19 research outputs found

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM HAL PT.KARISMA SEJAHTERA PERKASA SELAKU PENGEMBANG MENGALAMI KREDIT MACET

    No full text
    Meningkatnya perkembangan pembangunan perumahan menimbulkan lahirnya cara-cara praktis dan cepat untuk menjual perumahan dengan berbagai sistem penjualan serta menimbulkan kompleksitas permasalahan didalam masyarakat, sehingga memerlukan adanya perlindungan hukum terkhusus terhadap konsumen. PT. Karisma Sejahtera Perkasa sebagai pengembang Perumahan Karisma Residence Limau Manih menggunakan 2 (dua) sistem penjualan sekaligus yaitu melalui KPR dan secara langsung kepada pengembang. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen dalam hal PT. Karisma Sejahtera Perkasa selaku pengembang mengalami kredit macet? 2) Bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan oleh konsumen terhadap PT. Karisma Sejahtera Perkasa yang mengalami kredit macet untuk memenuhi hak konsumen menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999?. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat Yuridis Empiris. Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam hal PT. Karisma Sejahtera Perkasa selaku pengembang mengalami kredit macet ialah perlindungan hukum preventif berupa pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Selanjutnya, perlindungan hukum represif berupa perlindungan hukum akhir yakni tidak terpenuhinya hak konsumen dan tidak terlaksananya prestasi sesuai yang tertera pada PPJB rumah oleh PT. Karisma Sejahtera Perkasa, maka konsumen berhak meminta ganti kerugian sesuai Pasal 19 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 mengenai tanggungjawab pelaku usaha. 2) Upaya hukum yang dapat dilakukan konsumen terhadap PT. Karisma Sejahtera Perkasa yang mengalami kredit macet untuk memenuhi hak konsumen jika ditinjau menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 ialah melalui penyelesaian sengketa di luar Pengadilan (non litigasi) berupa penyelesaian sengketa dengan jalan damai dan penyelesaian sengketa melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), serta penyelesaian sengketa melalui Pengadilan (litigasi) berupa pengajuan gugatan. Kata Kunci: Jual Beli Rumah, Perlindungan Hukum, PPJB, Wanprestasi, Kredit Mace

    PEMBUATAN PUDING PANNA COTTA DENGAN SUSU KEDELAI

    No full text
    The purpose and benefits of this research are to find out the manufacture of panna cotta pudding with vegetable milk and the authors want to provide other options for consumers who are allergic or avoid animal milk. The author conducted this research qualitatively. The recipe test was carried out three times and interviewed 5 people who liked pudding. The experimental results from the third experiment are preferred because they have a soft and dense texture. Keywords : Panna Cotta Pudding, Vegetable Milk

    Analisis Penerapan Akuntansi Pada Usaha Bengkel Motor Di Kecamatan Marpoyan Damai

    No full text
    This research aims to determine the suitability of the accounting application carried out by the motorbike repair shop in Marpoyan Damai Pekanbaru with the basic concepts of accounting. In this study the authors used a purposive sampling method, namely the type of random sample selection whose information was obtained using certain considerations (generally adjusted to the objectives or research problems). By using this method the authors took a sample of 20 motorbike repair businessmen in Marpoyan Damai District, Pekanbaru. The data collection technique used by the author in conducting this research is quantitative methods, namely distributing questionnaires, conducting structured interviews and making observations. Based on the results of this study indicate that the application of accounting carried out by the motorbike repair shop in Marpoyan Damai District, Pekanbaru has not fully implemented the basic concepts of accounting

    Pengaruh Smartphone Addiction Terhadap Empati Pada Generasi Milenial

    No full text
    The purpose of this research is to find out the effect of smartphone addiction toward empathy in generation millennial on Pekanbaru which number of population are 307.573 people which 20-34 years old, research samples are 100 people. In this research the author is use simple random sampling method to collected samples. This questionnaire consists of 10 items for smartphone addiction scale and 28 items for empathy scale. The result of this research is use simple regression linear analysis. The result of analyze that have been done show significant influence between smartphone addiction and empathy of generation millennial on Pekanbaru. Smartphone addiction has negative effect toward people’s empathy. R Square 0.282 or 28.2% as the contribution value. The effective contribution variable of smartphone addiction toward people’s empathy is 28.2% and 71.8% and other variable also affecting this research

