1,720,961 research outputs found
Analisa Risiko Proses Pengapungan Kembali Pada Kapal Tenggelam di Perairan Tanjung Perak
Salah satu penyebab kecelakaan di laut adalah kapal tenggelam. Kapal tenggelam membutuhkan tindakan penyelamatan, baik untuk menyelamatkan kapal ataupun untuk pembersihan alur pelayaran. Pekerjaan pada industri salvage sangatlah berisiko tinggi, hal tersebut dikarenakan kondisi perairan sulit untuk dilewati, faktor keamanan peralatan, hingga risiko yang diakibatkan dari kapal itu sendiri. Untuk mengidentifikasi risiko pada pekerjaan pengapungan kapal tenggelam digunakan framework untuk mengetahui bagian pekerjaan yang berisiko. Pada Framework tersebut digunakan pendekatan Fault Tree Analysis dan Checklist. Akar permasalah dari risiko diberikan penilaian untuk mengetahui tingkat risiko dari masing-masing risiko. Penilaian dilakukan dengan memberikan skala 1 sampai 5 pada dampak yang dihasilkan dan tingkat kemungkinannya pada variasi lama tenggelam kapal. Penilaian dilakukan dengan kuisioner yang diberikan pada ahli yang berpengalaman dibidangnya. Risk Priority Number diberikan untuk mengetahui tingkat risiko kegagalan proses pada lama tenggelamnya kapal di bawah 10 tahun dan di atas 10 tahun. Masing-masing risiko diberikan mitigasi berupa rekomendasi tindakan preventif. Penambahan biaya yang dihasilkan dari tindakan preventif yang diberikan sebesar 4,98% untuk kapal dengan lama tenggelam dibawah 10 tahun dan 5,58% untuk kapal dengan lama tenggelam diatas 10 tahun. Strategi implementasi RBI merupakan cara yang efektif untuk mengidentifikasi biaya tambahan, biaya tak terduga dan risiko yang terlibat dalam pekerjaan pengapungan kapal tenggelam. Oleh karena itu, perencanaan biaya pekerjaan pengapungan kapal dapat dilakukan dengan cara yang lebih akurat. ============== A sinking ship is one of accidents cause. Sinking ship requires to be rescued, either to save the ship or to clear the cruise line. Meanwhile, working in the salvage industry is a very high risk occupation. The water conditions that makes it difficult to get through, safety factor of the equipment, until the risk caused by the vessel itself. To identify the risk of ship’s floatation, frameworks are used to identify risky tasks. Fault tree analysis and checklist approach method is used in framework. The core issues of each risk is assessed to determine the risk level of each risk. Assessment is done by providing a scale of one to five on the resulting impact, and the probability of failure of the work process on the ship’s sinking time variation. A questionnaire is used to an expertise in this field to give an assessment on the core issues. The risk priority number is given to determine the risk level of the ship’s floatation failure at the ship that has been sunk below 10 years and above 10 years. Each risk is given mitigation of preventive action recommendations. The additional cost resulting from the preventive action provided is 4.98% for vessels with sinking time below 10 years and 5.58% for vessels with sinking time above 10 years. The RBI implementation strategy is an effective way to identify additional costs, unexpected costs, and risks involved in the work of shinking ship. Therefore, the cost planning of floating ship work can be done in a more accurate way
Pengaruh work-life balance dan motivasi kerja terhadap kinerja guru pada di Masa Pandemi
INDONESIA:
Pandemi Covid-19 mempunyai pengaruh di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pendidikan sehingga mengubah sistem belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Hal ini menyebabkan perubahan tatanan kehidupan yang normal menjadi berubah karena harus beradaptasi dengan sistem kerja yang baru. Selain bekerja, para guru juga memiliki kehidupan pribadi yang harus diperhatikan. Kemampuan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi inilah yang disebut work-life balance. Tentunya dalam bekerja, guru harus memiliki motivasi agar mendorong dirinya untuk mau melakukan pekerjaannya. Motivasi itulah yang memengaruhi kinerja guru dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk Mengetahui tingkat dari work-life balance, motivasi kerja dan kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan. 2) Menguji pengaruh antara work-life balance dengan kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan. 3) Menguji pengaruh antara motivasi kerja dengan kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan. 4) Menguji pengaruh antara work-life balance dan motivasi kerja dengan kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan populasi sebesar 87 guru sehingga sampel diambil semua dari populasi. Penelitian ini menggunakan skala work-life balance dari Fisher (2002) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Gianti Gunawan (2019). Kemudian untuk skala motivasi kerja dan kinerja disusun oleh peneliti dengan melibatkan expert jugdgement untuk mengoreksi item. Peneliti juga melakukan uji validitas dan reliabilitas pada ketiga skala tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Berdasarkan uji T, work-life balance dapat memengaruhi kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan dengan nilai signifikansi berada pada 0,001 (p <0,05). 2) Berdasarkan hasil uji T, motivasi kerja dapat memengaruhi kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan dengan nilai signifikansi berada pada 0,000 (p<0,05). 3) Berdasarkan hasil uji F, work-life balance dan motivasi kerja secara bersamaan (simultan) dapat memengaruhi kinerja guru MI. Murni Sunan Drajat Lamongan dengan nilai signifikansi berada pada 0,000 (p<0,05).
