21 research outputs found
ANALISIS KORELASI KADAR TESTOSTERON DARAH DAN URINE SERTA PERANNYA TERHADAP PENEGAKAN DIAGNOSA PADA WANITA YANG MENGALAMI POLYCYSTIC OVARY SYNDROME
One of the main criteria for PCOS diagnosis in women is the excess of androgen
hormone. Testosterone is one of the most important androgen hormones secreted
into the blood. During this time, analysis of testosterone levels in PCOS patients is
rarely done because a patient's blood sample is needed. Detection of testosterone in
urine is very likely to support the diagnosis of PCOS, but it is necessary to prove
the correlation between testosterone levels in the blood and its role in supporting
the enforcement of PCOS diagnoses. This study was conducted observationally
with a diagnostic test approach in 30 women who had PCOS. The serum and urine
of the woman were analyzed for testosterone levels using the ELISA method.
Testosterone levels in serum from 30 women with PCOS showed higher values
than testosterone levels in urine with values of 8.067 ± 11.470 nmol / L and 2.688
± 0.688 nmol / L, respectively. Spearman correlation test results showed that there
was a correlation between serum and urine testosterone levels in women with PCOS
with a correlation value of 0.39 at significance p <0.05 and the role of urine
testosterone levels for determination of PCOS patients with hyperandrogen at a cut
off value of 2.6010 nmol / L with sensitivity and specificity of 0.625 and 0.571
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF CEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA PRODUK KOSMETIK PENSIL ALIS MENGGUNAKANSPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (SSA)
The aim of this study was to identify and determine the heavy metal content of lead (Pb) and cadmium (Cd) towards eyebrow pencil registered and not registered by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM). This research was conducted in several markets in Surabaya. Twelve eyebrow pencil items were investigated for lead (Pb)and cadmium (Cd). Simple reagents, included HCl, NaOH, KI, Na2S2O3 and NH4OH were used to identify the presence of these heavy metal first. The study results showed that samples of eyebrow pencil registered and unregistered by BPOM RI after being tested turned out to contain lead and cadmium in a range of 1.092-5,834 mg/kg and 0,054-0.243 mg/kg, respectively. The content is still within what is required based on the regulations of BPOM RI, < 20 mg/kg for lead content and < 5 mg/kg for cadmium content. In short, all the sample of eyebrow pencil contained lead (Pb) and cadmium(Cd)within what is required based on the regulations of BPOM RI
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF CEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA PRODUK KOSMETIK PENSIL ALIS MENGGUNAKANSPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (SSA)
The aim of this study was to identify and determine the heavy metal content of lead (Pb) and cadmium (Cd) towards eyebrow pencil registered and not registered by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM). This research was conducted in several markets in Surabaya. Twelve eyebrow pencil items were investigated for lead (Pb) and cadmium (Cd). Simple reagents, included HCl, NaOH, KI, Na2S2O3 and NH4OH were used to identify the presence of these heavy metal first. The study results showed that samples of eyebrow pencil registered and unregistered by BPOM RI after being tested turned out to contain lead and cadmium in a range of 1.092-5,834 mg/kg and 0,054-0.243 mg/kg, respectively. The content is still within what is required based on the regulations of BPOM RI, < 20 mg/kg for lead content and < 5 mg/kg for cadmium content. In short, all the sample of eyebrow pencil contained lead (Pb) and cadmium (Cd) within what is required based on the regulations of BPOM RI
Peningkatan Pendapatan Warga Desa melalui Pembuatan Minuman Nutrasetikal: Pelatihan di Desa Drenges, Bojonegoro
Salah satu desa di Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yang merupakan wilayah yang sedang berkembang yaitu Desa Drenges dengan tingkat ekonomi warganya yang menengah kebawah. Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dari warga, maka diperlukan suatu pelatihan keterampilan dalam upaya pemberdayaan ekonomi warga desa tersebut. Pelatihan pembuatan produk minuman nutrasetikal merupakan upaya yang sesuai dengan potensi masyarakat serta sumber daya di Desa Drenges. Pelatihan yang diberikan meliputi pembuatan minuman nutrasetikal dari rimpang jahe, kunyit dan temulawak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa Drenges dalam mengolah herbal yang banyak dijumpai di daerah tersebut sehingga dapat memiliki dampak kesehatan dan peningkatan ekonomi keluarga. Kegiatan ini melibatkan 33 orang ibu rumah tangga di Desa Drenges. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipasif dengan metode pendampingan pembelajaran orang dewasa atau andragogi. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi pelatihan oleh tim pelaksana pengabdian masyarakan dan dilanjutkan dengan pendampingan praktek pembuatan minuman nutrasetikal. Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan serta pemberian angket. Sekitar 80% peserta merasa meningkat pengetahuan dan ketrampilannya serta 90 % nya merasa bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. Luaran kegiatan ini berupa produk minuman nutrasetikal yang bermanfaat bagi masyarakat di Desa Drenges khususnya dari segi meningkatkan perekonomian keluarga
Fraksinasi dan Identifikasi Ektrak Daun Mitragyna Speciosa Menggunakan Metode Kromatografi
Background: Mitragyna Speciosa or better known as Kratom is a typical plant from the Putusibau area, West Kalimantan. The most widely used part of this plant is the leaves. The kratom plant contains alkaloids, flavonoids, phenols, terpenoids-steroids, triterpenoids, saponins, and tannins. Alkaloid content is the most dominant and has benefits in this plant so it is necessary to do fractionation and identification of secondary metabolites. Objective: To fractionate and identify secondary metabolites from Mitragyna Speciosa leaf extract. Methods: The fractionation method was carried out using Column Chromatography while for identification using Thin Layer Chromatography. Results: 80 fractions were obtained from the column chromatography results, while the results of identification using thin layer chromatography showed that only the 2nd and 3rd fractions were obtained. The second fraction has two spots with Rf values of 0.51 and 0.73 and in the third fraction there are three spots with Rf values of 0.21; 0.52, and 0.74. Conclusion: Fractionation and identification by chromatographic method can be used as initial screening for secondary metabolite content in Mitragyna Speciosa leaf extract
