10 research outputs found

    Akibat Hukum Perjanjian Lisan Apabila Terjadi Wanprestasi (Studi Kasus Perjanjian Sewa Menyewa Rumah Toko “Solikin” Di Desa Tenggeles)

    No full text
    Skripsi Yang Berjudul“AKIBAT HUKUM PERJANJIAN LISAN APABILA TERJADI WANPRESTASI (Studikasusperjanjiansewamenyewarumahtoko “Solikin” Di Desatenggeles)”Secaraumumbertujuanuntukmengetahuitentangsubstansihakdankewajibanparapihak Yang Diperjanjikandalamperjanjiansewamenyewasecaralisandannilai-Nilai Yang Dijadikanpedomanparapihakdalammelaksanakansubstansiperjanjiansewamenyewasecaralisan. Metodepenelitian Yang Digunakandalampenelitianiniadalahyuridissosiologis.Dalamhalteknikpengumpulan Data, Menggunakan Data Primer Dansekunder.Setelah Data Diperoleh, Makadisusunsecarasistematisdandianalisissecarakualitatifsehinggadiperolehkejelasanmengenaipermasalahan Yang Dibahas, Kemudiandisusunsebagaiskripsi Yang Bersifatilmiah. Dari Hasilpenelitiandapatditunjukkanbahwasubstansihakdankewajibanparapihak Yang Diperjanjikandalamperjanjiansewamenyewarumahtokosecaralisandenganperjanjiansewamenyewadalamkuhperdatamemilikikesesuaiandalampasal 1550 Dan 1560 Kuhperdata Yang Dijadikandasarmengikatparapihakuntukmemenuhiperjanjian Yang Telahdisepakati, Danapabilaterjadiwanprestasi (Lalai/Ingkarjanji) Makadiselesaikansecarakekeluargaandengancararembugbareng.Selanjutnya,Nilai-Nilai Yang Dijadikanpedomanparapihakdalammelaksanakansubstansiperjanjiansewamenyewarumahtokosecaralisanadalahnilaikerelaan, Nilaikebebasan, Nilaipersamaandankesetaraan, Nilaikejujurandannilaikeadilan

    Penegakan hukum terhadap tindak pidana transfer dana yang dilakukan dengan pemanfaatan kesalahan sistem pada mesin atm (studi kasus putusan pengadilan negeri pati nomor 81/pid.sus/2020/pn pti)

    No full text
    Penelitian ini dengan penegakan hukum terhadap tindak pidana transfer dana yang dilakukan dengan pemanfaatan kesalahan sistem pada mesin ATM. Salah satu pelayanan jasa bank adalah layanan transfer dana. Pemindahan uang atau pengiriman (transfer atau remittence) maksudnya bank melakukan pengiriman sejumlah uang baik dalam rupiah maupun dalam valuta asing yang ditujukan kepada pihak tertentu ditempat yang berbeda. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif atau metode pendekatan hukum doktrinal yaitu pendekatan secara ilmu hukum dengan menggunakan metode dogmatis hukum. Untuk mengklasifikasikan data primer, pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan (observasi). Pembahasan tesis ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analistis untuk menuliskan fakta dan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai peraturan perundang-undangan dan dikaitkan dengan teori-teori hukum dalam praktik pelaksanaanya yang menyangkut permasalahan yang diteliti. Selanjutnya akan menggambarkan antara pengaturan mengenai bentuk penyelesaian atas kesalahan dalam sistem ATM dan upaya hukumnya. Serta memahami dampak terhadap risiko yang kemungkinan terjadi di dunia perbankan. Berdasarkan pertimbangan unsur-unsur dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang tersebut telah terbukti secara sah dan menyakinkan terdakwa telah melakukan tindak pidana sehingga Terdakwa I dijatuhi pidana penjara selama selama 12 (dua belas) tahun dan Terdakwa II dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan masing-masing denda sebesar Rp.100.000.000,00.- (seratus juta rupiah) subsidiair 6 (enam) bulan penjara. Vonis yang dijatuhkan belum menunjukkan unsur keadilan karena sudah merugikan Bank Jateng sebesar 11 (sebelas) milyar rupiah yang dilakukan selama 7 bulan

    PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS NEGERI 4 TRENGGALEK

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan Judul “Peran Guru Akidah Akhla dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik di MTs Negeri 4 Trenggalek” ini ditulis oleh Muhammad Farid Anfasa, Pendidikan Agama Islam (PAI), NIM. 12201173220 Tahun 2022 dibimbing oleh Mirna Wahyu Agustina, M.Psi. Kata Kunci: Peran Guru, Akidah Akhlak, Karakter Religius Seorang pendidik itu mempunyai peran yang sangat pentinng dalam dunia pendidikan terutama dalam pendidikan Islam. Peningkatan karakter religius perlu diterapkan. Seorang guru tidak hanya mengajar melalui materi saja melainkan dengan cara mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga peserta didik tidak hanya pandai dengan teori saja tetapi juga akan tercermin pada perilaku siswa sehari-harinya. Karena dunia pendidikan saat ini hanya meningkatkan intelektualnya saja tanpa diimbangi dengan peningkatan karakter religiusnya. Oleh karena itu, dalam meningkatkan karakter religius ini penting untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan peran guru akidah akhlak sebagai pengajar dalam meningkatkan karakter religius peserta didik di MTs Negeri 4 Trenggalek, (2) Untuk mendeskripsikan peran guru akidah akhlak sebagai fasilitator dalam meningkatkan karakter religius peserta didik di MTs Negeri 4 Trenggalek, (3) Untuk mendeskripsikan peran guru akidah akhlak sebagai motivator dalam meningkatkan karakter religius peserta didik di MTs Negeri 4 Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penatikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini meliputi: Triangulansi dan perpanjangan penelitian. Hasil Penelitian ini (1) Peran guru akidah akhlak sebagai pengajar meliputi melalui kegiatan keberagamaan seperti istighosah bersama, sholat dhuha berjamaah, tadarus pagi, hafalan do’a harian, peringatan hari besar Islam, dan sholat dzuhur berjamaah. Selain itu melalui kisah dan mengambil hikmah disetiap kejadian yaitu melalui materi pembelajaran yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengaitkan dengan cerita Nabi, wali, ulama serta pengalaman pribadi dari guru tersebut. (2) Peran guru akidah akhlak sebagai fasilitator meliputi Guru memberikan fasilitas-fasilitas pembelajaran mulai dari metode pembelajaran (ceramah, diskusi, dan tanya jawab), perangkat pembelajaran (RPP, LKS, Silabus, Prota, dan Promes) dan media pembelajaran (PPT dan Video Pembelajaran). Kemudian, adanya Kurikulum Materi Standar Kecakapan Ubudiyah Dan Akhlakul Karimah (SKUA) yang berisi Jadwal Tadarus sekaligus Bacaan Do’a-doa harian yang berbeda setiap tingkatan kelas. (3) Mengenai peran guru akidah akhlak sebagai motivator meliputi guru melakukan kegiatan apersepsi atau intermezzo sebelum memulai pembelajaran. Kemudian guru juga memberikan pujian dan nilai terhadap peserta didik. Yang terakhir guru memberikan hukuman yang bersifat mendidik terhadap peserta didik

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS VIII MTsN 4 BLITAR TAHUN PELAJARAN 2024/2025

    No full text
    ABSTRAK Rahmawan, Achmad Farid, Ghozi. 2025. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII MTsN 4 Blitar Tahun Pelajaran 2024/2025. Skripsi, Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dosen Pembimbing: Dr. Zainuddin, S.Ag., M.Pd.I. Kata Kunci: Numbered Head Together, Hasil Belajar Akidah Akhlak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh model pembelajaran untuk peserta didik agar memperoleh hasil belajar sesuai dengan tujuan pembeljaran. Menganalisis implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak pada peserta didik kelas VIII di MTsN 4 Blitar Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar. (2) Untuk mendeskripsikan respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar. (3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar Fokus penelitian pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar? (2) Bagaimana respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi melalui analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII di MTsN 4 Blitar. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas peserta didik dan guru, serta wawancara untuk mengetahui respons peserta didik terhadap penerapan model NHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1)penerapan model NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. (2) respon peserta didik kelas VIII MTsN 4 Blitar terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together pada mata pelajaran Akidah Akhlak adalah positif, menyenangkan dan dapat membantu meningkatkan semangat dalam belajar. (3) faktor penghambat terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together adalah peserta didik yang terlalu bergantung pada teman dalam kelompok dan Faktor pendukung terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together adalah motivasi belajar, meningkatnya kemauan untuk belajar, meningkatknya pemahaman terhadap materi dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Numbered Head Together, Hasil Belajar Akidah Akhla

