1,721,057 research outputs found
Analisis Nilai Tambah, Saluran dan Margin Pemasaran Peyek Kacang Tanah di Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Studi Kasus IKM Fitri Lestari): Analysis of Added Value, Channels and Marketing Margins for Peanut Butter in Kampal Village, Parigi District, Parigi Moutong Regency (Case Study of IKM Fitri Lestari)
Fitri Lestari merupakan IKM di Kabupaten Parigi Moutong yang menggeluti usaha peyek kacang tanah yang sudah berbadan hukum dan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). IKM ini berdiri pada tanggal 26 April 2003 dan tetap bertahan sampai sekarang. Olehnya itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai tambah, bentuk saluran pemasaran serta besarnya margin pemasaran agroindustri peyek kacang tanah pada IKM Fitri Lestari. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan purposive untuk memilih responden perusahaan dengan mempertimbangkan kriteria item tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Semua orang yang terlibat langsung dalam kegiatan agribisnis ini dijadikan sebagai responden. Hal ini dikarenakan dianggap memiliki kemampuan, paling memahami permasalahan yang terkait dengan produksi peyek kacang tanah di IKM Fitri Lestari dan sejalan dengan tujuan. Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi adalah cara yang digunakan dalam pengumpulan data sedangkan untuk bahan analisis memakai data kuantitatif. Dalam melakukan analisis nilai tambah pada penelitian ini menggunakan Analisis Hayami. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai tambah pengolahan kacang tanah menjadi peyek kacang tanah pada IKM Fitri Lestari sebesar sebesar 57,93% atau dalam rupiah senilai Rp. 86.900,00/kg. Berdasarkan kriteria rasio nilai tambah, angka ini tergolong tinggi karena melebihi 40%. Hasil penelitian saluran pemasaran agribisnis peyek kacang tanah memperlihatkan dua saluran pemasaran yang berbeda yaitu saluran I dengan alur produsen langsung ke konsumen tidak diperoleh margin pemasaran dan saluran II dengan alur produsen ke pengecer ke konsumen diperoleh margin pemasaran Rp.7.403,43/Kg
MODEL PEMBELAJARAN AKTIF PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM BUKU METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KARYA RAMAYULIS
UMI FITRI LESTARI (2022) : MODEL PEMBELAJARAN AKTIF PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM BUKU
METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM KARYA RAMAYULIS
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran
aktif Pada Pembelajaran Agama Islam Dalam Buku Metodolgi Pendidikan Agama
Islam Karya Ramayulis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan
(library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi
dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis isi (content analysis)
yang berhubungan dengan isi yang terkandung dalam buku Metodologi
Pendidikan Agama Islam. Teknik analisis isi dilakukan dengan cara
mengklasifikasikan, manganalilsis, dan mendeskripsikan hasil analisis. Hasil
penelitian menyimpulkan model pembelajaran aktif Pada Pembelajaran Agama
Islam Dalam Buku Metodologi Pendidikan Agama Islam Karya Ramayulis bahwa
model pembelajaran aktif adalah pola yang dapat di gunakan untuk membentuk
kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan
pembelajaran di kelas atau lainnya. Tujuannya untuk mengembangakan
pembelajaran yang aktif di kelas. Fungsinya sebagai langkah guru untuk dapat
mewujudkan suatu proses pembelajaran PAI yang aktif. Terdapat empat model
pembelajaran aktif yang bisa di terapkan saat ini yaitu: Model Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL), Model Pembelajaran Berbasis Web (ELearning), Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) dan Model
Pembelajaran Tematik.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Aktif, Pembelajaran PAI, Buku Metodologi
Pendidikan Agama Isla
STUDI KOMPARATIF KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH DAN HAMKA
FITRI LESTARI (2023) : STUDI KOMPARATIF KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH DAN
HAMKA
Skripsi ini membahas tentang konsep kebahagiaan menurut Ibnul Qayyim alJauziyyah dan Hamka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persamaan dan
perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut tentang konsep kebahagiaan.
