pembelajaran interaktif untuk pelestarian peninggalan pendiri Nahdlatul Wathan
ABSTRACTTGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is a charismatic scholar on the island of Lombok and is the founder of Nahdlatul Wathan, the largest organization in West Nusa Tenggara. The works of Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, like his books is a practice that routines are read by students and santriwati even the Nahdlatul Wathan congregation, as prayers and lessons that are practiced every time they finish worship and at critical times. Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid has many santri and santriwati in West Nusa Tenggara, even the archipelago under the Nahdlatul Wathan organization who faithfully practice his teachings and even his advice. Problems arise when his students are constrained by distance and time who want to read the books of his teacher. Therefore the author provides a solution with the Digitization of TGKH Works. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is based on mobile as an interactive learning medium for the preservation of the legacy of the founder of Nahdlatul Wathan. That will help his students who in fact do not have the book and are hindered by distance and time. Work begins with typing the contents of the book, followed by the implementation of the application, and in the end the application can be further utilizedDOI : 10.29408/jit.v2i1.94
AKAD NIKAH TANPA WALI (STUDI KOMPARATIF IJTIHAD HUKUM SYEKH ZAINUDDIN AL-MALIBARI DAN IBNU MAUDUD ALMAUSILY)
The marriage contract without a guardian has become
controversial among ulama, especially because the Hanafi School
allows marriage without a guardian, which is different from the other
three schools of thought. For this reason, the author compares the two
views of scholars from the Syafi'iyah and Hanafiyah schools through
their respective books, namely "Fath Mu'in" by Sheikh Zainuddin al-
Malibari (Syafi'iyah) and "Al -Ikhtiyar Li al-Ta'lil al-Mukhtar" by Ibn
Maudud (Hanafiyah). The aim of this research is: First, to understand
the views of Sheikh Zainuddin al-Malibari regarding guardians in
marriage contracts and legal ijtihad in "Fath Mu'in". Second, knowing
Ibn Maudu's view regarding guardians in marriage contracts and legal
ijtihad in "Al-Ikhtiyar Li al-Ta'lil al-Mukhtar".
The type of research used in this research is qualitative research
combined with library research in its data collection method which
refers to primary, secondary data sources and also other sources that
support this research. This research is a comparative analysis, namely
describing, analyzing and comparing marriage contracts without
guardians according to the opinions of Sheikh Zainuddin al-Malibari
and Ibnu Maudud. the theory used by Maqasid asy-Syari'ah and bayani
epistemology.
The results of this research show one of the Maqasid ash-
Syari'ah elements used in analyzing the opinions of Sheikh Zainuddin
Al-Malibari and Ibnu Maudud in marriage contracts without guardians.
The author found that the opinion of Sheikh Zainuddin al-Malibari
places greater emphasis on the presence of a guardian in the marriage
contract, because it aims to ensure that the bride's clear nasab (Hifz alnasl)
is maintained. Meanwhile, Ibn Maudu's opinion emphasizes that
women who have reached the age of puberty are considered to have
sufficient maturity and capacity to make decisions regarding their soul
mate and the course of their life without the need for the intervention
of a guardian. This goes into the aspect (Hifz nafs). In Bayani's
epistemological perspective, the results show that the two figures have
different perspectives regarding the texts of the Qur'an and Hadith
Hubungan Persepsi Layanan Medis dan Kepuasan Pasien dengan Minat Rawat Ulang Puskesmas Pancur Batu
Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada
hubungan persepsi layanan medis dan kepuasan pasien dengan minat rawat ulang
Puskesmas Pancur Batu dan dilaksanakn pada tanggal 9- 11April 2012.