    MODEL RIYADHAH DAN KETELADANAN DALAM PEMBINAAN AKHLAK DI SMP IT AL-KAFFAH BINJAI

    No full text
    Abstrak: This research uses qualitative method. The process of collecting data using observationtechniques, interviews and document studies related to research. This research uses qualitativeanalysis technique to analyze research with data exposure steps, reduction and conclusion.This research aims to: 1) know the execution model riyadhah and exemplary in moralguidance in SMP IT Al-Kaffah, technically can be seen starting from its planning, its implementationand also evaluation to moral coaching. 2) to know the positive impact of moral characterbuilding in SMP Al-Kaffah Binjai towards the moral development of students. 3) to know whetherthe formation of morals through the model of riyadhah and exemplary that is implemented inSMP Al-Kaffah Binjai has reached the expected goal.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan studi dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknikanalisis kualitatif untuk menganalisis data penelitian dengan langkah-langkah pemaparan data, reduksidata dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pelaksanaan modelriyadhah dan keteladanan dalam pembinaan akhlak di SMP IT Al-Kaffah, secara teknis dapat dilihatmulai dari perencanaannya, pelaksanaannya dan juga evaluasi terhadap pembinaan akhlak. 2) mengetahuidampak positif dari pembinaan akhlak di SMP Al-Kaffah Binjai terhadap perkembangan akhlak siswa.3) mengetahui apakah pembinaan akhlak melalui model riyadhah dan keteladanan yang dilaksanakandi SMP Al-Kaffah Binjai sudah mencapai tujuan yang diharapkan.Kata Kunci: Riyadhah, Keteladanan, dan Akhla

    CILUKBA: Popular Learning dan Akhlak Inklusif dalam Majalah Anak Islam

    No full text
    Abstrak: Tulisan ini merupakan upaya untuk memahami pola pendidikan Islam sehari-hari dalam rubrik majalah Cilukba. Pendidikan Islam yang diajarkan di sekolah selama ini cenderung dengan doktrinasi buku-buku pelajaran. Sementara di luar sekolah, media populer berkembang pesat seperti Cilukba sebagai representasi majalah anak Islam yang inklusif yang dapat menjadi alternatif media pembelajaran keseharian untuk anak-anak. Namun, di sisi lain majalah Cilukba dapat mengkonstruksi doktrin baru bagi anak. Tulisan ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten majalah Cilukba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Cilukba berisi materi-materi pembelajaran Islam keseharian seperti pembela-jaran adab, akhlak dan keteladanan yang tergambarkan dalam rubrik-rubrik dalam majalah, dengan tampilan desain yang modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majalah Cilukba mengkonstruksi pendidikan melalui visualisasi idealisme Islam. Pemahaman terhadap isi rubrik Cilukba memberikan edukasi alternatif yang ber-gandengan tangan dengan pendidikan formal Islam di Indonesia.Abstract: Cilukba: Popular Learning and Inclusive Character in Muslim Child Magazine. This paper is an effort to understand the pattern of daily Islamic education Cilukba magazine. Islamic education in Indonesia has continuously taught students in the schools by providing the doctrines of textbooks, whereas popular media significantly increases such as Cilukba that represents Islamic children magazine. On one hand, the existence of Cilukba magazine can be an alternative media for daily learning for children, on the the other hand, however, it might construct a new doctrine for children. This paper uses a qualitative descriptive approach with content analysis techniques Cilukba magazine. The results showed that Cilukba magazine contains daily Islamic learning materials, such as learning adab, morals and exemplary are described in the rubrics in the magazine, with a modern design look. The author argues that Cilukba magazine constructs education through visualizing of Islamic idealism. In addition, Cilukba rubrics provides an alternative education which run hand in hand with formal Islamic education in Indonesia. Kata Kunci: pendidikan, majalah, anak, agama, akhla

