1,721,028 research outputs found
Fathul Muin
Pentarjamahan kitab Fathul Muin, sebuah kitab kuna, satu-satunya kitab yang dipakai standard pegangan dalam bidang Fiqh (Hukum Islam) oleh hampir seluruh kaum Muslimin Indonesia yang telah terbiasa dan lebih senang memegangi kitab agama yang berbahasa Ar
Pemurnian Ajaran Islam Studi Pemikiran KH Fathul Muin dg Maggading
Tesis ini mengkaji tentang Pemurnian ajaran Islam dengan menelusuri pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Adapun pokok permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kehidupan KH Fathul Muin Dg Maggading; (2) Bagaimana pemurnian ajaran Islam KH Fathul Muin Dg Maggading; (3) Bagaimana pengaruh pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading
terhadap para muridnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu suatu jenis penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang atau pelaku yang diamati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan historis, sosiologis, filosofis.Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan wawancara, secara mendalam (In-Depth Interview), observasi, studi pustaka, dan data lokasi penelitian. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengelolaan dan
analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyediaan data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik deduktif.
Untuk melakukan pengujian keabsahan data peneliti menggunakan triagulasi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan hasil, pertama; pada masa
kepemimpinan KH Fathul Muin Dg Maggading, Muhammadiyah Sulawesi Selatan mencapai kemajuan yang signifikan di berbagai bidang. Kedua; KH Fathul Muin Dg Maggading mendefenisikan kata tajdīd sebagai pemurnian, ia
membagi pemurnian kedalam tiga bagian, pemurnian dalam bidang aqidah, ibadah dan muamalah yang ketiganya diinspirasi dari surah al-Fatihah sebagai pembuka
al-Quran. Ketiga; pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading memiliki pengaruh
yang cukup luas di wilayah Sulawesi sampai ke pulau Kalimantan, diantara
pengaruhnya yang paling besar adalah terbentuknya beberapa organisasi masyarakat, diantaranya Wahdah Islamiyah di Makassar dan Hidayatullah di Kalimantan Timur. Pendiri Hidayatullah adalah Muhsin Kahar yang kemudian
hari mengubah namanya menjadi Abdullah Said, ia adalah salah satu binaan KH Fathul Muin Dg Maggading di pengkaderan ulama tarjih Muhammadiyah, adapun Wahdah Islamiyah adalah organisasi yang didirikan oleh murid-murid binaan KH
Fathul Muin Dg Maggading di Makassar. Adapun implikasi penelitian yang pertama perlu diadakan penerbitan
kembali karya tulis KH Fathul Muin Dg Maggading yang sudah hampir punah. Terutama buku Gerak Langkah Muhammadijah terlibat dalam kekaburan yang merupakan hasil karya dalam bidang pemikiran tentang pemurnian. Kedua perlunya dilakukan penulisan ulang dengan mengikuti ejaan yang disempurnahkan (EYD) terhadap karya KH Fathul Muin Dg Maggading, ketiga
penelitian tokoh agama (ulama) baik KH Fathul Muin Dg Maggading ataupun ulama lainnya perlu dilajutkan
PEMURNIAN AJARAN ISLAM KH FATHUL MUIN DG MAGGADING
Tulisan ini membahas tentang pemurnian ajaran Islam dengan melakukan studi terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) yang bersifat kualitatif. Penelitian lapangan ini berhadapan dengan keluarga, murid langsung, dan para pemuda Muhammadiyah yang senantiasa bersama KH Fathul Muin Dg Maggading semasa hidup. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis, sosiologis dan filosofis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku hasil karya KH Fathul Muin Dg Maggading, Diktat pelajaran Keimanan 1 dan 2, Diktat Pelajaran Tafsir 1, Gerak Langkah Muhammadiyah Terlibat Dalam Kekaburan, melakukan observasi di kalangan keluarga dan para murid KH Fathul Muin Dg Maggading juga dengan merujuk pada agenda harian 1970 dan 1971. Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku yang menyangkut biografi ringkas KH Fathul Muin Dg Maggading, diantaranya: Matahari Pembaharuan di Serambi Madinah Menelusuri tepak sejarah Muhammadiyah Kota Makassar, Menepak Jejak Menata Langkah Sejarah Gerakan Dan Biografi Ketua-Ketua Muhamddiyah Sulawesi Selatan, dan terkhusus buku yang ditulis pada tahun 1966 berjudul Beginilah Muhammadijah Langkah dan Dharma Bakti Muhammadijah Tjab. Makassar. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang pada penelitian ini adalah dengan wawancara, wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan data lokasi penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data deduktif yang bertitik tolak dari pengetahuan umum tentang pemurnian ajaran Islam, kemudian mengambil kesimpulan yang bersifat khusus, setelah melakukan kajian mendalam terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Pekerjaan analisis data dalam hal mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorisasikan data yang terkumpul, baik dari catatan lapangan, gambar, foto atau dokumen berupa laporan.Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa KH Fathul Muin Dg Maggading mendefenisikan kata tajdīd sebagai pemurnian, banyak hal yang mendorongnya untuk melakukan pemurnian, diantaranya masalah pudarnya pemahaman ummat Islam akan fungsi utama dari al-Quran dan al-Sunnah. Selain itu, kondisi sosial seperti kondisi ummat Islam yang dalam masa transisi atau peralihan kebudayaan, dimana ilmu-ilmu Barat sudah menjadi penentu ukuran kebenaran dalam kehidupan, demikian juga dengan politik, dimana Masyumi dibubarkan dan para pemimpin revolusioner disudutkan. Menurutnya hanya ada satu jalan untuk merealisasikan pemurnian ini yaitu kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah. Ia membagi pemurnian kedalam tiga bagian yaitu pemurnian dalam bidang aqidah yaitu menjadikan al- Quran dan al-Sunnah sebagai satu-satunya landasan dalam kehidupan, ibadah yaitu tunduk dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang telah disyariatkan dan muamalah yaitu menjadikan Islam sebagai jalan hidup (way of life) dimana ketiga bentuk pemurnian ini terinspirasi dari surah al-Fatihah
Halaqah Kitab Fathul Muin IASS Malang di Masjid Assholahiyah Bumirejo Dampit Malang
Halaqah Kitab Fathul Muin IASS Malang di masjid
ASSHOLAHIYAH Bumirejo Dampit Malan
STRATEGI BACA KITAB FATHUL MUIN DENGAN METODE PRAKOM DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI DI MAJELIS MUSYAWARAH KUTUBUDDINIYAH PONDOK PESANTREN MAMBAUL ULUM BATA-BATA PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
The background to the problem of this research is that the ability to read the Yellow Book among santri has decreased from year to year, many santri who graduate in a relatively short time are required to master various fields of science, interest in learning for today's santri is much different from that of santri in the past, technological developments, and challenges in learning to read the yellow book. This research method is a descriptive qualitative method in the form of field research, research data is collected through observation, interviews and documentation. Analysis using data reduction analysis processes, data presentation and data verification. Based on the research results it was found that: a). The strategies used in reading the book of Fathul Muin using the Prakom method in increasing the understanding of students at the Tikusuddiniyah Deliberative Council at the Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan Islamic Boarding School are the sorogan, bandongan, lecture, mudzakara, wetonan, question and answer, and rote methods. b). Supporting and inhibiting factors: The Strategy for Reading the Book of Fathul Muin Using the Prakom Method in Improving the Understanding of Santri at the Deliberative Assembly of Politikenuddiniyah at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan is the presence of experienced mentors in the field of scripture, the perseverance and tenacity of the santri in following the teaching and learning activities outside the clock. KBM, several pages containing discussions of Nahwu Sharraf, the existence of a biblical-based environment, learning environment or joint learning facilities. The inhibiting factors are: limited time availability, lack of enthusiasm or motivation, lack of sense of belonging to their students, difficulty in finding tutors, some have difficulty in putting the knowledge of nahwu and sharraf into practice.
