260 research outputs found

    PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA TELANG MENJADI PEWARNA ALAMI MAKANAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET DENGAN VARIASI WAKTU

    No full text
    (Della Fatria, 2021, 53 Halaman, 15 Tabel, 4 Lampiran) Tanaman bunga telang (Clitoria Ternatea) merupakan salah satu dari tanaman yang semua bagiannya memiliki manfaat fungsional bagi tubuh manusia. Bagian kelopak bunganya dilaporkan bermanfaat sebagai antioksidan, antidiabetes, antiobesitas, antikanker, antiinflamasi, antibiotik dan melindungi jaringan hati. Salah satu pigmen alami yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami adalah antosianin. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan salah satu sumber pigmen biru atau antosianin. Salah satu cara agar bunga telang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan memanfaatkan potensi pigmen alami dari ekstrak bunga telang dan beberapa kandungan di dalamnya dapat dilakukan dengan mengaplikasikannya menjadi pewarna alami makanan. Ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya penggunaan pewarna sintetis yang tidak aman yaitu menggantinya dengan pembuatan pewarna alami. Antosianin merupakan pigmen alami pemberi warna biru pada bunga telang (Clitoria Ternatea). Ekstraksi antosianin menggunakan metode soxhletasi dengan jenis pelarut aquades dan ethanol 96% dengan waktu ekstraksi (90, 120 dan 150 menit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu ekstraksi terbaik untuk ekstraksi antosianin dari bunga telang. Parameter penelitian meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif antosianin (rendemen ekstrak, total konsentrasi antosianin, dan aktivitas antioksidan) dari ekstrak bunga telang. Dari hasil penelitian didapatkan kondisi terbaik adalah ekstrak dengan pelarut aquades dan variasi waktu 90 menit dengan rendemen ekstrak 2,36%, konsentrasi total antosianin 80,105 mg/L,dan antioksidandengan IC50 35,91. Untuk uji organoleptik panelis rata-rata lebih menyukai sampel waktu ekstraksi 90 enit dengan pelarut aquades dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur

    PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAPMISKONSEPSI DAN KECERDASAN EMOSIONAL KELAS X PADAMATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA NEGERI 1 NATAR

    No full text
    ABSTRAK PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP MISKONSEPSI DAN KECERDASAN EMOSIONAL KELAS X PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA NEGERI 1 NATAR Oleh : Fatria Dara Adinda Tingginya miskonsepsi membahayakan peserta didik memahami konsep berikutnya, miskonsepsi mempengaruhi hasil belajar menjadi rendah, dengan meningkatkan kecerdasan emosional memudahkan memahami konsep dengan senang dan lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh model Creative Problem Solving terhadap miskonsepsi dan kecerdasan emosional kelas X materi Keanekaragaman hayati. Metode penelitian yaitu jenis penelitian Weak Experiment The One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen penelitian yaitu soal Three Tier-Multiple Choice untuk mengukur miskonsepsi peserta didik, jika jawaban benar alasan benar tingkat keyakinan tinggi maka memahami konsep, jika jawaban alasan benar atau sebaliknya tingkat keyakinan rendah maka tidak memahami konsep, jika jawaban dan alasan salah tingkat keyakinan tinggi maka miskonsepesi. Angket skala likert mengukur kecerdasan emosional dengan kriteria sangat setuju (4), setuju (3), tidak setuju (2), sangat tidak tidak setuju (1). Hasil One Sample T Test 0,00 < 0,05 berarti H1 diterima untuk hipotesis pertama dan hipotesis kedua, maka Model Creative Problem Solving berpengaruh terhadap miskonsepsi dan kecerdasan emosional. Model Creative Problem Solving salah satu solusi model pembelajaran untuk mereduksi miskonsepsi dan meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik materi kenekaragaman hayati kelas X di SMA Negeri 1 Natar. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Miskonsepsi, Model Creative Problem Solving

    Hubungan Antara Dampak Psikologis dengan Strategi Koping Pada Perawat di Era New Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Kota Padang

    No full text
    FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS Juni 2022 Nama : Fatria Surisna NIM : 2011316057 “Hubungan Antara Dampak Psikologis dengan Strategi Koping pada Perawat di Era New Normal Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Kota Padang” ABSTRAK Pandemi COVID-19 berdampak luas diberbagai aspek, tidak hanya pada kesehatan, tapi juga berdampak pada sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan serta kesejahteraan. Pandemi COVID-19 menempatkan sektor kesehatan khususnya perawat pada tekanan yang besar sehingga memberikan dampak dapat pada psikologis. Dalam menghadapi hal tersebut, perawat dapat menggunakan bermacam-macam strategi koping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dampak psikologis dengan strategi koping pada perawat di era new normal pandemi COVID-19 di rumah sakit yang menjadi rujukan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 193 perawat. Instrumen yang digunakan The Impact of Event Scale Revised (IES-R) dan Brief Coping Orientation to Problems Experience (Brief COPE). Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan data diuji dengan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan hampir setengahnya perawat yang pernah berdinas di ruang rawatan COVID-19 di rumah sakit Kota Padang mengalami dampak psikologis ringan (40,9%), dan sebagian besar perawat memiliki strategi koping adaptif (74,6%). Berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan antara dampak psikologis dengan strategi koping pada perawat di era new normal pandemi COVID-19 di rumah sakit Kota Padang (p = 0,225). Meskipun demikian, diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk tetap memerhatikan kesediaan sarana dan prasarana berupa APD dan menyiapkan konseling kesehatan jiwa seperti melakukan skrinning psikiatri kepada perawat sehingga dapat meminimalisir dampak psikologis. Kata kunci : Dampak psikologis, strategi koping, pandemi COVID-19 Daftar Pustaka : 51 (1989-2021

    PENGATURAN KEWENANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN INSTITUSI LAINNYA TENTANG PENGHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI

    No full text
    PENGATURAN KEWENANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN INSTITUSI LAINNYA TENTANG PENGHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI MHD. Fatria, No. Bp. 2020112013, Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas, 2024 Penghitungan dan pembuktian kerugian keuangan negara sangat penting, selain untuk menangkap para pelaku korupsi, juga berguna untuk mengembalikan kerugian negara yang disebabkan oleh korupsi ke kas negara. Perhitungan kerugian keuangan negara menjadi dasar bagi Jaksa Penuntut Umum dalam menyusun dakwaannya. Besaran kerugian keuangan negara yang akan dibuktikan oleh Penuntut Umum berasal dari hasil perhitungan lembaga yang memiliki wewenang untuk menghitung kerugian keuangan negara. Penjelasan Pasal 32 ayat (1) UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang menetapkan bahwa kerugian nyata dari keuangan negara adalah kerugian keuangan negara yang dapat dihitung berdasarkan temuan dari lembaga yang kompeten atau akuntan publik yang ditunjuk. Adapun permasalahan yang dibahas yaitu, Pertama, bagaimanakah pengaturan kewenangan BPK, BPKP dan Inspektorat serta institusi Kejaksaan RI dalam melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi, Kedua, bagaimana implikasi hukum terhadap perkara tindak pidana korupsi yang nyata-nyata dalam dokumen lembaga pemeriksa keuangan negara tidak ditemukan kerugian negara tetapi di dalam penyelidikan dan penyidikan ditemukan adanya unsur kerugian keuangan negara. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang kemudian dianalisa dengan cara preskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Auditor Kejaksaan sering dijadikan dasar untuk menyusun surat dakwaan dan surat tuntutan dan tidak luput pula Hakim dalam putusannya menganulir hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang berasal dari Audit Internal Kejaksaan RI, sementara yang memiliki kewenangan secara tertulis diatur dalam UU dan dapat men-declare besaran kerugian keuangan negara adalah BPK, sedangkan Kejaksaa RI belum memiliki kewenangan utk men-declare perhitungan kerugian keuangan negara secara tertulis dalam UU. Kata Kunci : Pengaturan, Kewenangan, BPK, Institusi Lainnya, Kerugian Keuangan Negara, Tindak Pidana Korups

    PENGELOLAAN HAMBATAN KEMAMPUAN BERPINDAHPADA KELUARGA PASIEN STROKE NON HEMORAGIKDI PUSKESMAS KALIBAGOR

    No full text
    Intan Fatria Yuliani1), Maisje Marlyn Kuhu2), Esti Dwi Widayanti3)Email : [email protected] : Stroke non hemoragik didefinisikan suatu sumbatan oleh bekuan darah, penyempitan sebuah arteri yang mengarah ke otak, atau embolus (kotoran) yang terlepas dari jantung atau arteri ekstrakranial. prevalensi stroke di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Riset Kesehatan pada tahun 2015 jumlah stroke hemoragik sebanyak 4.558 dan stroke non hemoragik sebanyak 12.795. Penderita stroke non hemoragik akan mengalami masalah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aktivitas merupakan rutinitas yang dikerjakan individu dan kegiatannya berbeda setiap waktunya dan salah satunya yaitu berpindah. Masalah berpindah yang sering dialami penderita stroke non hemoragik adalah hambatan kemampuan berpindah.Metode Penelitian : Menggunakan Studi Kasus dengan Desain Penelitian Deskriptif pada pasien stroke non hemoragik.Hasil : Hasil studi kasus pengelolaan hambatan kemampuan berpindah pada pasien stroke non hemoragik diperoleh adanya perubahan kemampuan berpindah pada pasien.Kesimpulan : melakukan pengelolaan hambatan kemampuan berpindah dengan tindakan keperawatan pasien siap meningkatkan latihan gerak sendi (rom) dan pengetahuannya, tetap disarankan agar pasien melanjutkan intervensi atau tindakan keperawatan secara mandiri, sehingga penyakit stroke non hemoragik dapat dikontrol secara mandiri melalui pengetahuan yang sudah didapatkan