    Metode Keteladanan dan Urgensinya Dalam Pendidikan Akhlak Menurut Perspektif Abdullah Nashih Ulwan

    No full text
    This paper explores Abdullah Nashih Ulwan's ideas about exemplary methods and their urgency in moral education. In this writing, the author uses the Content Analysis approach, so that the results of the study are not numbers but interpretations and words. The data collection was carried out with literature review techniques by making the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan as primary data, and the literature relating to the object of this study as secondary data. Then the data collected is analyzed using content analysis, i.e., by sorting out the data collected to analyze its contents according to what is needed so that a conclusion can be drawn. This research proves as follows: 1) According to Nashih Ulwan, the exemplary method is a method used in education in the context of forming the character of children by means of educators providing good role models for children. The examples of role models that must be exemplified by an educator are humility, courage, patience, honesty, piety, and firmness in children. 2) The importance of moral education in an educator must have a character or character that reflects good behavior in all aspects, especially in aspects of worship and morals. Educators must instill good attitude or role models in children. Keywords: Exemplary Method, Perspective, Moral Education.Tulisan ini mengupas gagasan Abdullah Nashih Ulwan tentang metode keteladanan dan urgensinya dalam pendidikan akhlak. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan Analysis Content (isi), sehingga hasil penelitiannya tidak berupa angka-angka melainkan berupa interpretasi dan kata-kata. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik kajian literatur dengan  menjadikan kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan sebagai data primer, dan literatur-literatur yang berkaitan dengan obyek penelitian ini sebagai data sekundernya. Kemudian data-data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan content analysis yakni, dengan cara memilah-milah data yang terkumpul  untuk dianalisa isinya sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Penelitian ini membuktikan sebagai berikut: 1) Menurut Nashih Ulwan, metode keteladanan merupakan metode yang digunakan dalam pendidikan dalam rangka membentuk akhlak anak dengan cara pendidik memberikan suri tauladan yang baik pada anak. Bentuk-bentuk suri tauladan yang harus dicontohkan seorang pendidik adalah kerendahan hati(ketawadu’an), keberanian, kesabaran, jujur, takwa serta ketegasan pada anak. 2) Urgensinya dalam pendidikan akhlak seorang pendidik harus memilki kharakter atau watak yang mencerminkan prilaku yang baik dalam segala aspek, terutama pada aspek ibadah dan akhlak. Pendidik harus menanamkan sikap atau suri tauladan yang baik pada anak.   Kata Kunci: Metode Keteladanan, Perspektif, Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Akhla

    KALÃM AL-INSHÃ AT-THALABI FI KITÃB AL-AKHLÃQ LIL BANIN AL-JUZ’U AL-THÃNI

    No full text
    In the Second Part of Kita>b Al-Akhla>q Lil Bani>n  by Shaykh Omar Baraja who died in 1411 Hijriya, found ways of commanding, prohibition, asking, wishful thinking and calling. The purpose of this study is to find out the methods of speech of order creation that the author uses in his advice and be able to break them down according to their types. This type of research is desk study, which means that it collects data from various books related to the subject of scientific research. The result of his research is that in this book there are 169 speeches of order creation which include commands, prohibitions, interrogatives, and exclamations. And the researcher didn’t wishful thinking in this book. There are one hundred and four sentences of command methods in three forms, those are fi’il al-amr, al-muda>ri’ al-majzu>m bi la>m al-amr and ismu fi’il al-amr. There are twenty three sentences of prohibition methods in one form, that is present tense with la> al-na>hiyah. There are twenty three of interrogative methods that use one of these tools, namely hamzah, ayyu, ma>, hal, kam, and man. There are nineteen sentences of calling methods using one of these tools, namely hamzah, ayyu, and ya>. And Researcher didn’t find wishful thinking style in this book.اكتشف في كتاب الأخلاق للبنين الجزء الثاني للشيخ عمر بارجاء المتوفى سنة  1411 ه  أساليب الأمر والنهي والاستفهام والتمني والنداء. فغرض هذا البحث هو معرفة أساليب كلام الإنشاء الطلبي التي استعملها المؤلف في نصيحته وقدرة على تفصيلها على حسب جنسها. أما نوع هذا البحث بحث مكتبي أي جمع البيانات من الكتب المتنوعة التى تتعلّق بموضوع البحث العلمي. نتيجة البحث أن في هذا الكتاب 169 أسلوب من كلام الإنشاء الطلبي التي تتضمن الأمر و النهي و الاستفهام والنداء. وما وجد الباحث أسلوب التمني في هذا الكتاب. أما أساليب الأمر مائة وأربع جملة على ثلاث صيغات هي فعل الأمر والمضارع المجزوم بلام الأمر واسم فعل الأمر. وأساليب النهي ثلاث وعشرون جملة على صيغة واحدة هي المضارع مع لا الناهية. وأساليب الاستفهام ثلاث وعشرون جملة بأداة من هذه الأدوات وهي الهمزة و أَيُّ و مَا و هَلْ و كَمْ و مَنْ. وأساليب النداء تسع عشرة جملة بأداة من هذه الأدوات وهي الهمزة و أَيُّ و يَا. وما وجد الباحث أسلوب التمني في هذا الكتاب

