1,723,055 research outputs found
Retno Fitriah Irsyalina
Ekonomi Kreatif (Ekraf) merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional di masa mendatang, seiring dengan kondisi sumber daya alam yang semakin terdegradasi setiap tahunnya. Ada 16 subsesktor yang diwadahi oleh Bekraf, antara lain aplikasi dan pegembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, music, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televsi dan radio. Melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemerintah Indonesia berusaha menaruh perhatian lebih terhadap sektor ini, dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi dan peluang Ekonomi Kreatif di Indonesia. Pada tahun 2015. Sektor ini menyumbangkan 852 triliun rupiah terhadap PDB nasional (7,38%), menyerap 15,9 juta tenaga kerja (13,9%), dan nilai ekspor US$ 19,4 miliar (12,88%). Data juga menunjukkan peningkatan kontribusi Ekonomi Kreatif yang signifikan terhadap perekonomian nasional dari tahun 2010-2015 yaitu sebesar 10,14% per tahun. Hal ini membuktikan bahwa Ekonomi Kreatif memiliki potensi untuk berkembang dimasa mendatang (Direktorat Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, 2017).
Kendari merupakan salah satu kota yang bidang ekonomi kreatifnya berkembang. Wali Kota Kendari, Asrun, mengatakan industri kreratif merupakan salah satu pilar perekonomian daerah. Pemerintah disebutnya akan mendukung upaya pengembangan ekonomi kreatif tersebut dengan berbagai cara, salah satunya menyediakan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengekspresikan hasil kreatif tersebut (Suparman, 2016). Berdasarkan data yang dioleh dari Kendari Kreatif, Kendari memiliki 15 subsektor ekonomi kreatif yang saat ini sedang berkembang diantaranya adalah aplikasi dan permainan, kriya, kuliner, fashion, film, periklanan, televisi dan radio, fotografi, musik, arsitektur, desain produk, desain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan dan seni rupa. Dari 15 subsekor tersebut, subsektor kuliner, fashion, film dan kriya yang mendominasi dan berada diperingkat atas (Kendari Kreatif, 2016)
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FITRIAH PADA MATA KULIAH ILMU TAUHID UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA
Masykurillah: “Pengembangan Model Pembelajaran Fitriah Pada Mata Kuliah Ilmu Tauhid Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa”. Disertasi.
Palembang: Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, 2017.
Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan tertinggi manusia, sekaligus sebagai landasan dan sumber bagi kecerdasan yang lain; kecerdasan intetektual (IQ) dan kecerdasan emosional(EQ). Salah satu faktor yang mempengaruhi SQ adalah lingkungan pendidikan yang jika di Perguruan Tinggi adalah pada dosennya. Sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dosen dalam mendidik mahasiswa adalah kemampuan dosen dalam menggunakan model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran dapat meningkatkan SQ mahasiswa.
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Model Pembelajaran Fitriah Pada Mata Kuliah Ilmu Tauhid untuk meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa. Adapun permasalahannya, yaitu 1) Bagaimanakah desain Model Pembelajaran Fitriah? 2) Bagaimanakah implementasinya? dan 3) Bagaimanakah hasil evaluasi untuk mengetahui keefektifannya? Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan(research and development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang telah dimodifikasi. Uji coba terbatas dilakukan pada dua kelas dengan subjek penelitian berjumlah 65 mahasiswa. Sedangkan pada ujicoba diperluas dilaksanakan di enam kelas padalima Perguruan Tinggi Agama Islam yang ada di Lampung, dengan jumlah subjek penelitian 167 mahasiswa. Data diperoleh melalui angket, wawancara, observasi, dan test essay. Data untuk peningkatan SQ mahasiswa dianalisis menggunakan t test dengan bantuan SPSS.