Penelitian ini menggunakan tiga skala yakni skala persepsi layanan medis,
skala kepuasan pasien dan skala minat rawat ulang. Skala persepsi layanan medis
terdiri dari 3 aspek berdasarkan teori Rakhmat (1996) yaitu: karakteristik, suasana
emosional, Usia dan skala kepuasan pasien terdiri dari 9 aspek berdasarkan teori
Kotler (2000) yaitu: karakteristik produk, harga, pelayanan, lokasi, fasilitas,
Image, desain visual, suasana dan komunikasi. Sedangkan minat rawat ulang
Puskesmas terdiri dari 3 aspek berdasarkan teori Ahmadi (1999) yaitu: latihan dan
kebiasaan, kebutuhan, kekuatan, rangsangan dari objek. Instrument riset yang
akan dipakai menggunakan metode skala likert dan peneliti hanya menggunakan 4 opsion. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa terdapat hubungan positif yang sangat
sinigfikan antara persepsi layanan medis dan kepuasan pasien dengan minat rawat
ulang puskesmas Pancur Batu. Hasil ini ditunjukkan dengan koefisien freg =
15.867 dimana p < 0,010. Selain itu, dari penelitian ini juga diketahui
bahwa
terdapat hubungan yang positif yang sangat signifikan antara persepsi
layanan
medis dengan minat rawat ulang Puskesmas Pancur Batu. Hasil ini dapat
dilihat
dari koefisien hubungan rxy = 0,492 dimana p < 0,010. Artinya semakin
positif
persepsi layanan medis, maka semakin tinggi rawat ulang puskesmas Pancur
Batu. Sebaliknya semakin negatif persepsi layanan medis, maka semakin
rendah
rawat ulang Pancur Batu. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan
dinyatakan diterima
Hubungan antara Lingkungan Belajar dan Manajemen Waktu dengan Motivasi Menyelesaikan Studi pada Mahasiswa Pascasarjana yang Telah Menikah di Universitas Medan Area
Mahasiswa yang sudah menikah seringkali harus mengatur waktu antara tanggung jawab dalam keluarga dan tanggung jawab akan pendidikan. Hal ini dikarenakan seorang mahasiswa yang telah menikah harus mampu membagi waktu untuk bekerja, waktu untuk keluargadan waktu untuk pendidikan. Dari sinilah muncul berbagai masalah yang menyebabkan konflik pada dirinya antara waktu untuk keluarga dan waktu untuk menyelesaikan studinya, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi motivasi menyelesaikan studi. Untuk itu peneliti ingin meneliti bagaimana lingkungan belajar dan bagaimana manajemen waktu yang terjadi pada mahasiswa pascasarjana dalam mempengaruhi motivasi mereka untuk dapat menyelesaikan studi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dan lingkungan belajar dengan belajar dengan motivasi menyelesaikan studi pada mahasiswa pascasarjana yang telah menikah
Sarana dan Prasarana Perpustakaan SMA Sultan Iskandar Muda Medan
Dasar Pembentukan Perpustakaan Sekolah di Indonesia adalah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 1989, yang isinya menyatakan bahwa setiap sekolah harus menyediakan sumber belajar (perpustakaan). Perpustakaan adalah koleksi atau sekumpulan koleksi buku atau bahan lainnya yang diorganisasikan dan dipelihara untuk penggunaan/keperluan (membaca, konsultasi, belajar, meneliti), dikelola oleh pustakawan dan staf terlatih lainnya dalam rangka menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dikelola serta terdapat disekolah dengan tujuan membantu sekolah untuk mencapai tujuannya.37 HalamanKertas Karya Diplom
Management System for Optimizing Battery Charging from PLTH (Solar Panel & Wind Turbine) Based on Relays and PZEM-017 DC Sensor Integrated IoT
The increasing need for electrical energy and the limitations of fossil resources encourage the use of more efficient renewable energy. This study aims to develop a battery charging optimization management system for a Hybrid Power Plant (PLTH) based on solar panels and wind turbines with the integration of relays and PZEM-017 DC sensors controlled via IoT. This system is designed to ensure more stable and safe charging, by utilizing the relay automation mechanism to avoid overcharging and undercharging. The test results show that the average power generated by solar panels ranges from 4.45 W to 24.49 W, while the power generated by wind turbines is lower with significant fluctuations. The intensity of sunlight peaks at 10:00–14:00 WIB with a value of 122.16 kilolux, while the highest wind speed occurs at 17:00–20:00 WIB with an average of 4.67 m/s. System efficiency testing shows that power distribution optimized through automatic relays can increase battery charging efficiency by 18.7% compared to systems without automatic regulation. In addition, IoT-based monitoring through Blynk and ThingSpeak allows real-time data access, which improves the ease of system management. With this approach, the system is expected to be widely applied to support power supply for various applications, including agricultural irrigation, lighting systems, and energy needs in remote areas.177 PagesSkripsi Sarjan
PEMIKIRAN T.G.K.H. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID TENTANG PEMUDA DALAM MAULID AL-BARZANJI WA AL-ANASYID AL-NAHDIYYAH (KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK)
Youth is an important element in society. Youth as the next generation must get serious attention from all circles to make it a superior generation. The reality of Indonesian youth, especially the Sasak, is experiencing many problems. Problems such as unity, fear of dreaming, not being tough, lack of education and knowledge of the current situation are serious problems among youth. Departing from this problem, T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid composed his poems related to youth. The poem explains how a person should act and behave. Therefore, it is important to study and research Maulid al-Barzanjī wa al-Anāsyīd al-Nahḍiyyah by T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid using Lucien Goldmann's genetic structuralism.
