1,721,075 research outputs found
Pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cianjur Kabupaten Cianjur
Penelitian ini di latar belakangi dengan adanya permasalahan dalam Sosialisasi Perpajakan diantaranya, tidak tercapainya target penerimaan pajak pertambahan Nilai pada tahun 2015 disebabkan oleh pengembalian penerimaan pajak (restitusi), sebagian wajib pajak belum memahami tentang mekanisme pembayaran pajak, lemahnya pengawasan terhadap wajib pajak sehingga wajib pajak mangkir dalam membayar pajaknya, kurangnya sosialisasi perpajakan yang dilakukan pihak KPP terhadap wajib pajak, wajib pajak belum mempercayai sepenuhnya terhadap pihak KPP, wajib pajak malas dalam membayar pajak dikarenakan persyaratan yang terlalu rumit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pelaksanaan pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cianjur Kabupaten Cianjur berdasarkan penyuluhan, cara sosialisasi, dan media informasi.
Untuk sosialisasi perpajakan sebagai variabel independen (X), peneliti menggunakan teori Widi Widodo yaitu penyuluhan, cara sosialisasi dan media informasi. Sedangkan untuk mengukur penerimaan pajak sebagai variabel dependen (Y), penulis menggunakan teori Siti Kurnia Rahayu yaitu kejelasan, kepastian, dan kesederhanaan; kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan undang-undang; sistem administrasi perpajakan yang tepat; pelayanan; kesadaran dan pemahaman warga; serta kualitas petugas pajak.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan. pengambilan sampling terhadap populasi dengan menggunakan sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, yang dijadikan sebagai sampel penelitian ini berjumlah 35 orang.
Berdasarkan hasil penelitian telah dilaksanakan. Dilihat dari hasil perhitungan secara keseluruhan variabel sosialisasi perpajakan memperoleh F hitung sebesar 12,141 dimana F hitung lebih besar dari F tabel sebesar 2,92 maka Ho ditolak yang artinya ada pengaruh secara signifikan antara sosialisasi perpajakan terhadap penerimaan pajak. Dengan demikian uji hipotesis terbukti, bahwa ada pengaruh antara pelaksanaan sosialisasi perpajakan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai di KPP Pratama Kabupaten Cianjur.
This research in the background with the problem in Socialization of Taxation among others, not achieving the target of Value Added tax revenue in 2015 caused by return of tax revenue (restitution), some taxpayer have not understand about payment mechanism of tax, weakness of supervision to taxpayer so that taxpayer defaulters in paying taxes, lack of taxation conducted by the taxpayer of the taxpayer, the taxpayer has not fully trust the KPP, tax lazy in paying taxes due to the requirements are too complicated.
This study aims to determine how big the implementation of the influence of taxation socialization on tax revenue value added in the Tax Office (KPP) Pratama Cianjur Cianjur based on counseling, ways of socialization, and media information.
To socialize taxation as independent variable (X), researcher use Widi Widodo theory that is counseling, socialization and information media. Meanwhile, to measure tax revenue as the dependent variable (Y), the author uses Siti Kurnia Rahayu's theory of clarity, certainty, and simplicity; government policy in implementing the law; appropriate tax administration system; service; awareness and understanding of citizens; as well as the quality of tax officials.
This research method using associative research method with quantitative approach. Data collection techniques used literature and field research. sampling of population by using saturated sampling is a technique of determining the sample when all members of the population used as a sample, which used as a sample of this study amounted to 35 people.
