4,175 research outputs found
The Leadership Way of Kyai Abdul Ghofur
This study aims to explore the leadership of Kyai Abdul Ghofur in the development of entrepreneurial spirit in Pesantren Sunan Drajat Lamongan, East Java. Ethnographic approach was choice for exploring the Kyai Abdul Ghofur leadership in developing the entrepreneurial spirit in his pesantren (boarding school). The findings of this study is the concept of Kyai Abdul Ghofur leadership in the development of the entrepreneurial spirit in Pesantren Sunan Drajat has combined the concept of Al-Qur'an letter at Tawbah verses 128, Sunan Drajat philosophy and entrepreneurial leadership
KEPEMIMPINAN KH. ABDUL GHOFUR MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT TAHUN 1977-2008
Kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur mengembangkan Pondok Pesantren Sunan Drajat tahun 1977-2008 tidak lepas dari faktor supranatural. Kekuatan supranatural ini telah ia dapatkan dengan mengamalkan berbagai lelaku. Lelaku merupakan kegiatan yang khas dikalangan para kiai dalam membangun dan mengembangkan pondok pesantren. Kegiatan lelaku ini telah dilakukan Kiai Abdul Ghofur sebelum dan sesudah pendirian Pondok Pesantren Sunan Drajat. Oleh karena itu maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana awal lelaku Kiai Abdul Ghofur dalam mendirikan Pondok Pesantren Sunan Drajat? dan (2) Bagaimana perkembangan lelaku Kiai Abdul Ghofur pasca-pendirian Pondok Pesantren Sunan Drajat tahun 1977-2008.
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur mengembangkan Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam bidang lelaku. Deskripsi ini akan diuraikan menjadi dua yaitu lelaku Kiai Abdul Ghofur pra-pendirian Pondok Pesantren Sunan Drajat dan lelaku Kiai Abdul Ghofur pasca-pendirian Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Metode ini memiliki empat tahapan yaitu: (1) Heuristik, (2) Kritik, (3) Interpretasi, dan (4) Historiografi. Tahap heuristik adalah pengumpulan sumber-sumber. Sumber-sumber ini terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Sumber primer berupa wawancara, foto-foto sezaman sedangkan sumber sekunder berupa buku-buku, artikel-artikel dan sebagainya yang sesuai dengan pembahasan. Tahap kritik adalah menguji sumber-sumber yang didapatkan dan dijadikan sebagai fakta sejarah. Tahap Interpretasi adalah tahap menghubungkan fakta-fakta untuk ditafsirkan. Kemudian tahap historiografi adalah tahap penulisan sejarah.
Temuan data dalam penelitian yaitu; Kiai Abdul Ghofur telah memulai lelaku dengan nyantri di berbagai pondok pesantren. Ia sering mengalami beberapa kejadian aneh semasa nyantri. Kejadian aneh ini dimulai semenjak ia nyantri di Pondok Pesantren Kramat Pasuruan. Ia telah bertemu dengan orang bersorban kuning saat menjalani ritual spiritual di makam Wangon. Orang bersorban kuning ini dipercaya sebagai Sunan Drajat. Orang bersorban kuning ini memberikan perintah kepadanya untuk mencari beberapa guru sebagai bekal mendirikan dan menjadi pemimpin Pondok Pesantren Sunan Drajat yang sudah hilang pada masa lampau. Setelah kejadian ini, beberapa hari kemudian ia bergegas pulang dan berguru kepada para guru yang memiliki ilmu agama sangat tinggi. Selain ilmu agama ia juga diberikan ilmu pencak silat dan pertabiban oleh para guru tersebut. Ilmu-ilmu inilah yang digunakan dalam menjalankan kepemimpinannya dibidang lelaku mencari dana untuk mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Kata Kunci : Kiai Abdul Ghofur, Kepemimpinan, Lelak
Kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur dalam pengembangan pendidikan entrepreneurship di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah: (1) Bagaimana tipologi kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur dalam mengembangkan pendidikan entrepreneurship?,(2) Bagaimana strategi pelaksanaan pendidikan entrepreneurship yang dilakukan oleh Kiai Abdul Ghofur?, dan (3) Bagaimana bentuk-bentuk entrepreneurship berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Kiai Abdul Ghofur di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan?. Penelitian ini dibangun dengan menggunakan rancangan studi kasus yang berorientasi pada pendekatan kualitatif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tiga alur yaitu: mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara teknik pengecekan keabsahan didasarkan pada derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability) dan kepastian (confirmability) Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, pertama; bahwa tipologi kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur dalam mengembangkan pendidikan entrepreneurship memiliki tipologi sebagai “Kiai Entrepreneur”. Oleh sebab itu, dari kategori Kiai Entrepreneur ini, akan muncul beberapa tipologi kepemimpinan Kiai Abdul Ghofur dalam mengembangkan pendidikan Entrepreneurship di pesantrennya yaitu (1) Kiai Entrepreneur Percistentif, (2) Kiai Entrepreneur Demokratis dan Egaliter, (3) Kiai Entrepreneur Komunikatif, (4) Kiai Entrepreneur Responsif, dan (5) Kiai Entrepreneur Kreatif-Inovatif, dan (6) Kiai Entrepreneur Partisipatif.
