1,739,507 research outputs found
Imam Al-Ghazali's views on economic activities
The failure of the different regulatory measures to prevent the frequent occurrence of scandals in the marketplace is proof that ethics is an essential element in all spheres of life. This paper investigates Imam al-Ghazali's views on economic activities with emphasis on the ethical aspects. As a starting point, he considers maal (wealth) as a mere means, hence its status is function of the motive for its acquisition, the way to acquire it and the way to spend it. The most common way of acquiring maal is through economic activities (kasb) that al-Ghazali thoroughly discusses in one of the chapters in his book Ihya. To al-Ghazali economic activities could be a means to attain the highest level of "al-muqarrabun" if they are carried out within a normative framework that he outlined with some details. In line with one of his favorite argument, al-Ghazali opines that the first step in the right direction is to have a correct conception of the reality of this world (a journey to the Hereafter), then maal as well as the economic activities will be conceived and dealt with in a right manner to attain eternal happiness (saadah).Al-Ghazali; Ethics; Economic activities
Ihya 'Ulumuddin buku ke 1 : biografi Imam al-ghazali, Ilmu, Iman tahun 2014
Ihya 'Ulumuddin atau menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama adalah adikarya Imam al-Ghazali. Buku Pertama Ihya 'Ulumuddin ini berisi dua bab utama : Bab I. Ilmu : meliputi keutamaan ilmu, kefarduan ilmu, ilmu yang tercela, bahaya ilmu polemik dan kejahatan perdebatan, adab guru dan murid, ilmu dan ulama, akal dan sifat mulianya.Bab II Iman : yang meliputi Pokok-pokok keimanan, pembuktian Iman, Prinsip-prinsip Akidahiv, 227 hlm, 20,8 x 14,5 c
Epistemologi Al-ghazali
Sebagai Hujjatul Islam, al-Ghazali adalah tokoh yang sudah tidak diragukan lagi perannya dalam membangun tradirisi keilmuan di dunia Islam. Kecerdasannya telah membuat kagum orang banyak, bukan saja dari kalangan umat Islam bahkan juga para cendekiawan Barat. Hasil karya ilmiahnya yang begitu banyak dan meliputi berbagai disiplin ilmu adalah bukti betapa produktifnya sang jenius ini.Tulisan ini hendak mengangkat pemikiran al-Ghazali tentang filsafat ilmu dengan ketiga aspeknya: ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Secara ontologis, alGhazali tidak menghendaki adanya dikhotomi ilmu. Pemisahan ilmu menjadi ilmu umum dan ilmu agama sejatinya adalah tidak sejalan dengan hakikat ilmu itu sendiri. Bagi al-Ghazali, ilmu secara substansial adalah satu karena memang berasal dari Yang Satu, yaitu Allah swt.Adapun ditinjau dari aspek epistemologis, kebenaran ilmiah, menurut alGhazali, bisa diperoleh dengan menggunakan tiga buah instrumen, yaitu panca indra, akal dan hati. Sedangkan pada aspek aksiologis, ilmu harus dikembangkan dengan tujuan bagi kemaslahatan manusia dan alam dengan dilandaskan kepada nilai-nilai teosentris (ibadah)
Falsafah Dan Kurikulum Pendidikan Islam Abu Hamid Al-Ghazali
Kertas penyelidikan ini membincangkan kefalsafahan dan kurikulum kependidikan Islam Abu Hamid al-Ghazali dan beberapa korpus metodologi yang wajar digunapakai bagi mencorakkan warna-warni pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan. Konsep pendidikan yang berteraskan Islam oleh Abu Hamid al-Ghazali mengandungi banyak faedah dan manfaat yang boleh diaplikasikan supaya moral dan akhlak seseorang manusia bertambah mantap dan holistik. Penyelidikan ini dijalankan menggunakan metode kualitatif yang berbentuk kepustakaan. Proses pengumpulan data pula adalah melalui sorotan ilmiah seperti jurnal, prosiding, buku, artikel, ensiklopedia dan lain-lain lagi yang mana dikenali sebagai analisis dokumen. Hasil kajian mendapati bahawa, beberapa komponen, model dan teori berdasarkan pemikiran Abu Hamid al-Ghazali dapat memberikan sumbangan yang besar kepada kemajuan bidang pendidikan Islam selain menggambarkan kriteria sebenar sesebuah masyarakat bertamadun</p