Based on the results of research has been carried out. Judging from the calculation as a whole, the tax socialization variables obtained F calculated by 12,141 where F arithmetic is bigger than F table 2,92 then Ho is rejected which means there is influence significantly between tax socialization to tax revenue. Thus the hypothesis test proved, that there is influence between the implementation of taxation socialization on the acceptance of value added tax in KPP Pratama Cianjur regency
Analisis Kualitas Tes Buatan Guru Mata Pelajaran Matematika Kelas V SD Negeri Di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal ulangan semester ganjil yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektif tidaknya pengecoh soal buatan guru Mata Pelajaran Matematika tingkat SD Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini bersifat ex-post facto. Data penelitian ini berupa: tahapan pembuatan soal, kisi-kisi soal semester, kartu soal, soal semester dan lembaran hasil jawaban siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data yang mengungkap kualitas soal dilakukan penelaan oleh pakar, dan analisis secara empirik berdasarkan teori tes klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kualitas butir berdasarkan validitas isi dengan koefisien Gregory = 0,87>0,75, maka disimpulkan bahwa hasil evaluasi antar pakar memiliki relevansi yang kuat; (2) berdasarkan validitas kriteria, butir yang valid 56,7% (17 butir); (3) kualitas butir berdasarkan reliabilitas, memiliki koefisien reliabilitas yang rendah yaitu 0.667%; (4) Kualitas soal berdasarkan daya pembeda, butir yang memiliki daya pembeda buruk/jelek = 2 butir atau 6,7%, kurang baik = 4 butir atau 13,3%, baik= 7 butir atau 23,3%, dan sangat baik= 17 butir atau 56,7%; (5) Kualitas butir berdasarkan tingkat kesukaran, 56,7% (17) butir yang tergolong sukar, dan 43,3% (13) butir tergolong sedang; (6) Kualitas soal berdasarkan analisis efektivitas pengecoh, terdapat 4 butir yang memiliki pengecoh tidak berfungsi.
Kata Kunci : Analisis Kualitas Soal Semester, dan Teori Klasik Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal ulangan semester ganjil yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektif tidaknya pengecoh soal buatan guru Mata Pelajaran Matematika tingkat SD Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini bersifat ex-post facto. Data penelitian ini berupa: tahapan pembuatan soal, kisi-kisi soal semester, kartu soal, soal semester dan lembaran hasil jawaban siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data yang mengungkap kualitas soal dilakukan penelaan oleh pakar, dan analisis secara empirik berdasarkan teori tes klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kualitas butir berdasarkan validitas isi dengan koefisien Gregory = 0,87>0,75, maka disimpulkan bahwa hasil evaluasi antar pakar memiliki relevansi yang kuat; (2) berdasarkan validitas kriteria, butir yang valid 56,7% (17 butir); (3) kualitas butir berdasarkan reliabilitas, memiliki koefisien reliabilitas yang rendah yaitu 0.667%; (4) Kualitas soal berdasarkan daya pembeda, butir yang memiliki daya pembeda buruk/jelek = 2 butir atau 6,7%, kurang baik = 4 butir atau 13,3%, baik= 7 butir atau 23,3%, dan sangat baik= 17 butir atau 56,7%; (5) Kualitas butir berdasarkan tingkat kesukaran, 56,7% (17) butir yang tergolong sukar, dan 43,3% (13) butir tergolong sedang; (6) Kualitas soal berdasarkan analisis efektivitas pengecoh, terdapat 4 butir yang memiliki pengecoh tidak berfungsi.
Kata Kunci : Analisis Kualitas Soal Semester, dan Teori Klasik Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal ulangan semester ganjil yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektif tidaknya pengecoh soal buatan guru Mata Pelajaran Matematika tingkat SD Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini bersifat ex-post facto. Data penelitian ini berupa: tahapan pembuatan soal, kisi-kisi soal semester, kartu soal, soal semester dan lembaran hasil jawaban siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data yang mengungkap kualitas soal dilakukan penelaan oleh pakar, dan analisis secara empirik berdasarkan teori tes klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kualitas butir berdasarkan validitas isi dengan koefisien Gregory = 0,87>0,75, maka disimpulkan bahwa hasil evaluasi antar pakar memiliki relevansi yang kuat; (2) berdasarkan validitas kriteria, butir yang valid 56,7% (17 butir); (3) kualitas butir berdasarkan reliabilitas, memiliki koefisien reliabilitas yang rendah yaitu 0.667%; (4) Kualitas soal berdasarkan daya pembeda, butir yang memiliki daya pembeda buruk/jelek = 2 butir atau 6,7%, kurang baik = 4 butir atau 13,3%, baik= 7 butir atau 23,3%, dan sangat baik= 17 butir atau 56,7%; (5) Kualitas butir berdasarkan tingkat kesukaran, 56,7% (17) butir yang tergolong sukar, dan 43,3% (13) butir tergolong sedang; (6) Kualitas soal berdasarkan analisis efektivitas pengecoh, terdapat 4 butir yang memiliki pengecoh tidak berfungsi.
