1,722,714 research outputs found

    Analisis Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Internet Studi Kasus Putusan Nomor 225 PK/Pid.sus/2011 / oleh Ferdy Salim

    No full text
    abstrak (A)Nama : FERDY SALIM; NIM: 205069005 (B) Judul Skripsi : Analisis Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Internet Studi Kasus Putusan Nomor 225 PK/Pid.sus/2011. (C)Halaman : vii + 77 + 2 daftar pustaka + lampiran; 2013 (D)Kata Kunci : Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik (E)Isi:Salah satu perbuatan pidana yang sering mengundang perdebatan adalah pencemaran nama baik, dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia Pencemaran nama baik dirumuskan dan diatur dalam Pasal 310 KUHP dan dapat ditemukan pula pengaturannya di dalam rumusan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik Pencemaran nama baik kembali menyita publik setelah diadilinya Prita mulyasari karena menyampaikan keluhan melalui surat elektronik (e-mail) atas buruknya pelayanan rumah sakit OMNI International Hospital Tangerang. Dalam kasus tersebut Kejaksaan Negeri Tangerang menjerat Prita Mulyasari dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transasksi Elektronik (UU ITE), ada dua Pasal yang mendakwa Prita pertama pasal 27 ayat (3) UU ITE dan yang kedua Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang dalam putusan selanya menilai bahwa kasus pencemaran nama baik RS OMNI International Hospital Tangerang tidak bisa dilanjutkan sehingga secara hukum Prita Mulyasari bebas. Dalam putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Banten membatalkan putusan selam Pengadilan negeri Tangerang dan memerintahkan Pengadilan Negeri Tangerang menyidangkan kembali kasus Prita Mulyasari. Dalam kaitannya dengn pencemaran nama baik Mahkamah Agung bahkan telah mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah agung (SEMA) Nomor 13 Tahun 2008 tentang meminta keterangan saksi ahli karena kasus Prita Mulyasari maupun kasus sejenis lainnya harus disikapi secara hati-hati karena ada perbenturan kepentingan yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hukum secaa ansich. Undang-Undang Dasar 1945 bahkan secara tegas juga menjamin kebesan setiap orang untuk mengeluarkan pendapat juga kritikan. Seseorang yang menyampaikan pendapat atau kritikan melalui surat pembaca tidak serta merta dapat diajukan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Oleh karena itu para hakim yang menangani kasus pencemaran nama baik harus memperhatikan semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan HAM, seperti hak kebebasan menyampaikan pendapat, hak konsumen dan informasi.(F)Daftar acuan : 20 (1981-2011) (G) Dosen Pembimbing : Dr. Dian Adriawan, S.H., M.H. (H) Penulis : Ferdy Sali

    Ferrero (Ferdy). — Questa nostra terra.

    No full text
    Seronde Anne-Marie. Ferrero (Ferdy). — Questa nostra terra. . In: Revue de géographie alpine, tome 46, n°3, 1958. pp. 556-557

    Analisis Kecenderungan Masyarakat Kota Kendari dalam Penerimaan Berita: Studi Kasus Ferdy Sambo di detik.com

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kecenderungan masyarakat kota kendari dalam penerimaan berita. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kuantitatif deskriptif untuk menganalisis kecenderungan masyarakat Kota Kendari dalam penerimaan berita kasus Ferdy Sambo di detik.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Kota Kendari cenderung menerima atau mengetahui berita kasus Ferdy Sambo. Jumlah masyarakat yang pernah membaca, mendengarkan, atau menonton berita kasus Ferdy Sambo lebih banyak dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang tidak pernah membaca, mendengarkan, atau menonton berita tersebut. Selain itu, jumlah masyarakat yang sering membaca, mendengarkan, atau menonton berita kasus Ferdy Sambo hingga tuntas lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat yang jarang atau bahkan tidak pernah membaca, mendengarkan, atau menonton berita tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kota Kendari cenderung menerima dan mengetahui berita kasus Ferdy Sambo yang dilaporkan di detik.com

    Pelanggaran Maksim Relevansi Terdakwa Putri Chandrawati dalam Persidangan Kasus Ferdy Sambo pada Laman Kompas TV

