159 research outputs found
Muslim models of polity: Islamic arguments for political change in Indonesia, 1945-2005
Deposited with permission of the author. © 2006 Dr. Ahmad Luthfi Assyaukanie. The thesis has been published as a book "Islam and the Secular State in Indonesia' by Luthfi Assyaukanie (2009). Deposited here with the kind permission of the publisher, Institute of Southeast Asian Studies, SingaporeThis study is about Islamic arguments for political change in Indonesia. It argues that there has been significant development in Islamic political discourse over the past fifty years. Comparing three Muslim generations, the study found that there are three models of polity developed by Muslim intellectuals throughout the history of modern Indonesia. The first model is the Islamic Democratic State (IDS), which dominated Islamic political discourse during the first two decades of Indonesian independence (1945-65). The second model is the Religious Democratic State (RDS), which emerged and played a significant role in the New Order era (1967-98). The third model is the Liberal Democratic State (LDS), which also emerged in the New Order era and is increasingly accepted by the younger Muslim generation in the post-Suharto era (1998 and beyond). This finding, furthermore, reveals that Indonesian Muslims made important progress in accepting modern political concepts coming from the West. Instead of embracing rejectionism as exhibited by various groups of Islamic radicalism, liberal Muslims use and strengthen their Islamic arguments to justify the compatibility between Islam and modern ideas such as democracy, freedom, and secularism
Analisis Kandungan Kimia Sludge dari Industri Pulp PT Toba Pulp Lestari Tbk
Sludge adalah limbah dari industri pulp dan kertas. Saat ini, limbah dari
industri pulp dan kertas kurang dimanfaatkan secara optimum. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui komponen kimia sludge yang terdiri dari : selulosa
(α, β, γ), hemiselulosa, bilangan kappa, kandungan abu, kadar ekstraktif terlarut.
Penelitian bertujuan memberikan informasi komponen kimia sludge untuk
pemanfaatan yang optimal nilai kadar kimia dari hasil pengujian sludge adalah
sebagai berikut kadar air, kadar abu , kelarutan dalam NaOH 1%, kelarutan
sludge pada dichlorometana (ekstraktif), kelarutan sludge pada air (air dingin, air
panas ), bilangan kappa, kadar α selulosa, % β Selulosa, % selulosa : 76,338 %,
24,657 %, 13,31 %, 27,505 %, 11,44 %, 8,088 %, 29,16, 93,803 %, 17,573 % ,
10,665 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sludge memenuhi persyaratan
untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku serat.49 HalamanSkripsi Sarjan
Identifikasi Karakter Morfologi Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz.) di Kabupaten Simalungun
The purpose of this study was to identify the morphological characters and kinship of several types of cassava (Manihot esculenta Crantz.) in Simalungun Regency. This research was conducted in Simalungun Regency which includes Tapian Dolok, Mount Maligas, and Dolok Batu Nanggar Districts. Starting from June to August 2022. This study used a descriptive survey method with selected morphological and agronomic descriptors for the characterization of cassava, International Institute of Tropical Agriculture (IITA), with accidental sampling technique and obtained 27 samples of cassava plants in 3 sub-districts with farmers in each village. The results showed that there were 10 types of local cassava in Simalungun Regency, namely Malang-4, Boru, Malaysia, Merah, UJ-5, Genderuwo, Roti, Pulut, Adira, and Lampung cassava. The closest kinship was found in KH2 and KH3 plants with a value of 6675 while the farthest kinship was found in PS1 and DK3 plants with a similarity value of 92,029.125 HalamanSkripsi Sarjan
PENGARUH PENAMBAHAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) DAN VITAMIN C DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LEMAK AYAM BROILER
AHMAD FUAD AZIM. H2A 009 175. 2014. Pengaruh Penambahan Jintan Hitam (Negella sativa) dan Vitamin C dalam Ransum terhadap Profil Lemak Ayam Broiler (The Effect of Black Cumin Addition and Vitamin C Suplementation in Broiler Diet on The Lipid Profile) (Pembimbing: LUTHFI DJAUHARI MAHFUDZ dan UMIYATI ATMOMARSONO)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jintan hitam (Nigella sativa) dan vitamin C sebagai bahan tambahan ransum terhadap profil lemak ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada tanggal Juni – Juli 2013 di Kandang Laboratorium Ilmu Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
Materi yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb (unsexed) umur 8 hari sebanyak 150 ekor dengan bobot badan rata-rata 187,15 ± 10,72 g. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bekatul, jagung giling, bungkil kedelai, MBM, PMM, Pollard, tepung ikan, dan tepung tapioka. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T1 = ransum dengan penambahan vitamin C 500 ppm; T2 = ransum dengan penambahan jintan hitam 0,25% + vitamin C 500 ppm; T3 = ransum dengan penambahan jintan hitam 0,50% + vitamin C 500 ppm; T4 = ransum dengan penambahan jintan hitam 0,75% + vitamin C 500 ppm; T5 = ransum dengan penambahan jintan hitam 1% + vitamin C 500 ppm. Tiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam yang ditempatkan dalam petak kandang. Analisis data menggunakan analysis of varians (ANOVA) dengan uji F (pada taraf 5 %), dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan masing – masing perlakuan dengan penambahan jintan hitam dan vitamin C dalam ransum pada ayam broiler terhadap bobot lemak abdominal, kadar kolesterol darah, kadar HDL, kadar LDL dan kadar trigliserida darah tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05).
Kesimpulan yang diperoleh yaitu penambahan jintan hitam 1 % dan vitamin C 500 ppm dalam ransum pada ayam broiler cukup untuk pemeliharaan di daerah tropis. Perlu adanya penelitian tentang jintan hitam lebih dari 1 % dan 500 ppm vitamin C pada ayam broiler di daerah tropis
ANALISIS STRATEGI PROMOSI MUSEUM POS INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif promosi yang dilakukan oleh Museum Pos Indonesia melalui akun media sosialnya. Penulis menggunakan metode literatur dengan pendekatan kualitatif dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya interaksi akun media sosial Museum Pos Indonesia menyebabkan sedikitnya minat Masyarakat yang ingin berkunjung ke Museum Pos Indonesia.
The purpose of this study is to find out how effective the promotion carried out by Museum Pos Indonesia through its social media accounts. The author uses the literature method with a qualitative approach and also observation. The results showed that the lack of interaction of the Museum Pos Indonesia's social media accounts caused little public interest in visiting the Museum Pos Indonesia
Implemenetasi Yuridis tentang Kedudukan Memorandum of Understanding (mou) dalam Sistem Hukum Perjanjian Indonesia
Penelitian ini akan menelaah mengenai Implemenetasi Yuridis tentang Kedudukan Memorandum of Understanding (mou) dalam Sistem Hukum Perjanjian Indonesia Memorandum of Understanding atau disingkat MoU merupakan pencatatan atau pendokumentasian hasil negosiasi awal dalam bentuk tertulis. penggunaan istilah Memorandum of Understanding harus dibedakan dari segi teoritis dan praktis. Secara teoritis, dokumen Memorandum of Understanding tidak mengikat secara hukum, agar dapat mengikat secara hukum harus ditindaklanjuti dengan membuat suatu perjanjian. Sedangkan apabila mengacu pada KUHPer yang menyamakan Memorandum of Understanding dengan perjanjian, walaupun Pasal 1338 KUHPer mengatakan bahwa setiap perjanjian yang dibuat secara sah mengikat sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya (Pacta Sunt Servanda), akan tetapi apabila unsur-unsur sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 KUHPer tidak terpenuhi, maka Memorandum of Understanding tersebut batal demi hukum, dan tidak mempunyai kekuatan hukum.
ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA ADVERBIA TSUNE NI SERTA SHIJUU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語の文書に副詞「常に」と「始終」の構造と意味
ABSTRACT
Fajrina, Luthfi Nur. 2016. “Analysis of the Structure and Meaning ofAdverb’s Tsune ni and Shijuu in Japanese Sentences”. Thesis, Department of Japanese Studies Faculty of Humanities, Diponegoro University. AdvisorS.I Trahutami, S.S, M.Hum.