Concentration and Time Exposure Determination of Methanol Extract from Carica papaya Leaves in The Larvicidal Activity Against Aedes aegypti Larvae
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus which is transmitted through Aedes aegypti mosquito bite. Efforts to control the widespread of the vectors have been made using biological agents and also chemical compound. Chemicals known as a standard protocol have raised concerns about resistance and harmfulness to the environment. Hence, the present study was aimed to explore the larvicidal activity of papaya (Carica papaya) leaf extract against Aedes aegypti larvae in regards to the optimum concentration and time exposure. Preparation the obtained extract was diluted to make a serial concentration. These solutions were made by pipetting 0.65 mL, 1.25 mL, 2.5 mL, 5.0 mL, and 10.0 mL of extract into 10.0 mL volumetric flasks and dilute with distilled water. The test solution was poured into a glass jar contained 90 mL of distilled water and filled with 20 third instar larvae. Each experiment was replicated four times. The larval mortality was recorded in 24h and calculated as a percentage of total larvae used in the experiment. The table above shows the value of LC50 And LT50 from toxicity assay of papaya leaf extract. According to the LT50 value, it can be seen that the lowest LT50 of 1,006h occurred at the concentration of 11000 ppm. Moreover, calculated LC50 is 4929,344 ppm. Based on these results, papaya leaves have the ability to Aedes aegypti larvaside so that it can help in breaking the chain of development of Aedes aegypti.
Hubungan Kompetensi Profesional dan Kesesuaian Pekerjaan terhadap Penghasilan Bulanan Lulusan Pendidikan Tata Rias
Abstract. Dalam era globalisasi dan persaingan kerja yang semakin ketat, kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan menjadi faktor penting yang menentukan kesuksesan di dunia kerja. Pendidikan tata rias, sebagai salah satu bidang keahlian yang berkembang pesat, memiliki peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan industri kecantikan. Kompetensi profesional lulusan pendidikan tata rias sangat menentukan kemampuan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahliannya serta penghasilan yang memadai. Kompetensi ini mencakup berbagai keterampilan teknis dan non-teknis, seperti pengetahuan produk kecantikan, kemampuan teknik tata rias, manajemen waktu, dan komunikasi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi profesional lulusan pendidikan tata rias dengan kesesuaian bidang pekerjaan serta penghasilan bulanan yang mereka peroleh. Metode survei dengan instrumen kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari lulusan pendidikan tata rias. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pendidikan tata rias yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri dan meningkatkan kemampuan lulusan untuk bersaing di pasar kerja. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi lulusan pendidikan tata rias dalam merencanakan karier mereka di masa depan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi profesional lulusan memiliki pengaruh signifikan terhadap kesesuaian bidang pekerjaan mereka. Namun, pengaruh kompetensi profesional terhadap penghasilan bulanan tidak signifikan, yang mengindikasikan adanya faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi institusi pendidikan dalam merancang program yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan industri, serta membantu lulusan dalam merencanakan karier mereka dengan lebih baik
Pelatihan Tata Rias Inklusif sebagai Upaya Pemberdayaan Wirausaha Mandiri bagi Penyandang Disabilitas di Surabaya
Pelatihan tata rias inklusif merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, yang menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, ketiadaan kurikulum pelatihan, serta minimnya media dokumentasi karya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan tata rias inklusif, menganalisis peningkatan keterampilan peserta, serta menilai dampaknya terhadap kesiapan wirausaha mandiri. Metode yang digunakan adalah participatory learning melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, integrasi teknologi pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis peserta dalam menerapkan teknik rias dasar hingga lanjutan, pemahaman higienitas alat, serta kemampuan dokumentasi visua
Pelatihan tata rias inklusif merupakan salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, yang menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, ketiadaan kurikulum pelatihan, serta minimnya media dokumentasi karya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan tata rias inklusif, menganalisis peningkatan keterampilan peserta, serta menilai dampaknya terhadap kesiapan wirausaha mandiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest melibatkan 40 peserta dari berbagai ragam disabilitas. Instrumen yang digunakan mencakup tes keterampilan tata rias, skala kepercayaan diri, dan skala kesiapan wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan keterampilan tata rias setelah pelatihan, dari skor rata-rata 56,3 menjadi 82,7. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (t = 12,84; p < 0,001). Kepercayaan diri peserta juga meningkat dari nilai rerata 62,1 menjadi 88,5 (t = 10,47; p < 0,001), sedangkan kesiapan berwirausaha meningkat dari 58,9 menjadi 85,2 (t = 11,03; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan tata rias inklusif mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus aspek psikososial penyandang disabilitas. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan yang efektif dan berkelanjutan di Surabaya.