Kata Kunci : Analisis Kualitas Soal Semester, dan Teori Klasik Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal ulangan semester ganjil yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektif tidaknya pengecoh soal buatan guru Mata Pelajaran Matematika tingkat SD Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini bersifat ex-post facto. Data penelitian ini berupa: tahapan pembuatan soal, kisi-kisi soal semester, kartu soal, soal semester dan lembaran hasil jawaban siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data yang mengungkap kualitas soal dilakukan penelaan oleh pakar, dan analisis secara empirik berdasarkan teori tes klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kualitas butir berdasarkan validitas isi dengan koefisien Gregory = 0,87>0,75, maka disimpulkan bahwa hasil evaluasi antar pakar memiliki relevansi yang kuat; (2) berdasarkan validitas kriteria, butir yang valid 56,7% (17 butir); (3) kualitas butir berdasarkan reliabilitas, memiliki koefisien reliabilitas yang rendah yaitu 0.667%; (4) Kualitas soal berdasarkan daya pembeda, butir yang memiliki daya pembeda buruk/jelek = 2 butir atau 6,7%, kurang baik = 4 butir atau 13,3%, baik= 7 butir atau 23,3%, dan sangat baik= 17 butir atau 56,7%; (5) Kualitas butir berdasarkan tingkat kesukaran, 56,7% (17) butir yang tergolong sukar, dan 43,3% (13) butir tergolong sedang; (6) Kualitas soal berdasarkan analisis efektivitas pengecoh, terdapat 4 butir yang memiliki pengecoh tidak berfungsi.
Kata Kunci : Analisis Kualitas Soal Semester, dan Teori Klasi
PERBEDAAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PEREGANGAN DINAMIS DAN TERAPI HUMOR PADA PETUGAS REKAM MEDIS RSUD UNGARAN
Latar Belakang : Petugas rekam medis merupakan pekerjaan yang bersifat monoton dengan sikap kerja duduk dalam waktu yang lama. Sikap kerja tidak alamiah selama bekerja dan pekerjaan yang monoton dapat menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peregangan dinamis dan terapi humor terhadap keluhan muskuloskeletal pada petugas rekam medis RSUD Ungaran.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan Desain penelitian pre-experimental dengan desain one group Pre-test dan Post- test. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 petugas rekam medis RSUD Ungaran dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map.
Hasil Penelitian : Analisa penelitian menggunakan Uji T-Berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden dengan kategori keluhan rendah berjumlah 12 orang (80,0%) dan kategori keluhan sedang berjumlah 3 orang (20,0%), setelah intervensi jumlah responden dengan kategori keluhan rendah berjumlah 13 orang (86,7%) dan jumlah responden dengan kategori keluhan sedang berjumlah 2 orang (13,3%). Nilai p value 0,033 ( = 0,05).
Kesimpulan : Ada perbedaan keluhan muskuloskeletal sebelum dan setelah dilakukan peregangan dinamis dan terapi humor pada petugas rekam medis RSUD Ungara
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Loyalitas Karyawan terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada Dinas Sosial Kabupaten Jember)
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan, dan loyalitas karyawan terhadap kinerja karyawan, dimana gaya kepemimpinan (X1), dan loyalitas karyawan (X2) sebagai variabel independen, dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen (Y). Populasi dari penelitian ini adalah karyawan Dinas Sosial Kabupaten Jember yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian populatif (Sensus). Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dan untuk pengolahan data menggunakan SPSS 23.0. Uji hipotesis menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan gaya kepemimpinan, dan loyalitas karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
Pengawasan Klausula Eksonerasi Pada Karcis Parkir di Kota Banjarmasin Oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Banjarmasin
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen Pasal 52 huruf (c) Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)
Kota Banjarmasin mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengawasan
terhadap pencantuman klausula baku. Fakta yang terjadi di lapangan pelaku usaha
masih menggunakan klausula eksonerasi yang dicantumkan pada karcis parkir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan dan faktor hambatan
dalam melakukan pengawasan klausula eksonerasi pada karcis parkir di Kota
Banjarmasin oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian lapangan (field research)
Pendekatan yang digunakan yuridis sosiologis. Metode pengumpulan data primer
melalui obrservasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan dalam
penelitian adalah teknik deskriptif kualitatif.