    STRATEGI DIGITAL MARKETING GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PRODUK DI AIDA BRANDED MATAHARI STORE KEDIRI

    No full text
    Skripsi dengan judul “Strategi Digital Marketing Guna Meningkatkan Volume Penjualan Produk di Aida Branded Matahari Store Kediri” ini ditulis oleh Rimdan Fatria Sasti, NIM. 12405183378, dengan dosen pembimbing Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan dunia bisnis yang meningkat. Strategi untuk meningkatkan penjualan dengan menerapkan strategi pemasaran. Disertai kecanggihan teknologi yang maju, menjadi awal yang baik untuk menerapkan digital marketing sebagai upaya menambah jejaring pasar yang luas. Aida Branded Matahari merupakan usaha yang bergerak di bidang fashion. Fashion menjadi usaha yang banyak memunculkan pesaing saat ini. Oleh karena itu, perlu adanya analisis di Aida Branded Matahari terkait implementasi strategi digital marketing guna meningkatkan volume penjualan produk. Aida Branded Matahari didirikan oleh Ibu Aida Sulianis pada tahun 2018 dan terletak di Kabupaten Kediri. Produk yang dijual berupa pakaian wanita dan pria dari usia anak-anak hingga dewasa. Aida Branded Matahari memiliki 12 karyawan yang bertugas secara offline dan online. Rumusan masalah penelitian ini meliputi (1) bagaimana pemasaran digital yang diterapkan Aida Branded Matahari, (2) apa kelebihan dan kelemahan pemasaran digital yang diterapkan Aida Branded Matahari, dan (3) apa solusi untuk mengatasi kendala yang dialami dari pemasaran digital Aida Branded Matahari. Tujuan penelitian ini meliputi (1) meguraikan implementasi pemasaran digital Aida Branded Matahari, (2) analisis kelebihan dan kelemahan pemasaran digital yang dilakukan Aida Branded Matahari, dan (3) mengidentifikasi solusi dalam menyelesaikan kendala yang dialami Aida Branded Matahari guna meningkatkan volume penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data primer berupa hasil wawancara terhadap pemilik usaha, karyawan dan admin hingga konsumen. Sumber data sekunder berupa literatur yang berhubungan dengan strategi pemasaran guna meningkatkan volume penjualan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran digital yang diterapakan Aida Branded Matahari memanfaatkan media social dan menarik konsumen dengan menawarkan diskon hingga giveaway pada event tertentu, (2) kelebihan menerapkan pemasaran digital meliputi media social sebagai alat promosi karena jaringan cepat tersebar, serta dana yang dikeluarkan minim. Sedangkan untuk kelemahan, mudahnya pesaing mengambil foto produk pada marketplace dan ketidaksesuaian stok yang dengan etalase marketplace, dan (3) solusi untuk permasalahan yang dialami adalah dengan menambahkan watermark (tanda air) pada foto terkait legalitas foto produk. Selain itu, juga berupaya menambah jumlah media social tempat melakukan penjualan untuk menambah jumlah pesanan pelanggan guna meningkatkan volume penjualan. Kata Kunci: Strategi pemasaran, pemasaran digital, Aida Branded Matahari Stor

    The Development of Early Childhood Naturalist Intelligence through Environmental Education