    No full text
    The Ferdy Sambo case was one of the significant cases that drew the attention of the Indonesian public. Throughout the trial, the case was broadcast live on several Indonesian television channels, especially Kompas TV. The purpose of this study is to show how the defendants Putri Chandrawati violated the concept of maxims relevance during the trial in the Ferdy Sambo case. Floating maxims of relevance become the focus on this study. The author concentrates on the defendant's transgressions, but the conversation was between the judges and the defendants. The researcher used six data sets as examples to describe and examine further. The author concludes that floating maxims of relevance committed by the defendant might result in awkwardness and inadequate communication, making it impossible for the court to get clear and relevant information. This study used the note-taking approach in conjunction with a descriptive qualitative method. Since the data source is Kompas TV's official YouTube channel, the author does not require extra authorization to collect voice data.  ABSTRAK Kasus Ferdy Sambo merupakan salah satu kasus besar yang disiarkan secara langsung di berbagai stasiun televisi di Indonesia, khususnya stasiun Kompas TV. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelanggaran maksim relevansi yang dilakukan oleh terdakwa Putri Chandrawati selama proses interogasi di persidangan, pada kasus Ferdy Sambo. Pelanggaran maksim relevansi akan dipaparkan melalui teori Griece. Percakapan ini terdiri dari hakim ketua majelis dan anggota majelis dengan terdakwa Putri Chandrawati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Sumber data diambil dari laman resmi Youtube Kompas TV, sehingga penulis tidak membutuhkan izin kusus dalam mengambil data tuturan. Penulis menyimpulkan pelanggaran maksim relevansi yang dilakukan oleh terdakwa dapat menimbulkan kejanggalan dan komunikasi menjadi tidak efektif, sehingga hakim kesulitan untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan signifikan. Bentuk pelanggaran maksim relevansi ditandai dengan ketidakrelevan tuturan mitra tutur dengan topik yang disampaikan oleh penutur. Kata kunci: Maksim relevansi, Hakim, Terdakwa, Persidangan, Interogasi   ABSTRACT The Ferdy Sambo case is one of the major cases that was broadcast live on various television stations in Indonesia, especially the Kompas TV station. This research aims to explain the violation of the maxim of relevance committed by the defendant Putri Chandrawati during the interrogation process at trial, in the Ferdy Sambo case. Violations of the maxim of relevance will be explained through Griece's theory. This conversation consisted of the chief judge of the panel and members of the panel with the defendant Putri Chandrawati. This research uses a qualitative descriptive method with note-taking techniques. The data source was taken from the official Kompas TV YouTube page, so the author does not need special permission to take speech data. The author concludes that violations of the maxim of relevance committed by the defendant can cause irregularities and communication becomes ineffective, making it difficult for the judge to obtain clear and significant information. A violation of the maxim of relevance is characterized by the irrelevance of the speech partner's speech to the topic conveyed by the speaker. Keyword: Floating of Maxims, Defendant, Judges, Interrogation, Cour

    Analisis Kesalahan Bidang Morfologis Pemberitaan Ferdy Sambo di Kompas.com serta Implikasinya dalam Menyusun Teks Berita di SMP

    No full text
    In this study, the author is interested in analyzing the form of morphological field errors contained in the Ferdy Sambo news on kompas.com. The still warm topic discussed and also the interesting studies related to the morphological field are one of the reasons that make researchers take the title of this research. This study aims to (1) find out what language errors in the field of morphology are found in the online news portal, namely kompas.com in the realm of news coverage of the ferdy sambo case. (2) Describe how the morphological process contained in the news of ferdy sambo on kompas.com (3) Provide an overview of how the implications of the findings of the morphological process in the material for compiling news texts in junior high school. This research uses qualitative method by producing descriptive data analysis. The data collection technique was done by listening, noting and documentation. While the data analysis technique used agih method, which is classified into two basic techniques and advanced techniques In this study, 48 data were found from 20 reports by Ferdy Sambo with the January-February publications. Of the 48 data obtained, 1 affixation error was found with details of 10 prefix errors, 4 suffix errors and 4 confix errors. In addition to affixation errors, there were also 9 reduplication errors, 9 words were found in abbreviation or shortening errors. While compositional or compounding errors were found to be 5 words, pleonasm errors were 2 words and errors in writing basic words were 5 words