Kedua, strategi pelaksanaan pendidikan entrepreneurship yang dilakukan oleh Kiai Abdul Ghofur antara lain: (1) Menanamkan karakter entrepreneurship kepada para santri, (2) Memberikan tanggung jawab kepada para santri untuk mengelola perusahaannya melalui pendelegasian wewenang, (3) Memberikan pelatihan-pelatihan entrepreneurship kepada para santri, (4) Membuka SMK untuk para santri, (5) Memberikan lahan kesempatan kepada para santri untuk bekerja di perusahaannya, (6) Mengirim para santri untuk mengikuti pelatihan keterampilan, dan (7) Mengikutkan para santri dalam pameran produk baru. Ketiga, bentuk-bentuk entrepreneurship berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Kiai Abdul Ghofur meliputi bidang industri dan agrobis yang cukup beragam. Usaha-usaha tersebut dikelola oleh masing-masing perusahaan di bawah naungan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Implikasi secara teoretis mempertanyakan ulang penelitian tentang kiai yang dilakukan Zamakhsyari Dhofier, yang mengkategorisasikan Kiai sebagai Kiai pesantren, Pradjarta Dirdjosanjoto, Kiai langgar, politik, dan tarekat, Endang Turmudi, Kiai pesantren, politik, tarekat, dan panggung, Imam Suprayogo, Kiai spiritual, politik, dan advokatif, dan Mohammad Rofiq, Kiai pesantren, panggung, tabib, suwuk, silat, orkes, dan Kiai bisnis. Sekaligus menegaskan atau mengembangkan konsep tipologi kiai yang ditemukan oleh Mohammad Rofiq tentang Kiai Abdul Ghofur sebagai Kiai Bisnis, atau penulis sebut sebagai Kiai Entrepreneur
Improving the Popularity of Syekh Abdul Ghofur Tomb as Potential Religious Tourism Destination in Cugenang Cianjur
Tomb tourism objects are often regarded as segmented tourism objects for certain people looking for spirituality. This activity makes it difficult for tomb tourism objects to become popular tourist attractions. The tomb of Sheikh Abdul Ghofur is one of the religious tourism which so far can be enjoyed by only a handful of people who know of its existence. The long story of Sheikh Abdul Ghofur in spreading Islam in Cianjur Regency is a wealth of ancestral history that benefits all elements of society. Therefore, through the community service program of the School of Business and Economics (SBE), Prasetiya Mulya University, the tomb of Sheikh Abdul Ghofur was packaged to make it more popular and accessible to all groups. The main focus of increasing its popularity was to strengthen the story and to make it available on the internet such as providing an explanation of the location of the tomb through the Google Maps application and making tourist booklets to install signage. This effort was fully implemented so that the Tomb of Sheikh Abdul Ghofur could now be accessed by various groups to maintain history in the Cianjur Regency
The Dynamics of Islamic Political Parties Amid Indonesian Multicultural Society
Islam is not limited to religion that only talks about God. Islam has a comprehensive concept in all aspects of life, one of the aspect is politics (siyasa) that discusses the concept of the state, the exercise of power, who deserves to exercise power, how much power they can have, and the characteristics and objectives of Islamic politics itself. Political party is a superstructure in a political system that carries out several strategic functions, including political socialization, political recruitment, political articulation and aggregation of interests. Political party also has an important position in the policy making process. This paper aims to analyze how the dynamics of Islamic politics in Indonesia in the middle of multicultural society by carrying out its function as an articulator and aggregator of interests
Metode Dakwah Kyai Abdul Ghofur Pada Masyarakat Dusun Bulusan, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri
The method of da’wah is one of the da’wah elements that should be considered by each dai. There are three da’wah methods in the Qur’an, namely the method of da’wah al-h}ikmah, al-mau’iz}ahal-h}
asanah, and al-muja>dalah that must be applied simultaneously through various forms of da’wah. The management of the da’wah method has a major effect because it is also a determining factor in the