Latar belakang masalah penelitian ini yaitu kemampuan membaca kitab kuning dikalangan santri mengalami penurunan dari tahun ke tahun, banyak santri yang lulus dengan waktu relatif singkat yang dituntut harus menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan, minat belajar untuk santri sekarang jauh beda dengan santri dulu, perkembanagn teknologi, dan tantangan dalam belajar baca kitab kuning. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dalam bentuk penelitian lapngan, data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dengan proses analisis reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa : a). Strategi yang digunakan dalam Baca Kitab Fathul Muin Dengan Metode Prakom Dalam Meningkatkan Pemahaman Santri Di Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan adalah metode sorogan, bandongan, ceramah, mudzakara, wetonan, tanya jawab, dan hafalan. b). faktor pendukung dan penghambat Strategi Baca Kitab Fathul Muin Dengan Metode Prakom Dalam Meningkatkan Pemahaman Santri Di Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan adalah keberadaan pembimbing yang berpengalaman dalam bidang kitabiyah, ketekunan dan keuletan para santri dalam mengikuti KBM dan diluar jam KBM, beberapa halaman yang memuat pembahasan nahwu sharraf, keberadaan lingkungan yang berbasis kitabiyah, lingkungan belajar atau fasilitas belajar Bersama. Adapun faktor penghambat yaitu: ketersediaan waktu yang terbatas., kurangnya semangat atau termotivasi, kurangnya rasa memiliki kepada anak didiknya, kesulitan dalam mencari pembimbin, sebagian ada yang kesulitan dalam memperaktekkan ilmu nahwu dan sharraf
Recycled hot air from air conditioner / Fathul Muin Abd Aziz ,Mohd Sharizal Mat Said and Mohd Khairul Bukhari Mohd Ali
Recycling hot air from air-conditioning simply looks at how hot air being usea and how it can be save. This process has two benefits. Saving money (which can be spent on supplied instead of energy) and helping the environment. However, there are other benefits that are hidden; we can supply this hot air in many ways. The goal of this research is to recycle the unwanted hot air that coming out from the air conditioning system. It’s more quick and easy to use hot air from the air conditioning than other hot air devices and machines it is also an inexpensive option. Before the hot air can be used, we must filter it first. Duct design and the material used of duct also can affect the hot air that produces by the air conditioning. We also need to wrap the duct by fiberglass or galvanize sheet steel as a heat insulator. This research had been done at Hotel UiTM. There are many type of air conditioning in this hotel. They produce this unwanted hot air in a big quantity to the environment. Beside, they don’t know that this hot air can be recycled. The only hot air that can be gathering is from package unit, because these units is located on the roof and make it easy to gather the hot air. Hot air is used in laundry (to dry cloths), toilet (hand dryer) and dishwasher. Before this, we need other machine to produce hot air to do this job. But now, from this research we can forget about hot air machine maintenance. For the conclusion, we can use this recycled hot air in many ways. Like in a kitchen, laundry and also in a toilet. Before that, it must be filtered, so that it cannot affect the user and can make people comfortable. To make sure this system can work perfectly, we use much equipment like fan, filter, valve and any others
EKSPRESI BERAGAMA KAUM MILENIAL DALAM MEMBANGUN PERILAKU MASYARAKAT (Studi Terhadap Majelis Rasulullah Provinsi Lampung)
Penelitian ini untuk mengetahui ekspresi beragama yang dilakukan kaum milenial yang tergabung dalam komunitas Majelis Rasulullah Provinsi Lampung. Penilitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research) yang datanya diperoleh dari literatur dan wawancara langsung dengan pengurus Majelis Rasulullah Provinsi Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Majelis Rasulullah Lampung merupakan komunitas yang berisi kumpulan umat Islam Bumi Ruwa Jurai. Dalam beragama, mereka berpaham Ahlus Sunah Wal Jamaah. Praktik keagamaan mereka tidak mengarah kepada ekstrimisme dan radikalisme. Di bawah kepemimpinan Habib Abdurrahman bin Ahmad Alydrus, baik pengurus dan anggota selalu menjaga ukhuwah Islamiah. Dalam dakwah, mereka mengutamakan cinta dan kasih sayang, melembutkan hati dan keluhuran budi pekerti, menggunakan metode dakwah bil lisan berupa ceramah, tabligh, khutbah baik di mimbar maupun melalui media sosial. Dalam setiap majelisnya selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti cinta kepada Allah dan Rasul, berbakti kepada orang tua, moderat dalam beragama dan mempererat persaudaraan
STRATEGI PENCEGAHAN SIGN OFF CREW ASAL INDONESIA SEBELUM FINISH CONTRACT DI KAPAL MT.DH FEALTY YANG DIAGENI OLEH PT.BINTANG SAMUDRA UTAMA.
- …