    DRAMATURGI PROSES PERSIDANGAN FERDY SAMBO DIANTARA PERSONAL BRANDING DAN VONIS HUKUMAN MATI

    No full text
    The first trial in the premeditated murder case of Brigadier Joshua began at the South Jakarta District Court, Monday (17/10). During the initial hearing, it was revealed that the former Head of the Propam Polri division, Ferdy Sambo, had also shot the victim to kill his wife\u27s adjutant. A dramaturgy of Ferdy\u27s sambo between the confessions in court and the death sentence. At least the public was forced by national television stations to enjoy Fredy Sambo\u27s dramaturgy for the last eight months, from mid-2022 to early 2023. In the process broadcast by several television stations, Ferdy Sambo displays his unique character and style to build a personal brand (personal branding) in front of the screen. glass. It is the TV One station that intensely broadcasts the trial process by displaying several statements, Ferdy Sambo\u27s appearances and gestures during the trial process. Data analysis uses Huberman and Miles namely Data Reduction by collecting field data such as television news shows, informant interviews. The results of the study were (1) the front stage process, namely the concept on television that saw Fredy Sambo in the courtroom, the style with the concept and attributes during the trial looked more casual with plus glasses, serious, professional and calm in answering questions from the team of lawyers in answering questions about the chronology of events, until implementation of content creation of defense answers. (2) of the eight personal branding concepts applied by Ferdy Sambo perfectly in conveying facts, such as gestures and language speech he constructs positively, (3) From the eight factor concepts personal branding is formed by elaborating the front stage and back stage in dramaturgical theory, the form Ferdy Sambo\u27s personal branding was apparently unable to create a positive impression on the judge by sentencing him to death. The recommendation from this study is for personal branding actors to apply personal branding elements not to resolve all forms of conflict without being able to prove the real facts.Sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua mulai digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). Dalam sidang perdana tersebut, terungkap bahwa Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ikut menembak korban untuk memsatikan ajudan istrinya tewas. Sebuah dramaturgi  Ferdy sambo diantara pengakuan dalam persidangan sampai  vonis hukuman mati. Setidaknya publik  dipaksa oleh stasiun televisi nasional  menikmati dramaturgi Fredy Sambo selama delapan bulan terakhir , mulai  pertengangan 2022 hingga awal 2023. Dalam prosesnya yang ditayangan oleh beberapa stasiun televisi,  Ferdy Sambo menampilkan keunikan karakter dan gaya untuk membangun merek personal (personal branding) di depan layar kaca. Adalah stasiun    TV One yang menayangkan secara intens proses persidangan dengan cara menampilkan beberpa pernyataan, penampilan  dan gesture Ferdy Sambo dalam proses persidangan. Analisis data menggunakan Huberman dan Miles yaitu Reduksi Data dengan mengumpulkan data lapangan seperti tayangan berita televisi, wawancara informan. Hasil penelitian adalah (1) proses front stage yaitu konsep dalam televisi  yang melihat Fredy Sambo diruang sidang, style dengan konsep dan atribubut selama persidangan terlihat  lebih casual dengan kacama plusnya, serius, profesional dan tenang dalam menjawab pertanyaan tim pengacara menjawaban soal kronologis  persitiwa, hingga pelaksanaan pembuatan konten jawaban pembelaan. (2) dari delapan konsep personal branding yang diterapkan Ferdy Sambo sempuurna dalam dalam menyampaikan fakta, seperti gesture dan tutur bahasa ia konstruksi secara positif, (3) Dari delapan konsep faktor terbentuk personal branding dengan mengelaborasi front stage dan back stage dalam teori dramaturgi maka bentuk personal branding Ferdy Sambo ternyata tidak dapat menciptakan impresi  positif hakim dengan memvonis hukuman mati. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu untuk pelaku personal branding untuk menerapkan elemen-elemen personal branding bukanlah penyelesaian dari segala bentuk konflik tanpa bisa membuktikan fakta sebenarnya

    PEMBERITAAN KASUS PEMBUNUHAN OLEH FERDY SAMBO DALAM TEKS BERITA DI MEDIA KOMPAS.COM: TINJAUAN ANALISIS WACANA ROGER FOWLER

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stategi penggunan kosakata, tata bahasa dan transformasi dalam Pemberitaan Kasus Pembunuhan oleh Ferdy Sambo pada Teks Berita di Media Kompas.com dengan menggunakan Analisis Wacana Roger Fowler. Data dalam penelitian ini berupa berita kasus pembunuhan Ferdy Sambo edisi Oktober 2022-Februari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini merupakan model analisis interaktif yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan penelitian ini terdapat penggunaan strategi kosakata, tata bahasa, dan transformasi dalam pemberitaan kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo. Penelitian ini menampilkan sosok Ferdy Sambo sebagai „dalang’ dalam kasus perencanaan pembunuhan dan perintangan penyelidikan kematian Brigadir J. Hal ini didukung dengan berbagai macam data dan fakta yang disajikan. Sehingga dalam pemberitaannya, Kompas.com berusaha menjaga objektivitas dan tidak memiliki keberpihakan terhadap Ferdy Sambo dengan menggunakan bahasa yang netral dalam pemberitaan tersebut. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis Roger Fowler, Berita Ferdy Sambo,Kompas.com ***** ABSTRACK This study aims to identify the strategy of using vocabulary, grammar and transformation in the Reporting of Murder Cases by Ferdy Sambo in News Text in Kompas.com Media using Roger Fowler's Discourse Analysis. The data in this study is in the form of news of the Ferdy Sambo murder case October 2022-February 2023 edition. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely documentation techniques. Data analysis techniques in this study are interactive analysis models, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study show that this research has the use of vocabulary, grammar, and transformation strategies in reporting murder cases by Ferdy Sambo. This research presents the figure of Ferdy Sambo as the 'mastermind' in the murder planning case and obstruction of investigation into the death of Brigadier J. This is supported by various kinds of data and facts presented. So in its reporting, Kompas.com tried to maintain objectivity and did not have partiality towards Ferdy Sambo by using neutral language in the news. Keywords: Roger Fowler's Critical Discourse Analysis, Ferdy Samb

