1,721,690 research outputs found
EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN FATH AL-DIN AL-BAYANUNI TENTANG ORIENTALIS
Guna menanggapi kondisi dan pemikiran orientalis, beberapa sarjana dari
berbagai latar belakang mencoba untuk mengkaji dan menorehkan hasil penelitian
seputar orientalis dalam karya-karyanya. Secara umum respon terhadap orientalis
tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu apatis (menolak secara
keseluruhan), toleran menyeluruh, dan toleran-kritik. Fath al-Din, ulama sekaligus
akademisi yang penulis teliti merupakan salah satu pemikir muslim dengan respon
toleran-kritik terhadap orientalis. Guna membuktikan hipotesis tersebut, penulis
melakukan kajian yang berupaya menganalisis konstruksi pemikiran Fath al-Din
dalam karya-karyanya dilihat dari aspek epistemologi.
Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research),
menggunakan metode deskriptif-analitis, lalu dianalisis dengan metode
eksplanatori, dan setidaknya ada empat karya Fath al-Din dengan bahasan
orientalis dan menjadi fokus penulis dalam penelitian ini: (1) kitab Madhkal ila al-
Is}tisyraq al-Mu’as}ir wa ‘Ilm al-Hadis| (Sebuah Pengantar), (2) karya tulis ilmiah
dengan judul Martakazat al-Mustasyriqin fi Dirasat ‘Ilm al-Hadis| wa al-Sunnah
al-Nabawi yang dipublikasikan dalam Majalah al Tajdid, (3) buku The Noble
Hadith in The Early Days of Islam A Critical Study of a Western Approach, dan
(4) artikel Taqyid al-Sunnah fi Sadr al-Islam: Tahrir al-Mustalhat wa Radd al-
Shubuhat. Penulis pertama kali menggumpulkan informasi terkait tinjauan umum
seputar orientalis. Mulai dari definisi, sejarah, bagaimana perkembangannya dari
masa ke masa, dan beberapa pandangan tokoh mengenai orientalis. Langkah
selanjutnya, penulis memaparkan setting-historis kehidupan Fath al-Din dan
mendeskripsikan secara singkat beberapa karyanya yang berkaitan dengan tema
penelitian ini. Lebih lanjut, penulis berusaha menganalisis pemikiran Fath al-Din
mengenai orientalis yang tercantum dalam karya-karyanya dari aspek
epistemologi.
Hasil kegiatan ini menunjukkan beberapa poin penting di antaranya: (1)
sumber kajian yang digunakan Fath al-Din ditinjau dari aspek filsafatnya
didominasi oleh pengetahuan rasio, (2) pendekatan dan metode kajiannya adalah
analisis-historis dan induktif cum deduktif, (3) validitas dalam kajian Fath al-Din
terlihat koheren atau konsisten dengan argumen dan pendapat sebelumnya, (4)
hasil konstruksi pemikiran Fath al-Din mengenai orientalis memberikan
setidaknya tiga kontribusi dalam wacana studi hadis, yang secara keseluruhan
mengedepankan toleransi-kritik dalam berbagai hal
KALIMAT EFEKTIF DALAM BUKU TERJEMAHAN FATH-AL M'IN
Fath Al-Mu��n karya Syaikh Zain al-Din ibn �Abd al-�Az�z al-Mal�b�ry membahas fiqh yang berisikan tentang hukum-hukum dan tata cara dalam ibadah maupun muamalah untuk kehidupan sehari-hari. Penulis hanya mengetahui bahwa Fath Al-Mu��n ini baru diterjemahkan oleh Drs. Aliy As�ad. Akan tetapi, dalam hasil terjemahannya masih banyak kalimat-kalimat yang kurang efektif sehingga sedikit berpengaruh terhada pemahaman pembaca.. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menilai kualitas keakuratan pengalihan pesan, keberterimaan, dan keterbacaan kalimat dalam teks sasaran, dan (2) dan memberikan kualitas terjemahan yang efektif sesuai tata bahasa Indonesia yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan cara mengumpulkan data-data kemudian dianalisis data tersebut sesuai dengan terjemahan yang berupa kalimat efektif dalam bahasa Indonesia. Sumber data adalah berupa pustaka yang merujuk pada buku-buku mengenai terjemahan dan buku-buku bahasa Indonesia. Dokumen yang dianalisis berupa teks sebuah buku terjemahan mengenai fiqh yaitu buku terjemahan Fath Al-Mu��n berbahasa Arab dan hasil terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Dalam terjemahan buku Fath Al-Mu��n diterjemahkan menggunakan metode terjemahan secara harfiah sehingga menyebabkan:terdapat: (1) adanya kalimat yang tidak lengkap, (2) adanya ketidakutuhan dalam struktur sintaksis, (3) adanya kalimat yang tidak logis, (4) adanya ketidaktepatan diksi, (5) adanya ketidakefesien penggunaan kata, yaitu pemakaian kata kerja gabung, kata depan (atas, daripada, kepada). (6) pemadanan yang tidak tepat, (7) penghilangan yang vi tidak perlu, (8) penambahan yang tidak perlu, (8) tidak melakukan penambahan pada kalimat yang membutuhkan penambahan (necessary addition). Oleh sebab itu, tujuan penulisan skripsi ini adalah menganalisis terjemahan Fath Al-Mu��n agar lebih efektif dan pembaca dapat mudah memahami pesan yang disampaikan oleh penulis asli
