64 research outputs found
PENGARUH LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI SEMANGKA DI DESA CIKADU KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA
The land is the most important factor of production because the remuneration received by land is higher than other factors of production. The narrowing of land ownership, causing farmers to get smaller profits. This study aims to analyze the effect of land area on watermelon farming income in Cikadu Village, Cikalong District, Tasikmalaya Regency. The research was conducted by a case study on 10 watermelon farmers, with the variables used being land area (X) and farm income (Y). Based on the coefficient of determination analysis, it is known that the influence of land area on farming is 87.42%, which means that land area can affect farm income by 87.42% and its effect on other variables. Furthermore, the results of the linear analysis showed the value of t arithmetic 7.487 > t table 2.306 which means, land area has a positive and significant influence on the income of watermelon farming
Analisis Penerapan Akuntansi Pada Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan Yayasan Masjid Al - Ikhwan Di Pekanbaru
Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan The Pekanbaru Al - Ikhwan Mosque Foundation is an organization in the education sector that can provide the community with religious education services and Islamic insight. In accordance with the Generally Accepted Accounting Principles, this study also aims to adjust and find out whether Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan Masjid Al - Ikhwan Pekanbaru Foundation is in accordance with these principles. Primary data as well as secondary data in this study are used in data collection. Information in the form of reports which are then rearranged with the applicable accounting. Secondary data such as deed of incorporation, financial reports, structure in the organization. Interview and documentation are techniques in this study in data collection. Qualitat ive descriptive analysis method is a data analysis technique in this study. The results of the research conducted by the author of Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan, as well as the results show that Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan does not supervise journals, ledgers, no trial balance, no adjusting journal, trial balance after adjustments, and depreciation of fixed assets on equipment and buildings. Based on the research conducted by the author, Madrasah Diniyah Awaliyah Al - Ikhwan in Pekanbaru uses in appropriate general accounting principles
THE EFFECTIVENESS OF USING HAND PUPPETS AS MEDIA ON THE STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING NARRATIVE TEXT (A Quasi-Experimental Study on the Eight Grade Students of MTs Darul Huda Wonodadi in the AcademicYear of 2016/2017)
ABSTRACT
Awaliyah, Ayu Fitri. Student Registration Number. 2813133017. 2017. The Effectiveness of Using Hand Puppets as Media on the Students’ Achievement in Writing Narrative Text (A Quasi-Experimental Study on the Eight Grade Students of MTs Darul Huda Wonodadi in the Academic Year of 2016/2017). Thesis. English Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic Institute (IAIN) of Tulungagung. Advisor: Emmi Naja, M.Pd.
Keywords: Effectiveness, Teaching Narrative Text, Hand Puppet.
Writing is the process in which students are able express their ideas, opinions, feelings, and organized them in simple sentences or in short paragraph well, which involve the correct grammar, spelling, vocabulary and punctuation. In competence based Curriculum 2013 for the second grade of Junior high school, especially for narrative text, there are some aspects that are used as basic in teaching and learning process, such as : Understanding the social function, generic structure and language features of narrative text in form of fable, according to the context its used. Getting the meaning of oral and written narrative text in form of short and simple fable.
The research problems are : Is there any significant difference in the achievement between the students who were taught using hand puppets and those who were taught without using hand puppets ?
The research objectives are : To find out if there is any significant difference in the achievement between the students who were taught using hand puppets and students who were taught without using hand puppets.
To achieve the objective, the researcher conducted an experimental research. The research design used was quasi experimental named Nonrandomized Control Group Design. The population of the study was the eighth graders of MTs Darul Huda Wonodadi. The total number of the sample was 55 students, class VIII C as the control class and class VIII D as the experimental class. There are three steps in this study: pre-test, treatment, and post-test. Before the experiment, researcher held the try-out test to get its validity and reliability of the instruments. The result of the test was then analyzed by using t-test at SPSS 16.0 version.
In the pre-test, the result of the study showed that the means of the experimental class was 65.9286 and the control class was 62.5926. After they got the treatments, the result of the test showed that the experimental class performed better than the control class and showed a great progress. In this test, the mean score of the experimental class was 72.6429; whereas the control class was 67.7037.