    Pentingnya Layanan Psikologis Bagi Karyawan dalam Menjaga Kesehatan Mental dan Peningkatan Kinerja

    No full text
    ABSTRAK Pada cara kerja tradisional kita melihat bahwa ranah pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi berjalan secara terpisah, namun perubahan yang terjadi setelah pandemi COVID-19 sangat memperlihatkan bahwa semua ranah tersebut menjadi tipis batasannya. Pada penelitian sebelumnya kita memahami bahwa permasalahan di ranah rumah dan kehidupan pribadi dapat mempengaruhi kinerja kita di kantor dan sebaliknya, dan tidak hanya terkait kinerja tetapi pada akhirnya juga dapat menurunkan  kesehatan mental karyawan. Saat ini banyak perusahaan yang mulai mencoba menyediakan layanan konseling/ pendampingan psikologis selain layanan kesehatan fisik, namun demikian masih banyak pula perusahaan yang merasa bahwa layanan konseling hanya menjadi beban tambahan pengeluaran. Oleh karena itu penulis memaparkan temuan yang penulis dapatkan selama berpraktek mendampingi para karyawan. Terdapat 157 klien, yang penulis dapatkan dari rujukan perusahaan maupun datang secara pribadi dengan keluhan utama mengenai pekerjaan. Hal ini berarti semua klien penulis dapatkan dengan fokus utama adalah pembahasan mengenai pekerjaannya, walaupun nantinya bisa berkembangan ke masalah lain. Temuan dari analisis ini adalah terdapat  4 kelompok permasalahan utama pada sampel yang dapat mempengaruhi kinerjanya, yaitu pengembangan diri, permasalahan yang langsung terkait dengan pekerjaan, permasalahan relasi pasangan/ keluarga dan patalogi klinis. Evaluasi terhadap layanan konseling yang diberikan menunjukkan bahwa para karyawan merasa terbantu dengan adanya layanan psikologis yang diberikan perusahaan, dimana mereka memiliki wadah yang tepat untuk berbicara mengenai permasalahan mereka dan hal ini memberikan nilai/ citra positif terhadap perusahaan, serta dapat menghindarkan perusahaan dari resiko menurunnya kinerja, konflik dalam tim, berkembangnya gosip dan pada akhirnya menjaga kesehatan mental dan mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja karyawan. ABSTRACT Before, we see that the area of work, family and personal life operate separately, but after COVID-19 everything has changed. Right know we realise that boundaries among three areas is unclear. problems in the realm of household and personal life can affect our performance at work and vice versa. Unmanageable problam can  reduce employee’s mental health. Currently, many companies starting to provide counseling/psychological assistance for their employee. But, no doubt, still many companies see counseling services are only an additional burden. Threfore, in these paper, author will describe the findings that the authors obtained during the practice of mentoring employees. There were 157 clients, whom the authors obtained from company referrals or came themselves with major complaints about their job. From the analysis, there are 4 main groups of problems that can affect employee performance: self-development, problems directly related to work, problems with partner/family relationships and clinical pathology. The counseling service’s evaluation, shows that  employees feel helped by the psychological services provided by the company. It provides positive value/image for the company, and also can prevent the company from problem such as: decreased performance, conflict within team, gossip’s development and ultimately maintain mental health and support the improvement of employee competence and performance

    Unveiling the Enigma: Exploring Regulated Marriage Age Limits from the Lens of Maslahah Mursalah

