1,720,959 research outputs found

    Istibdᾱl Wakaf: Ketentuan Hukum dan Modelnya

    Get PDF
    Wakaf merupakan ibadah māliyah atau ibadah dengan harta benda dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Wakaf akan bernilai ibadah yang berpahala manakala harta benda yang telah diwakafkan itu bermanfaat untuk umat, bahkan wakaf akan terus menerima pahala meskipun ia telah meninggal dunia selama harta benda yang telah diwakafkannya itu bermanfaat. Jadi, kemanfaatan harta benda wakaf untuk kemaslahatan umat merupakan prinsip utama dari ibadah wakaf. Dari sinilah kemudian muncul pendapat fuqaha yang menyatakan bahwa harta benda wakaf yang sudah tidak bermanfaat atau tidak menghasilkan boleh ditukar atau diganti dengan harta benda lainnya yang bermanfaat atau menghasilkan (istibdāl wakaf) berdasarkan pertimbangan kemaslahatan. Kebolehan penukaran harta benda wakaf atau istibdāl wakaf berdasarkan pertimbangan kemaslahatan tersebut, diakomodir dalam peraturan Perundang-undangan tentang wakaf yang membolehkan penukaran harta benda wakaf demi menjaga manfaat harta benda wakaf. Hanya saja, peraturan Perundang-undangan tentang wakaf belum mengakomodir semua model istibdāl wakaf yang ada dalam fiqh, seperti istibdāl wakaf parsial dan istibdāl wakaf dengan harta benda pengganti yang tidak sejenis. Peraturan Perundang-undangan tentang wakaf hanya mengatur penukaran harta benda wakaf dengan harta benda pengganti yang sejenis

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN YAYASAN PENDIDIKAN POSI

    No full text
    Peningkatan kinerja karyawan menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi, termasuk dalam sektor pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang didistribusikan kepada karyawan Yayasan Pendidikan POSI. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja, sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan Yayasan Pendidikan POSI. Metode analisis penelitian menggunakan regresi linier berganda dengan uji hipotesis parsial dengan menggunakan teknik sampel jenuh dengan responden sebanyak 53 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variable, hanya variable budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja yang secara parsial dan simultan signifikan memengaruhi kinerja karyawan Yayasan Pendidikan POSI

    Improving The Quality of Islamic Religious Education Learning Through Revitalization of Teacher Deliberations of Islamic Religious Education Subjects

    Get PDF
    This study aims to examine improvement of the quality of PAI learning through revitalization of the Subject Teacher Conference. This research is based on several thoughts and theories, including; Surah Al-Raad verse 11, which implies that humans must change life for the better through education as a provision for life. Then philosophically, there is a view that education is oriented to the nature of knowledge and a better life. While the theory used is the theory of learning and achievement. In addition, this study uses a qualitative method or approach in which the author tries to examine phenomena and theories from a pragmatic perspective. The results of this study are; the purpose of MGMP Revitalization is to improve learning quality based on the Indonesian Government Regulation number 19 of 2005 concerning National Education Standards. The things that are emphasized are student center methods, professionalism, and active learning. Furthermore, the implementation applied is the application of innovative learning processes, dedication to the mission and vision, empowerment of human resources, and training for teachers. Finally, the problem is that professionalism, knowledge, abilities, and skills are not optimal. At the same time, the solutions and efforts taken are the emphases on having mastery of planning, mastering various competencies, the attitude of teacher responsibility in learning, and high motivatio