The main matter of this research is : 1. What is the behavior of the structure and meaning of the adverb’s tsune ni and shijuu in Japanese sentences? 2. What are the differences and similarities of the adverb’s tsune ni and shijuu ?
The purpose of this research is : 1. To know the structure and meaning of the adverb’s tsune ni and shijuu in Japanese sentence. 2. To know the differences and similarities of the adverb’s tsune ni and shijuu. The data was collected from the Asahi Shimbun Digital articles, the Yomiuri Shimbun Online articles, and the book of Watashi no Sutairu wo Sagashite. There is 38 data tokens in total. The author used 3 methods in this research. The data’s collecting was done with the simak method, used sadap technique and catat technique. Furthermore, the method of data analysis was agih method and usedthe ganti technique. Meanwhile, an informal method was used for presenting the results. The data was analyzed by using some compilation theory from Kyousuke, Chino, Hayashi, etc.
The results of this research showed that the adverb’s tsune ni and shijuu have a similar meaning which to show some repeating the same thing. From a structural perspective, the adverb’s tsune ni and shijuu can be followed by verbs, nouns, adverbs and adjectives. But, the adverb’s tsune ni and shijuu aren’t always modifying the word that follows them. The adverb tsune ni’s frequency is lower than shijuu, less formal than shijuu, can be use to show a repeated event that occurred in the certain time or not, and can be use to communicate with children. Meanwhile, the adverb shijuu’s frequency is higher than tsune ni, more formal than tsune ni, it’s use is more to show a repeated event that occurred in the certain time and can’t be use to communicate with children.
Keywords : structure, meaning, synonym, adverbs, fukushi, tsune ni, shiju
Dampak Keberadaan Objek Wisata Pantai Watu Bale terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen
Judul penelitian ini adalah “Dampak Keberadaan Objek Wisata Pantai Watu Bale terhadap Penyerapan Tenaga Tenaga kerja dan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen”. Penelitian ini memiliki 3 tujuan, yang pertama adalah Untuk mengetahui bagaimana dampak dari Objek Wisata Pantai Watu Bale terhadap penyerapan tenaga kerja. Kedua yaitu untuk mengetahui bagaimana dampak dari Objek Wisata Pantai Watu Bale terhadap pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah keberadaan objek wisata. Ketiga yaitu untuk mengetahui bagaimana dampak dari Objek Wisata Pantai Watu Bale terhadap kesejahteraan masyarakat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 orang yang didapat berdasarkan metode nonprobability sampling dengan teknik yang diambil yaitu sampling jenuh (sensus). yang terdiri dari pedagang, penyewa jasa, Tenaga Kerja yang berada di Objek Wisata Pantai Watu Bale.
Berdasrkan hasil analisis yang didapat yaitu pertama Keberadaan Objek Wisata Watu Bale memberikan kontibusi dalam penyerapan tenaga kerja berdasarkan rumus tenaga kerja dengan presentase yang diketahui adalah 2,09%. Kedua Terdapat perbedaan pendapatan bersih dan pendapatan perkapita yang diperoleh masyarakat sebelum dan sesudah adanya Objek Wisata Watu Bale menggunakan (Paired z-test) dengan hasil sig (2-tailed) adalah 0,00 yang artinya lebih kecil dari α 0,05 (0.00 < 0,05). Ketiga Keberadaan Objek Wisata Pantai Watu Bale membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera berdasarkan rumus KHL dengan hasil sebelum adalah sebanyak 18 orang dan sesudah menjadi 33 orang sehingga dapat diketahui 15 orang dikatakan menjadi sejahtera setelah adanya Objek Wisata Pantai Watu Bale
PRAKTIK SANDA GAWIAN PADA PEKERJA PENIMBANG KARET DI PT DARMA KALIMANTAN JAYA