KONSEP SEKSUALITAS DALAM KITAB FATH AL-IZAR DITINJAU DARI TEORI MUBADALAH
Skripsi ini ditulis oleh Diana Kurnia Dewi dengan NIM 126102213304, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan judul Konsep Seksualitas Dalam Kitab Fath} al-Iza>r Ditinjau Dari Teori Mubadalah yang dibimbing oleh Bapak Dr. H. Husnul Haq, Lc. MA.
Kata Kunci: Seksualitas, Fath} al-Iza>r, Mubadalah, Hubungan Seksual, dan Adab Seksual
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian di Indonesia yang diakibatkan oleh konflik rumah tangga akibat miskomunikasi, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan seksual. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 sekitar 62% dari total 394.608 kasus perceraian disebabkan oleh pertengkaran dan miskomunikasi dalam keluarga, dan sekitar 29% berkaitan langsung dengan ketidakpuasan atau kurangnya kebutuhan seksual. Pembahasan mengenai seksualitas masih dianggap tabu dalam masyarakat, sehingga pengetahuan tentang seks yang benar dalam perspektif Islam menjadi sangat penting. Kitab Fath}} al-Iza>r karya KH.Abdullah Fauzi merupakan salah satu teks klasik yang membahas seksualitas dari perspektif Islam, namun belum banyak dikaji melalui perspektif keadilan gender.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep seksualitas dalam Kitab Fath}} al-Iza>r? 2) Bagaimana konsep seksualitas dalam Kitab Fath}} al-Iza>r ditinjau dari teori mubadalah? Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) mengidentifikasi konsep seksualitas dalam kitab Fath}} al-Iza>r, 2) Menganalisis konsep seksualitas dalam Kitab Fath}} al-Iza>r dengan teori mubadalah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis hukum normatif, yaitu penelitian pustaka (library research) yang berfokus pada analisis terhadap teks-teks keagamaan dan norma hukum Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan historis-normatif, untuk menelaah gagasan dalam kitab Fath al-Izār serta relevansinya dalam konteks kontemporer. Sumber data utama adalah kitab Fath al-Izār, sedangkan data sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan teori mubadalah, seksualitas, dan gender. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; 1) Kitab Fath}} al-Iza>r memuat konsep seksualitas yang tidak hanya menekankan aspek biologis, tetapi juga adab, etika, dan spiritualitas dalam hubungan seksual. 2) Kitab ini mengajarkan pentingnya komunikasi, penghormatan, dan kerelaan kedua belah pihak dalam hubungan seksual, serta larangan terhadap paksaan dan kekerasan seksual. Ketika ditinjau dari teori mubadalah, nilai-nilai dalam Kitab Fath}} al-Iza>r sejalan dengan prinsip kesalingan dan keadilan gender, meskipun dalam beberapa aspek masih ditemukan bias patriarkal yang perlu ditafsirkan ulang agar selaras dengan prinsip kesalingan dan keadilan gender
Studi analisis hisab gerhana Bulan dan Matahari dalam Kitab Fath al-Ra'uf al-Mannan
Skripsi ini bertolak dari dari dua permasalahan yaitu tentang penentuan gerhana Bulan dan gerhana Matahari. Dengan beragamnya kitab Falak yang berkembang dalam menentukan waktu gerhana baik gerhana Bulan maupun gerhana Matahari, menyebabkan banyak pula perbedaan hasil ketetapan waktu gerhana. Fath al-Ra’uf al-Mannan adalah salah satu contoh kitab ilmu falak yang di dalamnya terdapat penentuan terjadinya gerhana Bulan dan gerhana Matahari. Kemudian masalah pertama adalah bagaimana metode hisab gerhana Bulan dan Matahari Abu Hamdan Abdul Jalil dalam kitab Fath al-Ra’uf al-Mannan ?, kedua adalah sejauh mana tingkat akurasi hisab gerhana Bulan dan Matahari yang digunakan Abu Hamdan Abdul Jalil dalam kitab Fath al-Ra’uf al-Mannan?.