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN HIGHER ORDER THINKING SKILLS DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI SUHU DAN PERUBAHANNYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen IPA berupa soal tes HOTS yang valid, reliabel, dan mendeskripsikan respon guru IPA terhadap instrumen asesemen0 HOTS. Model dan rancangan penelitian yang digunakan diadaptasi dari model Borg & Gall yang meliputi: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba terbatas, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, dan (7) revisi produk akhir. Penelitian dilaksanakan di SMP Armaniyah Serang Baru Kabupaten Bekasi. Instrumen asesmen HOTS yang dikembangkan dinyatakan valid karena telah memenuhi kaidah soal HOTS.  Hasil penelitian dari 30 soal tes HOTS pilihan ganda yang digunakan dinyatakan 26 soal yang valid dan layak digunakan. Dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,907 termasuk kategori sangat tinggi. Soal tes memiliki tingkat kesulitan sebesar 0,62 termasuk dalam kategori sedang, dan daya beda soal sebesar 0,450 dengan kategori baik. Pengujian soal HOTS terhadap 100 peserta didik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, homogen, H1 diterima dan Ho ditolak dengan sebaran pada C4 sebesar 65,69%, C5 sebesar 68,85%, dan C6 65,69% dengan keseluruhan rata-rata mencapai 65,51% termasuk kategori sedang. Kata Kunci:  Pengembangan, Instrumen, HOTS, Suhu dan Perubahanny

    KAJIAN SISTEMATIS AL-QUR’AN SURAT AL-KAHFI AYAT 1-10

    Get PDF
    Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab baik lafal maupun uslubnya kaya kosa kata, sehingga tidak semua orang dapat memahaminya. Sebagai Muslim mempelajari bahasa Al-Qur’an adalah suatu keharusan, yang mana untuk mengetahui isi dan makna Al-Qur’an diperlukan keilmuan khusus. Bahasa Arab dan ilmu tafsir memiliki cabang yang banyak sekali, salah satu cabang ilmu bahasa Arab adalah ilmu nahwu yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai isim-isim yang dimanshubkan, dan salah satu teknik penyajian tafsir adalah metode tahlili yaitu metode tafsir dengan cara memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu secara rinci satu per satu setiap kata bahkan setiap huruf yang terdapat dalam setiap ayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode kepustakaan dengan sumber matan Jurumiyyah dan  tafsir Ibnu Katsir lalu dijelaskan lebih rinci menggunakan terjemah nazhom Imrithi, tafsir Ath-Thobari, kitab Surah al-Kahf; Arabic Text, Translation, and Modern Commentary karya Imran N Hosein dan Syarh Shahih Muslim serta kitab-kitab dan jurnal-jurnal lain yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa struktur dalam surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 10 terdapat 35 isim yang manshub. Isim-isim tersebut terdiri dari 16 maf’ul bih, 2 zharaf zaman, 1 khabar kana, 5 isim inna, 3 haal, 1 munada, 2 tamyiz dan 5 tawabi jenis shifat. Sedangkan mengenai makna surat Al-Kahfi ayat 1-10 dalam implikasi nilai keimanan adalah disebabkan oleh kisah pemuda Ashhabul Kahfi yang berupaya untuk melindungi keimanan dari penguasa yang zhalim dan memilih bersembunyi di gua. Ujian keimanan serupa akan dialami oleh orang-orang yang beriman di akhir zaman dan merupakan hukuman bagi orang-orang yang tidak beriman dan menuhankan teknologi serta sains, yaitu kemunculan fitnah terbesar bagi manusia; Dajjal Al-Masih. Adapun mengenai implementasi metode pembelajaran, terdapat relevansi antara metode cerita dan pendidikan keislaman karena Allah SWT telah menjadi contoh dalam penerapan metode cerita. Pendidikan akhlak dan keimanan bisa didapatkan salah satunya adalah melalui metode bercerita, penyebabnya adalah metode bercerita bisa menyimpan nilai yang besar dalam menyerap ibrahnya untuk kehidupan sehari-hari, baik itu kisah orang-orang shaleh agar diteladani, maupun kisah orang-orang yang zhalim agar sifatnya dijauhi dan dihindari oleh orang yang membaca maupun mendengar kisahnya. Karena dengan membaca maupun mendengarkan cerita tersebut manusia akan membandingkan dengan dirinya di kehidupannya saat ini sehingga pendidikan akhlak serta keimanan dapat tersampaikan dengan baik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore