415 research outputs found
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH TABUNGAN BSM PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG KOTA BANDA ACEH
Rahmat Fadhli dengan judul skripsi Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Tabungan BSM Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Banda Aceh". Dosen pembimbing utama Dr. Ir. Evi Lisna, M.Sc dan pembimbing kedua Cut Faradilla, SP, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan nasabah Tabungan BSM, mengukur kualitas pelayanan dilihat dari sudut variabel layanan serta menganaLisis variabel kualitas pelayanan yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan nasabah Tabungan BSM pada Bank Syariah Mandiri cabang Kota Banda Aceh. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi peneliti untuk menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah khususaya mengenai kemasyarakatan dan perbankan, dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi pihak bank dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan serta sebagai referensi sekaligus bahan pertimbangan dan masukan untuk penelitian sejenis dimasa yang akan datang.Penelitian ini dilaksanakan di Bank Syariah Mandiri cabang Kota Banda Aceh, dengan objek penelitian adalah nasabah Tabungan BSM pada Bank Syariah Mandiri cabang Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode "Purposive Sampling" yaitu pengambilan sampel secara sengaja, sampel yang diambil berusia 24-56 tahun dan aktif melakukan transaksi. Sampel yang diambil berjumlah 50 orang nasabah.Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Batasan variabel dalam penelitian ini adalah bank, nasabah penyimpan, kualitas pelayanan, harapan nasabah, kepuasan nasabah, bukti langsung. kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi yang didapat adalah sebesar I,2, responden yang dinilai puas sebanyak 62% dari jumlah responden. Sedangkan tingkat kepuasan nasabah terendah yang didapat adalah sebesar 0,827, responden yang dinilai tidak puas sebanyak 38% dari jumlah responden. Nilai rata-rata tingkat kepuasan nasabah sebesar 1,013 (>1),artinya secara keseluruhan nasabah Tabungan BSM dinilai puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri cabang Kota Banda Aceh.Hasil analisis data serempak (uji F) diperoleh nilai Fhitung = 10,551 lebih besar dari Ftabel (0.05;5;50-5-1) = 2,43. Hal ini menunjukkan bahwa secara serempak faktor kualitas pelayanan (bukti langsung, kehandalan, daya tanggap,jaminan dan empati) berpengaruh terhadap kepuasan nasabah Tabungan BSM pada Bank Syariah Mandiri cabang Kota Banda Aceh. Hasil uji parsial (uji Z) menunjukkan bahwa nilai Zhitung untuk variabel bukti langsung (X1) = 2,936 dengan tingkat signifikan 0,005, kehandalan (X2) =3,836 dengan tingkat signifikan 0,000, daya tanggap (X3) = 2,764 dengan tingkat signifikan 0,008, jaminan (X4) = 2,312 dengan tingkat signifikan 0,026 dan empati (X5) = -3,247 dengan tingkat signifikan 0,002, sementara Ztabel (0,5-0,025 = 0,475) = 1,96. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kehandalan (X2) merupakan variabel kualitas pelayanan yang berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan nasabah Tabungan BSM. Dilihat dari besarnya nilai Zhitung >Ztabel (3,836 > 1,96) yang lebih besar dibandingkan variabel yang lainnya atau dapat dilihat dari nilai signifikan Z yang lebih kecil dari taraf nyata (0,000 < 0,05). Hasil ini juga dibuktikan oleh persamaan regresi linier berganda berikut: Y=0,293 +0,051 X1 + 0,081 X2 + 0,054 X3 + 0,046 X4 - 0,071 X5 Persamaan tersebut menunjukkan variabel kehandalan (X2) merupakanvariabel kualitas pelayanan yang berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan nasabah Tabungan BSM. Ini terbukti dari besarnya koefesien variabel kehandalan pada persamaan regresi linier berganda yakni sebesar 0,081 yang lebih besar dari koefesien variabel kualitas pelayanan yang lainnya
Analisis Pemantauan Pengendalian Internal Kegiatan Penyelesaian Pemeriksaan Pajak Terhadap Efektivitas Pemeriksaan Pajak Terhadap Efektivitas Pemeriksaan Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang
ANALISIS PEMANTAUAN PENGENDALIAN INTERNAL KEGIATAN PENYELESAIAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP EFEKTIVITAS PEMERIKSAAN PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK
(KPP) PRATAMA PADANG
Skripsi : M. Fadhli
Pembimbing: Rahmat Kurniawan, S.E, Ak., M.A
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana pelaksanaan pemantauan pengendalian internal terhadap kegiatan penyelesaian pemeriksaan perpajakan menggunakan metode analisis deskriptif. Metode ini tidak menggunakan alat-alat statistik, namun menginterpretasikan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) serta bagan alur kegiatan penyelesaian pemeriksaan pajak. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah kegiatan penyelesaian pemeriksaan pajak telah berjalan efektif dengan membandingan laporan bulanan pemantauan pengendalian internal. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan hasil pemeriksaan yang diterbitkan selama tahun 2014 sebanyak 323 laporan dengan jumlah sampel sebanyak 206 laporan. Metode sampling yang digunakan adalah metode sampling acak. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang setelah melakukan observasi dan wawancara dengan pihak terkait.