Kebahagiaan merupakan topik yang menarik dalam pemikiran filosofis dan
spiritual. Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing dalam
mengkonsepkan suatu kebahagiaan serta jalan apa yang harus ditempuh untuk
mendapatkannya. Adapun masalah yang diperbincangkan adalah apakah
kebahagiaan itu bersifat materi yang artinya kebahagiaan tertinggi bisa diraih di
dunia, atau kebahagiaan itu terkait dengan jiwa yang artinya kebahagiaan tertinggi
hanya bisa diraih di akhirat. Kemudian ada juga yang menggabungkan keduanya,
baik di dunia maupun di akhirat kebahagiaan tertinggi bisa diraih. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dalam kategori penelitian kepustakaan (Library
Research), menggunakan metode deskriptif komparatif untuk menganalisis
pandangan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dan Hamka terkait kebahagiaan. Data yang
digunakan berasal dari karya-karya tulis mereka termasuk buku. Adapun sumber
primer dari buku karangan asli Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dan Hamka, sedangkan
sumber sekunder diperoleh dari buku-buku karangan orang lain yang sifatnya
mendukung penelitian ini. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada
persamaan dan perbedaan dalam konsep kebahagiaan pada kedua tokoh tersebut.
Untuk persamaannya, kedua tokoh tersebut mengatakan bahwa kebahagiaan sejati
tidak hanya mencakup kepuasan materi atau kesenangan sesaat. Mereka
menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam mencapai kebahagiaan sejati
melalui ma‟rifatullah serta hubungan yang baik dengan Allah dan sesama
manusia. Adapun perbedaannya, dalam mencapai kebahagiaan, Ibnul Qayyim alJauziyyah lebih menekankan pada aspek spiritualitas dan hubungan yang intim
antara individu dengan Allah. Sementara itu, Hamka melihat kebahagiaan sebagai
sesuatu yang dapat dicapai melalui keseimbangan antara kehidupan spiritual dan
materi. Baginya, kebahagiaan tidak hanya terkait dengan hubungan manusia
dengan Allah saja, tetapi juga terkait membangun hubungan yang baik dengan
sesama manusia dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci : Kebahagiaan, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Hamka
Upaya Meningkatkan Kemandirian Melalui Kegiatan Bermain Peran Pada TK B RA ROBBANI Rantauprapat
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak melalui metode bermain
peran di kelompok B RA ROBBANI Rantauprapat. Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga Siklus. Subjek penelitian ini yaitu 17 anak
terdiri dari 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Metode pengumpulan data
dilakukan melalui observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif
dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian anak meningkat
melalui metode bermain peran. Anak menentukan peran yang diinginkannya sendiri,
anak mampu berperan sesuai peran yang dimainkannya, mandiri dalam menggunakan
peralatan bermain peran, anak mampu merapikan mainan setelah bermain peran. Hasil
observasi pra siklus, sebagian besar kemandirian anak berada pada kriteria Belum
Berkembang (BB) 36,76%. Pasca Siklus I sebagian besar kemandirian anak berada pada
kriteria Mulai Berkembang (MB) 44,11%. Pasca Siklus II kemandirian anak berada
pada kriteria Mulai Berkembang (MB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 79,40
dan pasca siklus III kemandirian anak berada pada 91,17% dengan kriteria Berkembang
Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB)
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MAN KUNIR WONODADI BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengembangan Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Nur Fitri Lestari, NIM. 2811123179, pembimbing H. Muh Nurul Huda, M.A.
Kata kunci : Pengembangan Pembelajaran, Motivasi Belajar Siswa
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan pendidikan yang mampu menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru harus mampu memotivasi siswa, oleh karenanya guru harus mampu memilih metode yang tepat, media, dan juga pengelolaan kelas yang dapat memberikan kenyamanan dan memotivasi siswa dalam belajar.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana strategi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar? (2) Bagaimana strategi guru dalam memilih media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar? (3) Bagaimana strategi guru akidah akhlak dalam dalam pengelolaan kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar?
Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar, yang kedua untuk mengetahui strategi guru dalam memilih media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar, dan yang ketiga untuk mengetahui strategi guru akidah akhlak dalam pengelolaan kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MAN Kunir Wonodadi Blitar.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Pola penelitian: deskriptif: teknik pengumpulan data: observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data: sumber data primer dan sumber data sekunder; teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan atau keajegan pengamatan, dan triangulasi.
