1,732,574 research outputs found
KIAGUS AHMAD FAUZAN 19411041 PEMROGRAMAN HARI JUMAT
[JAVA PROGRAM KLINIK KESEHATAN]
NPM : 19411041
NAMA : Kiagus Ahmad Fauzan
PRODI : Sistem Informasi
FAKULTAS : Ilmu Komputer
EMAIL : [email protected]
Analisis Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien (Studi Pada Praktek Umum dr. Fauzan)
Health services are a service that is quite important and strategic, because it concerns the lives and souls of many people. For this reason, quality service products from this service provider are absolutely necessary so that patient satisfaction can be realized. This study aims to determine the relationship between service quality and patient satisfaction at dr. Fauzan, Bantul. This research uses quantitative methods and the data collection tool is a Likert scale, which includes a scale for service quality and patient satisfaction. The number of respondents in this study was 100 people, namely visitors to the practice of dr. Fauzan is over 17 years old and has received services at least twice at this practice. The sampling technique in this research uses non-probability sampling, namely purposive sampling. The data analysis technique in this research uses multiple regression analysis. The research results show that first, physical evidence has a positive and significant effect on patient satisfaction, second, service quality including physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy together have a positive and significant effect on patient satisfaction as evidenced by the calculated F value of 6.004 and significance 0.000 < 0.05
KONSEP PENDIDIKAN AQIDAH PERSPEKTIF SYAIKH SHALIH FAUZAN AL FAUZAN
Pendidikan aqidah adalah inti dari pendidikan Islam dan merupakan tujuan diutusnya
para Rasul di muka bumi. Pendidikan ini dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul. Seiring dengan
penyebaran Islam, pendidikan aqidah tidak pernah terabaikan karena islam yang disebarkan oleh
nabi adalah islam yang utuh, yakni keutuhan dalam Islam, iman dan ihsan. Aqidah yang benar
tercermin dari kemurnian seluruh amal perbuatan dan ibadahnya hanya untuk Allah. Akhir akhir
ini aqidah yang benar merupakan hal yang mahal dan sulit dicari. Minimnya pemahaman akan
aqidah yang terkandung dalam al qur’an hadits akan semakin memperparah aqidah seseorang.
Untuk membentuk aqidah yang benar, hendaknya penanaman aqidah terhadap anak digalakkan
sejak dini, karena pembentukannya akan lebih mudah dibanding setelah anak tersebut menginjak
dewasa.
Kitab Tauhid membahas tentang pendidikan aqidah yang perlu kita aplikasikan dalam
kehidupan, baik lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat sehingga akan tercipta pribadi
yang santun sesuai tuntunan al qur’an. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana konsep pendidikan aqidah perspektif Syaikh Shalih Fauzan dan bagaimana
relevansinya dalam konteks sekarang. Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk
mengetahui bagaimana konsep pendidikan aqidah perspektif Syaikh Shalih Fauzan serta
bagaimana relevansinya dalam konteks sekarang. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan
adalah penelitian library research atau penelitian kepustakaan yang khusus mengkaji suatu
masalah untuk memperoleh data dalam penulisan penelitian ini. Adapun sumber data dalam
penelitian ini diperoleh dari data primer (pokok) dan data sekunder (penunjang/pendukung data
sekunder). Sumber primer dalam penulisan ini adalah karya atau tulisan asli Syaikh Shalih
Fauzan Al Fauzan. Adapun sumber sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku akhlak
aqidah yang relevan dengan pembahasan skripsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah historis-filosofis. Selanjutnya, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis
isi (content anaylisis).
Adapun konsep pendidikan aqidah perspektif Syaikh Shalih Fauzan terdiri dari tiga bab
yaitu : pembahasan tentang tauhid, al wala` dan bara, rukun iman, dan penyimpangan aqidah.