    No full text
    Environmental education exists as a solution to improving the intelligence of early childhood naturalists, but its implementation is often forgotten or only as a hidden curriculum. The purpose of this study is to provide information related to the implementation of environmental education for early childhood to improve the intelligence of early childhood naturalists. The research method used in this study is a qualitative method presented in the form of an in-depth literature review. Literature study efforts are carried out by reading, observing, recognizing, and describing to analyze reading material in the form of related literature as a reference source. The result of this study is that the use of instructional strategies for gardening activities and creative game-based environmental learning can be considered to improve the intelligence of early childhood naturalists. In addition, it was also found that the material often used by educators to improve naturalist intelligence is the introduction of animals and plants. The trend of measuring the intelligence of early childhood naturalists uses many observation sheets, but it is also recommended to use research instruments that have been standardized or published in reputable scientific articles to obtain valid and reliable data. Keywords: environmental education, early childhood, naturalist intelligence&nbsp;&nbsp; References: Adawiyah, A. S. R., &amp;; Dewinggih, T. (2021). Environmental Education in Early Childhood through the provision of trash cans and simulation methods. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(November), 12–23. https://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/Proceedings Adawiyah, R., Rohyana, F., &amp;; Ashari, M. A. (2019). Development of Naturalist Intelligence through Science-based Project Methods at TK Titipan ilahii rencoong Kelayu Jorong. CARE Journal, 7(1), 1–6. https://core.ac.uk/download/pdf/229499766.pdf Agustiana, M. (2021). Efforts to Improve Early Childhood Naturalistic Intelligence of 5-6 Years through Farming Activities at Tk PGRI Bandar Lampung &nbsp;[Raden Intan State Islamic University Lampung]. http://repository.radenintan.ac.id/15122/ Amini, R., &amp;; Munandar, A. (2014). The influence of the outdoor-based environmental education learning model on mastery of the concept of environmental education for prospective elementary school teachers. Journal of Educational Research,&nbsp; 11(1), 14–21. http://www.jurnal.upi.edu/file/3_risda.pdf Anggraini, D. (2017). Improve the naturalist intelligence of children aged 5-6 years through plant exploration. Yaa Bunayya: Journal of Early Childhood Education, 1(2), 137–146. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/yby.1.2.137-146 Aprilianti, R., &amp;; Septiani, S. (2021). Improve the naturalist intelligence of children aged 5-6 years through a scientific approach. Golden Age Journal, Hamzanwadi University, 5(02), 393–407. https://doi.org/https://doi.org/10.29408/jga.v5i02.3962 Ardoin, N. M., &amp;; Bowers, A. W. (2020). Early childhood environmental education: A systematic review of the research literature. Educational Research Review, 31(November 2019), 100353. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2020.100353 Asih, S., &amp;; Susanto, A. (2017). Increasing naturalist intelligence in children aged 5-6 years through learning models in natural material centers. Yaa Bunayya : Journal of Early Childhood Education, &nbsp;1(1), 33–38. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/yby.1.1.33-38 Chandrawati, T. (2021). ECCE teachers' understanding of environmental literacy is related to environmental education. Proceedings of Covid 19 Era Integrative Holistic Early Childhood Development, September, 125–130. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/paudhi/article/view/897 Cinantya, C., &amp;; Maimunah. (2022). Science Learning Based on Creative Play Activities in Wetland Environments to Develop Early Childhood Naturalistic Intelligence. Journal of Early Childhood Education Undiksha, 10(3), 449–456. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/paud.v10i3.52560 Creswell W., J. (2013). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches. Learning Library. Destarani, A., &amp;; Sari, R. N. (2021). Naturalist Intelligence in PAUD SPS An-Nabat Class A. Journal of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education,&nbsp; 01(01), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10.54892/jpgmi.v1i1.127 Devi Artanti, G., Fidesrinur, F., &amp;; Garzia, M. (2022). Stunting and Factors Affecting Toddlers in Indonesia. JPUD - Journal of Early Childhood Education, 16(1), 172–185. https://doi.org/10.21009/jpud.161.12 Djoehaeni, H. (2014). Learning Model of Environmental Education in Early Childhood Education. Edutech, 13(1), 1. https://doi.org/10.17509/edutech.v13i1.3216 Dwikayani, Y. (2015). IMPROVE CHILDREN'S NATURALIST INTELLIGENCE THROUGH GARDENING ACTIVITIES. Growth and Development : A Study of ECCE Theory and Learning, 5(01). https://doi.org/https://doi.org/10.36706/jtk.v5i1.8202 Ekayanti, Y. (2014). Developing naturalist intelligence about the preschool environment of children aged 5-6 years Tk Lkia III Pontianak. Journal of Equatorial Education and Learning, &nbsp;3(3), 1–13. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.26418/jppk.v3i3.5003 Fajrin, L. P. (2020). Environmental Education in Raudhatul Athfal. Journal of Tunas Siliwangi, 6(2), 71–77. https://doi.org/https://doi.org/10.22460/ts.v6i2p71-77.2080 Fajrin, L. P., &amp;; Alwiyah, N. (2023). Implementation of Naturalist Intelligence Development in Early Childhood Aisyiyah Kindergarten Kartasura Branch. Journal of Shoots, 9(1), 8–16. https://doi.org/https://doi.org/10.22460/ts.v9i1.3387 Fang, W.-T., Hassan, A., &amp;; LePage, B. A. (2022). The Living Environmental Education. Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-981-19-4234-1 Fatria, E. (2023). Differences in student knowledge about the health of public places and tourism using project based learning strategies and strategies. Human Care Journal, 8(3), 481–495. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.32883/hcj.v8i3.2634 Fatria, E., Priadi, A., Artanti, G. D., &amp;; Alhamda, S. (2024). Utilizing the Geoeco-Book Learning Package to Improve Eco-Literacy of Z Generation Students in Elementary Schools. GeoEco, 10(1), 39–53. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/ge.v10i1.82151 Fatria, E., Putrawan, I. M., &amp;; Artanti, G. D. (2019). Environment and commitment, locus of control and intention to act. Indian Journal of Public Health Research and Development, 10(9), 1781–1785. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.02711.6 Fatria, E., Rahmat Suwandi SN, F., &amp;; Fadhani, M. (2023). Socialization of education in nursing to improve interpersonal intelligence for students. Empowering Society Journal, 4(2), 125–139. https://ojs.fdk.ac.id/index.php/ESJ/article/view/2597/pdf Firdausyi, A. N., Noormawanti, N., &amp;; Marlisa, L. (2022). Implementation of naturalist intelligence in children in the learning theme "I Love Indonesia." SNPPM-4 (National Seminar on Research and Community Service) in 2022 Universitas Muhammadiyah Metro, 4, 69–75. https://prosiding.ummetro.ac.id/index.php/snppm/article/view/62%0Ahttps://prosiding.ummetro.ac.id/index.php/snppm/article/download/62/61 Fuaida, R., Sari, I. K., &amp;; Fitriani, F. (2023). Increase naturalist intelligence through science games in group B children of Al-Ikhlas Lamlhom kindergartenIncreasing naturalist intelligence through science games in group B children of Al-Ikhlas Lamlhom Kindergarten. Student Scientific Journal, 4(1), 1–14. https://jim.bbg.ac.id/pendidikan/article/view/935 Gumitri, A., &amp;; Suryana, D. (2022). Stimulation of Naturalist Intelligence of Children Aged 5-6 Years through Life Science Activities. &nbsp;Journal of Obsession : Journal of Early Childhood Education, 6(4), 3391–3398. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2334 Hadjichambis, A. C., &amp;; Paraskeva-Hadjichambi, D. (2020). Education for Environmental Citizenship: The Pedagogical Approach. https://doi.org/10.1007/978-3-030-20249-1_15 Hasanah, N., Harmawati, D., Riyana, M., &amp;; Usman, A. N. (2019). Improve naturalist intelligence of early childhood through gardening activities in group children a Merauke State Pembina Kindergarten. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 343(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/343/1/012186 Hendriani, I., Adjie, N., &amp;; Putri, S. U. (2023). Application of learning with an environmental approach to improve the intelligence of early childhood naturalists. Proceedings of PGPAUD UPI National Seminar Purwakarta Campus,2(1), 112–117. http://proceedings.upi.edu/index.php/semnaspgpaudpwk/article/view/2549%0Ahttp://proceedings.upi.edu/index.php/semnaspgpaudpwk/article/download/2549/2337 Hidayah, V. N., &amp;; Baedowi, F. S. (2020). The role of PLH (Environmental Education) SMAN 3 Klaten New Normal Era: Planting from school to home. Environmental Education and Sustainable Development, 21(2), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/PLPB.212.01 Indrayani, D. P. (2021). Developing Children's Naturalistic Intelligence through Gardening Activities at Sukarame Group B Lotus Kindergarten Bandar Lampung for the 2020/2021 Academic Year [Raden Intan State Islamic University Lampung]. http://repository.radenintan.ac.id/15351/ Ismail, A. (2018). Development of Early Childhood Naturalist Intelligence Instruments in East Luwu Regency, South Sulawesi Province. Journal of Educational Evaluation, 9(1), 16–29. https://doi.org/doi.org/10.21009/JEP.091.03 Ismail, M. J. (2021). Character education cares for the environment and maintains cleanliness in schools. The Old Teacher : Journal of Education and Learning, 4(1), 59–68. https://doi.org/10.31970/gurutua.v4i1.67 Jufri, J., La Fua, J., &amp;; Nurlila, R. U. (2019). Environmental Education at Public Elementary School 1 Baruga Kendari City. . . Al-TA'DIB: Journal of Educational Studies,&nbsp; 11(2), 164–181. https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-tadib/article/view/1133 Juniarti, Y. (2015). Increasing naturalist intelligence through field trip methods. Early Childhood Education, 9(2), 272. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/JPUD.092.05 Khan, R. I. (2022). Stimulation of early childhood naturalist (nature-smart) intelligence with an exploration approach to the natural environment. Proceedings of OPPSI National Seminar 2022, 62–69. https://publishing.oppsi.or.id/index.php/SN/article/view/9 Latifah, C. N., &amp;; Prasetyo, I. (2019). Effectiveness of Educational Game for the Intelligence of Early Childhood Naturalist. 296(Icsie 2018), 310–314. https://doi.org/10.2991/icsie-18.2019.56 Marlyana, A. V. (2023). Field trip method (field trip) group B at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training in June 2023. Kiai Haji State Islamic UniversityACHMAD sIDDIQ. Martuti, N. K. T., Rahayuningsih, M., Zaka, M. N. H. F., &amp; Arifin, M. S. (2022). ENVIRONMENTAL EDUCATION FOR CHILDREN IN MOUNTAIN FOREST BUFFER VILLAGE (Case Study: Ngesrepbalong Village, Limbangan District, Kendal Regency). Proceedings of Science XII National Seminar "PISA Through Future Science for an Environmentally Friendly Generation," 30–39. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snipa/article/view/1334 Milin, S., Fadillah, F., &amp;; Halida, H. (2014). Increased Intelligence of Naturalists Aged 5-6 Years in Pembina State Kindergarten. Journal of Equatorial Education and Learning, 3(8), 1–12. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.26418/jppk.v3i8.6067 Mulyatno, C. B. (2022). Environmental Education from an Early Age in the Perspective of Y.B Mangunwijaya's Liberation Theology. &nbsp;Journal of Obsession : Journal of Early Childhood Education, 6(5), 4099–4110. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2570 Nurdiansyah, E., &amp;; Komalasari, K. (2023). Forming Ecological Citizenship through Community Activity-based Environmental Education. Environmental Education and Sustainable Development, 24(01), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/PLPB.212.01 Nurwati, R. (2020). Increasing naturalist intelligence through planting vegetable seeds for children aged 5-6 years at Permata Genting Boyolali Kindergarten. Semarang State University. Ultimate, C. B. (2015). Efforts to Improve Naturalist Intelligence through Traditional Market Games [Yogyakarta State University]. https://eprints.uny.ac.id/26707/1/SKRIPSI CHOIRUNNISA%27 BUDI PAMUNGKAS.pdf Pelima, J. N. (2014). Environmental Education with Outbound Method for Early Childhood: Literature Review. Journal of Academia, 1(2), 19–32. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31227/osf.io/ekzd3 Prezylia, Z., Sasongko, R. N., &amp;; Ardina, M. (2021). Teachers' efforts in improving naturalist intelligence in PAUD IT Nur' A thifah Pasar Manna, South Bengkulu Regency. ECCE PEN Journal, 2(1), 33–40. https://doi.org/https://doi.org/10.33369/penapaud.v2i1.14843 Primahesa, A., Sajidan, S., &amp; Ramli, M. (2023). Improving higher order thinking skills in high school biology: A systematic review. Biosphere: Journal of Biological Education, 16(1), 206–218. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/biosferjpb.26724 Priyatna, A., Meilinawati, L., &amp;; Subekti, M. (2017). Introduction of environmentally friendly lifestyles for mothers and children at Paud Siti Fatimah, Cirebon City. Journal of Community Service, 1(6), 348–351. http://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/view/16427 Rahmatunnisa, S. &amp;, &amp;; Halimah, S. (2018). Efforts to improve the naturalist intelligence of children aged 4-5 years through playing sand. Yaa Bunayya : Journal of Early Childhood Education, 2(1), 67–82. https://doi.org/https://doi.org/10.24853/yby.2.1.67-82 Rahmawati, L. E. (2018). Efforts to Improve the Naturalist Intelligence of Children Aged 4-5 Years Through the Application of Outdoor Learning at PAUD Aisyiyah Kasih Ibu Dukun District, Magelang Regency [Semarang State University]. https://lib.unnes.ac.id/32410/ Rocmah, L. I. (2016). Increasing Naturalist Intelligence Through Messy Play for Children Aged 5-6 Years. Pedagogy : Journal of Education, 5(1), 47–56. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v5i1.88 Rossa, V. O. (2014). Optimization of Early Childhood Naturalist Intelligence through Science Learning with Horta Puppet Media [University of Bengkulu]. https://core.ac.uk/download/pdf/35338424.pdf Safira, A. R., &amp;; Wati, I. (2020). The importance of environmental education from an early age. JIEEC (Journal of Islamic Education for Early Childhood), 1(1), 21. https://doi.org/10.30587/jieec.v1i1.1592 Sari, A. P., Febrini, D., &amp;; Wiwinda, W. (2023). Implementation of Outdoor Learning in Developing Early Childhood Naturalist Intelligence. Journal of Elementary School (JOES), 6(1), 126–133. https://doi.org/10.31539/joes.v6i1.6743 Saripudin, A. (2017). Naturalist intelligence development strategies in early childhood. AWLADY : Journal of Child Education, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.24235/awlady.v3i1.1394 Suhartini, Y., &amp;; Laela, A. (2018). Improving Early Childhood Natural Intelligence through Animal Recognition at TK Pelita Kota Bandung. &nbsp;Journal of Obsession : Journal of Early Childhood Education, 2(1), 43. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i1.6 Sukanti, S. (2021). Improving the Intelligence of Early Childhood Naturalists through Plant Maintenance Activities in Group B at RA Az-Zahra Galang [Universitas Pembangunan Panca Budi]. https://repository.pancabudi.ac.id/website/detail/21620/penelitian/meningkatkan-kecerdasan-naturalis-anak-usia-dini-melalui-kegiatan-pemeliharaan-tanaman-pada-kelompok-b-di-ra-azzahra-galang Sumitra, A., &amp;; Panjaitan, M. (2019). Improving the Intelligence of Early Childhood Naturalists through the Field Trip Method. Paud Lectura: Journal of Early Childhood Education, 3(2), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v3i01.3342 Susmini, S., &amp;; Sumiyati, S. (2019). Efforts to improve the naturalist intelligence of children aged 3-4 years through area-based creative play. Golden Age: Scientific Journal of Early Childhood Development, 3(1), 17–28. https://doi.org/10.14421/jga.2018.31-02 Syarofi, R., Ridwan, M., &amp;; Abidin, R. (2023). Application of Corn Seed Pounding Game to Increase Naturalist Intelligence in Group B RA Miftahul Ulum Singogalih Tarik Sidoarjo. Proceedings of the Conference of Elementary Studies, 627–646. https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Pro/article/view/19781 Ulfa, M. D. (2014). The influence of environmentally sound learning as a means of increasing naturalist intelligence in children aged 5-6 years at Pertiwi Kindergarten, Gunugpati District, Semarang. Early Childhood Education Papers (BELIA), 3(1), 38–46. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/belia.v3i1.3419 Ulfah, M., &amp;; Khoerunnisa, Y. (2018). The Effect of Using Inquiry Learning Strategies on Early Childhood Naturalist Intelligence in Majalengka Regency. Al-Athfal : Journal of Child Education, 4(1), 31–50. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2018.41-03 Walidaini, S. (2021). Development of Naturalist Intelligence in Early Childhood through the Project Approach [Ar-Raniry State Islamic University]. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/27604/ Widhiani, P., &amp;; Imam, M. (2018). ENVIRONMENTAL HYGIENE EDUCATION GAME (CASE STUDY IN TK TARBIYATUL MUTAALIMIN CANGKO VILLAGE). INTI TALAFA : Journal of Informatics Engineering, 10(02), 11–19. https://doi.org/https://doi.org/10.32534/int.v10i2.1607 Widiawati, M. (2022). Analysis of the Application of Environmental Education in Elementary Schools. Radiant, 6(1), 181–186. https://doi.org/https://doi.org/10.52802/pancar.v6i1.333 Wijaya, I. K. W. B., &amp; Dewi, P. A. S. (2021). Development of Early Childhood Naturalist Intelligence through the Unesco Environmental Education Model. Ideas: Educational, Social, and Cultural Journals, 7(3), 97. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.449 Winangun, I. M. A. (2020). Introduction to Life Science for Early Childhood through flashcard media with local content. Widya Kumara:Journal of Early Childhood Education, 1(2), 80–89. http://stahnmpukuturan.ac.id/jurnal/index.php/JPAUD/article/view/934/804%0Ahttp://stahnmpukuturan.ac.id/jurnal/index.php/JPAUD/article/view/934 Yunisari, D., Amri, A., &amp;; Fakhirah, F. (2016). Development of Children's Naturalist Intelligence in the Center for Natural Materials at PAUD Terpadu Aceh Besar. Scientific Journal of Early Childhood Education Students, &nbsp;1(1), 11–18. https://jim.usk.ac.id/paud/article/view/363 &nbsp