Inclusive Makeup Training as an Effort to Empower Independent Entrepreneurship for Persons with Disabilities in Surabaya
Abstract
Inclusive makeup training represents a strategic approach to enhancing the capacity and economic independence of persons with disabilities. This community service program was carried out in collaboration with Fira Modelling Disabilitas (FMD) Surabaya, which faces several challenges, including limited facilities, the absence of a structured training curriculum, and minimal documentation of participants’ work. This study aims to describe the implementation of inclusive makeup training, analyze participants’ skill improvement, and assess its impact on their readiness for independent entrepreneurship. The method employed was participatory learning, consisting of needs analysis, material development, training implementation, integration of learning technology, and continuous evaluation. The results indicate a significant improvement in participants’ technical abilities, including the application of basic to advanced makeup techniques, understanding of tool hygiene, and visual documentation skills through digital portfolios. Additionally, participants demonstrated increased self-confidence, motivation, and readiness to promote makeup services through social media. The establishment of the “Inclusive MUA FMD” group signifies the sustainability of the program and opens opportunities for broader business networking. Overall, this training has proven effective in bridging the competency gap faced by the partner institution while strengthening empowerment and entrepreneurial readiness among persons with disabilities in Surabaya.l melalui portofolio digital. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi berkarya, dan kesiapan mempromosikan jasa rias melalui media sosial. Pembentukan kelompok “MUA Inklusif FMD” menandai keberlanjutan program dan membuka peluang jejaring usaha. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan kompetensi yang dihadapi mitra, sekaligus memperkuat pemberdayaan dan kesiapan wirausaha mandiri bagi penyandang disabilitas di Surabaya
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN BINAHONG SEBAGAI PESTISIDA NABATI DI KELURAHAN KALI KEDINDING SURABAYA
Kampung Tanah Kali Kedinding Surabaya dikenal sebagai Kampung Si Ahong dan Kampung Sayur. Setiap rumah warga di perkampungan ini memiliki tanaman hias, tanaman obat serta penggalakan budidaya tanaman binahong yang terkenal akan manfaat kesehatannya. Dalam budidaya tanaman, serangan serangga hama seringkali menjadi masalah yang sering dihadapi. Masyarakat biasanya mengandalkan penggunaan pestisida kimia untuk mengatasi hama dan penyakit yang merusak pertanaman. Namun, pestisida kimia memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun binahong sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan. Metode Pengmas yang dilakukan antara lain metode pemaparan, demonstrasi, sesi diskusi, serta pengisian pretest dan postest. Hasil Pengmas menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman warga dari 24% menjadi 100%. Harapan dari hasil kegiatan Pengmas ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan warga dalam mengadopsi inovasi teknologi dalam pengendalian hama tanaman dengan membuat pestisida nabati yang ramah lingkungan
Edukasi Manfaat Tanaman Piperaceae dan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Alami kepada Siswa SMK Farmasi Surabaya
Betel leaves contain phenols that function as powerful antiseptics. Hand sanitizer (HS) is a product that can kill parasites on the hands and is easy to use. Therefore, in this event, education will be provided to the students of SMK Farmasi Surabaya regarding the benefits of betel leaves, followed by a training session on making hand sanitizers containing extract. The participant's level of understanding is evaluated by comparing the scores obtained before and after receiving information from the speaker. A questionnaire is given to allow participants to evaluate the overall conduct of the event, and they are invited to try the hand sanitizers prepared by the team. The results show that 76% of the participants achieved higher scores, 24% maintained the same scores, and none of the participants received lower scores compared to the pre-test. Overall, the participants expressed that the event was very beneficial