success of da’wah. Kyai Abdul Ghofur is one of the dai who aplies the whole method of da’wah in the form of bil-lisa>n and bil-h}a>l da’wah according to the Nahdlatul Ulama tradition. His ability to analyze
and manage the method of da’wah is very interesting to be studied because he is able to build a new logic in the middle of the community. This study aims to describe the method of da’wah carried out
by Kyai Abdul Ghofur and describe the factors that influence the activities of the Kyai Abdul Ghofur’s da’wah to the people in Bulusan Hamlet, Bulu Village, Semen District, Kediri Regency. This study uses a qualitative approach by using three methods of the data collection: observation,
interviews, and documentation. The researchers participate and follow actively in the da’wah activities of Kyai Abdul Ghofur. The informant in this study amounted to 21 people who were chosen based on their role and knowledge of the da’wah activities of Kyai Abdul Ghofur. The results of this qualitative study revealed that Kyai Abdul Ghofur applied the method of da’wah al-h}ikmah, al-mau’iz}ahal-h}asanah, and al-muja>dalah in the form of bil-lisa>n and bil-h}a>l da’wah, including: building the religious facilities and religious education; building the Islamic culture; provide solutions to the problems of society with kind words and strong arguments based on the Qur’an and Hadith; delivering the message of da’wah through words that are wise and easy to understand; and applying the variant of preaching to the community with different characteristics. the character and personality of Kyai Abdul Ghofur, the condition of the people who needs messages of da’wah and the message of da’wah that is easily understood are the factors that influence his da’wah activities.
Key words :method of da’wah, the message of da’wah, the character and the personality of Kyai
Analisis epistemologi penafsiran TGH. Abdul Karim Abdul Ghofur pada akun Facebook Madrasah Sunan Kalijaga Nurul Bayan 2 Tanjung
ABSTRAK
Tulisan ini membahasa maraknya penafsiran audiovisual dalam ruang virtual yang menjadi fenomena saat ini, dengan menyoroti akun facebook Madrasah Sunan Kalijaga Nurul Bayan 2 Tanjung sebagai salah stau platform yang menyebarkan penafsiran tersebut. Penafsiran oleh Abdul Karim Abdul Ghofur yang diunggah di akun ini mendapat banyak tanggapan dari warganet, baik berupa penyebaran ulang maupun likes. Namun, akar pemikiran yang digunakan Abdul Karim Abdul Ghofur dalam penafsiran tersebut masih belum jelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperjelas sumber-sumber dan metode yang digunakan oleh Abdul Karim Abdul Ghofur serta validitas penafsirannya.
Penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh hasil yang lebih mendalam. Penelitian ini memanfaatkan dua sumber data: sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari penafsiran Abdul Karim Abdul Ghofur yang diunggah pada akun facebook Madrasah Sunan Kalijaga Nurul bayan 2 Tanjung, sementara sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, tesis yang relevan dengan tema penelitian ini. Data-data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendelatan epistemologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Abdul Karim termasuk kategori tafsir bi al-ma’stur. Sumber yang digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an ialah; al-Qur’an, hadis, Bahasa arab dan pendapat para mufassir terdahulu. Metode yang digunakan adalah metode tahlili yang mencakup pada kajian munasabah, asbabun nuzul dan menjelaskan ayat secara runut. Penafsrian yang disampaikan Abdul Karim Abdul Ghofur dinilai benar karena sesuai dengan tiga teori kebenaran dalam filsafat ilmu, yaitu teori koherensi, pragmatisme dan korespondensi.
ABSTRACT
This thesis discusses the increasing prevalence of audiovisual interpretations in virtual spaces, highlighting the Facebook account of Madrasah Sunan Kalijaga Nurul Bayan 2 Tanjung as one platform disseminating such interpretations. The interpretations by Abdul Karim Abdul Ghofur uploaded on this account have received significant responses from netizens, including shares and likes. However, the foundational thoughts used by Abdul Karim Abdul Ghofur in these interpretations remain unclear. Therefore, this research aims to clarify the sources and methods used by Abdul Karim Abdul Ghofur and the validity of his interpretations.
