1,720,982 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa SD yang masih kurang dalam memahami bacaan secara kritis dan kreatif pada pembelajaran membaca. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran multiliterasi terhadap kemampuan membaca siswa SD. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group pretest posttest. Data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu data hasil pretest dan posttest kemampuan membaca dari siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pemberian tes yaitu tes obyektif pendekatan pilihan ganda (multiple choice) dan essai. Perlakukan (treatment) yang diberikan adalah model pembelajaran multiliterasi pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol tidak belajar dengan model pembelajaran multiliterasi. Hasil skor rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 18,76, sedangkan skor rata-rata posttest siswa kelas kontrol adalah 16,04. Dari hasil penulisan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran multiliterasi memberikan pengaruh pada kemampuan membaca siswa SD. Kata kunci: Pembelajaran multiliterasi, kemampuan membaca THE EFFECT OF TEACHING MULTILITERACY MODEL IN READING SKILL OF ELEMENTARY STUDENTS Abstract This study is backed by the lack of competence of elementary students in terms of comprehending a text critically and creatively in teaching reading. The method used in the study is quasi-experiment for which its design is non-equivalent control group pretest posttest. The collected data that answer the research questions is derived from pretest and posttest of reading skill shown both students from the experiment and control class. The technique of test is objective test approaches, multiple choice and essay for reading skill. Teaching multiliteracy model as the treatment in this research is applied for the experiment class but the control class is not. The everage score of posttest in reading skill for the students in the experiment class showed 18,76 and the students in the control class showed 16,04. The result of study points out that teaching multiliteracy model gives an effect for the students in reading skill. Keywords: learning multiliteracy model, reading skill</jats:p
PENGARUH MEDIA WAYANG KERTAS TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA SISWA KELAS II SDN 116 PEKANBARU
The lack of media use in learning Indonesian, especially story material, causes students to be less interested in the lesson. Resulting in low listening skills of students because they do not understand the teacher's explanation of the story content. This study was written with the aim of determining the influence of paper puppet media on the ability to listen to stories of class II students at SDN 116 Pekanbaru. This quasi-experimental study used a Non Equivalent Control Group Design. The number of respondents was 71 people. The data collection instrument in this study used a formative test or multiple-choice test. The results of the study showed that paper puppet learning media had an influence on the ability to listen to stories of students at SDN 116 Pekanbaru. The results of the Independent-Sample T-Test with a sig. (2-tailed) value of 0.019 <0.05, then Ho was rejected and Ha was accepted. With the use of paper puppet media, the average value of the experimental class was greater than the control class. The learning outcomes of the experimental class were better than the control class. This shows that there is an influence between the effectiveness of paper puppet media on the ability to listen to stories
Pengembangan Media Power Point Interaktif Pada Materi Poster Kelas III SDN 190 Pekanbaru
This study aims to determine the development process, validity, and practicality ofinteractive PowerPoint media on poster material for third-grade elementary schoolstudents. The research method used was Research and Development (R&D) withthe ADDIE model. Primary data were obtained from interviews with teachers andstudents, as well as evaluations from validators, while secondary data werecollected from books and journals relevant to the study. Data collection techniquesincluded interviews and questionnaires. The research instruments consisted ofinterview sheets, validation sheets, and limited trial questionnaires. Data wereanalyzed both qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis was based onsuggestions and comments, while quantitative analysis was obtained fromvalidation scores, teacher and student responses, and practicality scores. Thevalidation results of the interactive PowerPoint media indicated a very valid categorywithout any revision. This is reflected in the validation results, with an average scoreof 97.32% for the material aspect, 95% for the language aspect, and 97.32% for themedia aspect. The practicality test achieved an average score of 100%, showing avery positive response from teachers and students toward the interactivePowerPoint media on poster material
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Model Pembelajaran Project Base Learning (PJBL) terhadap Motivasi Serta Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning, PJBL) terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas V SD. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan eksperimen semu dengan pengumpulan data melalui tes yang telah disiapkan sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PJBL dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dimana siswa dalam kelas eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai rata-rata kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, motivasi belajar siswa dalam kelas yang menerapkan PJBL juga mengalami peningkatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa PJBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa, dengan nilai signifikansi statistik yang menunjukkan p < 0,05, menandakan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya, PJBL terbukti sebagai metode pembelajaran yang efektif dan dapat dijadikan alternatif dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa
Implementation of differentiated learning in the Kurikulum Merdeka in class IV
Differentiated learning is learning that accepts and acknowledges readiness and interest in learning so that student learning diversity occurs. The aim of carrying out a differentiated approach is to ensure that students receive an approach that suits their characteristics and needs to maximize their potential and motivate them to learn. This research uses a qualitative approach in its methodology. The instruments used were interviews, observation, and documentation. Triangulation is a data validation technique that compares or checks the correctness of data using sources other than the original data. The validity of the data in this research uses three triangulations: technique, source, and time triangulation. Data and data sources were obtained through observation, documentation, and interviews. Primary data in this research are teachers and school principals. Meanwhile, secondary data used in this research was collected from various sources, including books, journals, papers, and other supporting materials. The results of the study concluded that there are several stages in differentiated learning, namely mapping students' needs through diagnostic assessments, designing differentiated learning plans according to students' needs by implementing content, process, and product strategies, and evaluating and reflecting on the learning that has been implemented.