    REPRESENTASI PERISTIWA DAN AKTOR DALAM KASUS FERDY SAMBO PADA KORAN TEMPO: ANALISIS WACANA KRITIS BERBASIS KORPUS

    No full text
    The murder case of Yosua Hutabarat involving high-ranking National Police officer Ferdy Sambo has attracted the attention of the public and the mass media, including Koran Tempo. This article aims to explain Koran Tempo's ideology by representing incident and actors featured in news stories about the Ferdy Sambo case in Koran Tempo using Norman Fairclough's critical discourse analysis and corpus-based approaches. The research results show that the news about the Ferdy Sambo case in Koran Tempo tends to side with the victim or Yosua Hutabarat. This can be seen from the large number of uses of passive sentences to represent the victim and active sentences to represent the perpetrator as the main actor in the murder. This article argues that using sentences and words in the media through formed discourse can construct reality and social phenomena and influence society to side with certain ideologies or values ​​espoused by the media.Kasus pembunuhan Yosua Hutabarat yang melibatkan petinggi Polri Ferdy Sambo telah menjadi perhatian publik dan media massa, termasuk Koran Tempo. Artikel ini bertujuan menjelaskan ideologi Koran Tempo melalui representasi peristiwa dan aktor yang ditampilkan dalam berita-berita tentang kasus Ferdy Sambo di Koran Tempo menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough dan berbasis korpus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita-berita tentang kasus Ferdy Sambo di Koran Tempo cenderung memihak pada korban atau Yosua Hutabarat. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya penggunaan kalimat pasif untuk merepresentasikan korban dan kalimat aktif untuk merepresentasikan pelaku sebagai aktor utama pembunuhan. Artikel ini berargumen bahwa penggunaan kalimat dan kata-kata di media melalui wacana yang dibentuk dapat mengonstruksi realitas dan fenomena sosial serta memengaruhi masyarakat untuk berpihak pada ideologi atau nilai tertentu yang dianut sebuah media.&nbsp

    Eksistensi Hukuman Mati KUHP Lama dan KUHP Baru dalam kasus Ferdy Sambo

    No full text
    Sebuah perkara membunuh yang dilakukan terencana sebagaimana termuat pada Putusan Nomor 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel. terdakwa dijatuhkan hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta. KUHP Baru belum berlaku efektif saat kasus tersebut terjadi. Bagaimana eksistensi KUHP Lama terhadap kasus Ferdy Sambo dengan berlakunya KUHP Baru dan Apa hambatan untuk mengeksekusi Ferdy Sambo dengan pidana mati berdasarkan KUHP Baru? Untuk meneliti hal tersebut penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan mengacu kepada aturan hukum yang berlaku serta penerapan yang dilakukan oleh apparat penegak hukum. Jadi sesuai dengan pasal di atas maka pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo adalah merupakan tindak pidana pembunuhan berencana

    TINJAUAN YURIDIS REMISI KEPADA FERDY SAMBO DALAM KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana aturan hukum dan pertanggungjawaban serta pertimbangan hukum yang diterapkan terhadap pemberian remisi kepada pelaku pembunuhan berencana dan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi oleh pelaku praktik tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif, dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1. Remisi merupakan pengampunan yang berupa pengurangan masa tahanan yang diberikan kepada terpidana yang telah dianggap memenuhi ketentuan syarat-syarat menurut Keppres RI No 174 tahun 1999, yaitu terpidana pembunuhan harus berkelakuan baik selama menjalani hukuman, berbuat jasa kepada negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara dan kemanusiaan, melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan dan syarat ini berlaku untuk semua tindak pidana umum termasuk kepada pelaku tindak pidana pembunuhan dan juga tindak pidana pembunuhan berencana sepanjang hukumannya bukan hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. 2. Perkara Tindak Pidana Pembunuhan Berencana memang bisa dikenakan kebijakan remisi sepanjang sesuai dengan Keppres, namun untuk perkara tindak pidana pembunuhan berencana oleh Ferdy Sambo tidak dapat dikenakan kebijakan remisi dikarenakan mendapatkan hukuman yang tidak memiliki batasan waktu yang jelas (satuan waktu tahun atau bulan) melainkan seumur hidup atau sampai Ferdy Sambo mati.   Kata Kunci : remisi, ferdy sambo, pembunuhan berencana &nbsp
    corecore