The result of computation, tcount was 3.352 and the ttable was 2.005. Since the tcount is higher than ttable, so the working hypothesis is refused. It means that there was a significance difference in achievement between the students who were taught using hand puppets and those who were taught without using hand puppet in writing narrative text. The result of this study showed that using hand puppets as media on the students’ achievement in writing narrative text is very beneficial for the students. Finally, it can be concluded that using hand puppets as media is effective on the students’ achievement in writing narrative text for the eighth grade of MTs Darul Huda Wonodadi in the academic year 2016/2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Awaliyah Fitri Munawaroh. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR
SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP
NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember
2015.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: mendeskripsikan
pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E yang
dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Kedawung
tahun ajaran 2014/2015, mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa setelah
diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 7E, dan untuk mengetahui
apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E yang dapat
meningkatkan aktivitas belajar siswa dapat berdampak positif terhadap hasil
belajar siswa.
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4
tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data dalam penelitian
ini adalah data keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas belajar siswa, dan data
hasil belajar siswa. Data keterlaksanaan pembelajaran dan data aktivitas belajar
siswa diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran,
sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes akhir siklus. Indikator
keberhasilan penelitian ini adalah setidaknya rata-rata persentase aktivitas belajar
siswa mencapai 70%. Selanjutnya dari peningkatan aktivitas belajar diharapkan
berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yaitu setidaknya banyaknya siswa
yang tuntas minimal 70% dengan KKM sebesar 75.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah pembelajaran
dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E yang dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa adalah: 1) Elicit, yaitu guru memberikan pertanyaanpertanyaan untuk merangsang pengetahuan awal siswa sebelum memasuki materi
pembelajaran, 2) Engagement, meliputi a) guru memberikan permasalahan terkait
materi yang akan dipelajari untuk memotivasi dan merangsang keingintahuan siswa,
b) guru menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran pada hari itu, 3)
Exploration, meliputi a) guru membagi kelas dalam tujuh kelompok, b) guru meminta
siswa untuk berdiskusi dengan kelompoknya untuk mengerjakan Lembar Kerja
Siswa, 4) Explanation, meliputi a) guru meminta perwakilan kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, b) guru mengklarifikasi hasil
diskusi yang telah dipresentasikan dan memastikan semua siswa memahaminya, 5)
Elaboration, meliputi a) guru meminta kembali siswa untuk berdiskusi
menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja Siswa, b) guru meminta siswa
untuk mengerjakan hasil diskusi di depan kelas, c) guru bersama siswa membahas
jawaban di depan kelas, 6) Evaluation, yaitu guru memberikan kuis kepada siswa dan
menyuruh siswa mengerjakan secara individu, 7) Extend, meliputi a) guru
memberikan contoh-contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang
berkaitan pada materi yang sedang diajarkan.
vii
Berdasarkan hasil penelitian, persentase rata-rata aktivitas belajar siswa
pada pra siklus sebesar 46,66%, pada siklus I mengalami peningkatan sebesar
14,13% menjadi 60,79% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar
16,14% menjadi 76,93%, sedangkan dari hasil tes, persentase siswa yang tuntas
pada siklus I adalah 56,67% dan pada siklus II persentase siswa yang tuntas
adalah 76,67%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat meningkatkan aktivitas
belajar siswa dan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa kelas VIIA SMP
Negeri 2 Kedawung tahun pelajaran 2014/2015.
Kata kunci: Learning Cycle 7E, aktivitas belajar sisw
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH AWALIYAH REJOSARI NATAR LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji tentang peran kepala madrasah dalam
menanamkan nilai-nilai karakter guru. Subjek penelitian ini adalah
Madrasah Awaliyah Rejosari Natar Lampung Selatan. Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan Menanamkan
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakup, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab oleh karena itu kepala madrasah
sebagai pimpinan lembaga pendidikan sangat berfungsi dan berperan,
tentunya orang yang penting bertanggung jawab atas segala
aktifitasnya serta meju atau mundur, baik atau jelek, kualitas atau
tidaknya sebuah pendidikan yang dipimpinya, sedangkan penanaman
nilai-nilai karakter terhadap guru juga menjadi penting karena ujung
tombak pendidikan lerletak kepada guru sebagai seorang pengajar dan
sebagai pembentuk nilai-nilai karakter anak bangsa. Maka penulis
tertarik meneliti tentang “Peran Kepala Madrasah Dalam
Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Guru Di Madrasah Ibtidaiyah
Awaliyah Rejosari Natar Lampung Selatan”.
Penelitian ini memfokuskan pada persoalan tersebut. Berpijak dari
permasalahan tersebut, maka tujuan dari pembahasan ini adalah (1)
Bagaimana Menciptakan Iklam Madrasah yang Kondusif di Madrasah
Ibtidaiyah Awaliyah Rejosari Natar Lampung Selatan. (2) Bagaimana
Memberi nasehat dan Penting Ditanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada
Guru-Guru di Madrasah Ibtidaiyah Awaliyah Rejosari Natar Lampung
Selatan. (3) Apa Faktor Pendukung dan Penghambat dalam
Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Guru di Madrasah Ibtidaiyah
Awaliyah Rejosari Natar Lampung Selatan. Pendekatan penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif. Penulisan menggunakan interview,
observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya
peneliti mengunakan deskripsif kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) bentuk
nilai-nilai karakter Guru yang ditanamkan di MIS Awaliyah Rejosari
Natar Lampung Selatan yaitu (jujur, tanggung jawab, visioner,
disiplin, kerjasama, adil, dan peduli) penanaman nilai-nilai karakter
terhadap guru juga menjadi penting karena ujung tombak pendidikan
lerletak kepada guru sebagai seorang pengajar dan sebagai pembentuk
nilai-nilai karakter anak bangsa. (2) Peran kepala madrasah dalam
iii
menanamkan nilai-nilai karakter guru di MIS Awaliyah Rejosari Natar
Lampung Selatan adalah menciptakan iklim yang kondusif,
memberikan dorongan kepada seluruh warga MIS Awaliyah Rejosari,
serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Dan didukung
dengan kepala madrasah selalu memberikan contoh keteladanan serta
pembiasaan yang baik kepada guru-guru MI Awaliyah Rejosari Natar
Lampung Selatan (3) faktor pendukung dan penghanbat kendala
kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter guru di MIS
Awaliyah Rejosari Natar Lampung Selatan. Faktor pendukung guru�guru di MIS Awaliyah Rejosari sangat kompak dan selalu melaksanak
kebijakan kepala madrasah sedangkan faktor penghambat adalah
masih banyak fasilitas sarana dan prasarana yang masih kurang
memadahi.
Kata Kunci : Peran Kepala Madrasah, Nilai-Nilai Karakter Guru
iv
ABSTRACT
Along with the goals of national education, education is a very
important factor for human life to develop the potential of students,
namely increasing knowledge and increasing faith and piety to God
Almighty. It is important to be responsible for all activities and to go
forward or backward, good or bad, the quality or not of an education
he leads, while the cultivation of character values for teachers is also
important because the spearhead of education lies with the teacher as a
teacher and as a form of values. national character. So the author is
interested in researching "The Role of the Head of Madrasa in
Instilling Teacher Character Values at Madrasah Ibtidaiyah Awaliyah
Rejosari Natar, South Lampung".
Based on these problems, the purpose of this discussion is (1)
How to Create a Conducive Madrasa Iklam in Madrasah Ibtidaiyah
Awaliyah Rejosari Natar, South Lampung. (2) How to give advice and
it is important to instill character values in teachers at Madrasah
Ibtidaiyah Awaliyah Rejosari Natar, South Lampung. (3) What are the
Supporting and Inhibiting Factors in Instilling Teacher Character
Values at Madrasah Ibtidaiyah Awaliyah Rejosari Natar, South
Lampung.
This research approach is a qualitative approach. Writing uses
interviews, observations, and documentation. Meanwhile, the data
analysis technique used by the researcher was descriptive.qualitative.
In accordance with the research results are (1) the form of
teacher character values that are instilled in MIS Awaliyah Rejosari
Natar South Lampung, namely (honest, responsible, visionary,
disciplined, cooperative, fair, and caring). (2) The role of the madrasa
principal in instilling teacher character values at MIS Awaliyah
Rejosari Natar South Lampung is to create a conducive climate,
provide encouragement to all MIS Awaliyah Rejosari residents, and
implement interesting learning models. (3) the supporting factors and
obstacles for the head of madrasa in instilling teacher character values
at MIS Awaliyah Rejosari Natar, South Lampung. The supporting
factor for the teachers at MIS Awaliyah Rejosari is very compact and
always implements the madrasa principal's policies, while the
v
inhibiting factor is that there are still many facilities and infrastructure
that are still inadequate.