Penelitian ini merupakan Penelitian yang bersifat kepustakaan (library research), yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Data primer dari kitab Fath al-Ra’uf al-Mannan, data sekundernya diperoleh dari seluruh dokumen berupa buku, catatan, makalah, dan hasil wawancara yang berhubungan dengan objek penelitian. Data-data tesebut diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik.
Temuan dari skripsi ini adalah kitab Fath al-Ra’uf al-Mannan masih memakai metode klasik, yakni metode hisab hakiki bi al-taqrib. Metode hisab hakiki bi al-taqrib yang masih berpangkal pada zaij Ulugh Beigh dan sistem perhitungannya didasarkan kepada teori Ptolomeus yang sering dikenal dengan teori geosentris. Seiring dengan perkembangan zaman, teori geosentris ditumbangkan oleh teori heliosentris yaitu Matahari sebagai pusat tata surya. Berpangkal dari sinilah koreksi yang harus dilakukan adalah koreksi terhadap posisi Bulan dan Matahari secara hakiki. Sedangkan hasil perhitungannya jika dibandingkan dengan perhitungan modern saat ini, yakni hasil perhitungan dari NASA yang kebenaran dan keakurasiannya sudah dapat dipertanggung jawabkan, kitab Fath al-Ra’uf al-Mannan memiliki selisih perbedaan hasil yang jelas tidak sama. Selisih dari hasil-hasil perhitungan di atas tidak konsisten, ada yang terlalu signifikan dan ada pula yang tidak terlalu signifikan perbedaannya. Oleh karena itu, hasil perhitungan Fath al-Ra’uf al-Mannan tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama dalam menentukan gerhana Bulan dan gerhana Matahari secara hakiki
Kajian Astronomi atas Hisab Awal Bulan Kamariah dalam Kitab Fath Al-Raūf Al-Mannān
Tesis ini bertolak dari dua masalah awal bulan Kamariah yang merupakan hal krusial bagi penentuan ibadah yang telah ditentukan syari’at. Dengan beragamnya kitab falak yang berkembang dalam menetukan awal bulan Kamariah (ilmu hisab), menyebabkan banyak pula perbedaan hasil ketetapan awal bulan Kamariah. Dari berbagai macam kitab inilah menyebabkan banyaknya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat Indonesia. Fath al-Raūf al-Mannān adalah salah satu contoh kitab ilmu falak yang mewarnai penentuan jatuhnya awal bulan Kamariah. Kemudian masalah pertama adalah bagaimana algoritma hisab awal bulan Kamariah dalam kitab Fath al-Raūf al-Mannān?.. Kedua, Bagaimanakah kajian astronomi atas hisab awal bulan Kamariah kitab Fath al-Raūf al-Mannān?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka dibutuhkan metode penelitian yang bersifat kepustakaan (library research), dengan sumber data primer kitab Fath al-Raūf al-Mannān dan hasil wawancara kepada orang yang mengetahui kitab tersebut. Sedangkan data sekundernya adalah seluruh dokumen berupa buku, tulisan, hasil wawancara, makalah dan lain sebagainya yang berkaitan dengan obyek penelitian. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan pendekatan verifikatif dan proses kategorisasi.