Abstrak, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik sanda gawian yang dilakukan oleh pekerja penimbang karet di PT Darma Kalimantan Jaya dimana di dalam praktik tersebut terdapat perbedaan dengan teori yang telah ada.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran praktik sanda gawian dan faktor yang melatarbelakangi sanda gawian di kalangan pekerja penimbang karet di PT Darma Kalimantan Jaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan tujuan hukum empiris yaitu mencakup penelitian terhadap penerapan hukum di masyarakat mengenai permasalahan praktik sanda gawian dikalangan pekerja penimbang karet. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan boleh dijadikan objek gadai berdasarkan pendapat Imam Malik yaitu sesuatu yang wujudnya belum bisa dipastikan boleh digadaikan. Analisis Kasus I, II, III, dan IVhukumnya boleh karena termasuk ‘ūrf shahih yang berdasarkan pendapat Imam Hanafi bahwa pemanfaatan al-marhūn diperbolehkan asalkan ada izin dari penggadai dan penerima gadai, serta terdapat kemaslahatan dan menghilangkan kemudharatan di dalamnya. Kasus V, hukumnya haram karena terdapat pengambilan harta orang lain secara bathil, membawa lari uang ar-rāhin, penipuan dan melakukan kezaliman. Faktor yang melatarbelakangi pekerja penimbang karet melakukan sanda gawian adalah karena keperluan hidup yang mendesak seperti, membayar utang, modal usaha, merawat perkebunan, biaya anak sekolah. Adapun signifikansi dari penelitian ini bagi masyarakat yang menjalankan praktik sanda gawian yaitu, memperkuat praktik sanda gawian yang sudah menjadi kebiasaan dan banyak mendatangkan kemaslahatan.
Perancangan KOnseptual produk Rangka Dan Stang Sepeda Anak-Anak Penyimpanan
Inovasi sepeda lipat sudah banyak dipasaran mulai dari sepeda anak-anak hingga orang dewasa, namun bentuk dan konsepnya masih sama hanya dapat dilipat menjadi dua bagian yaitu rangka bagian depan dilipat dan leher stang sepeda yang dapat dilipat sehingga ukurannya menjadi kecil dibandingkan dengan ukuran semula, untuk meminimasi ukuran saat disimpan dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Sepeda anak-anak untuk usia 4 sampai 6 tahun banyak di pasaran sana yang memiliki konsep dilipat. Walaupun sepeda anak-anak tersebut memiliki ukuran yang kecil tetapi masih membutuhkan ukuran penyimpanan yang besar dan masih merepotkan saat dibawa. Belum ada sepeda dipasaran yang bisa lebih meminimasi ukuran supaya lebih kecil saat disimpan dan lebih mudah saat dibawa, terutama sepeda anak-anak yang pemakaiannya tidak berjangka panjang, artinya saat anak-anak itu beranjak dewasa sepeda anak-anak tersebut tidak digunakan kembali dan akan disimpan. Diambil dari permasalahan diatas maka peneliti akan merancanga sebuah produk sepeda anak-anak yang hemat saat disimpan. Merancang sebuah produk memiliki beberapa langkah dan diawali dengan merancang sebuah konsep, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perancangan dan Pengembangan Produk oleh Ulrich dan Eppinger. Langkah yang pertama yaitu penyusunan konsep karena dalam pembuatan produk diawali dengan pembuatan konsep, konsep yang ada pada penelitian ini menggunakan pencarian eksternal yaitu metode yang diambil dari jurnal Design Heuristic in Engineering Concept Generation. Sepeda yang dirancang tidaklah seluruh komponen dari sepeda, hanya bagian rangka dan stang saja, karena komponen tersebut memiliki ukuran yang cukup besar. Dilakukan pengolahan data dengan cara penyususan konsep dan tersusun 6 konsep dilanjutkan dengan seleksi konsep menghasilkan 1 konsep yang dikembangkan. Setelah melakukan pengolahan dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk membuat sepeda anak-anak yang tidak kaku dan memiliki ukuran yang lebih kecil saat disimpan dengan cara rangka bagian belakang menggunakan konsep make components attachable or detachable, rangka bagian depan menggunakan konsep fold dan stang menggunakan konsep fold
- …