    No full text
    The purpose of this research is to ensure that the principle of maslahah mursalah should serve as the foundation for the formation of Islamic Law in terms of regulating changes that occur in society. The Indonesian government recently revised the minimum age for a woman to marry from 16 to 19 years.  This inevitably gives rise to new complications in society, as can be seen from the large number of requests for marriage dispensations submitted to the Syariah Courts. This complication arises because if the marriage continues to be carried out under age then the marriage will become invalid. The emergence of a new regulation that regulates the age limit for a person to enter into a marriage has given rise to the author\u27s enigma about whether it is in accordance with the concept of presenting maslahah mursalah in society or vice versa? To address the  issues that arise, researchers use the data collection method employed in this research is the interpretative understanding constructivist approach with a phenomenological framework, primary data obtained in the Babelan, Bekasi. While secondary data were derived from the examination of ten Syariah Court Judges\u27 rulings on underage marriage petitions and existing literature. The conclusion of this research is that the implementation of the Marriage Law which regulates the age limit for marriage is considered to have not been able to reduce the number of underage marriages. In terms of implementing these rules it is very weak and does not provide any benefits (maslahah mursalah) for the community, because the government was not serious about carrying out socialization about this matter. Consequently, this regulation falls short in safeguarding the community\u27s welfare

    Implementasi media pembelajaran Audio-Visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran Fiqh di SMA Islam Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Dua unsur penting dalam pembelajaran adalah metode mengajar dan media pengajaran. pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan membawa pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran Fiqih kehadiran media memiliki arti yang cukup penting. Mengingat selama ini hasil dari pembelajaran Fiqih dinilai masih kurang. Karena para guru kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton, tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit tentang materi yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran belum bisa tercapai dengan maksimal. Adanya realita dan permasalahan di atas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu Apa saja media audio-visual yang dimiliki oleh SMA Islam Kepanjen, Bagaimana proses penggunaan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran fiqh di SMA Islam Kepanjen dan Bagaimana hasil belajar siswa setelah guru menggunakan media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran fiqih di SMA Islam Kepanjen. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data yang ada untuk menggambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya; Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunujukkan bahwa Media audio-visual di SMA Islam kepanjen sudah memadai hanya saja tidak semua guru menggunakannya menyesuaikan dengan materi yang diajar , Hasil yang didapat melalui proses pembelajaran menggunakan media audio-visual dapat meningkatakan hasil belajar siswa ditandai dengan nilai belajar mereka yang memuaskan serta antusiasme mereka ketika pembelajaran berlangsung. ABSTRACT Getting something people will the importance of the media who assists learning have already started to be felt. The management of an auxiliary apparatus of learning is absolutely necessary. Even this growth is gradual. In addition, with the increasing the spread of progress in the fields of technology, communications and as well as the dynamics of the learning process then the implementation of educational activities and teaching increasingly demanding and obtain media education that varies widely as well. Two the essential element in learning is a method of teaching and media teaching. Discharging media instruction in learning process can membangkitan curiosity for students, and renewed interest as well as arouse motivation and excitability learning and teaching and bring under the influence of study result of the students. In the process of learning process the presence of media has a pretty important. Considering all this time the result of learning process is still considered less. Because teachers inattentive to other components could help the learning process, teaching methods are used, still monotonous without using media to provide more concrete picture about which matter is delivered. So often purpose of learning could not reach the maximum. The presence of reality and problems in the top, and researchers formulate problems that ' s what course audio-visual media owned by smas islam kepanjen, the process of learning how to use media audio and visual in improving study result of the student grade xi in learning fiqh in high school of islam kepanjen and how study result of the students after the teacher use media audio visual in improving study result of the student grade xi in learning process in high school of islam kepanjen. Method of data collection in this research is done through observation, interviews, and documentation. To analyze the data, the author uses descriptive qualitative analysis is technical, that describe the data that is there to describe reality in accordance with the real phenomena. The results of research undertaken researchers show that audio-visual Media in Islamic high school has adequate kepanjen just not all teachers use it for the purposes of the material taught, the results obtained through the process of learning to use audio-visual media can meningkatakan learning outcomes students are characterized by their learning values satisfying their enthusiasm when the learning takes place
    corecore