Wasiat Imam Ghazali: minhajul abidin
Merambah jalan ibadah (Minhajul Abidin) adalah karya Imam Ghazali yang berisi himpunan hikmah dan ma'rifat yang diperoleh dari puluhan tahun renungan. Isinya meliputi ma'rifat Imam Ghazali tentang tujuh tanjakan yang harus didaki oleh setiap muslimin-muslimat di jalan ibadah, sekaligus di dalamnya diuraikan cara-cara menanggulangi tanjakan-tanjakan tersebut
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI
Pendidikan anak merupakan sesuatu yang urgen untuk diperhatikan. Hal ini
disebabkan anak terlahir dengan berbagai potensi yang dimilikinya yang perlu
untuk ditumbuh-kembangkan. Selain itu anak merupakan bagian terpenting dari
seluruh proses pertumbuhan manusia. Berkualitas atau tidaknya ia dimasa dewasa
sangat dipengaruhi oleh proses pengasuhan dan pendidikan yang diterima di masa
kanak-kanaknya. Oleh karena itu pendidikan anak berarti perencanaan peradaban
dan kemajuan bangsa. Sehingga tanpa pendidikan anak sesungguhnya tidak akan
pernah ada peradaban dan kemajuan bangsa. Mengingat betapa urgennya
pendidikan anak, maka muncullah konsep pendidikan anak berupa kumpulan
pemikiran atau ide tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan anak.
Al-Ghazali telah lebih dulu banyak merumuskan tentang pendidikan anak. Ia tidak
hanya terkenal di kalangan orang Islam tapi juga didunia barat. Oleh karena itu,
peneliti tertarik untuk mengambil judul Konsep Pendidikan Anak Dalam
Perspektif Al-Ghazali.
Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana pandangan Al-Ghazali tentang
anak? Bagaimana konsep pendidikan anak dalam perspektif Al-Ghazali?
Bagaimana peran pendidik dalam pendidikan anak menurut Al-Ghazali?
x
Bagaimana relevansi konsep pendidikan anak dalam perspektif Al-Ghazali
dengan pendidikan islam dewasa ini?
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian library research,
dengan sumber data primer Ihya' 'Uluumi karya Al-Ghazali. Sedangkan sumber
data sekundernya adalah Mukhtashar Ihya' 'Uluumi, Seluk Beluk Pendidikan Dari
Al-Ghazali, karya Zainuddin dkk, dan data-data lainnya yang relevan dengan
penelitian ini.
Dari penelitian tersebut terungkap pandangan Al-Ghazali tentang anak. AlGhazali memandang anak sebagai pribadi yang dilahirkan dengan potensipotensinya dan mempunyai kecenderungan fitrah ke arah baik dan buruk sehingga
sangat memerlukan pendidikan. Anak merupakan amanah bagi kedua orang
tuanya, Adapun Konsep Pendidikan Anak adalah bahwa Al-Ghazali memiliki
konsep pendidikan anak yang holistik yaitu mencakup aspek spiritual, moral,
sosial, kognitif dan fisik. Tujuan pendidikannya pun tidak terbatas pada taqorrub
ila Allah tapi juga pengembangan potensi jasmani dan rohani. Adapun materi
pendidikan anak yang ditetapkan Al-Ghazali adalah berdasarkan aspek-aspek
pendidikan yang dirumuskannya. Sedangkan metode pendidikan yang
ditetapkannya adalah bervariasi dan tentunya hal itu disesuaikan dengan
periodesasi anak yang dirumuskannya. Materi pendidikan menurut Al-Ghazali
bertahap dari yang berupa materi ilmu praktis hingga materi yang berisi
argumentasi. Begitu pula metode pendidikan berawal dari yang hanya bersifat
peniruan hingga metode berfikir karena perkembangan kognitif anak berkembang
dari yang hanya mampu meniru hingga yang mampu berpikir abstrak. Dengan
xi
demikian maka periodesasi perkembangan anak menurut Al-Ghazali terdapat
empat tahapan, yaitu al-janin, al-tifl, tamyiz dan al-auliya’ dan al-anbiya’. Dan
peran pendidik dalam pendidikan anak adalah bisa memberikan kasih sayang
kepada anak didiknya, bisa mencontoh Rasulullah, menjadi teladan terhadap anak
didik, dan bisa menghormatai kode etik guru. Dan yang paling menarik ternyata
konsep pendidikan anak yang ditawarkan Al-Ghazali mempunyai relevansi
dengan konsep Pendidikan islam dewasa ini.