    Sufistic dimension in tafseer Al-MubaRok by KH. Taufiqul Hakim : a Study of Surah Ar-Rahman

    No full text
    Tafsir isyari in the world of Tafsir reaps a lot of controversy among scholars. Because this Sufistic interpretation seems informal, it causes differences in argumentation. Some scholars reject it and even disbelieve it. On the other hand, some scholars allow Sufistic interpretation as long as it fulfills certain conditions. The development of Sufi interpretation in the archipelago is rare and still fairly rare. That does not mean it is not found; there are several interpretations of the archipelago that contain Sufistic nuances even though the substance in the interpretation is not Isyari style, for example, Tafsir Al-Azhar by Hamka. Departing from the phenomenon of Tafsir al-Azhar, researchers saw another object, namely Tafsi>r al-Muba>rok. This Tafsir was written by Taufiqul Hakim. He is famous as the author of the phenomenal book Amtsilati>, so it is not surprising that the interpretation initiated is Lughowi style. Besides that, in the history of life, studying Sharia and language rules. He also studied Sufism by following T}ori>qoh Naqsabandiyyah Kho>lidiyyah. The deepening of Sufism produced several works with Sufism nuances, including Tathmainul Qulu>b, Ihfad}z Lisa>nak, Hidayatul Ashfiya', Durrotun Nashi>hah, Nah}wu Al-Qolb, and so on. Thus, it does not rule out the possibility of Sufistic influence in his interpretation. This thesis discusses the Sufistic dimension contained in Tafsi>r Al-Muba>rok, including Sufistic concepts and the character of Sufistic interpretation applied by Taufiqul Hakim. This research is library research using the descriptive analysis method. The approach used in this research is content analysis. In this study, the primary source used is the book of Tafsi>r Al-Muba>rok by Taufiqul Hakim. The results of this study indicate that Taufiqul Hakim's intellect in the field of Sufism can influence his interpretation. This is evidenced by some findings of Sufistic concepts contained in Tafsi>r Al-Muba>rok Su>rah Ar-Rah}ma>n, including Fana’ and Baqa, Khauf, Justice & shidq, and Ih}sa>n. Based on the analysis of the above concepts, it produces a character of Sufistic interpretation in Tafsi>r Al-Muba>rok, namely: First, when viewed from the esoteric and exoteric aspects. is far from nuances of Isya>ri> or Naz}ari> because very dominant with z}a>hir meaning. Meanwhile, if viewed from the esoteric meaning aspect of mufassir, the Sufistic interpretation of Tafsi>r Al-Muba>rok belongs to the Akhlaqi Sufism (Tas}awuf Akhla>qi>) style. This is based on the aspects discussed in the interpretation, which discuss issues related to inner purification and spiritual behavior in its interpretation

    Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina Akhlak peserta didik di SMA Taruna Dra Zulaeha

