12 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIALOG DAN AKTING DENGAN METODE RENDRA BERDASARKAN NASKAH DRAMA SANG MANDOR KARYA RAHMAN ARGE BERBASIS MACROMEDIA FLASH UNTUK SISWA KELAS XI SMA

    No full text
    ABSTRAK Faqih, Fiyan Ilman. Pengembangan Bahan Ajar Dialog dan Akting dengan Metode Rendra Berdasarkan Naskah Drama Sang Mandor Karya Rahman Arge Berbasis Macromedia Flash untuk Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata Kunci: Bahan Ajar Dialog dan Akting, Metode Rendra, Naskah Drama, Macromedia Flash. Penelitian pengembangan bahan ajar dialog dan akting ini dilatarbelakangi oleh kenyataan pembelajaran dialog dan akting yang kurang optimal di sekolah. Siswa kesulitan memahami cara berdialog dan akting yang ada pada buku paket dan siswa sulit berdialog sesuai dengan watak tokoh. Selain itu, guru hanya memandu 2 kali latihan awal, sehingga hanya menghasilkan pementasan dalam kelompok kecil yang kurang maksimal. Guru harus bisa menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kriteria isi mata pelajarannya. Jenis bahan ajar yang dipilih dalam penelitian adalah bahan ajar dalam bentuk Macromedia Flash. Bahan ajar tersebut sangat cocok untuk siswa SMA karena dapat menampilkan contoh nyata bagaimana cara berlatih dialog dan akting yang benar dan tampilannya menarik minat siswa. Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dialog dan akting dengan metode Rendra berdasarkan naskah drama Sang Mandor karya Rahman Arge berbasis Macromedia Flash untuk siswa kelas XI SMA. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan isi produk bahan ajar dialog dan akting, (2) mengembangkan urutan penyajian produk bahan ajar dialog dan akting, (3) mengembangkan bahasa produk bahan ajar dialog dan akting, dan (4) mengembangkan tampilan produk bahan ajar dialog dan akting. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan bahan ajar yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg and Gall. Adapun tahap-tahap penelitian ini, yaitu (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan produk awal, (4) melakukan validasi terhadap dua ahli dan satu praktisi, (5) melakukan revisi terhadap produk awal berdasarkan komentar, saran, dan hasil validasi para ahli dan praktisi, (6) melakukan uji coba lapangan terhadap kelompok kecil siswa, dan (7) revisi produk akhir berdasarkan komentar, saran, hasil uji coba produk kepada siswa, dan hasil penilaian mandiri siswa. Jenis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu verbal dan numerik. Data verbal, yaitu data yang dikumpulkan melalui informasi lisan berupa komentar, saran, dan kritik yang berasal dari  ahli, praktisi, dan siswa selama uji coba. Data numerik, yaitu data berupa skor nilai yang berasal dari instrumen angket dan hasil penilaian mandiri siswa. Uji coba produk dilakukan kepada dua ahli, praktisi, dan kelompok kecil siswa. Hasil uji coba produk mengenai isi bahan ajar ajar, yaitu ahli pembelajaran memperoleh skor 87,5%, praktisi memperoleh skor 100%, dan kelompok kecil siswa memperoleh skor 81,5%. Hasil uji coba produk mengenai urutan bahan ajar, yaitu ahli pembelajaran memperoleh skor skor 100%, praktisi memperoleh skor 100%, dan kelompok kecil siswa memperoleh skor 88,9%. Hasil uji coba produk mengenai kebahasaan bahan ajar, yaitu ahli pembelajaran memperoleh skor 75%, praktisi memperoleh 100%, dan kelompok kecil siswa memperoleh skor 83,3%. Hasil uji coba produk mengenai tampilan bahan ajar, yaitu ahli pembelajaran memperoleh skor 100%, ahli visualisasi bahan ajar memperoleh 58,3%, praktisi memperoleh skor 95%, dan kelompok kecil siswa memperoleh skor 88,9%.  Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa bahan ajar dialog dan akting dengan metode Rendra berdasarkan naskah drama Sang Mandor karya Rahman Arge berbasis Macromedia Flash untuk siswa kelas XI SMA dapat diimplementasikan kepada siswa kelas XI SMA. Terkait dengan tersebut, disarankan kepada siswa untuk membaca keseluruhan naskah drama Sang Mandor, lebih memperhatikan pemodelan latihan dengan metode Rendra, dan siswa dapat meminta kepada guru untuk melihat video pementasan secara utuh. Adapun hal yang disarankan kepada guru, yaitu guru lebih memerhatikan objektivitas penilaian mandiri siswa. Saran kepada peneliti selanjutnya yaitu peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan bahan ajar dengan materi yang berbeda. Dalam penyebarannya, dapat dilakukan dengan cara menyebarluaskan melalui (1) pendidikan dan pelatihan kelompok teater, (2) MGMP, dan (3) pemasaran secara online