Temuan dari tesis ini adalah kitab Fath al-Raūf al-Mannān memakai metode zaij syekh Dahlan Semarang yang dinukil dari kitab Sullam al-Nayyirain , yang metodenya mengambil data dari tabel-tabel yang telah ada. Hisab ini belum bisa dikatakan termasuk dalam hitungan hakīkī bi al-tahqīq. Menurut hemat penulis, metode perhitungan dalam kitab Fath al-Raūf al-Mannān termasuk dalam hisab hakiki yang tergolong hisab hakīkī bi al-taqrīb, karena masih berpangkal pada data-data Zaij Ulugh Beik, sama halnya seperti kitab-kitab yang tergolong dalam hisab taqribi lainnya, seperti Sullam al-Nayyirain. Meskipun kitab Fath al-Raūf al-Mannān ini menukil dari kitab Sullam al-Nayyirain, namun, mempunyai sedikit perbedaan yang menjadi kelebihan dari kitab tersebut, yakni lebih banyak hasil yang diperhitungkan dari kitab Sullam al-Nayyirain, seperti Jihah al-Hilāl,Muksu al- Hilāl, dan Haiah al- Hilāl,. Metode hisab yang dipakai masih sangat sederhana. Sedangkan kekurangan dalam kitab Fath al-Raūf al-Mannān yakni masih perlu dilakukan beberapa koreksi lagi agar dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan awal bulan Kamariah, selisih hasil keakurasiannya pun masih jauh dari hisab kontemporer (hisab ephemeris) yang kebenaran & keakurasiannya sudah dapat dipertanggung jawabkan.
ABSTRACT:
This thesis starting from the beginning of the Lunar two issues that are crucial to the determination of worship that have been determined shari'ah. With the growing diversity of astronomy books in determining the beginning of Lunar (arithmetic), causing many statutes are also differences in the results of the early lunar month. From a variety of these books caused so much dissent among the people of Indonesia. Fath al-Raūf al-Mannān is one example of a coloring book astronomy of determining the beginning of Lunar fall. The first problem then is how early in lunar reckoning algorithms in the book Fath al-Raūf al-Mannān ?. Second, How does the study of astronomy lunar reckoning early in the book Fath al-Raūf al-Mannān ?
To answer these questions, the research methods are needed library (library research), the primary data source book Fath al-Raūf al-Mannān and interviews to people who understand the book. While secondary data is the whole document in the form of books, writings, interviews, and other papers relating to the object of research. The data was analyzed using content analysis (content analysis) approach to verification and categorization process.
The findings of this thesis is the book Fath al-Raūf al-Mannān wear zaij method Dahlan Semarang sheikh quoted from the book of Sullam al-Nayyirain, whose methods retrieve data from the tables that already exist. This computation can not be said to be included in the count of intrinsic bi al-tahqiq. According to the author, the method of calculation in the book Fath al-Raūf al-Mannān included in the ultimate reckoning reckoning belonging bi al-taqrib essential, because they originate on data Zaij Ulugh Beik, as well as books that are categorized in the reckoning taqribi others, such as Sullam al-Nayyirain. Although the book Fath al-Raūf al-Mannān is quoting from the book of Sullam al-Nayyirain, however, have a slight difference of the strengths of the book, the more results are taken into account from the book of Sullam al-Nayyirain, like Jihah al-Hilal, Muksu Haiah al-Hilal and Haiah Al-Hilal. Computation method used was very simple. While shortcomings in the book Fath al-Raūf al-Mannān which still needs to be done some more corrections to be used as a reference in determining the beginning of lunar months, the difference in outcome is still far from keakurasiannya contemporary reckoning (reckoning the ephemeris) the truth & keakurasiannya already accountable
Makna Kadhib dalam QS. Ali Imran [3]: 94 Perspektif Tafsir Fath al-Qadir Karya al-Shawkani
AbstractThis article explicitly reveals the meaning of "kadhib" in QS. A<li Imra>n [3]: 94 from the perspective of the Fath al-Qadir interpretation. This is based on the background that the term regarding lying is an interesting discussion, fundamentally conducted for hidden purposes that can only be known by the individual themselves. This research employs a descriptive analytical method through literature review with relevant and credible sources such as books, journals, theses, and others. Before exploring the content of the Quran, the author discusses the biography of al-Shawkani and the profile of his tafsir book. The results of this study indicate that the context of QS. A<li Imra>n [3]: 94, according to the Fath al-Qadir interpretation, is actualized in relation to the characteristics of the Jewish people. Although not specifically explained, al-Shawkani interprets the word "kadhib" in QS. A<li Imra>n [3]: 94 as a lie committed intentionally, and the implications of his statement lean more towards an element of inconsistency with the essence behind reality.Keywords: Kadhib; QS. A<li Imra>n [3]: 94; Tafsir Fath} al-Qadi>r. AbstrakArtikel ini mengungkap secara eksplisit