1,721,178 research outputs found
Campur Kode Pada Novel Buyung Qori dan Upik Kabun Karya Fauziah Ridhwan (Tinjauan Sosiolingustik)
Fauziah Nur Hikmah. 2110742022, skripsi dengan judul “Campur Kode dalam novel Buyung Qori dan Upik Kabun Karya Fauziah Ridhwan” : Tinjauan Sosiolingustik. Program Studi Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.
Masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimana bentuk campur kode yang terjadi dalam novel Buyung Qori dan Upik Kabun karya Fauziah Ridhwan? dan apa faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode dalam novel Buyung Qori
dan Upiak Kabun karya Fauziah Ridhwan? Adapun tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan bentuk campur kode dalam novel Buyung Qori dan Upik Kabun karya Fauziah Ridhwan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi terjadinya
campur kode dalam novel Buyung Qori dan Upiak Kabun karya Fauziah Ridhwan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dalam bidang sosiolinguistik yaitu campur kode dan faktor penyebab terjadinya campur kode.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu yang pertama tahap penyediaan data. Pada tahap ini digunakan metode simak, yang dilakukan dengan cara menyimak dan membaca berulang-ulang setiap tuturan yang terdapat pada novel Buyung Qori dan Upik Kabun. Teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Tahap selanjutnya yaitu tahap analisis data. Pada tahap ini menggunakan metode padan
translasional. Teknik dasar yang digunakan pada metode padan yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya yaitu teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Selanjutnya yaitu tahap penyajian hasil analisis data.
Metode yang digunakan pada tahap ini yaitu metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan sebanyak 53 data yang terdapat peristiwa campur kode dalam novel Buyung Qori dan Upik
Kabun, yang terdiri dari 50 data peristiwa campur kode dari bahasa Indonesia dengan bahasa Minangkabau dan 3 data peristiwa campur kode dari bahasa Indonesia dengan bahasa Arab. Satuan lingual pada campur kode tersebut yaitu
satuan lingual dalam bentuk kata, frasa dan klausa. Selain itu, faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode yaitu latar belakang sikap penutur, latar belakang kebahasaan dan latar belakang penulis
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
EKSTRAKSI, IDENTIFIKASI, DAN UJI AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN SUNSCREEN EKSTRAK DESTILAT PREMIUM DAN KLOROFORM SEMANGKA MERAH DAN KUNING (Citrullus lanatus)
ABSTRAK Khayati, Fauziah Nur. 2018. Ekstraksi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas sebagaiAntioksidan dan Sunscreen Ekstrak Destilat Premium dan KloroformSemangka Merah dan Kuning (Citrullus lanatus). Skripsi, JurusanKimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dra. DedekSukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: semangka merah, semangka kuning, antioksidan, sunscreen, ekstrak destilat premium, ekstrak kloroform. Buah berwarna mengandung senyawa organik berupa zat warna yang berperan memberikan warna alami pada buah. Salah satu jenis buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat yaitu semangka. Buah semangka yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah semangka merah dan kuning. Perbedaan warna pada kedua jenis semangka menunjukkan kandungan senyawa yang berbeda pada buah tersebut. Zat berwarna pada senyawa organik memiliki struktur ikatan ganda terkonjugasi. Pada umumnya senyawa yang memiliki ikatan ganda terkonjugasi mudah mengalami oksidasi. Senyawa yang mudah mengalami oksidasi berpotensi sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai sunscreen. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengekstraksi zat pada buah semangka merah dan kuning (Citrullus lanatus); (2) mengkarakterisasi zat ekstrak destilat premium dan ekstrak kloroform semangka merah dan kuning (Citrullus lanatus); (3) menentukan aktivitas antioksidan dan sunscreen zat ekstrak destilat premium dan ekstrak kloroform semangka merah dan kuning (Citrullus lanatus). Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium yang terdiri dari empat tahap. Tahap 1: preparasi sampel, yaitu: pengumpulan, pemisahan biji, pemotongan, pemerasan, dan pengeringan. Tahap 2: ekstraksi zat dalam sampel dengan cara maserasi dan teknik soxhlet. Tahap 3: karakterisasi dan identifikasi zat hasil ekstraksi yang meliputi wujud, warna, kelarutan, derajat ketidakjenuhan, titik lebur, interpretasi spektra UV-Vis dan IR. Tahap 4: uji aktivitas zat hasil ekstraksi sebagai antioksidan dan sunscreen. Ekstrak destilat premium semangka merah berwujud padatan lunak berwarna merah, larut dalam etil asetat; memiliki gugus O-H, C=O ester, dan terdapat ikatan C=C alkena. Ekstrak destilat premium semangka kuning berwujud padatan lunak berwarna kuning; larut dalam etil asetat dan aseton; memiliki gugus O-H, C=O ester, dan terdapat ikatan C=C alkena. Ekstrak kloroform semangka merah berwujud padatan lunak berwarna merah; larut dalam aseton dan etil asetat; memiliki gugus O-H, C=O ester, dan terdapat ikatan C=C alkena. Ekstrak kloroform semangka kuning berwujud padatan lunak berwarna kuning kecoklatan dengan titik lebur 35-50°C; larut dalam etil asetat; memiliki gugus O-H, C=O aldehida, dan terdapat ikatan C=C alkena, dan C=C aromatik. Ekstrak destilat premium semangka merah dan kuning, ekstrak kloroform semangka merah dan kuning tidak memiliki aktivitas antioksidan (KP50 11.102,79 ; 11.919,97 ppm; 4767,89 ppm; dan 7952,62 ppm) dan sunscreen (SPF 0,5825; 1,3635; 1,9115; dan 1,2777)
PENGARUH EFIKASI DIRI, KEMANDIRIAN BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK N 13 JAKARTA BARAT PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN KEUANGAN
Fauziah Nur Arifin. Pengaruh Efikasi Diri, Kemandirian Belajar, dan
Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi SMK N
13 Jakarta Barat Pada Mata Pelajaran Pengantar Akuntansi dan Keuangan.
Skripsi. Jakarta. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Konsentrasi Pendidikan
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Univeristas Negeri Jakarta, 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efikasi diri, kemandirian belajar,
motivasi belajar, dan hasil belajar siswa serta mengetahui pengaruh dari efikasi
diri, kemandirian belajar, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas
XI Akuntansi SMK N 13 Jakarta pada mata pelajaran Pengantar Akuntansi dan
Keuangan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik
pengumpulan data berupa dokumentasi hasil belajar siswa dan teknik penyebaran
angket atau kuesioner untuk pengumpulan data efikasi diri, kemandirian belajar,
dan motivasi belajar siswa. Validasi instrumen penelitian menggunakan rumus
product moment dan pengujian reliabilitas butir soal menggunakan rumus Kurder
Ricardson 20 (K-R.20). Teknik analisis data ini menggunakan uji persyaratan
analisis yaitu uji normalitas dan linieritas. Kemudian dilakukan analisis
persamaan regresi berganda. Sedangkan pengujian hipotesis melalui uji T dan Uji
F. Selanjutnya, dilakukan pengujian koefisien determinasi.
Berdasarkan hasil uji prasyarat analisis diperoleh bahwa seluruh data yang
digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal dan linier. Dari hasil analisis
persamaan regresi berganda diketahui bahwa efikasi diri, kemandirian belajar, dan
motivasi belajar bernilai positif sehingga ketiganya berpengaruh positif terhadap
hasil belajar siswa.
Diketahui berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji T diperoleh
efikasi diri sebesar 2,458 >
sebesar 1,989. Untuk hasil uji T kemandirian
belajar diperoleh
14,146 >
yaitu 1,989. Sedangkan hasil uji T
motivasi diperoleh
1,887 <
yairu 1,989. Sehingga dari hasil uji T
tersebut diketahui bahwa efikasi diri dan kemandirian belajar berpengaruh
signifikan terhadap hasil belajar sedangkan motivasi belajar tidak berpengaruh
signifikan terhadap hasil belajar. Hasil uji F diperoleh
sebesar 188,019 >
yaitu 2,72. Sehingga diketahui bahwa efikasi diri, kemandirian belajar, dan
motivasi belajar berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar dengan
persentase keberpengaruhan sebesar 87,3%. Disimpulkan bahwa efikasi diri,
kemandirian belajar, dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan
secara simultan terhadap hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK N 13
Jakarta pada mata pelajaran Pengantar Akuntansi dan Keuangan.
Kata kunci : efikasi diri, kemandirian belajar, motivasi belajar, dan hasil belaja
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