This study uses Goldmann's dialectical method through the concept of understanding-explanation that connects the structure of literary works, social conditions, perspectives of the author and the author who gave birth to a literary work. This analysis is based on Lucien Goldmann's theory of genetic structuralism. The theory is a set of theories about human facts, collective subjects, structuration, author's worldview, and explanations. The data are in the form of words, phrases and sentences arranged in the form of stanzas. It aims to determine the structure of the literary work, the social conditions of the background and the author's perspective, and the relationship between the literary work and the author's world view.
Based on the analysis, it was found that the thoughts of T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid about Youth to unite, dare to dream, have resilience, dare to assert their identity, learn science and understand the times they live. Youth are students of knowledge, fighters for religion and the state as well as candidates for scholars and leaders. Youth is the determining element in appointing intelligent and pious leaders, not ignorant and wicked ones
BAB V KOMUNIKASI DAN INTERPERSONAL SKILL
Seorang wirausaha sangat memerlukan kemampuan komunikasi. Komunikasi merupakan dasar bagi seorang wirausaha untuk menyampaikan pesan, mendekati pelanggan, memimpin karyawan dan memotivasi. Seorang wirausaha sekalipun memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak dikomunikasikan kepada orang lain, maka hal tersebut menjadi tidak berguna. Menurut Ilik (2011), komunikasi menjadi salah satu elemen terpenting dalam menjalankan kewirausahaan. Hal tersebut dikarenakan seorang wirausahawan adalah seorang leader dan seorang leader mutlak harus mampu men-direct bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi.
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Kata communis memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media; proses penyampaian bentuk interaksi gagasan kepada orang lain dan proses penciptaan arti terhadap gagasan atau ide yang disampaikan, baik sengaja maupun tidak disengaja. Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang, yaitu jumlahnya sebanyak orang yang mendefinisikannya. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik
BAB III MENENTUKAN PELUANG USAHA
Kewirausahaan dalam perspektif ekonomi dapat dijelaskan dari aspek peluang. Sebagaimana beberapa ahli mendefinisikan kewirausahaan sebagai tanggapan yang dilakukan seseorang terhadap peluang-peluang usaha yang diwujudkan dalam berbagai tindakan dengan berdirinya sebuah unit usaha sebagai suatu hasil dari tindakannya. Dalam perspektif sosiologi kemampuan menemukan peluang sangat tergantung pada interaksi antar-manusia untuk memperoleh dan mengakses informasi yang dibutuhkan terkait dengan luang yang ada. Sedangkan dalam perspektif psikologi kemampuan seseorang dalam menemukan dan memanfaatkan peluang sangat tergantung dari karakter kepribadian yang dimilikinya.
Jelas kiranya bahwa salah satu faktor keberhasilan seorang wirausahawan adalah kemampuannya dalam jeli melihat peluang dan memanfaatkannya sebelum dimanfaatkan oleh orang lain. Kemampuan melihat peluang adalah modal dalam memunculkan ide awal untuk berwirausaha. Tidak semua orang mampu melihat peluang apalagi memanfaatkannya, demikian halnya kemampuan melihat peluang tidaklah sama antar setiap orang. Seseorang yang telah mengenal potensi diri yang dimilikinya lebih cenderung memiliki kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang peluang yang ada.
Peluang usaha bersumber dari adanya kebutuhan dari individu atau masyarakat. Oleh karena itu jika ingin mulai mewujudkan berwirausaha, hendaknya terlebih dahulu menjawab pertanyaan” “Apakah yang menjadi kebutuhan masyarakat atau kebanyakan anggota masyarakat saat ini atau di masa yang akan datang?”. Untuk memahami kebutuhan masyarakat diperlukan suatu diagnosa terhadap lingkungan usaha secara keseluruhan, yang meliputi faktor ekonomi, politik, pasar, persaingan, pemasok, teknologi, sosial dan geografi
BAB II KARAKTER WIRAUSAHAWAN
Kewirausahaan adalah proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai untuk jangka waktu yang lama. Definisi tersebut menitik beratkan kepada aspek kreativitas dan inovasi, karena dengan sifat kreativitas dan inovatif seseorang dapat menemukan peluang. Pada bab ini, akan dikemukakan lebih mendalam mengenai karakter seorang wirausaha berdasarkan pendapat para pakar kewirausahaan maupun pebisnis itu sendiri.
Menurut David (1996) karakteristik yang dimiliki oleh seorang wirausaha memenuhi syarat- syarat keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan/organisasi, seperti inovatif, kreatif, adaptif, dinamik, kemampuan berintegrasi, kemampuan mengambil risiko atas keputusan yang dibuat, integritas, daya-juang, dan kode etik niscaya mewujudkan efektivitas perusahaan/organisasi
- …