Sedangkan relevansinya terhadap konteks sekarang terbagi menjadi dua yaitu : internal (sesuai
dengan kurikulum aqidah MTs) dan eksternal (sesuai dengan permasalahan aqidah di tengahtengah
masyarakat)
Conversation between an older and younger man
This is a recording of two men, Saderi and Fauzan at Saderi's house in the village of Pondok Perasi. Saderi is a 72 year old man, born and grew up in Pondok Prasi. He was a fisherman when he was young, but now he is retired. Fauzan is 20 years old, born and grew up in Pondok Prasi. His mother is from central Lombok. Both speakers never left the island. The two men are talking about some business ideas for Fauzan, and Saderi gives some advise about how to balance work, family, friends and religion. The recording ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Herjan assisted with the recording. Video recorded on Canon VIXIA HFG40, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi
Benarkah Kita Murji’ah? Catatan atas Artikel Prof. Dr. Fauzan Saleh
This is a special note on the article written by Fauzan Saleh entitled Kita Masih Murji’ah: Mencari Akar Teologi Pemahaman Umat Islam Indonesia published in Tsaqafah Volume 7, No. 2, October 2009. The author notes that the article could plunge Muslims to the wrong conception. Fauzan begins his article on Caliph Uthman’s nepotism when designating Amr bin Ash as governor of Egypt, Mua’wiyah as governor of Sham and Sa’ad bin Abi Waqas as governor of Iraq and Persia. Further this article notes concerning the definition of Ahl al- Sunnah wa al-Jama’ah. In addition, the author sees Fauzan does not fully understand this concept. Thus, because he classified both Maturidist and Asy’arist only into this group, without explaining their true set of belief. Actually the truth about Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah is the groups who have unanimity in beliefs, traditions and the status of Prophet Muhammad (Peace be upon him) and the the very righteous people among Muslims in Islam. They are the prophet’s companions and Tabi’in (followers), and the schoolars who followed their guidance, and their way in terms of faith, words, and deeds until the Day of Judgment. From this point of view, the criticism persists about the actors a great sin whereby this article parsed differences between Ahlusunah and Murji’ah. According to the author, Fauzan has been on failure when he drew a hasty conclusion at the similarity belief of Murji’ah and Ahlusunah, whereas Ahlusunah’s creed is just a continuation of Murji’ah’s. As clearly written in Fauzan’s conclusions of the article, despite Murji’ah creed is no longer known at this time, but this concept still remains sustainable in Islamic theology.</p
MATERI PENDIDIKAN AQIDAH DALAM KITAB TAUHID KARYA SYAIKH SHALIH BIN FAUZAN AL FAUZAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP MATERI AQIDAH DI MADRASAH TSANAWIYAH
ABSTRAK
MATERI PENDIDIKAN AQIDAH PERSPEKTIF SYAIKH SHALIH BIN
FAUZAN AL-FAUZAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP MATERI
AQIDAH DI MADRASAH TSANAWIYAH
Oleh : Dini Aliani Putri
Pembinaan generasi Islam di atas aqidah yang benar sangat dibutuhkan
apalagi ketika penyimpangan dan dekadensi moral telah merapuhkan sendi-sendi
kehidupan, dimana salah satu penyebab terjadinya dekadensi moral tersebut ialah
lemahnya penghayatan terhadap nilai-nilai aqidah yang telah ditanamkan,
sehingga menyebabkan akhlaknya pun rusak. Oleh karena itu, dibutuhkanlah
peran ulama untuk menyadarkan umat Islam akan pentingnya pendidikan aqidah
sebagai landasan dalam memperbaiki akhlak dan memperkokoh aqidah bagi
kehidupan seseorang. Diantara barisan para ulama yang menyadarkan umat Islam
akan pentingnya pendidikan aqidah dalam kehidupan seseorang tersebut ialah
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana materi
pendidikan aqidah yang ditawarkan oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan,
sehingga apabila materi tersebut memiliki relevansi terhadap pendidikan aqidah
yang saat ini tengah berlangsung, maka dapat di adopsi untuk kemudian
diterapkan dan diambil manfaat serta kegunaannya bagi pendidikan aqidah di
Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah library
research. Sumber data yang digunakan dalam penelitian berdasarkan sumber data
primer dan sekunder. Sifat penelitian bersifat deskriptif kualitatif, dimana data
yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis content.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa secara umum
materi pendidikan aqidah perspketif Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan relevan
terhadap pendidikan aqidah di Madrasah Tsanawiyah yang meliputi definisi
aqidah, sumber-sumber, penyimpangan-penyimpangan aqidah, tauhid, dan rukun
iman.