Berdasarkan kesimpulan hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas penyelesaian pemeriksaan pajak diukur dengan tingkat kepatuhan pelaksanaan Standar Operasi dan Prosedur, dimana persentase tingkat kepatuhan berada pada kisaran 72,21% dan 93,67% mengacu pada laporan pemantauan pengendalian internal bulanan. Hal itu berarti kegiatan penyelesaian pemeriksaan pajak telah berjalan efektif pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang.
Kata Kunci: pemantauan pengendalian internal dan penyelesaian pemeriksaan paja
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Research Data Management untuk Mendukung Scholarly Communication
Research Data Management (RDM) merupakan trend baru pada perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung World Class University. Research Data Management merupakan istilah yang menggambarkan kegiatan organisasi, penyimpanan, preservasi dan berbagi data yang dikumpulkan untuk sebuah penelitian. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pentingnya RDM pada perguruan tinggi dan mendeskripsikan model RDM di Perpustakaan National University of Singapore. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah studi pustaka dan dokumentasi. Temuan pada tulisan ini yakni pentingnya RDM di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas riset, meningkatkan efesiensi riset serta meningkatkan keamanan data dan meminimalkan resiko kehilangan data riset. Selain itu didapatkan model RDM yang diberikan berupa tahapan dimulai dari organisasi file, format file, metadata, lisensi dan hak cipta, pengelolaan data sensitif, preservasi dan sharing data serta sitasi data.
ABSTRACT
Research Data Management (RDM) is a new trend in universities to support World Class University. Research Data Management is a form of unique activity which managed how to collected, storage, preserved and data sharing for study. This paper aims to find out how important RDM in universities and describe the RDM model in the National University of Singapore Libraries. The method used for this research is literature study and documentation. The finding showed that RDM is very important to improve research reproducibility, increasing research efficiency and enhancing data security and minimizing the risk of data loss. Best practice for RDM in the National University of Singapore Libraries showed several steps are file organization, file formats, metadata, dealing with sensitive data, preserving and sharing data, rights and licensing and data citation
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
MANAJAMEN LAYANAN PEMBELAJARAN DARING UNTUK PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIATOR KINERJA GURU
Dalam penelitian ini terungkap bahwa manajemen layanan pembelajaran daring untuk semua
sekolah menujukkan skor Weighted Means Score (WMS) dengan kategori sangat tinggi.
Sementara itu, untuk dimensi kinerja guru, ditemukan bahwa SMPN 2 Bandung memiliki
kemampuan yang lebih baik dalam hal kompetensi guru dan komitmen kerja. Akan tetapi pada
aspek motivasi kerja, guru-guru SMPN 57 Bandung masih lebih unggul. Adapun untuk dimensi
prestasi belajar siswa, ditemukan bahwa SMPN 2 Bandung memiliki keunggulan dibanding
dengan dua sekolah yang lain.
Secara garis besar, penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara
manajemen layanan pembelajaran daring terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai Pearson
Correlation Test (PCT) adalah 0,756. Sementara itu, nilai PCT pada aspek kinerja guru
terhadap prestasi belajar siswa adalah 0,818 yang berarti korelasi yang ditunjukkan adalah
sangat kuat. Penelitian ini memberikan rekomendasi tidak hanya kepada guru agar memiliki
sikap innovativeness yang tinggi dalam melakukan eksplorasi model pembelajaran daring yang
efektif, tetapi juga kepada pihak kepala sekolah agar meningkatkan kualitas layanan sekolah
melalui pengembangan SDM guru-guru. Sementara itu, kepada pihak dinas pendidikan, agar
memberikan intervensi berupa kebijakan peningkatan kualitas SDM guru-guru melalui
sejumlah program diantaranya adalah lesson study, MGMP, dan workshop kurikulum guru-guru mata pelajaran.
The finding of this study is the online learning service management for all schools showed a
very high Weighted Means Score (WMS). Meanwhile, for the teacher performance dimension,
it was found that SMPN 2 Bandung had better abilities in terms of teacher competence and
work commitment. However, in the aspect of work motivation, the teachers of SMPN 57
Bandung were still superior. As for the dimensions of student achievement, it was found that
SMPN 2 Bandung was better than two other schools.