    Urgensi Contempt Of Court dalam Meningkatkan Wibawa Peradilan Tata Usaha Negara Di Indonesia

    No full text
    Abstrak: Pada tahun 2017 diperkirakan berjumlah lebih dari 15.000 laporan di antara itu terkait dengan tidak dieksekusinya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Di antara putusan TUN menjadi “macan ompong” karena tidak dijalankan oleh pihak yang kalah. Akibatnya wibawa putusan TUN sering rendah. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan mengapa Pelaksanaan Putusan Pera-dilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara khususnya di peradilan Tata Usaha Negara Pa-lembang adalah disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1). Yang menjadi eksekutor di dalam permasalahan ini adalah terletak di tangan tergugat sendiri, dengan kata lain tergugat seharusnya secara legowo melaksakanan pelaksaan putusan peradilan TUN tersebut. 2). Sebagaimana hasil temuan penulis selama mengadakan penelitian bahwa yang terjadi adalah bahwa belum ada aturan yang mengatur permasalahan tentang hasil monitoring dan evaluasi terhadap jalannya pelaksanaan putusan peradilan TUN dilapangan. Sehingga dengan kata lain Pihak Peradilan TUN tidak menge-tahui apakah Putusan tersebut telah dilaksanakan atau tidak, bahkan daeri temuan penulis pelaporan hanya berdasarkan penyampaian tergugat hanya melalui telepon atau pada saat pihak tergugat me-lengkapi berkas untuk pelaksanaan eksekusi putusan tersebut. 3). Kemudian permasalahan dwang-som yang hanya Berkisar Rp. 250.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,- 4). Kurangnya kesadaran pejabat negara sebagai tergugat dalam mematuhi aturan hukum atau mematuhi putusan hakim agar tercipta keadilan dan keharominisan hukum 5). Tidak adanya lembaga eksekutorial khusus atau lembaga sanksi yang berfungsi untuk melaksanakan putusan Berdasarkan uraian di atas penulis berasumsi bahwa sangat diperlukan penerapan contempt of court karena dari beberapa fakta sosio-logis dapat diketahui bahwa seringkali terjadi tindakan yang merongrong kewibawaan, kehormatan, independensi dan martabat lembaga peradilan terutama dalam kesimpulan ini adalah Urgensi Con-tempt of Court dalam Peradilan Tata Usaha Negara. Kata kunci: Urgensi Contempt of Court Abstract: In 2017 it is estimated that there are more than 15,000 reports among them related to the non-execution of the decision of the State Administrative Court (PTUN). Among the TUN rulings became "toothless tiger" because it was not run by the losers. As a result the authority of the TUN ruling is often low. There are several factors that cause why the Implementation of Judicial Verdict within the State Administrative Court especially in Palembang State Administrative Court is caused by several things as follows: 1). The executor in this matter is located in the hands of the defendant himself, in other words the defendant should legowoly implement the judicial verdict of the TUN. 2). As the findings of the authors during the research that happens is that there is no rule that regulates problems about the results of monitoring and evaluation of the implementation of judicial decisions TUN field. In other words, the TUN Tribunal does not know whether the Verdict has been executed or not, even the findings of the reporting authors are only based on the responding of the defendant only by phone or when the defendant completes the file for the execution of the verdict. 3). Then dwangsom problem that only ranged Rp. 250.000, - up to Rp. 5,000,000, - 4). Lack of awareness of state officials as defendants in complying with the rule of law or obeying the judge's decision to create justice and legal nuances 5). The absence of a special executive or sanction institution that serves to carry out the decision Based on the above description the authors assume that it is necessary the application of contempt of court because of some sociological facts can be known that often the action that undermines the dignity, honor, independence and dignity of the judiciary, especially in this conclusion is the Urgency of Contempt of Court in the State Administrative Court. Daftar Pustaka Fatria Khairo, Hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara, Cintya Press, Jakarta, 2016. Oemar Seno Adji dan Indriyanto Seno Adji, Peradilan Bebas dan Contempt of Court, Diadit Media, Jakarta, 2007. Yuslim. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Sinar Grafika, Jakarta, 2015. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang terakhir kali diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Pengadilan Tata Usaha Negarasebagaimana yang terakhir kali diubah dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. http://koran-sindo.com/page/news/16/1/3/Problematika_Eksekusi_Putusan_TUN

    PERANAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DI DESA TINIGI KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.bentuk-bentuk kegiatan orang tua dalam pembentukan spiritual anak di Desa Tinigi Kec. Galang Kab. Tolitoli yaitu memasukkan anak di Sekolah yang pendidikan Agamanya bagus, memasukan anak ke Taman Pengajian Anak, mengajarkan anak kecerdasan spiritual baik itu dirumah maupun di sekolah, megikutsertakan anak pada hari besar Islam. 2. Adapun faktor-faktor pendukung adalah pembentukan spiritual anak di Desa Tinigi Kec. Galang Kab. Tolitoli. Faktor pendukung yakni pola belajar mandiri, kondisi anak dan kondisi ruangan, faktor teman dan adanya motivasi dari keluarga dan lingkungan. Sedangkan faktor penghambat dalam peroses belajar kecerdasan spiritual anak antara lain kesadaran anak tersebut, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peran keluarga untuk membimbing anak ketika berada dilingkungan keluarga serta dukungan dari lingkungan

    PROTOTYPE SOLAR CELL BERBASIS TRANSISTOR TIPE MJ15003 MENGGUNAKAN SINGLE AXIS SOLAR TRACKER TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN

    No full text
    Energy usage is increasing every day with the growth of development in Indonesia. Electrical energy commonly used by the people of Indonesia comes from power plants that use fossil fuels. Sunlight can be electrical energy by using photovoltaic technology. In the discovery of solar energy there are factors that affect power. Surya's panel gets transistor main material MJ15003 as much 96 numbers. The operation of the solar cell depends on various things that will also affect the resulting power including a radiation intensity, titl of inclination and comparison of parallel and series circuit in transistors. On observational based on the radiation intensity is gotten energy big as 4.58–5.14 Watt. In the experiment with the optimum tilt of using single axis solar tracker is 59° and tilt without single axis solar tracker is 50°, obtained power increase in 11.5% of the use solar tracker. Based on the results and calculation of the magnitude of the resources obtained do not much different on the transistor with the order series and parallel circuits. In series with the value of the highest power 3.06 Watt and on a parallel series of 3.05 Watt
    corecore