Abstrak
Pembelajaran berdiferensiasi ialah pembelajaran yang menerima serta mengakui dengan adanya kesiapan dan minat belajar sehingga terjadilah keberagaman belajar peserta didik. Tujuan dilakukannya pendekatan berdiferensiasi supaya peserta didik menerima pendekatan yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik untuk memaksimalkan potensi serta memiliki motivasi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam metodologinya. Instrumen yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi adalah teknik validasi data yang membandingkan atau memeriksa kebenaran data dengan menggunakan sumber selain data asli. Dan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan 3 teknik triangulasi yakni triangulasi teknik, sumber dan waktu. Data dan sumber data didapatkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Data primer pada penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Sementara data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, makalah, dan bahan pendukung lainnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik melalui asesmen diagnostik, merancang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik dengan mengimplementasikan strategi konten, proses, dan produk, melakukan evaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan.
Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; penerapan kurikulu
Investigating Teachers’ Roles in Forming EFL Learners’ Self- Confidence: A Lesson Learned for Young Learners
Trust in oneself is a crucial aspect of personality development for students. The role of teachers is pivotal in fostering this self-trust among students. However, the implementation of this role often falls short, leading to instances where students lack confidence, such as feeling embarrassed when answering questions in front of the class. This study aims to delve into the teacher's role in cultivating students' self-trust, particularly among young learners in elementary schools. It employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation sheets, interview guidelines, and documentation to gather data. The data is analyzed qualitatively through techniques such as data condensation, data display, and drawing conclusions. The findings reveal several key roles that teachers play in nurturing EFL (English as a Foreign Language) learners' self-confidence, including acting as motivators, providing feedback, facilitating communication, and offering information. Implications for further studies include exploring the effectiveness of specific teaching strategies in enhancing students' trust in themselves and investigating the long-term effects of teacher-student interactions on self-confidence development
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN TEMA 2 SUBTEMA 2 DI KELAS V SDN 177 PEKANBARU
E-modul sangat dibutuhkan pada sebuah pengembangan untuk siswa lebih memahami atas pemberian bahan ajar oleh guru. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengembangkan e-modul berbasis nilai karakter serta mengetahui validitas e-modul berbasis nilai karakter. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap development. Validator penelitian ini adalah 2 orang pada aspek materi, 2 orang aspek desain dan 2 orang aspek bahasa. Metode pengumpulan data pada penelitian dengan cara wawancara, angket dan dokumentasi. Proses pengembangan e-modul berbasis nilai karakter diawali tahap analisis kebutuhan, kurikulum dan materi, perancangan produk, dan proses validitas kepada validator. Berdasarkan hasil validasi maka e-modul berbasis nilai karakter pada pembelajaran tema 2 sub tema 2 kelas V di SDN 177 Pekanbaru telah memenuhi kriteria dari segi aspek desain 88%, aspek materi 94% dan aspek bahasa 92% dan rerata nilai validitas keseluruhan 91% serta sangat valid digunakan. Saran penelitian diperlukannya penerapan E-modul agar mengetahui efektif serta praktis dalam penggunaan saat pembelajaran
Pendidikan multikultural untuk nilai-nilai budaya daerah siswa di sekolah dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan multikultural untuk nilai-nilai budaya daerah siswa di kelas IV SDN 006 Koto Sentajo Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini cocok digunakan karena dapat memberikan gambaran secara metodis dan sesuai situasi mengenai fakta, data, dan objek penelitian. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah dan 4 orang guru kelas IV. Penentuan subjek penelitian karena peneliti menganggap bahwa subjek mewakili tujuan penelitian yang dilakukan serta memenuhi kriteria dalam memberikan informasi. Cara pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam analisis data di penelitian ini adalah Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah dan guru menanamkan pendidikan multikultural pada nilai nilai budaya daerah siswa SDN 006 Koto Sentajo dengan menonjolkan sikap peduli dengan menanamkan serta mengenalkan budayanya sendiri; sikap toleransi dengan memberikan dorongan kepada siswa mngenai toleransi dengan berpartisipasi dalam tradisi dan praktik budaya local; dan sikap Kerjasama yang ditumbuhkan guru dengan gotong royong. Penelitian ini berperan dalam memberikan inovasi dengan menekankan pada pendidikan multikultural untuk mendorong nilai-nilai budaya lokal pada anak-anak di sekolah dasar. Tidak seperti penelitian sebelumnya yang lebih umum, penelitian ini fokus pada pendidikan multikultural di Kuantan Singigi yang kaya akan budaya daerah
- …