Setelah penulis mengadakan penelitian, maka pada akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut:1) dalam mengembangkan metode pembelajaran guru menggunakan metode yang bervariasi seperti metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan mengkombinasikan antara metode satu dengan yang lainnya contohnya mengkombinasikan metode diskusi dengan metode ceramah dalam pembelajaran di kelas, 2) dalam memilih media pembelajaran guru menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, menyesuaikan dengan tujuan dari pembelajaran yang hendak dicapai, mempertimbangkan apakah media itu disukai oleh siswa, 3) strategi yang dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yaitu: memberikan pertanyaan-pertanyaan, seperti memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil di awal pembelajaran untuk membangkitkan motivasi siswa terhadap materi pelajaran. memberi kebebasan kepada siswa untuk memilih tempat duduk seperti membentuk lingkaran-lingkaran kecil dalam diskusi kelompok
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT INTERNAL DAN EKSTERNAL MADRASAH (Studi Multisitus di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar)
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Manajemen Hubungan Masyarakat (HUMAS) Dalam
Menjalin Hubungan Dengan Masyarakat Internal dan Eksternal Madrasah” ini
ditulis oleh Nur Fitri Lestari dengan dibimbing oleh Dr. H.Munardji, M.Ag. dan
Dr. Maftukhin, M.Ag.
Kata Kunci: Manajemen Humas, Hubungan Masyarakat Internal dan
Eksternal
Humas dalam lembaga pendidikan khusunya madrasah adalah gerbang
terdepan yang menghubungkan lingkungan internal lembaga pendidikan dengan
masyarakat. Namun dilapangan, humas belum mendapatkan peran dan posisi
penting dalam lembaga pendidikan. Menjalin hubungan dengan masyarakat baik
internal dan eksternal merupakan salah satu fungsi humas di lembaga pendidikan.
Jalinan hubungan yang baik antara madrasah dan masyarakat akan membawa
dampak positif bagi kemajuan madrasah, oleh karenanya perlu manajemen humas
bagi lembaga pendidikan dalam menjalin hubungan dengan masyarakat baik
internal maupun eksternal lembaga agar tujuan yang hendak dicapai dapat
dilaksanakan dengan baik.
Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini terfokus pada aspek
manajemen humas dalam menjalin hubungan dengan masyarakat internal dan
eksternal madrasah dengan pertanyaan penelitian: (1) Bagaimana program humas
dalam menjalin hubungan dengan masyarakat internal dan eksternal madrasah di
MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar? (2) Bagaimana aksi humas dalam menjalin
hubungan dengan masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar
dan MAN 3 Blitar? (3) Bagaimana evaluasi humas dalam menjalin hubungan
dengan masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar dan MAN 3
Blitar?.
Berdasarkan pertanyaan penelitian tersebut, maka tujuan dari penelitian ini
adalah: (1) Mendeskripsikan program humas dalam menjalin hubungan dengan
masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar.
(2) Mendeskripsikan aksi humas dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar. (3)
mendeskripsikan evaluasi humas dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi
multi situs. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam,
observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan dua tahap yaitu
analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs menggunakan tiga alur yaitu:
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan
data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan atau keajegan
pengamatan dan triangulasi.
Setelah penulis mengadakan penelitian, maka pada akhirnya dapat
disimpulkan sebagai berikut:1) Program humas dalam menjalin hubungan dengan
masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar.
xvii
adalah direncanakan dengan matang dengan musyawarah berbagai pihak.
Program yang disusun di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar dalam menjalin
hubungan dengan masyarakat internal dan eksternal adalah dengan melalui
komunikasi yang baik dan mempererat tali silaturrahmi, 2) Aksi humas dalam
menjalin hubungan dengan masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1
Blitar dan MAN 3 Blitar yaitu dengan memelihara kekeluargaan antara
masyarakat internal dan eksternal, mengundang masyarakat ke madrasah,
pelibatan masyarakat dalam kegiatan besar madrasah dan menjalin hubungan
edukatif, hubungan institusional dan hubungan kultural antara madrasah dengan
masyarakat serta memaksimalkan penggunaan media. 3) Evaluasi humas dalam
menjalin hubungan dengan masyarakat internal dan eksternal madrasah di MAN 1
Blitar dan MAN 3 Blitar dilaksanakan sebagai alat pengukuran kegiatan yang
dilaksanakan apakah berhasil atau tidak, dikatakan berhasilnya suatu kegiatan
adalah kegiatan tersebut dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah
direncanakan sebelumnya, evaluasi sendiri dilaksanakan dengan melibatkan
masyarakat baik internal maupun eksternal madrasa
- …
