1,720,993 research outputs found

    Analisis Dampak Penetapan Pelabuhan HUB Internasional Makassar Terhadap Biaya Logistik di Wilayah Indonesia Timur

    Get PDF
    Dalam menurunkan biaya logistik di Wilayah Indonesia Timur, Pemerintah membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2020-2024. Dimana dalam bidang transportasi laut, pemerintah mengusulkan konsep Integrated Port Network (IPN) dengan tujuan menekan biaya logistik dan mengurangi kegiatan alih muat barang di Pelabuhan Transshipment Singapore. Salah satu sasaran dalam konsep IPN adalah penetapan Pelabuhan Makassar sebagai hub internasional untuk Wilayah Indonesia Timur menggantikan Pelabuhan Tanjung Perak. Tugas akhir ini akan meneliti dampak yang ditimbulkan akibat penetapan kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier dan analisis sensitivitas untuk mengetahui akibat perubahan suatu variabel. Hasil penelitian menunjukkan jika kebijakan diterapkan mengakibatkan biaya total distribusi petikemas lebih tinggi 19% dibandingkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Selain itu ketika konsep Integrated Port Network diterapkan, juga akan menghasilkan biaya total yang lebih mahal 16% dari kondisi saat ini. Sehingga berdampak pada unit cost yang lebih mahal 19% saat transit Makassar dan sebesar 15% pada kegiatan direct call daripada saat melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Konsep IPN dapat diimplementasikan ketika jumlah muatan petikemas internasional yang dikonsolidasikan di Pelabuhan Makassar sebesar 880.569 TEUs/tahun. Hal tersebut akan menurunkan biaya satuan pada konsep IPN sebesar 6% dari kondisi saat ini. Biaya satuan tersebut didapatkan dengan menggunakan kapal Tommi Ritschter dengan kapasitas angkut total sebesar 4.785 TEUs. ===================================================================================================== In order to minimize the logistic cost in eastern Indonesia region, the government has made the Medium Term Development Plan for 2020-2024, where in the field of marine transportation, the government has also proposed the Integrated Port Network (IPN) concept to minimize the logistic cost and reduce the cargo handling activities in Singapore Transshipment Port. One of the goals of the IPN concept is assigning the Makassar Port as International Hub Port in eastern Indonesia region, which replace the previous one, Tanjung Perak Port. This final project will analyzed the impact of Makassar Port establishment as the International Hub Port to the logistics cost in eastern Indonesia region. The method used in this research are linear regression and sensitivity to find out the impact of the changes in a variable. The result obtained that the total cost of transit at the Makassar Port will have a total cost increase of 19% compared to that of the Port of Tanjung Perak. Meanwhile, when the integrated port network is implemented, it will also result in a total cost that is 16% more expensive than the current condition. The designation of the Makassar Hub Port also impacts the increase in unit costs at each feeder port. The average increase in unit costs during Makassar transit was 19%, and direct call activities were 15% from current conditions. The IPN concept can be implemented when the number of international container cargoes consolidated at Makassar Port is 880,569 TEUs / year. This will reduce the unit cost of the IPN concept by 6% from current conditions. That result are obtained from using Tommi Ritschter vessel which has capacities of 4.785 TEUs

    Analisis Pengelolaan Koleksi Terbitan Berseri di Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar

    Get PDF
    Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data melali wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pustakawan di Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Hasil dari penelitiaan ini menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi terbitan berseri dilakukan berdasarkan standar pengelolaan yaitu, DDC dan Klasifikasi yang diterbitkan di Perpustakaan Nasional RI dan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan di perpustakaan Utsman Bin Affan. Mengenai kendala yang dihadapi yaitu anggaran terbatas, penggunanya masih kurang mengunjungi koleksi terbitan beseri karena menggunakan bahasa asing seperti jurnal

    ANALISIS KINERJA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA BADAN PENGELOLAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN GOWA

    Get PDF
    ANALYSIS OF REGIONAL REVENUE AND EXPENDITURE BUDGET PERFORMANCE AT THE REGIONAL FINANCIAL MANAGEMENT AGENCY OF GOWA REGENCY FIRDAWATI Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar E-mail:[email protected] RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten gowa dan tingkat kemandirian pemerintah daerah kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksakan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan beberapa rasio keuangan yaitu, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektifitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah Kabupaten Gowa dilihat dari 1). Rasio Kemandirian Keuangan Daerah termasuk dalam kategori rendah, 2) Rasio Efektifitas Keuangan Daerah termasuk dalam kategori efektif dimana target PAD yang ditetapkan lebih dari 100%, 3) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah termasuk dalam kategori efisien dimana tingkat efisiensi belanja di bawah 100% , 4) Rasio Pertumbuhan Keuangan Daerah termasuk dalam ketegori belum bertumbuh, karena masih ada rasio prtumbuhan yang mengalami penurunan atau bernilai negatif. Kata Kunci : Kinerja Keuangan Daera

    Peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam Menangani Pernikahan Dini di Desa Pangalloang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba

    Get PDF
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Faktor Penyebab terjadinya Pernikahan Dini di Desa Pangalloang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yaitu kurangnya sosialisasi undang-undang pernikahan, kurangnya kontrol orang tua, faktor ekonomi, pengaruh sosial media. 2) Upaya Yang dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam menangani Pernikahan Dini di Desa Pangalloang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yaitu bimbingan dan penyuluhan, kursus calon pengatin (suscatin

    The Problemtica Inflation in Historical Review: A Study of Economic Thinking Imam Al-Maqrizi

    No full text
    The problem of inflation of assets does not only occur in the current era, several centuries ago the problem of inflation also often occurred, this can be seen from the thoughts of one of the figures in Islam, namely Imam al-Maqrizi. This paper aims to describe in detail the historical review of inflation in Islamic economics and also to describe the factors that influence the occurrence of inflation in Islam, especially in the thoughts of Imam al-Maqrizi. This study uses the library research method, because the data used is ready, the approach used in this study is a historical approach with the aim of revealing all aspects of inflation in Imam al-Maqrizi's thoughts, especially in his book Ighatah al-Ummah Bi Kashf al- Ghummah. The results of the study show that the problem of financial inflation does not only occur today, but also occurred in ancient times, because historically Imam al-Maqrizi who was born in the 14th century AD has told about financial inflation in many of his works. Imam al-Marizi concluded that there are at least two main reasons why financial inflation occurs, the first is due to natural factors or what he calls natural factors, where due to certain conditions whether natural disasters or others make a product scarce and make its price increase drastically. Second, because of government factors or what he calls human factors, this factor can be caused by rampant corruption, or errors in administrative management in a country, and it can also be due to factors that are so high taxes, even Imam al-Maqrizi also alluded to one of these factors. The main occurrence of inflation is due to increased financial circulation within a country which is indeed common nowadays in Indonesia(;).Permasalahan inflasi harta bukan hanya terjadi di era sekarang ini, beberapa abad yang lalu permasalahan inflasi juga sering terjadi hal ini bisa dilihat dari pemikiran salah satu tokoh dalam Islam yaitu Imam al-Maqrizi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail terkait tinjauan histori tentang inflasi di dalam ekonomi Islam dan juga mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya inflasi di dalam Islam khususnya dalam pemikiran Imam al-Maqrizi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, karena data yang digunakan sudah siap adanya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah dengan tujuan untuk mengungkapkan semua aspek inflasi yang ada dalam pemikiran Imam al-Maqrizi terkhusus dalam kitabnya Ighathah al-Ummah Bi Kashf al-Ghummah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan inflasi keuangan tidak hanya terjadi di zaman sekarang ini, akan tetapi juga terjadi pada zaman dahulu, karena secara histori Imam al-Maqrizi yang lahir pada abad ke 14 M telah menceritakan tentang inflasi keuangan di dalam banyak karyanya. Imam al-Marizi menyimpulkan setidaknya ada dua alasan utama kenapa terjadi inflasi keuangan, yang pertama disebabkan karena faktor alam atau dia sebut dengan faktor alamiah, di mana karena kondisi tertentu apakah bencana alam atau yang lainnya membuat suatu produk bisa menjadi langka dan membuat harganya menjadi meningkat secara drastis. Kedua karena faktor pemerintahan atau dia sebut dengan faktor dari manusia, faktor ini bisa diakibatkan karena terjadinya korupsi yang merajalela, atau kesalahan dalam pengelolaan administrasi dalam sebuah negara, dan bisa juga karena faktor pajak yang begitu tinggi, bahkan imam al-Maqrizi juga menyinggung salah faktor utama terjadinya inflasi karena meningkatnya sirkulasi keuangan dalam suatu negara yang memang sering terjadi dewasa ini di negara Indonesia

    KUALITAS HIDUP MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DENGAN RINITIS ALERGI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH

    Get PDF
    Latar belakang : Rinitis alergi (RA) merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan manifestasi berupa gejala hidung maupun di luar hidung. Gejala yang timbul akibat RA dikaitkan dengan gangguan dalam beraktifitas sehari-hari sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan : Membandingkan kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) yang menderita RA dengan yang tidak menderita RA, serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup mahasiswa FK dengan RA. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain belah lintang. Subyek penelitian adalah mahasiswa FK Universitas Diponegoro angkatan 2009 dan 2011. Diagnosis RA dilakukan dengan kuesioner ISAAC, sedangkan kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner SF-36. Analisis hasil dengan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan kualitas hidup dan uji korelasi Spearman untuk faktor-faktor yang berpengaruh ( derajat berat RA, lama serangan, pengobatan dan penyakit komorbid ). Hasil : Sebanyak 65 sampel dari masing-masing kelompok RA positif dan RA negatif dianalisis dengan hasil berbeda bermakna antara skor kualitas hidup kelompok RA positif dan kelompok RA negatif (p=0.009) dengan rerata skor kelompok RA positif sebesar 76.1±11.9 dan rerata kelompok RA negatif 80.4±11.9. Analisis korelasi antara derajat berat RA, lama serangan, pengobatan, dan penyakit komorbid dengan skor kualitas hidup kelompok RA positif didapatkan hasil yang tidak signifikan ( p=0.270 dan r=-0.139 untuk faktor derajat berat RA, p=0.274 dan r=-0.138 untuk faktor lama serangan, p=0.355 dan r=0.117 untuk faktor pengobatan, p=0.438 dan r=-0.098 untuk faktor penyakit komorbid ). Kesimpulan : Kualitas hidup mahasiswa FK dengan RA lebih buruk dibandingkan tanpa RA. Derajat berat RA, lama serangan RA, pengobatan dan penyakit komorbid tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup mahasiswa FK dengan RA. Kata kunci : Rinitis alergi, kualitas hidup, SF-36

    Analisis Sistem Rujukan Kelainan Refraksi dari Puskesmas ke Rumah Sakit di Kota Pariaman Tahun 2018

    Get PDF
    Salah satu upaya pelayanan kesehatan mata adalah pelayanan kelainan refraksi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014, kelainan refraksi masuk dalam 144 diagnosis yang harus diselesaikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2015–2017 menunjukkan bahwa semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit yang jumlahnya setiap tahun menunjukan peningkatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana penanganan kelainan refraksi dan faktor penyebab dirujuknya kelainan refraksi ke rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data karakteristik responden didapatkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi tentang pelayanan kelainan refraksi pada Puskesmas-Puskesmas di Kota Pariaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa SDM untuk pelayanan refraksi di puskesmas Kota Pariaman sudah memadai dari segi kompetensi. Sarana prasarana untuk pemeriksaan refraksi sudah lengkap pada semua puskesmas. SOP untuk pemeriksaan refraksi hanya dimiliki oleh puskesmas yang memiliki tenaga refraksionis. Pelayanan sudah dimulai dari anamnesa, pemeriksaan mata dasar dan pemeriksaan refraksi. Semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit karena adanya panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan bahwa untuk mendapatkan kacamata bagi peserta JKN harus dengan rekomendasi dokter spesialis mata. Hasil penelitian dapat disimpulkan merujuk semua kelainan refraksi ke rumah sakit adalah karena panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit serta terjadinya in-efisiensi anggaran

    Determinants of hypertension among productive age population

    Get PDF
    Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases that is a health problem. The incidence of hypertension is generally found in the elderly, but it does not rule out the possibility that the adolescent to adult population can also experience hypertension. Hypertension may be a silent killer where symptoms can vary in each individual and are almost equivalent to the symptoms of other diseases. Purpose: To determinants of hypertension among productive age population. Method: Quantitative research using a cross-sectional study approach. The population used as respondents in this study were all productive age individuals in the Parik Rantang Health Center working area. The sampling technique is systematic random sampling, while the number of samples required is 190 samples. Results: The proportion of hypertension in the productive age population in the working area of the Parit Rantang Health Center is (43.7%). The most dominant factor is salt consumption on the incidence of hypertension in the productive age population in the Parit Rantang Health Center working area in 2024. Conclusion: Many factors influence the risk of hypertension in the productive age population including age, gender and salt consumption. Therefore it is recommended to the productive age population to pay attention to salt consumption so that the incidence of hypertension can be prevented and controlled in the productive age population

    Model Determinan Perilaku “Lelaki Seks Lelaki” di Kota Padang, Sumatera Barat

    Get PDF
    Pada tahun 2016, Kota Padang Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat dikejutkan dengan laporan tingginya insiden kasus HIV/AIDS di Indonesia. Tingginya kasus HIV/AIDS berhubungan dengan prostitusi dan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari akar permasalahan determinan perilaku LSL di Kota Padang yang dikenal dengan negeri yang religius. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, berupa wawancara terhadap 44 orang pelaku yang didapatkan secara snowball, petugas Komisi Penanggulanan AIDS (KPA) Kota Padang dan konselor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku tersebar dari berbagai tingkat pendidikan dan pekerjaan. Awal mula perilaku LSL umumnya coba-coba saat usia remaja tatkala pubertas dengan nafsu seksual yang bergejolak (54,5%) sebagai pengalihan dari berhubungan seks dengan perempuan. Ada juga pelaku yang pernah menjadi korban pelecehan seksual dari laki-laki dewasa. Anak yang kurang kasih sayang dalam keluarga, mencoba mencari sosok yang dapat menyayanginya, mudah diperdaya oleh pelaku LSL dewasa. Korban pelecahan saat anak-anak, kemudian saat remaja daan beranjak dewasa juga coba-coba untuk melakukan LSL. Perilaku yang awalnya coba-coba akan menjadi menetap jika mendapatkan lingkungan yang mendukung. Studi ini membuktikan bahwa rendahnya kualitas pola asuh dalam keluarga dan kontrol sosial berperan terhadap munculnya perilaku LSL
    corecore