Pelaksanaan pengawasan klausula eksonerasi pada karcis parkir di Kota
Banjarmasin oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin
belum terlaksana karena Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Banjarmasin
melaksanakan pengawasan menunggu aduan dari konsumen. Dari pihak Badan
Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin juga bersifat pasif dalam
hal ini tidak melakukan sosialisasi mengenai edukasi tugas yang dimiliki oleh
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin yang
menyebabkan konsumen tidak melakukan aduan dan Badan Penyelesaian
Sengketa Konsumen (BPSK) Banjarmasin juga tidak mengetahui adanya klausula
eksonerasi pada karcis parkir yang digunakan oleh pelaku usaha, sedangkan fakta
di lapanga klausula eksonerasi pada karcis parkir masih digunakan oleh pelaku
usaha. Faktor yang menjadi hambatan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen
(BPSK) Kota Banjarmasin tidak melaksanakan pengawasan klausula baku yang
mencantumkan klausula eksonerasi karena tidak ada aduan dari konsumen. Tidak
adanya aduan dari konsumen karena terbatasnya informasi yang diketahui oleh
konsumen mengenai adanya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di
Kota Banjarmasin yang menyebabkan konsumen tidak melakukan aduan. Faktor
tidak terlaksananya pengawasan klausula eksonerasi yang dilaksanakan Badan
Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Banjarmasin dapat diatasi
menggunakan teknik-teknik pengawasan diantaranya teknik membuka diri (open
house), teknik pengawasan publik dan melakukan sosialisasi kepada konsumen
Peran mediator dalam menyelesaikan perkara harta bersama Pasca perceraian di Pengadilan Agama Serang
Mediasi di Pengadilan diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016. Pembagian harta bersama menurut KHI Pasal 97 itu dibagi menjadi seperdua bagian, tetapi pada kenyataannya pembagian tersebut masih banyak yang tidak sesuai dan menimbulkan sebuah gugatan ke Pengadilan Agama. Setiap perkara yang masuk ke Pengadilan Agama harus melalui tahapan mediasi terlebih dahulu dengan dibantu oleh mediator. Hasil dari mediasi dapat dikatakan berhasil dan tidak berhasil tergantung mencapai kesepakatan atau tidaknya yang dipengaruhi oleh para pihak dan juga peran seorang mediator sebagai pihak ketiga dalam menyelesaikan suatu sengketa. Perkara harta bersama di Pengadilan Agama Serang tahun 2020 jumlahnya 18 perkara, pada tahun 2021 jumlahnya 10 perkara, pada tahun 2022 jumlahnya 13 perkara, pada tahun 2023 jumlahnya 15 perkara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Mekanisme pelaksanaan mediasi dalam menyelesaikan perkara harta bersama Pasca Perceraian di Pengadilan Agama Serang; Faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mediasi harta bersama di Pengadilan Agama Serang; dan metode mediator dalam menyelesaikan perkara harta bersama Pasca Perceraian di Pengadilan Agama Serang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris. Metode yuridis empiris yaitu suatu penelitian yang dilakukan terhadap keadaan sebenarnya atau keadaan nyata yang terjadi dimasyarakat untuk menemukan fakta dan data yang dibutuhkan.
Penelitian ini menggunakan teori efektivitas hukum. Menurut Soerjono Soekanto bahwa efektif atau tidaknya suatu hukum ditentukan oleh 5 faktor, yaitu: Faktor hukumnya sendiri; Petugas hukum; Fasilitas yang mendukung dalam penegakan hukum; Kesadaran masyarakat yaitu lingkungan dimana hukum diterapkan; dan faktor budaya.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Proses mediasi di Pengadilan Agama Serang sesuai dengan proses beracara mediasi dalam Peraturan Mahkamah Agung No 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi di pengadilan agama; Adapun faktor pendukung keberhasilan mediasi harta bersama di Pengadilan Agama Serang yaitu dilatarbelakangi itikad yang baik dari para pihak dan mediator dapat mempunyai keterampilan yang baik, selain itu juga ada faktor penghambat keberhasilan mediasi harta bersama yaitu adanya pihak ketiga seperti keluarga yang dapat menghasut atau memprovokasi para pihak agar tetap dalam pendiriannya; dan beberapa strategi yang dipakai oleh mediator di Pengadilan Agama Serang yaitu strategi pertemuan terpisah atau kaukus, strategi berkomunikasi secara baik, serta strategi pengelolaan konflik dengan baik
Minat Masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk Membeli Minyak Goreng Curah
Fitriah. 2017. Minat Masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk Membeli Minyak Goreng Curah. Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) H. Badrian M. Ag (II)Hariyato SE, MM.