tentang makna kadhib dalam QS. A<li Imra>n [3]: 94 perspektif tafsir Fath} al-Qadi>r. Hal ini diambil melalui latar belakang bahwa terma perihal berbohong menjadi salah satu pembahasan menarik, yang pada dasarnya dilakukan atas dasar tujuan tersembunyi dan tidak dapat diketahui selain dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis melalui penelusuran pustaka dengan sumber yang relevan dan kredibel seperti buku, jurnal, skripsi, dan lainnya. Sebelum mengeksplorasi isi Al-Qur'an, penulis membahas biografi al-Shawkani dan profil kitab tafsirnya. Hasil penelitian ini adalah konteks pada QS. A<li Imra>n [3]: 94, menurut tafsir Fath} al-Qadi>r, diaktualisasikan kepada sifat kaum Yahudi. Meskipun tidak dijelaskan secara spesifik, al-Shawkani memaknai kata kadhib dalam QS. A<li Imra>n [3]: 94 dengan kebohongan yang dilakukan secara sengaja dan implikasi pernyataannya lebih mengarah kepada unsur ketidaksesuaian terhadap hakikat dibalik realitas. Kata Kunci: Kadhib; QS. A<li Imra>n [3]: 94; Tafsir Fath} al-Qadi>r.This article reveals explicitly the meaning of kadhib in QS. Ali Imran [3]: 94 perspectives on the tafsir Fath al-Qadir. This is taken from the background that the term about lying becomes one of the interesting discussions, which is basically carried out on the basis of hidden goals and cannot be known other than oneself. The research method in this article uses descriptive analysis obtained through library research, with relevant and reliable sources, such as books, journals, theses, dissertations, and so on. Before getting as detailed an understanding as possible, the author first describes the biography of al-Shawkani and the profile of his commentary. Implicitly, of course, so reflective, because it aims to systematically find out the context as well as the contents contained in the Al-Qur'an. The result of this research is the context in QS. Ali Imran [3]: 94, according to the tafsir Fath al-Qadir, is actualized to the nature of the Jews. Although not specifically explained, al-Shawkani interprets the word kadhib in QS. Ali Imran [3]: 94 with lies that are done intentionally and the implications of his statement are more directed to the element of incompatibility with the nature behind reality
Internalisasi Nilai-Nilai Fikih dalam Kitab Fath Al-Qorib
Internalization of values in forming a desired character certainly requires a well-planned process. Can be through individual, group and institutional relationships. Darul Ihya Islamic Boarding School as a non-formal educational institution is expected to give a role in shaping human beings with Islamic characteristics. In this pesantren the author makes the media devotion in order to internalize the values of fiqh in the book Fath Al-Qorib. By using the bandongan method, a group of students in one class listens to an ustadz who reads, translates, explains the material contained in the book Fath al-Qorib. Each santri pays attention to his book and makes notes about difficult words or thoughts, in the form of saffron or mufrodat meanings. The learning of the yellow book which had been carried out in the Darul Ihya Islamic boarding school had considerable implications for the formation of Islamic character for the santri. So that the presence of writers besides being able to meet the shortcomings of human resources experienced by the Darul Ihya Islamic boarding school can also contribute in carrying out the programs launched by the pesantren
Pembelajaran Daring Kitab Fath Al-Qorib Pada Masa Pandemi Di MA Al-Islam Joresan Ponorogo
Ayuningtyas, Lilis Suryani. 2021. Pembelajaran Daring Kitab Fath Al-Qorib pada masa pandemi di MA Al-Islam Joresan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Wahid Hariyanto, M.Pd.I.
Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Kitab Fath Al-Qorib, Masa Pandemi .
Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020 tertanggal 24 Maret 2020, maka selama masa darurat penyebaran covid-19 pelaksanaan pembe
lajaran di semua jenjang pendidikan dilaksanakan secara daring sehingga pada salah satu lembaga pendidikan yaitu MA Al-Islam Joresan penggunaaan metode bandongan digunakan dalam pembelajaran tatp muka berbasis Kitab, salah satunya Kitab Fath Al-Qorib . Namun dikarenakan adanya pandemi covid-19 dan surat edaran tersebut mengakibatkan pembelajaran dilakukan secara daring. Dalam pembelajaran tersebut lembaga pendidikan menggunakan pembelajaran daring dengan media online yaitu zoom, google classroom dan whatsapp group.
Tujuan penelitian ini yaitu (1) memaparkan kebijakan sekolah terkait pembelajaran daring pada Kitab Fath Al-Qorib di MA Al-Islam Joresan Ponorogo. (2) memaparkan pelaksanaan pembelajaran daring pada Kitab Fath Al-Qorib di MA Al-Islam Joresan Ponorogo. (3) memaparkan penghambat dan pendukung dalam pembelajaran daring pada Kitab Fath Al-Qorib di MA Al-Islam Joresan Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Milles dan Huberman yang tahapannya sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, verivikasi atau kesimpulan.