Overall, this study finds that there is a strong connection between online learning service
management and student’s learning achievement based on the Pearson Correlation Test which
is 0,756. Also, there is a very strong connetion between teacher’s performance and student’s
learning achievement as shown by the PCT, which is 0,818. This study gives recommendations
not only to the teachers to have a high skill of innovativeness in exploring effective online
learning models, but also for the principal to always improve the quality of school services
through the development of teachers competence. In addition, recommendation also goes to
the education office in which they should provide a serious intervention by implementing some
programms such as lesson study, MGMP, and curriculum workshops for teachers
Implementasi kompetensi pembelajaran sepanjang hayat melalui program literasi di perpustakaan sekolah
Lifelong learning can be developed through literacy programs in school libraries. This study aimed to determine the implementation of lifelong learning competence through literacy programs in school libraries. The research method used a qualitative approach through research methods a descriptive to a librarian, four teachers, and 22 students at Al Haraki Islamic Junior High School, Depok, West Java. Through observation, data collection techniques were carried out using a lifelong learning dimension checklist form, semi-structured and in-depth interviews, and literature studies. Data analysis techniques were data reduction utilizing open coding, data presentation, and concluding. Study results indicated that the librarian organized literacy programs supporting the School Literacy Movement. In practice, the librarian acted as the initiator; the teacher became the facilitator and the librarian's partner in developing literacy programs in school. The literacy program had a positive impact on students, including shaping character, increasing knowledge, developing special talents related to communication and writing, adding experience, building positive relationships between librarians and students, and intellectual recreation. Communication competence in foreign languages was one of the lifelong learning competencies that the school library program did not accommodate. The literacy program's obstacles were managing study time and the roles of parents and family at home. This study concludes that the school library literacy program has supported improving the implementation of lifelong learning competencies for students in several dimensions.
Diseminasi Informasi Berbasis Media Sosial Pada Perpustakaan Digital Budaya Indonesia
Penelitian ini berjudul “Diseminasi Informasi Berbasis Media Sosial pada Perpustakaan Digital Budaya Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial khususnya twitter pada Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi melalui media twitter perpustakaan dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Temuan pada penelitian ini menunjukkan penggunaan twitter sudah digunakan sebagai media promosi perpustakaan digital ditunjukkan dengan 39.60%, media penyebaran pengetahuan lokal dengan 26.73% serta media informasi umum dengan 21.78%. Jumlah rata-rata interaksi pada seluruh postingan yang dibagikantwitter Perpustakaan Digital Budaya Indonesia sebanyak 6.5. Subjek dominan informasi yang disebarluaskan melalui postingan yakni tradisi, pendataan, budaya, batik, nusantara dan kuliner. Sedangkan waktu penyebarluasan informasi yang dilakukan adalah pada pukul 09.00 sampai 21.0
ANALISIS KEMISKINAN PENDUDUK KOTA BANDA ACEH
Penelitian ini menganalisis garis kemiskinan yang terjadi di Kota Banda Aceh melalui pendekatan pengeluaran berdasarkan karakteristik sosial dan ekonomi di Kota Banda Aceb. Penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh pada tahun 2007. Penelitian ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuisioner kepada 44 KK sampel yang dipilih secara acak dari 4 desa yang ada di Kota Banda Aceh. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, BPS Kota Banda Aceh, Bank Indonsesia (BI), Kantor Kepala desa dan instansi terkait lainnya sebagai data penunjang penelitian. Data dianalisis secara deskriptif dengan menjelaskan fenomena-fenomena dari variabel yang diteliti dan secara kuantitatif dengan menggunakan model regresi linier yang diolah dengan program SPSS.Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendapatan, jumlah keluarga dan tingkat pendidikan anak mempengaruh pengeluaran keluarga dengan persamaan X, = 329800,4 + 0,403Y + 197068,6JA + 132610,9Pda. Dilihat dari besarnya koefisien korelasi (R) sebesar 0,784. Ini artinya variabel bebas mempunyai hubungan terhadap pengeluaran sebesar 78,4 persen sedangkan sisanya sebesar 21,6 persen berhubungan dengan faktor-faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Hasil koefisien deterrninasi yang disesuaikan(Adj. R') adalah 0,586 menunjukkan bahwa variasi perubahan garis kemiskinan dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 58,6 persen, selebihnya 41,4 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Pernyataan tersebut di atas diperkuat lagi dengan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan statistik uji t pada tingkat keyakinan 95 persen, diperoleh trutung lebih besar dari taet.Hasil perhitungan ini menggambarkan bahwa pendapatan dan jumlah anggota keluarga mempengaruhi pengeluaran keluarga secara signifikan
REPRESENTASI PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN DALAM FILM THE NIGHT AT THE MUSEUM 3
Penelitian ini menjelaskan tentang representasi perpustakaan dan pustakawan dalam film The Night at The Museum 3. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotic yang menggunakan model Pierce yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perpustakaan dan pustakawan dalam film dengan prinsip realitas dan representasi. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa Perpustakaan dalam film ini digambarkan sebagai tempat mendapatkan informasi yang lengkap bagi siapa saja dengan menyediakan koleksi yang banyak dan beragam. Sedangkan pustakawan digambarkan sebagai sosok yang berusia lanjut tapi pintar, pemegang kekuasaan tertinggi di perpustakaan, serta sosok yang melek teknologi untuk mendukung proses pelayanan users di perpustakaan sesuai dengan perkembangan globalisasi. ABSTRACT This study describes the representation of libraries and librarians in the film The Night at The Museum 3. This study uses descriptive qualitative research using semiotic analysis using the Pierce model, which aims to describe the representation of libraries and librarians in films with the principles of reality and representation. The conclusion of this study explains that the library in this film is described as a place to get complete information for anyone by providing a large and varied collection. While librarians are depicted as elderly but smart, the highest authority in the library, as well as a technology literate figure to support the service process of users in the library under the development of globalization
- …