    Penguatan Literasi Wisata Budaya Madura dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Pengaktualan Kuliner Pulau Mandangin sebagai Pendukung Pembelajaran di Era Merdeka Belajar

    Get PDF
    Madura has various types of tourism, namely religious, marine, and cultural tourism. One of the cultural tourism in Madura is culinary. There are many culinary tours that must be tried by local, domestic, or foreign tourists. Culinary on the island of Mandangin can be an attraction for local, domestic and foreign tourists. This research is a development research using the Plomp development model. One of the stages, namely the preliminary research stage, is one of the initial stages that must be carried out in development research. Based on the results of interviews, educators have never created or developed reading materials for students. Based on the results of observations about culinary on the island of Mandangin, there are various kinds of typical Mandangin culinary. The culinary specialties of Mandangin Island are saop, nase 'segah, skipjack fish paste, Le'-Pale', Rojek Kottok, Tajhin Sapar, and others. The actualization of culinary tourism in Mandangin needs to be done because Mandangin Island has many other tourism potentials. The actualization of culinary tourism potential in Mandangin will be able to develop other tourism potentials. This happens because every tourism potential in Mandangin goes hand in hand. The form of reading material will be in the form of short stories and drama scripts about the culinary arts of Mandangin Island. Therefore, it is important to develop reading materials about culinary as a form of actualizing Mandangin island culinary as a supporter in the era of independent learning.Madura memiliki berbagai macam jenis wisata, yaitu wisata religi, bahari, dan budaya. Salah satu wisata budaya di Madura ialah kuliner. Ada banyak wisata kuliner yang wajib dicoba oleh wisatawan lokal, domestik, ataupun asing. Kuliner di pulau Mandangin bisa menjadi sebuah daya tarik wisatawan lokal, domestik, maupun asing. Penelitian ini merupakan peneltian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Salah satu tahap, ialah tahap preliminary reserch merupakan salah satu tahapan awal yang harus dikerjakan di dalam penelitian pengembangan. Berdasarkan hasil wawancara, pendidik belum pernah mencipta atau mengembangkan bahan bacaan untuk peserta didik. Berdasarkan hasil obervasi tentang kuliner di pulau Mandangin terdapat berbagai macam kuliner khas mandangin. Adapun kuliner khas pulau Mandangin, yaitu saop, nase’ segah, petis ikan cakalang, Le’-Pale’, Rojek Kottok, Tajhin Sapar, dan lain-lain. Pengaktualan wisata kuliner di Mandangin perlu dilakukan karena pulau mandangin memiliki banyak potensi wisata lainnya. Adanya pengaktualan potensi wisata kuliner di Mandangin akan dapat mengembangkan potensi wisata lainnya. Hal tersebut terjadi karena setiap potensi wisata di Mandangin berjalan beriringan. Adapun bentuk bahan bacaan akan bebentuk cerpen dan naskah drama tentang kuliner pulau Mandangin. Oleh karena itu, penting dilakukan pengembangan bahan bacaan tentang kuliner sebagai bentuk pengaktualan kuliner pulau Mandangin sebagai pendukung di era merdeka belajar