Kata Kunci: Materi Pendidikan Aqidah, Shalih bin Fauzan Al-Fauza
APPLICATION OF SHARIA ACCOUNTING IN MURABAHAH AND MUDHARABAH FINANCING AT BMT FAUZAN AZHIIMA PAREPARE
Sharia accounting is an emerging area within accounting studies that is founded on truth values based on Islamic law. It is governed by PSAK, which is developed and published by the Financial Accounting Standards Council. The numerous opinions regarding sharia financial institutions not yet fully implementing sharia accounting in accordance with PSAK motivated the author to delve deeper into the application of accounting at BMT Fauzan Azhiima Parepare, particularly in the areas of murabahah and mudharabah financing.
This research adopts a qualitative approach, utilizing field research methods, and primary data collection through observation and interviews. The study was conducted at BMT Fauzan Azhiima Parepare, involving in-depth interviews with seven informants.
The findings of this research indicate that (1) the implementation of sharia accounting at BMT Fauzan Azhiima Parepare is reflected in its financial statements and the execution of its murabahah and mudharabah programs, which are in line with the recognition, measurement, presentation, and disclosure of transactions as prescribed by PSAK. (2) Sharia accounting appears to positively impact BMT Fauzan Azhiima Parepare by facilitating its ability to assess sharia financial positions regarding existing programs or transactions. Margins and profit-sharing are negotiated based on agreements between both parties, ensuring that each transaction aligns with the capabilities and needs of BMT Fauzan Azhiima Parepare’s customers.Akuntansi syariah adalah bidang baru dalam studi akuntansi yang berlandaskan nilai-nilai kebenaran sesuai hukum Islam. Akuntansi syariah diatur dalam PSAK, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Banyaknya pandangan mengenai lembaga keuangan syariah yang belum menerapkan akuntansi syariah sesuai dengan PSAK menjadi salah satu alasan bagi penulis untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai penerapan akuntansi di BMT Fauzan Azhiima Parepare, khususnya dalam pembiayaan murabahah dan mudharabah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode penelitian lapangan dan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan di BMT Fauzan Azhiima Parepare dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 7 informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan akuntansi syariah di BMT Fauzan Azhiima Parepare dijelaskan dalam laporan keuangan secara formal dan melaksanakan program murabahah serta mudharabah, yang dapat dikatakan sesuai dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi berdasarkan PSAK. (2) Akuntansi syariah tampaknya memberikan dampak pada BMT Fauzan Azhiima Parepare itu sendiri, yaitu dalam memudahkan BMT untuk melihat posisi keuangan syariah terkait program atau transaksi yang ada. Margin dan bagi hasil dibahas melalui hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, sehingga setiap transaksi diharapkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pelanggan BMT Fauzan Azhiima Parepare
METODE DAKWAH STRUKTURAL KIAI AHMAD FAUZAN
Changes in space and time also have an impact on changing patterns, approaches, methodologies, and characteristics of dakwah. Therefore da'wah can be situational and contextual according to the space and time that surrounds it. The understanding of a da'i in understanding Islamic da'wah comprehensively will give rise to a perspective in which the approach, dimensions and dynamics that must be prepared and what kind of model will be used in da'wah activities will determine the success of the da'wah activity. Kiai Ahmad Fauzan is one of the scholars who can be said to be visionary. Due to in-depth reading in terms of conditions, situations, and abilities, finally Kiai Ahmad Fauzan, besides using a cultural approach, also uses a structural approach. The structural approach was used as a method of da'wah which was fairly effective for him. Because, from the use of the structural da'wah method, Kiai Ahmad Fauzan can make it easier to coordinate, regulate, and ratify the rules that should apply or not. The methods of proselytizing Kiai Ahmad Fauzan found in this study are methods of political da'wah and methods of proselytizing education. This research uses descriptive-qualitative research with historical analysis in the form of "oral or spoken" from historians and people who have a close relationship with the subject or object under study
- …
