222 research outputs found
Upaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Yatim dan Dhuafa melalui Bimbingan Konseling Islami di Yayasan Al-Kasyaf
Bimbingan konseling islam dalam meningkatkan rasa percaya diri anak sangatlah penting, terutama pada anak yatim dan dhuafa di yayasan al-kasyaf. Mereka membutuhkan bimbingan supaya rasa percaya dirinya meningkat. Ini dikarenakan berbagai faktor tidak percaya diri. yakni, adanya ketergantungan yang sangat kuat pada orang lain, sulitnya berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui program bimbingan konseling islam di yayasan yatim dan dhuafa al-Kasyaf. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan konseling islam di Yayasan yatim dan dhuafa al-Kasyaf.
3) Untuk mengetahui hasil bimbingan konseling islami upaya meningkatkan rasa percaya diri anak yatim dan dhuafa di Yayasan al-Kasyaf.
Penelitian ini didasarkan pada kerangka pemikiran bahwasanya upaya meningkatkan rasa percaya diri anak yatim dan dhuafa melalui bimbingan konseling islam di Yayasan al-Kasyaf perlu dilakukan. Oleh karena itu, adanya bimbingan untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang baik sehingga terciptanya suatu keberanian, keterampilan yang baik melalui kegiatan bimbingan konseling islami. Dengan cara ini anak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif, dengan tujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan proses pelaksanaan bimbingan anak yatim dan dhuafa di Yayasan al-Kasyaf dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi dan angket.
Hasil bimbingan konseling islam upaya meningkatkan rasa percaya diri anak yatim dan dhuafa di yayasan al-kasyaf bahwasanya program public speaking dan writting di yayasan al-kasyaf efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak, mereka melakukan latihan ceramah atau tausyah dihadapan teman-temannya dan pengurus. Berdasarkan motivasi intrinsik (dari dalam), dan motivasi ekstrinsik (dari luar). Terbukti, anak dapat terlibat dalam kegiatan bimbingan, hal ini sesuai dengan hasil penyebaran angket kepada anak, menunjukan bahwa rasa percaya diri anak saat melakukan latihan terlihat sangat bagus dan juga terlihat ketika mereka menyapa tamu yang datang dan terlihat ketika mempunyai waktu senggang mereka mengisi waktu luang tersebut dengan kegiatan yang positif, seperti bersih-bersih lingkungan sekitar, membaca buku, ataupun kegiatan lainnya
KEBIJAKAN GUBERNUR DIY DALAM PEMBANGUNAN BANDARA BARU DI KULON PROGO PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH
Negara kesatuan Republik Indinesia yang merupakan negara kepulauan
sehingga menjadikan sektor transportasi sangat penting dalam upaya
pembangunan wilayah di Indonesia, terutama transportasi udara yang akan
menjadi penghubung antar daerah. Dampak dari upaya pengembangan suatu kota
yang dilakukan berdasarkan pada peran dan fungsi kota melalui suatu kebijakan
pembangunan kota pada aspek fisik dapat meliputi meningkatnya intensitas
penggunaan lahan kota, meningkatnya penyediaan sarana dan prasarana kota,
serta meningkatnya kualits lingkungan kota. Desa yang akan terkena dampak
langsung dari relokasi bandara tersebut ada 4 (empat ) desa yaitu Desa Sindutan,
Desa Palihan, Desa Glagah, Desa Jangkaran, Keempat desa tersebut merupakan
desa yang terdapat di Kecamatan Temon yang wilayahnya dimanfaatkan untuk
wilayah pertanian, perikanan, perkebuanan, dan untuk pemukiman penduduk.
Mayoritas masyarakat didaerah tersebut bermata pencaharian sebagai petani dan
buruh tani sehingga mereka sangat menggantungkan hidupnya pada lahan
pertanian.