    No full text
    مستخلص البحث إن الأخلاق مصدر هام للمتعلمين في المجتمع الحديث ، ولذلك يجب على معلم التربية الإسلامية محاولة الحصول على الطابع الأخلاق في المدرسة العالية لدكتور زليحا وفقا على أسوة النبي محمد صلى الله عليه وسلم. وهدف هذا البحث لمعرفة شكل رعاية الأخلاق الطلاب في المدرسة العالية لدكتور زليحا مع جهد المعلم في رعايتهم. إستخدم هذا البحث طريقة البحث النوعي. في عملية جمع البيانات ، واستخدم الكاتب طريقة المقابلة والملاحظة والتوثيق. بالنسبة لتحليلها ، يتم استخدام تقنيات وصفية نوعية ، في شكل بيانات مكتوبة أو شفوية من مراقبة سلوك الناس. اظهرت في هذا البحث أن جهد معلم التربية الإسلامية في المدرسة العالية لدكتور زليحا عن طريق التعويد ، مثالي ، والثناء ، وتقديم المشورة ، والعقاب. و ومارس المتعلمين لتحيتهم وسالمهم إذا التقوا بالمدرسين ، واستخدموا الملابس المهذبة ، وتوعيد الصلاةالسنة والجماعة. تشرح نتائج الدراسة العوامل الداعمة في تطوير الأخلاق وهي دعم جميع المعلمين والموظفين في عملية بناء الأخلاقيات ومرافق البنية التحتية التي يملكها المدرسة العالية لدكتور زليحا, و عامل الحاجز هو أن بعض طلاب لا يشارك في عملية البناء الأخلاق. ABSTRACT Morals are very important for students to be equipped when they are in the community later. Therefore the teacher of Islamic Education must strive in order to make the morality of the students in Dra Zulaeha Taruna High School is in accordance with the exemplify of Prophet Muhammad SAW. This study aims to determine the form of moral coaching in Dra. Zulaeha Taruna High School and knowing the efforts of Islamic Education teachers in fostering the morality of students in Dra. Zulaeha Taruna High School. Research conducted is included in qualitative method. In the process of data collection, the author uses methods of interviewing, observing, and documenting. As for the analysis, qualitative descriptive analysis techniques are used, in the form of written or oral data from people and observed behavior. The results of the study explained that the efforts of Islamic Education teachers at Dra. Zulaeha Taruna High School was done by the method of habituation, exemplary, giving praise, advice, and punishment. Islamic education teachers familiarized students to give islamic greetings and greet if they meet the teachers, used polite clothing, and got used to the sunnah prayer and worshipers. The results of the study then explained the supporting factors in moral development were the support of all teachers and employees in the moral development process and the infrastructure facilities owned by Dra. Zulaeha Taruna High School. While the obstacle factor was that there were still students who do not participate in the moral development process. ABSTRAK Akhlak sangat penting bagi peserta didik untuk bekal ketika ada dalam masyarakat nantinya. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam harus berupaya agar akhlak peserta didik di SMA Taruna Dra. Zulaeha sesuai dengan apa yang di contohkan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan akhlak di SMA Taruna Dra. Zulaeha dan mengetahui upaya guru PAI dalam membina akhlak peserta didik di SMA Taruna Dra. Zulaeha. Penelitian yang dilakukan adalah termasuk dalam penelitian kualitatif. Dalam proses pengumpulan data penulis menggunakan metode interview, observasi, dan dokementasi. Sedangkan untuk analisanya, digunakan teknik analisis deskripsi kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian menjelaskan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam di SMA Taruna Dra. Zulaeha dilakukan dengan cara metode pembiasaan, keteladanan, memberikan pujian, nasihat, dan hukuman. Guru pendidikan agama islam membiasakan peserta didik untuk memberikan salam dan salim jika bertemu guru, menggunakan pakaian sopan, dan membiasakan shalat sunnah dan jamaah. Hasil penelitian selanjutnya menjelaskan faktor pendukung dalam pembinaan akhlak adalah dukungan dari semua guru dan pegawai dalam proses pembinaan akhlak serta sarana prasarana yang dimiliki oleh SMA Taruna Dra. Zulaeha. Sementara faktor penghambatnya ialah masih terdapat peserta didik yang tidak ikut dalam proses pembinaan akhla
    corecore