This research employs a library research approach with a qualitative methodology to obtain in-depth results. It utilizes two types of data sources: primary and secondary. Primary data is obtained from Abdul Karim Abdul Ghofur's interpretations uploaded on the Facebook account of Madrasah Sunan Kalijaga Nurul Bayan 2 Tanjung, while secondary data is derived from books, journals, articles, and theses relevant to this study's theme. The collected data is then processed and analyzed using a descriptive-analytical method with an epistemological approach.
The research findings indicate that Abdul Karim's interpretations fall under the category of tafsir bi al-ma’thur. The sources used for interpreting the Qur'anic verses include the Qur'an, Hadith, Arabic language, and the opinions of previous commentators. The method used is the tahlili method, which encompasses studies of munasabah (contextual harmony), asbabun nuzul (occasions of revelation), and sequential explanation of verses. Abdul Karim Abdul Ghofur's interpretations are considered valid as they align with the three theories of truth in the philosophy of science: coherence theory, pragmatism, and correspondence theory.
الملخص
تتناول هذه الأطروحة انتشار التفسيرات السمعية البصرية في الفضاء الافتراضي الذي أصبح ظاهرة في هذا الزمان، مع التركيز على حساب فيسبوك مدرسة سنان كاليجاغا نور البيان 2 تانجونج كواحد من المنصات التي تنشر هذه التفسيرات. التفسير الذي قدمه عبد الكريم عبد الغفور ونُشر على هذا الحساب حصل على العديد من التفاعلات من مستخدمي الإنترنت، بما في ذلك المشاركات والإعجابات. ومع ذلك، فإن الأصول الفكرية التي استخدمها عبد الكريم عبد الغفور في هذا التفسير لا تزال غير واضحة. لذلك، تهدف هذه الدراسة إلى توضيح المصادر والأساليب التي استخدمها عبد الكريم عبد الغفور وصحة تفسيراته.
تستخدم هذه الدراسة البحث المكتبي مع منهجية نوعية للحصول على نتائج أكثر عمقاً. تستفيد الدراسة من مصدرين للبيانات: المصادر الأولية والثانوية. تم الحصول على المصادر الأولية من تفسيرات عبد الكريم عبد الغفور التي نُشرت على حساب فيسبوك مدرسة سنان كاليجاغا نور البيان 2 تانجونج، بينما تم الحصول على المصادر الثانوية من الكتب والمجلات والمقالات والأطروحات التي تتعلق بموضوع هذه الدراسة. تم تحليل البيانات التي تم جمعها باستخدام منهج وصفي تحليلي مع اقتراب إبستمولوجي
أظهرت نتائج البحث أن تفسير عبد الكريم ينتمي إلى فئة تفسير بالرواية. تشمل المصادر التي استخدمها في تفسير الآيات القرآنية: القرآن، الحديث، اللغة العربية وآراء المفسرين السابقين. الطريقة المستخدمة هي طريقة التحليل التي تشمل دراسة المناسبة، أسباب النزول وشرح الآيات بشكل متسلسل. وقد اعتبرت تفسيراته صحيحة لأنها تتوافق مع ثلاث نظريات للحق في فلسفة العلم، وهي نظرية التماسك، البراغماتية، والمطابقة
Peran KH. Abdul Ghofur dalam Pemilihan Umum Tahun 2014 di Wilayah Kecamatan Paciran Lamongan
Abstract: This paper discusses about the role of KH Abdul Ghofur within the general election in 2014 in Paciran-Lamongan. KH Abdul Ghofur was the one behind the winning effort of Gerindra party in Paciran. From the results of recapitulation of votes of the party in the general election in 2014, the Gerindra party got a very significant vote when compared with the number of votes in the general election in 2009. On the other hands, he was also the one behind one of legislative members of DPRD of Lamongan. Based on this, it can be concluded that the political role of KH Abdul Ghofur can be regarded as a very successful role in the winning effort of Gerindra party in Paciran. Therefore, the political role of the clerics cannot be disputed by the political elite and society in general. They can be used as a political role of the party either religion-based party or nationalist –based party or even abangan-based party.
 
Peran Kepemimpinan Wirausaha Kiai Abdul Ghofur Dalam Mengembangkan Semangat Keirausahaan (Studi Etnografi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur).