Dalam penelitia ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan ( field
research), yaitu melakukan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan
Gubernur DIY, aparat desa, tokoh masyarakat dan warga di desa Glagah guna
mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Penelitian ini bersifat deskriptifanalisis,
yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan data sesuai dengan yang
sebenenarnya kemudian data-data tersebut disusun, diolah dan dianalisis untuk
memberikan gambaran mengenai masalah yang ada. Selanjutnya pendekatan yang
dipakai adalah pendekatan yuridis dan normatif yang mana pendekatan yuridis
terhadap kebijakan pemerintah dan pendekatan normatif terkait norma dan kaidahkaidah
agama serta keterkaitannya dengan teori fikih siyasah, data yang penulis
peroleh dianalisis dengan teori kebijakan publik dan teori fikih siyasah yang
terfokus pada Al-Maslahah Al-Mursalah dengan kaidah bahwa kemaslahatan itu
harus kemaslahatan umat bukan untuk kemaslahatan kelompok atau golongan
tertentu. Hal ini dilakukan untuk menjelaskan kebijakan Gubernur terkait
pembangunan bandara dan dampaknya terhadap masyarakat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok, yaitu
kelompok fanati terhadap pembangunan bandara dan kelompok liberal terhdap
pembangunan bandara dan kelompok moderat terhadap pembangunan bandara.
Selanjutnya adanya pembangunan tersebut berpotensi positif terhadap
peningkatan perekonomian masyararakat yang ada di Kulon Progo dan dari
pembangunan tersebut diantaranya terdapat peningkatan pendapatan daerah dan
terbukanya lapangan pekerjaan, dampak negatif yang akan dirasakan yaitu akan
banyaknya pengangguran dari sektor pertanian karena lahan pertanian yang ada
disana sudah diratakan dengan tanah, dan kultur masyarakat setempat yang masih
kental dengan pola masyarakat agraris akan sangat sulit bagi masyarakat agraris
untuk berpindah pola ke industri ataupun ke pekerjaan lain
Measuring the gains from international portfolio diversification
Stock market ; Capital assets pricing model
Incentivizing Cooperation in P2P File Sharing: Indirect Interaction as an Incentive to Seed
The fundamental problem with P2P networks is that quality of service depends on altruistic resource sharing by participating peers. Many peers freeride on the generosity of others. Current solutions like sharing ratio enforcement and reputation systems are complex, exploitable, inaccurate or unfair at times. The need to design scalable mechanisms that incentivize cooperation is evident. We focus on BitTorrent as the most popular P2P file sharing application and introduce an extension which we refer to as the indirect interaction mechanism (IIM). With IIM BitTorrent peers are able to barter pieces of different files (indirect interaction). We provide novel game theoretical models of BitTorrent and the IIM mechanism and demonstrate through analysis and simulations that IIM improves BitTorrent performance. We conclude that IIM is a practical solution to the fundamental problem of incentivizing cooperation in P2P networks.Software Computer TechnologyElectrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc
Library Consortia in Developing Countries: An Overview
“Library consortia” refers to co-operation, co-ordination and collaboration between, and among, libraries for the purpose of sharing information resources. The purpose of this paper is to review consortia efforts in developing countries. The paper reviews the literature on library consortia in developing countries in general and India in particular. It also outlines the advantages and disadvantages of consortia. The literature review reveals that libraries in developing countries have been working on consortia at national, regional and international level. However, some barriers such as poor technological and communication infrastructure, inadequate finances, culture and context, attitudes toward consortia and multiple efforts are reported to be limitations of consortia activities in developing countries
Incentivizing Seeding In BitTorrent - Indirect Interaction as an Incentive to Seed
BitTorrent has turned into the most popular P2P file sharing protocol and is used for various purposes such as Video on demand and Media Streaming. The fundamental problem with P2P networks in general is that quality of service highly depends on altruistic resource sharing by participating peers. Many peers freeride on the good intentions of others and BitTorrent is no exception. Current solutions like reputation systems and sharing ratio enforcement are complex, exploitable, inaccurate or unfair at times. The need to design scalable mechanisms that mitigate such problems is evident. We demonstrate through measurements that BitTorrent peers are able to barter pieces of different files (indirect interaction) which is a previously unknown property of the BitTorrent protocol. We introduce a centralized extension for the BitTorrent protocol which we refer to as the indirect interaction mechanism (IIM). IIM incentivizes seeding and mitigates problems of unfairness and exploitation while at the same time achieving linear scalability. We provide game theoretical models of the mechanism and demonstrate through analysis and simulations that IIM improves BitTorrent performance for certain cases and that it does not degrade performance for others. We conclude that IIM is a practical solution to the fundamental problem of P2P networks like BitTorrent.Computer Science / AlgorithmicsComputer ScienceElectrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc
PERBEDAAN MEDIA KOMIK DAN DREALL HEALTHY TERHADAP PENGETAHUAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
AbstrakAnak sekolah dasar merupakan anak dengan usia sekolah 6-12 tahun yang pada masa ini anak masihrawan terhadap masalah kesehatan. Anak usia sekolah dasar mengalami masalah kesehatan salah satunyadiakibatkan oleh kurangnya pengetahuan anak dalam mengkonsumsi jajanan sehat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat adalah dengan memberikanpendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendidikan kesehatan denganmedia komik dan dreall healthy terhadap pengetahuan jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pretest dan post test group. Sampel penelitian terdiridari 2 kelompok yaitu kelompok media komik 54 sampel dan kelompok dreall healthy 54 sampel yangdiambil menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dengancluster sampling. Penelitian ini menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil analisismenggunakan Uji t berpasangan pada kelompok media komik dan dreall healthy menunjukkan bahwaterdapat perbedaan skor pengetahuan anak tentang jajanan sehat sebelum dan setelah diberikanpendidikan kesehatan dibuktikan dengan nilai p value pada kelompok media komik 0.000 (p 0,05). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media komik dan dreallhealthy dapat meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar.Kata kunci: Media Komik, Dreall Healthy, Pengetahuan, Jajanan Sehat.AbstractElementary school are children with 6-12 years of school age who at this age are prone to healthproblems. Primary school-age children experience health problems, one of which is caused by lack ofknowledge about healthy snacks. One effort that can be done in increasing children’s knowledge abouthealthy snacks is to provide health education. This study aimed to find out the difference in healtheducation with comic media and dreall healthy against healthy snack knowledge in elementary schoolage children. This study was quasy experimental with pretest and post test group. The research sampleconsisted of 2 groups, comic media groups totaling 54 samples and dreall healthy groups totaling 54samples taken using non probability sampling techniques with a purposive sampling approach withcluster sampling. This study used paired t test and independent t test. Results of the analysis usingpaired t test in the comics media group and dreall healthy showed that there were differences inchildren’s knowledge score about healthy snacks and after being given health education the comic mediagroup obtainted the p value of 0.000 (p >0.05) and the dreall healthy group got p value of 0.000 (>0.05).The results of the analysis using independent t test on comic media and about dreall healthy groupsshowed thet there was no significant difference in childrend’s knowledge about healthy snacks after beinggiven health education with a p value of 0.840 (p > 0.05). Health education by using comic media anddreall healthy can increase knowledge about healthy snacks in elementary school-aged children.Keywords : Comics Media, Dreall Healthy, Knowledge, Healthy Snack
Skeletal muscle function and fibre types: The relationship between occlusal function and the phenotype of jaw-closing muscles in human
Mammalian skeletal muscle cells are composed of repeated sarcomeric units containing thick and thin filaments of myosin and actin, respectively. Excitation of the myosin ATPase enzyme is possible only with presence of Mg-ATP and Ca2+. Skeletal muscle fibres may be classified into several types according to the isoform of myosin they contain. Nine isoforms of myosin heavy chain are known to exist in mammalian skeletal muscle including type I, IIA, IIB, IIX, IIM, α, neonatal, embryonic, and extra-ocular. Healthy adult human limb skeletal muscle contains type I, IIA, IIB, and IIX myosin heavy chains. The jaw-closing muscles of most carnivores and primates have tissue-specific expression of the type IIM or ‘type II masticatory’ myosin heavy chain. Adult human jaw-closing muscles, however, do not contain IIM myosin. Rather, they express type I, IIA, IIX (as in human limb muscle), and myosins typically expressed in developing or cardiac muscle. The morphology of human jaw-closing muscle fibres is also unusual in that the type II fibres are of smaller diameter that type I fibres, except in cases of increased function and hypertrophy.
This paper describes the relationship of fibre types and motor unit function to changes in human occlusion and masticatory activity.Peer reviewedfinal article publishedFibre TypePhysiologyMyosinMuscles of MasticationMotor Uni
- …