Hasil dari penelitian pengembangan ini, yaitu 1) Desain Model Pembelajaran memiliki tingkat validitas 4,68/sangat valid. 2) Implementasi Model Pembelajaran Fitriah dapat meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t yang menunjukkan signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0.05, dan penguasaan mahasiswa terhadap materi pembelajaran juga sangat baik berjumlah 86,13%. 3) Evaluasi terhadap penerapan model yaitu bahwa Model Pembelajaran Fitriah adalah model pembelajaran yang efektif meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa. Hal itu dibuktikan dari hasil evaluasi terhadap: a) Kecerdasan spiritual mahasiswa, dimana hasil uji t menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pretest dan posttest SQ mahasiswa. b) Tingginya penguasaan mahasiswa terhadap materi pembelajaran yaitu 80 % “sangat baik” dan 20 % “baik”.
c) Tingginya respon mahasiswa terhadap keterterapan model yaitu 60 % sangat baik dan 40% baik. d) Tingginya respon dosen terhadap keterterapan unsur model pembelajaran yaitu 1) sintaks sebesar 90,8 %. 2) Sistem Sosial sebesar 84 %. 3) Prinsip Reaksi 91,4 %. 4) Sistem Pendukung 88,6 %. 5) Dampak Intruksional 93,2 %.Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Fitriah pada mata kuliah Ilmu Tauhid dapat meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FITRIAH PADA MATA KULIAH ILMU TAUHID UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA
Masykurillah: “Pengembangan Model Pembelajaran Fitriah Pada Mata Kuliah Ilmu Tauhid Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa”. Disertasi.
Palembang: Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, 2017.
Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan tertinggi manusia, sekaligus sebagai landasan dan sumber bagi kecerdasan yang lain; kecerdasan intetektual (IQ) dan kecerdasan emosional(EQ). Salah satu faktor yang mempengaruhi SQ adalah lingkungan pendidikan yang jika di Perguruan Tinggi adalah pada dosennya. Sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dosen dalam mendidik mahasiswa adalah kemampuan dosen dalam menggunakan model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran dapat meningkatkan SQ mahasiswa.
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Model Pembelajaran Fitriah Pada Mata Kuliah Ilmu Tauhid untuk meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa. Adapun permasalahannya, yaitu 1) Bagaimanakah desain Model Pembelajaran Fitriah? 2) Bagaimanakah implementasinya? dan 3) Bagaimanakah hasil evaluasi untuk mengetahui keefektifannya? Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan(research and development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang telah dimodifikasi. Uji coba terbatas dilakukan pada dua kelas dengan subjek penelitian berjumlah 65 mahasiswa. Sedangkan pada ujicoba diperluas dilaksanakan di enam kelas padalima Perguruan Tinggi Agama Islam yang ada di Lampung, dengan jumlah subjek penelitian 167 mahasiswa. Data diperoleh melalui angket, wawancara, observasi, dan test essay. Data untuk peningkatan SQ mahasiswa dianalisis menggunakan t test dengan bantuan SPSS.
Hasil dari penelitian pengembangan ini, yaitu 1) Desain Model Pembelajaran memiliki tingkat validitas 4,68/sangat valid. 2) Implementasi Model Pembelajaran Fitriah dapat meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t yang menunjukkan signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0.05, dan penguasaan mahasiswa terhadap materi pembelajaran juga sangat baik berjumlah 86,13%. 3) Evaluasi terhadap penerapan model yaitu bahwa Model Pembelajaran Fitriah adalah model pembelajaran yang efektif meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa. Hal itu dibuktikan dari hasil evaluasi terhadap: a) Kecerdasan spiritual mahasiswa, dimana hasil uji t menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pretest dan posttest SQ mahasiswa. b) Tingginya penguasaan mahasiswa terhadap materi pembelajaran yaitu 80 % “sangat baik” dan 20 % “baik”.
c) Tingginya respon mahasiswa terhadap keterterapan model yaitu 60 % sangat baik dan 40% baik. d) Tingginya respon dosen terhadap keterterapan unsur model pembelajaran yaitu 1) sintaks sebesar 90,8 %. 2) Sistem Sosial sebesar 84 %. 3) Prinsip Reaksi 91,4 %. 4) Sistem Pendukung 88,6 %. 5) Dampak Intruksional 93,2 %.Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Fitriah pada mata kuliah Ilmu Tauhid dapat meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa
Transkrip wawancara bersama Encik Mohd Salih bin Yaacob penyanyi, pelakon, pelawak, pengacara dan penyampai radio / Nur Fitriah Zulpaidi and Wan Nur Syahreen Wan Ahmad Zaharuddeen
Temubual ini adalah antara tokoh iaitu Tuan Salih Yaacob dan pelajar iaitu Nur Fitriah binti Zulpaidi dan Wan Nur Syahreen binti Wan Ahmad Zaharuddeen untuk subjek IMR604 iaitu Pendokumentasian Sejarah Lisan. Beliau merupakan Tokoh Seniman. Sejarah lisan adalah satu kaedah yang penting dalam merakam peristiwa lampau yang pernah ditempuhi oleh seseorang. Melalui sejarah lisan, rekod-rekod sejarah berkenaan sesuatu peristiwa dapat dilengkapkan kerana sebahagian maklumat masih tersimpan di dalam memori individu yang terlibat. Selain daripada itu, sejarah lisan dapat dijalankan melalui kaedah temubual. Tujuan temubual ini dijalankan adalah bagi mengetahui bagaimana perjalanan beliau dalam industri seni tanah air. Selain itu, objektif lain temubual ini dijalankan adalah untuk menilai kepentingan program dan pencapaian beliau dalam industri seni di kalangan rakyat Malaysia. Satu senarai soalan telah disediakan untuk ditanyakan kepada tokoh yang merangkumi beberapa bahagian termasuk latar belakang tokoh, kerjaya, pencapaian dan anugerah yang telah diperolehi oleh tokoh yang telah dipilih. Nasihat dan pandangan tokoh juga turut ditanyakan dalam soalan tersebut. Kajian sejarah lisan ini diharapkan dapat membantu orang lain mengenali dan mendalami dengan lebih lanjut warisan negara kita terutamanya bidang industri seni
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Pendidikan Pedoman Gizi Seimbang dengan Menggunakan Puzzle terhadap Pengetahuan Siswa SD Swasta Al Fitriah Medan
This research aims to determine the education effect of balanced nutrition guidelines using puzzle on Al Fitriah Private Elementary School Students, Medan. The type of research used is quasi experiment. The study was conducted on 45 students using a questionnaire before and after the intervention. The statistical test used is a paired t-test. The results showed an average score of respondents knowledge before being given nutrition education by 10.96 and increasing after being given nutrition education using puzzle media to 16.84. The results of the analysis using paired sample t test obtained a value of p = 0,000 where p <0.005. So it can be concluded that there is a significant difference in the variable knowledge of fifth grade students of Al Fitriah Medan Private Elementary School before and after being given nutrition education using puzzle media
Minat Masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk Membeli Minyak Goreng Curah
Fitriah. 2017. Minat Masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk Membeli Minyak Goreng Curah. Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) H. Badrian M. Ag (II)Hariyato SE, MM.
Kata Kunci: Minat Masyarakat, Minyak Goreng Curah
Penelitian ini dilatarbelakangi masih maraknya peredaran/jual beli minyak goreng curah di Kota Banjarmasin, khususnya di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Padahal terdapat peraturan Menteri Perdagangan Tahun 2014 (Nomor 80/M-DAG/PER/10/2014) yang mengeluarkan peraturan minyak goreng wajib kemasan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah dan faktor-faktor yang menyebabkan adanya minat tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dengan para informan yang diambil dengan teknik penarikan sampel secara purposive sampling.
Melalui teknik analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan: pertama, minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah sangat tinggi terlihat dari data yang didapat 24 orang atau 80% masyarakat berminat dengan minyak goreng curah. Kedua, faktor-faktor yang menyebabkan adanya minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah didapat 21 orang atau 70% mengatakan bahwa minyak goreng curah lebih murah, dan mereka juga mengatakan bahwa minyak goreng curah dapat dibeli sesuai dengan keperluan. 6 orang atau 20% mengatakan bahwa sudah dari dulu menggunakan minyak goreng curah, dan yang terakhir 3 orang atau 10% mengatakan minyak goreng curah praktis
- …