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna peran kepemimpinan wirausahaan (entrepreneurial leadership) Kiai Abdul Ghofur dalam mengembang kan semangat kewirausahaan di Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) dan sekitarnya. Peran yang dieksplorasi dalam penelitian ini adalah peran kepemimpinan, karakter kewirausahaan dan strategi yang digunakan dalam mengembangkan semangat kewirausahaan di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan desain etnografi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 58 informan yang diperoleh dengan cara purposive dan snowballing. Data dikumpulkan melalui cara partisipasi observasi dan wawancara mendalam, dianalisis dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran kepemimpinan wirausaha Kiai Abdul Ghofur telah berkontribusi dalam proses pengembangan kewirausahaan di PPSD. Kiai Abdul Ghofur telah mengubah pandangan tentang arti penting kemandirian bagi individu, lembaga dan masyarakat untuk mencapai kejayaan di dunia dan akhirat. 2) Karakter-karakter yang melekat dalam diri Kiai Abdul Ghofur merupakan bentukan dari latar belakang kehidupan untuk mewujudkan idealisme, meneruskan cita-cita ‘pendahulu’ sebagai nafas perjuangan individu dan kelembagaan. Karakter-karakter tersebut telah berkontribusi dalam pengembangan dan penyebaran spirit kewirausahaan di pondok pesantren dan sekitarnya. 3) Nasihat, teladan dan tindakan merupakan cara (strategi) terbaik dalam menyebarkan sebuah keyakinan akan pentingnya kemandirian bagi individu, lembaga, masyarakat dan bahkan sebuah bangsa. Pola pengembangan dan penyebaran semangat kewirausahaan yang dilakukan Kiai Abdul Ghofur dilakukan dengan 2 cara. Pertama, secara internal dengan melibatkan keluarga sebagai pengontrol unit-unit bisnis yang ada dengan tetap memberikan kesempatan magang pada santri yang memiliki kompetensi. Kedua, secara eksternal melalui ‘santri luar’ dan jaringan alumni dengan cara memberi motivasi dan bermitra. Peran kepemimpinan wirausaha dalam pengembangan dan penyebaran semangat kewirausahan tersebut, diilhami oleh kombinasi dari kearifan lokal filosofi Sunan Drajat dan Sunan Kalijogo serta Quran surat at-Taubah ayat 128
Pesan dakwah K.H. Abdul Ghofur dalam kajian kitab Ihya’ Ulumuddin bab tawakal di Youtube Persada Sunan Drajat Lamongan
Fokus permasalahan dalam penelitian skripsi ini adalah Apa Pesan Dakwah K.H. Abdul Ghofur Dalam Kajian Kitab Ihya’ Ulumuddin bab “Tawakal” Di YouTube Persada Sunan Drajat Lamongan. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. diperoleh melalui hasil observasi, observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Serta mengunakan teknik analisis isi untuk menganalisa data. Penyajian data dari penelitian ini menggunakan format Analisis isi yaitu dengan tujuan untuk menggambarkan, meringkas yang ada pada record Youtube pada Pesan dakwah dikajian kitab ihya’ulumuddin pada tema tawakkal di Youtube Persada Lamongan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Apa Pesan Dakwah K.H. Abdul Ghofur Dalam Kajian Kitab Ihya’ Ulumuddin tema “Tawakal” Di YouTube Persada Sunan Drajat Lamongan. dapat disimpulkan menjadi tiga kategori yaitu akidah dari pesan dakwah yang disampaikan K.H. Abdul Ghofur kategori akidah, lebih banyak mengulas tentang sunnatullah atau hukum sebab akibat dengan menjelaskan kisah Nabi Musa yang menolak saran dari kaumnya Bani Israil. Allah menegur Nabi Musa karena tidak cukup hanya pasrah atau bertawakal kepada Allah tanpa usaha mencari obat. Pesan dakwah kategori akhlak Pada kategori akhlak, K.H Abdul Ghofur menjelaskan nilai-nilai akhlak kepada diri sendiri, kepada sesama manusia dan kepada Allah. Seorang hamba belum bisa disebut beriman dan beraqidah jika belum bisa berakhlak. Seseorang yang diberi ujian penyakit sangatlah perlu berfikir tentang bagaimana ulah dan akhlaknya masing-masing. Pesan dakwah kategori syariah Pada kategori ini K.H Abdul Ghofur lebih banyak memberikan pesan dakwah berupa suatu resep, kiat, doa-doa, maupun amalan yang sudah diajarkan oleh Allah dan para Nabi. Seperti bagaimana usaha agar memiliki keturunan yang rupawan, panjang umur, sembuh dari penyakit
- …