Kata Kunci: Minat Masyarakat, Minyak Goreng Curah
Penelitian ini dilatarbelakangi masih maraknya peredaran/jual beli minyak goreng curah di Kota Banjarmasin, khususnya di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Padahal terdapat peraturan Menteri Perdagangan Tahun 2014 (Nomor 80/M-DAG/PER/10/2014) yang mengeluarkan peraturan minyak goreng wajib kemasan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah dan faktor-faktor yang menyebabkan adanya minat tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dengan para informan yang diambil dengan teknik penarikan sampel secara purposive sampling.
Melalui teknik analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan: pertama, minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah sangat tinggi terlihat dari data yang didapat 24 orang atau 80% masyarakat berminat dengan minyak goreng curah. Kedua, faktor-faktor yang menyebabkan adanya minat masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Tengah untuk membeli minyak goreng curah didapat 21 orang atau 70% mengatakan bahwa minyak goreng curah lebih murah, dan mereka juga mengatakan bahwa minyak goreng curah dapat dibeli sesuai dengan keperluan. 6 orang atau 20% mengatakan bahwa sudah dari dulu menggunakan minyak goreng curah, dan yang terakhir 3 orang atau 10% mengatakan minyak goreng curah praktis
RESPONS ULAMA TERHADAP FENOMENA DUTA KAYUAGUNG
Pada era awal tahun 60-an kota Kayuagung yang merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat terkenal dengan julukannya sebagai daerah Alquran karena kota ini banyak sekali melahirkan para qari dan tahfidz. Seiring perkembangannya waktu, julukan tersebut akhirnya mengalami pergeseran. Kayuagung yang tadinya dikenal dengan daerah Alquran yang banyak menciptakan kader-kader hafizh dan qari’ berubah image menjadi daerah pengekspor Duta atau bandit luar negeri yang kerjanya tentu saja berhubungan dengan dunia kriminalitas, seperti mencopet, mencuri dan menjambret. Kendati menurut pandangan ajaran agama Islam, tindakan dan perilaku para duta ini tergolong ke dalam perbuatan yang dilarang dan bertentangan dengan aturan-aturan yang ada di dalam nash al-Quran dan Hadits, namun kenyataannya dalam realita sosial, banyak fenomena religius yang turut mewarnai dan melengkapi eksistensinya sebagai pelaku kriminal sekaligus sebagai seorang muslim yang taat menjalankan agamanya. Beberapa di antaranya adalah ketika seorang duta akan berangkat ke negara tujuannya, mereka selalu mengadakan acara yasinan yang diadakan oleh keluarganya dengan mengundang masyarakat kampung atau mendatangi seorang kyai untuk didoakan. Kemudian setelah kembali ke kampung halaman hasil yang diperoleh, sebagiannya disumbangkan ke berbagai tempat seperti pembangunan masjid, panti asuhan, kegiatan keagamaan dan lain sebagainya. Fenomena ini tentunya menimbulkan pertanyaan dan asumsi bagi kita terhadap peran dan tugas dari para kontrol sosial yang dalam hal ini adalah para pemuka agama atau alim ulama. Peran pemuka agama baik sebagai ulama maupun sebagai elite sosial tentu sangat bertentangan dengan profesi yang dilakukan oleh kelompok duta yang berada di dalam masyarakat Kayuagung ini. Rentetan panjang cerita mengenai fenomena eksistensi duta kayuagung yang masih aktual hingga saat ini, tentunya mempertanyakan sejauh mana peran dan tugas yang telah dijalankan oleh para alim ulama dalam merespons keeksisan para duta ini. Beberapa hal tersebut di atas mendorong penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang “Respons Ulama Terhadap Fenomena Duta Kayuagung”
Penelitian ini akan menjawab rumusan masalah tentang faktor apa yang melatarbelakangi adanya Fenomena Duta Kayuagung, bagaimana fenomena sosial keagamaan Duta Kayuagung, dan bagaimana respons ulama terhadap fenomena Duta Kayuagung. Dalam menjawab masalah ini penulis menggunakan penelitian lapangan, yaitu melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber mengenai respons ulama terhadap fenomena Duta Kayuagung, serta studi kepustakaan yaitu dengan melakukan penelitian terhadap literatur yang berkaitan dengan kriminalitas. Dalam membahas masalah ini, penulis menggunakan metode deskriftif analitik, yaitu memaparkan secara jelas atas fenomena yang terjadi di lapangan. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode pendekatan content analisys, yakni memahami secara mendalam isi yang terkandung dari berbagai informasi yang diperoleh di lapangan dan dalam penguraiannya akan diselingi kasus-kasus tertentu kemudian diinterpretasikan atau sebaliknya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respons ulama terhadap fenomena duta Kayuagung dinilai wajar secara sosial. Kendati profesi menjadi duta sangat bertentangan menurut ajaran Islam, namun para tokoh agama dapat menerima kehadirannya dengan berbagai alasan. Dalam kehidupan sehari-hari, kelompok duta cukup dekat dengan para tokoh agama. Hal ini dikarenakan terdapat hubungan simbiosisme antara ulama dan duta, yang ditandai dengan adanya patron-client dari ulama terhadap duta, mulai dari awal keberangkatan sang duta ke luar negeri hingga kepulangannya ke kampung halaman, Kendati kedekatan ini merupakan salah satu upaya dari para ulama untuk berdakwah secara persuasif, namun pada akhirnya kedekatan mereka mengkaburkan upaya dakwah sejatinya
Analisis sak etap dengan PSAK no.101 tentang penyajian laporan keuangan syariah pada Koperasi Bmt Itqan Bandung periode 2018-2022
Koperasi BMT ItQan Bandung sebagai suatu entitas syariah yang memiliki aktivitas operasional mengelola keuangan yang memiliki tanggung jawab atas laporan seluruh aktivitas transaksi yang terjadi pada suatu periode akuntansi sesuai dengan pedoman akuntansi yaitu SAK ETAP dan pedoman entitas syariah yaitu PSAK No.101. Namun pada pelaksananya laporan keuangan yang dibuat oleh Koperasi BMT ItQan Bandung belum sepenuhnya mengikuti aturan SAK ETAP dan PSAK No.101 pada entitas syariah tidak menyajikan seluruh informasi keuangan yang terjadi kedalam komponen laporan keuangan sebagaimana mestinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Penyajian Laporan Keuangan pada Koperasi BMT ItQan Bandung dan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) juga untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian penyajian Laporan Keuangan BMT ItQan Bandung dengan PSAK No.101.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan hasil wawancara langsung dan data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dan data sekunder diperoleh dari dokumen berkaitan. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan melakukan survei ke tempat penelitian untuk memperoleh data dan menganalisis data untuk menarik kesimpulan dan membandingkan masalah dengan teori-teori yang mendukung masalah. Adapun lokasi tempat penelitian ini bertempat di Jalan Pasirlayung Barat No.119, Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40911
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Laporan Keuangan yang disusun meliputi neraca, laporan laba/rugi atau laporan perhitungan sisa hasil usaha, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan (CALK). Pada laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP KSPPS BMT ItQan belum sepenuhnya karena tidak menyusun laporan perubahan ekuitas. Sedangkan penyajian laporan keuangan KSPPS BMT ItQan Bandung belum sepenuhnya mengikuti aturan PSAK No.10
THE INTEGRATION OF FAMILY CENTRED NURSING AND TANNAHIL’S MODEL TOWARD FAMILY’S ABILITIES TO CONTROL TEENAGERS’ RISKY SEXUAL BEHAVIORS IN BANGKALAN
Introduction:Risky sexual deviations (paraphilias) are heterosexual vaginal coitus with partners who do not want pregnancy and who do not use contraceptive methods without marital status. Nowadays, prevalence increasingly rises and result in worrying effects. This research was aimed to prove the effects of integration of family centered nursing and Tannahil’s model on family’s abilities to control teenagers’ risky behaviors.Method:This research used a quasy experiment, control group pretest-posttest design. Research subject was the parents who had 10th and 11th grade-teenagers having lovers and having been invited to consoling teachers due to their behaviors, in SMA in Bangkalan. Sample consisted of 45 experiment group and 45 control group. Sample used purposive sampling technique. Result:The result indicated that there was difference of before and after treatment with value of family’s abilities (p=0,00), teenagers’ self control (p=0,00), knowledge (p=0,00), teenagers’ activities (p=0,00), searching patterns of information access (p=0,04), and success commitment for group behaviors (p=0,003).Conclusion: It meant that there were effects of integration of family centered nursing and Tannahil’s model on family’s abilities to control teenagers’ risky behaviors.It is suggested that public health center establish partnership program among nurses, families and teenagers to create comfortable environment full of protection for teenagers so that the teenagers will not make outside environment to look for solutions.
Key Words: integration, FCN &Tannahil’s model, family’s abilities, self control, knowledge, activity,information access, success commitmen
- …