Keywords: The Role of the Head of Madrasah, Teacher's
Character Value
ANALISIS STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE PADA PEMASARAN KOMODITAS TOMAT DI KABUPATEN GARUT
Garut Regency currently has the position as the largest tomato producer in West Java. The large amount of tomato production encourages a fairly broad marketing that involves a lot of marketing actors. This study aims to determine the market structure, the behavior of marketing actors, and the performance of the tomato commodity market in Garut Regency. This research was conducted in 4 districts with the largest tomato production in Garut district, namely Cikajang, Cisurupan, Cigedug and Paisrwangi. The samples taken in this research were 40 farmers and tracked the marketing of tomatoes using the snowball sampling technique. The data analysis methods used are market concentration analysis, minimum scale efficiency analysis, descriptive qualitative analysis of market behavior, and marketing margin analysis and farmer's share. The results showed that the sales ratio of 8 large tomato traders was weakly concentrated which led to monopolistic competition. There are barriers to entry to this tomato commodity market. Market behavior shows that most marketing activities are selling, buying, transporting and utilizing price information among marketing actors. The majority of the sorting and grading activities are only carried out by collector trader and wholesaler. The greatest marketing risk management occurs in farmers and retailers. Marketing margin analysis shows that the highest marketing margin occurs when tomatoes are sold for market destinations outside the island, and the lowest marketing margin occurs when tomatoes are marketed for industrial purposes. The results of farmer's share analysis show that the highest share received by farmers is when selling tomatoes for industrial needs, this happens because of the short marketing chain and the selling price for the industry is contractually above the market price
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS USIA REMAJA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG TAHUN 2019
Menurut data WHO terbaru pada tahun 2015 persentase perempuan menyusui yang mengalami Bendungan ASI rata-rata mencapai 65,12 % atau sebanyak 7342 ibu nifas, pada tahun 2016 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6823 orang dan pada tahun 2017 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6543 orang dari 8.741 orang (WHO, 2017). Ibu nifas yang mengalami Bendungan ASI sebanyak 35.985 atau (15,60 %) ibu nifas, serta pada tahun 2015 ibu nifas yang mengalami Bendungan ASI sebanyak 77.231 atau (37, 12 %) (SDKI, 2015). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas usia remaja tentang perawatan payudara di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2019.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan jumlah populasi 186 orang, sampel sebanyak 65 responden, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling serta data diambil dengan menggunakan wawancara menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian dari 65 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas usia remaja tentang perawatan payudara sebagian besar dalam kategori cukup yaitu 46 orang (70,8%) dan sebagian kecil tingkat pengetahuan ibu nifas dalam kategori baik yaitu 6 orang (9,2%). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 16-19 tahun yaitu 38 orang (58,5%), sebagian responden menempuh pendidikan sampai sekolah menengah yaitu 47 orang (72,3%), sebagian besar paritas responden yaitu primipara 54 orang (83,1%), dan sebagian besar responden tidak memiliki pengalaman dalam hal perawatan payudara yaitu 52 orang (80%).
Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu nifas usia remaja tentang perawatan payudara menunjukan sebagian besar paritas responden yaitu primipara 54 orang (83,1%) karena usia ibu nifas yang relatif masih berkisaran 16-19 tahun, sebagian besar dalam kategori cukup yaitu 46 orang (70,8%). Saran: diharapkan mengetahui manfaat melakukan perawatan payudara bagi ibu, serta dapat menambah wawasan ibu nifas usia remaja tentang perawatan payudara dengan cara mendapatkan informasi dari internet, majalah, buku kesehatan dan lain-lain
Analisis Manajemen Risiko Terhadap Pengiriman Barang Pada JNE Cabang Medan Amplas (Amplas Trade Center)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada pengiriman barang di JNE Cabang Medan Amplas (Amplas Trade Center). Penelitian dilakukan dari Juli hingga Agustus 2024 di JNE Cabang Medan Amplas, Sumatra Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berdasarkan filosofi postpositivisme. Data diperoleh melalui wawancara langsung dan studi literatur sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pengiriman, wawancara dengan pimpinan dan karyawan, serta dokumentasi dan kajian pustaka. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi dan menjelaskan risiko operasional secara rinci. Risiko yang dihadapi JNE termasuk risiko sosial, fisik, dan persaingan. Kendala yang sering terjadi adalah keterlambatan, kesalahan alamat, kerusakan, dan kehilangan barang. JNE menerapkan Syarat Standar Pengiriman (SSP) untuk meminimalisir risiko. Kesimpulan menunjukkan bahwa risiko utama berasal dari faktor sosial, fisik, pelanggan, dan persaingan, dengan kendala utama adalah keterlambatan, kesalahan alamat, kerusakan, dan kehilangan barang. Rekomendasi bagi konsumen adalah menulis alamat dengan jelas dan mengemas barang dengan baik sebelum pengiriman.Kata kunci: Manajemen Risiko, Pengiriman Barang, JNE Medan Ampla
- …