ENGLISH:
The Covid-19 pandemic has affected various sectors, including the education sector. The effect has forced changes in the teaching and learning system, from direct to online learning. This has led to changes in the normal order of life in order
to adapt to the new work system. In addition to work life, teacher has personal life that must be taken into account. The effort of balancing between these two lives is called work-life balance. In work life, teacher must have the motivation to finish the jobs and responsibilities. Thus, the motivation affects teacher performance at work. This study sought to: 1) find out the level of work-life balance, work motivation, and teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan, 2)
examine the effect of work-life balance on teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan, 3) examine the effect of work motivation on teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan, and 4) examine the effect of work-life
balance and work motivation on teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan.
This quantitative research employed multiple linear regression analysis. Total sampling technique was used to determine the samples, amounting to 87 teachers, taking the whole population. This research used the work-life balance scale from
Fisher (2002) which has been adapted into Indonesian by Gianti Gunawan (2019). In addition, the work motivation and work performance scales were compiled by the researcher by involving expert judgment to validate the items. Validity and
reliability tests were performed on those the three scales.
The research results revealed that: 1) based on the T-test result, work-life balance can affect teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan with a significance value of 0.001 (p <0.05), 2) based on the T-test result, work
motivation can affect teacher performance in MI. Murni Sunan Drajat Lamongan with a significance value of 0.000 (p<0.05), 3) based on the F-test result, work-life balance and work motivation simultaneously can affect teacher performance in MI.
Murni Sunan Drajat Lamongan with a significance value of 0.000 (p<0.05)
Pengembangan bahan ajar Computational Thinking-Creative Problem Solving (CT-CPS) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi momentum dan impuls
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar Computational Thinking-Creative Problem Solving (CT-CPS), keterlaksanaan pembelajaran menggunakan bahan ajar Computational Thinking-Creative Problem Solving (CT-CPS), dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi momentum dan impuls. Metode penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan metode pendekatan 4D yaitu define, design, develop, disseminate. Populasi penelitian seluruh peserta didik kelas X IPA SMA Muhammadiyah 4 dengan sampel penelitian satu kelas yakni kelas X IPA 3 SMA Muhammadiyah 4 berjumlah 30 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi para ahli, lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berbasis yaitu Autentic Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory with Student Activity Sheet (AABTLT With SAS), dan juga tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data yang digunakan adalah nilai validitas uji Gregory, n gain, dan uji t-paired sample test. Hasil penelitian memperoleh 1) Bahan Ajar CT CPS pada materi momentum dan impuls mendapatkan interpretasi layak dengan nilai validitas uji Gregory yang didapatkan sebesar 0,95. 2) Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan selama tiga pertemuan mendapatkan nilai rata-rata 82,94% yang berarti efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 3) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi momentum dan impuls mendapatkan nilai rata-rata n-gain sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Hasil uji t-paired sample test memperoleh nilai thitung sebesar 47,83 dengan nilai ttabel sebesar 2,04. Maka, thitung > ttabel berarti terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar CT-CPS
PENERAPAN STRUKTUR NARATIF PADA FILM NEGERI 5 MENARA BERDASARKAN PENDEKATAN KONFLIK TOKOH UTAMA
ABSTRAK
PENERAPAN STRUKTUR NARATIF PADA FILM NEGERI 5 MENARA
BERDASARKAN PENDEKATAN KONFLIK TOKOH UTAMA
(Muhammaad Wildan Al – Firdaus, 2021, hal 1 - 133) Tugas Akhir Skripsi
Program Studi Film & Televisi Jurusan Seni Media Rekam Fakultas Seni
Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konflik menjadi sebuah unsur
yang membangun cerita pada film. Skripsi ini mengkaji mengenai konflik tokoh
utama pada film Negeri 5 Menara. Penelitian ini menggunakan teori tangga
dramatik dari buku Himawan Pratista. dengan menggunakan metode penelitian
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini
menggunakan observasi dan studi Pustaka, sedangkan analisis data dilakukan
dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama
dalam film ini mempunyai karakter tokoh dengan tujuan yang lemah, tidak di dasari
dengan motivasi serta filosofi yang kuat pada segi alur cerita film. Tangga dramatic
pada film ini ditunjukkan bahwa konflik sudah muncul sejak awal film sebagai
pemantik penonton dengan cerita yang disuguhkan, hingga pada bagian perengahan
berisi konflik utama dan resolusi penyelesaian masalah, sedangkan tahap penutupan
berisi pencapaian atas konflik yang dialami sebelumnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Integrasi Website Danzstore Dengan Midtrans Menggunakan Metode Websnap Untuk Menangani Transaksi Pembayaran
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