Dari penelitian ini ditemukan (1) Kebijakan MA Al-Islam Joresan terkait adanya surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pembelajaran daring maka guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada Kitab Fath Al-Qorib di MA Al-Islam Joresan yaitu dilaksanakan dengan daring. Madrasah mempunyai kebijakan pembentukan tim IT, kebijakan terkait fasilitas dari madrasah yaitu wi-fi, leb. kompter. Penentuan platform menggunakan bentuk media voice, video, atau gambar makna gandul dengan metode tanya jawab dan ceramah menggunakan aplikasi whatsapp group, zoom, dan classroom. (2) Proses pembelajaran daring pada Kitab Fath Al-Qorib menggunakan wa grup dan classroom dengan mengirimkan materi berupa audio, video, atau foto makna gandul dengan mengawali mengucapkan salam dan mengulang materi minggu lalu kemudian peserta didik menyimak materi yang dikirim melalui aplikasi whatsapp group, zoom, dan classroom menggunakan metode ceramah. (3) Faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran daring segi internal kurangnya pemahaman IT, pengoperasian aplikasi daring, pemilihan cara penyampain yang kurang tepat, dan wi-fi atau laptop yang mati. Pendukungnya wi-fi, tim IT, dan lab. komputer, pemilihan cara penyampaian yang tidak membosankan, serta motivasi yang diberikan kepada peserta didik. Dari segi eksternal penghambat kurangnya minat, bosan, jenuh, peserta didik membuka file materi yang dikirim. Sedangkan pendukungnya adanya hp, sinyal, keikutsertaan peserta didik dan minat
Fath al-Wahhab bi Syarh Manhaj al-Thullab
Dalam muqaddimah kitab itu, dikemukakan bahwa penulis telah meringkas (ikhtishar) terhadap kitab Minhaj al-Thalibin fi al-Fiqh karangan al-Imam Syaikh Islam Abu Zakariya Yahya Muhy al-Din al-Nawawi yang diberi nama Manhaj al-Thullab. Ada permintaan dari berbagai kalangan supaya kitab tersebut di-syarah, supaya teruraikan makna kata-katanya, tersingkap kandungan artinya, terungkap maksud kandungannya, serta sempurna manfaat dan kegunaannya. Syarah tersebut diberi nama Fath al-Wahhab bi Syarh Minhaj al-Thullab. Secara umum, baik dari segi sistematika maupun pokok-pokok bahasan substantif, Fath al-Wahhab sama dengan kebanyakan kitab-kitab fiqh Syafi'iyyah yang lain. Uraian kitab ini dimulai dari kitab althaharah, al-shalat, al-jana'iz, al-zakat, al-shaum, al-i'tikaf, al-hajj wa al- 'umrah, al-buyu', dan diakhiri dengan kitab al-tadbir, al-kitabah, dan ummahat al-aulad. Hal ini dapat dilihat dalam fihris (daftar isi) kitab tersebut
Fath al-Wahhab bi Syarh al-Minhaj al-Thullab
Dalam muqaddimah kitab itu, dikemukakan bahwa penulis telah meringkas (ikhtishar) terhadap kitab Minhaj al-Thalibin fi al-Fiqh karangan al-Imam Syaikh Islam Abu Zakariya Yahya Muhy al-Din al-Nawawi yang diberi nama Manhaj al-Thullab. Ada permintaan dari berbagai kalangan supaya kitab tersebut di-syarah, supaya teruraikan makna kata-katanya, tersingkap kandungan artinya, terungkap maksud kandungannya, serta sempurna manfaat dan kegunaannya. Syarah tersebut diberi nama Fath al-Wahhab bi Syarh Minhaj al-Thullab. Secara umum, baik dari segi sistematika maupun pokok-pokok bahasan substantif, Fath al-Wahhab sama dengan kebanyakan kitab-kitab fiqh Syafi'iyyah yang lain. Uraian kitab ini dimulai dari kitab althaharah, al-shalat, al-jana'iz, al-zakat, al-shaum, al-i'tikaf, al-hajj wa al- 'umrah, al-buyu', dan diakhiri dengan kitab al-tadbir, al-kitabah, dan ummahat al-aulad. Hal ini dapat dilihat dalam fihris (daftar isi) kitab tersebut
- …