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menggugah kesadaran umat Islam serta
mengilhami munculnya penelitian yang lebih mendalam dan integral tentang
pendidikan anak
Al-ghazali dan plato : dalam aspek pendidikan (suatu studi)
Buku ini berisi pemikiran Al-Ghazali dan Plato dalam aspek pendidikan.73 hlm.: ilus.; 23 cm
La "via degli amanti": l'erotologia di Ahmad Ghazali nel trattato mistico Savaneh ol-'Oshshaq
il saggio si concentra sulla contestualizzazione del trattato di A. Ghazali nell'ambito della trattatistica mistica e amorosa sviluppatasi nel medioevo arabo e islamico e ne descrive la tematica anche in relazione a studi precedenti (Corbin, Ritter, Massignon, Purjavadi
SKRIPSI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA AL GHAZALI
Penelitian skripsi ini membahas tentang bagaimana proses manajemen perpustakaan di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali dan apa saja yang menjadi kendala dalam melaksanakan manajemen tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen perpustakaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Al Ghazali mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta untuk mengetahui kendala dari proses manajemen di Perpustakaan Al Ghazali. Penelitian ini subjek penelitian yang diambil yaitu, kepala perpustakaan, bidang layanan teknis, bidang layanan referensi, dan bidang layanan pemustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah manajemen perpustakaan yang beracuan pada standar nasional perpustakaan yang meliputi Standar Koleksi Perpustakaan, Sarana dan Prasarana Perpustakaan, Standar Pelayanan Perpustakaan, Standar Tenaga Perpustakaan, Penyelenggaraan Perpustakaan, dan Standar Pengelolaan Perpustakaan. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa setiap proses manajemen yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dijalakan dengan memperhatikan standar nasional perpustakaan tersebut.
============================================================This thesis research discusses the library management process at Nahdlatul Ulama Al Ghazali University and what are the obstacles in implementing this management. The aim of this research is to find out how library management is carried out by the Al Ghazali Library starting from the planning, organizing, implementing and monitoring stages as well as to find out the obstacles to the management process at the Al Ghazali Library. In this research, the research subjects taken were the head of the library, the technical services sector, the reference services sector, and the library services sector. The data collection techniques used by researchers used observation, interviews and documentation.
The results of this research are library management which refers to national library standards which include Library Collection Standards, Library Facilities and Infrastructure, Library Service Standards, Library Staff Standards, Library Administration, and Library Management Standards. Therefore, as a result of this research, researchers found that every management process starting from planning, organizing, implementing and supervising was carried out by paying attention to the library's national standards
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Al ghazali Tour & Travel Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
Jumlah perusahaan ritel tumbuh pesat. Kondisi ini membuat level tinggi persaingan antara jasa travel dan masing-masing perusahaan harus efektif strategi untuk bertahan dalam bisnis. Selain itu, sejumlah perusahaan besar juga mengambil peluanguntuk memperluas bisnis, tidak hanya ke dalam kategori ukuran besar tetapi juga keukuran kecil seperti Al Ghazali Travel. Ini bisa menjadi tantangan besar bagi Usaha Kecil Menengah menangani situasi ini. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menjelaskan prioritas kepentingan faktor kepuasan pelanggan di Al Ghazali Travel, sebagai strategi bagi perusahaan untuk bertahan hidup bisnis. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden, dan diproses dengan menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan antar pelanggan harapan dan kinerja perusahaan. Ada lima faktor yang harus dibayar perusahaan perhatian dan itu ditunjukkan dalam Diagram Cartesian.
Kata kunci:kualitas layanan, kepuasan pelanggan, IP
- …