    PENERAPAN METODE PICTURE AND PICTURE DALAM KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA ANAK

    No full text
    The skill of writing children's drama script must be in accordance with all children's lives. These skills are not easy for adults. Adults tend to force their minds on children. This happens because adults find it hard to think like children. This study aims to describe the application of the picture and picture method in writing children's drama scripts. There are 5 aspects that must be considered in writing children's drama scripts: uniqueness, creativity, interest, level of children's development, and the position of the drama script in the lives of children. These five aspects are the basis in the creation of ideas, themes, mandates, characters, disposition, setting, and plot of the children's drama script. These five aspects appear in the picture and picture method. The method can record all the activities of children so that children's drama scripts according to the uniqueness, creativity, interests, and level of development of children

    MORALITAS MORALITAS TEKS SASTRA DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP: KELAS VII SMP

    No full text
    Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan muatan nilai moral teks sastra yang ada dalam buku teks Bahasa Indonesia dan menjelaskan relevansinya dengan tujuan pembelajaran siswa SMP. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini ialah semua teks sastra yang ada di dalam buku teks kelas VII SMP. Prosedur pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis data mencakup kegiatan pengumpulan, reduksi, penyajian data, kesimpulan sementara, verifikasi, dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini ialah ditemukan tiga muatan nilai moral, yaitu psikologis, sosial, dan religius. Nilai psikologis terdiri atas cinta tanah air, tanggung jawab, cinta damai, kerja keras, disiplin, dan jujur. Nilai sosial terdiri atas ulet, menghargai prestasi, senang membantu, rasa ingin tahu, pemurah, peduli lingkungan, bersahabat dan komunikatif, adil, dan toleransi. Nilai religius terdiri atas ketakwaan dan keimanan. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan kompetensi pembelajaran. Akan tetapi, jumlah muatan nilai spiritual hanya ada dua nilai. AbstractThe purpose of this study is to describe the content of the values from literary texts in Indonesian textbooks and describe their relevance to learning objectives of junior high school. This type of research is descriptive research with a qualitative approarch. The data of this study are all literary texts from Indonesian textbook of first year junior high school. The procedure to collect data uses documentation studies. There six data analysis: collection, reduction, presentation, temporary conclusions, verfication, and final conclusion. The result of this study are found in three content moral: psychological, social, and religious. Psychological values: love of the homeland, responsibility, peace of mind, hard work, discipline, and honesty. Social values: tenacious, respectful achievement, love to help, curiosity, generous, caring, environmentally friendly and communicative, fair and tolerant. Religious values: piety and faith. The values are in accordance with learning competencies. However, there are very little amount of spiritual value.Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan muatan nilai moral teks sastra yang ada dalam buku teks Bahasa Indonesia dan menjelaskan relevansinya dengan tujuan pembelajaran siswa SMP. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini ialah semua teks sastra yang ada di dalam buku teks kelas VII SMP. Prosedur pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis data mencakup kegiatan pengumpulan, reduksi, penyajian data, kesimpulan sementara, verifikasi, dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini ialah ditemukan tiga muatan nilai moral, yaitu psikologis, sosial, dan religius. Nilai psikologis terdiri atas cinta tanah air, tanggung jawab, cinta damai, kerja keras, disiplin, dan jujur. Nilai sosial terdiri atas ulet, menghargai prestasi, senang membantu, rasa ingin tahu, pemurah, peduli lingkungan, bersahabat dan komunikatif, adil, dan toleransi. Nilai religius terdiri atas ketakwaan dan keimanan. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan kompetensi pembelajaran. Akan tetapi, jumlah muatan nilai spiritual hanya ada dua nilai.                                                                                                             Kata kunci:  moralitas teks sastra, buku teks Bahasa Indonesia kelas VII SM

    Pengembangan Bahan Bacaan Kuliner Pulau Mandangin

    Get PDF
    Abstrak Penggunaan bahan bacaan yang tepat bagi siswa dapat mendukung program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) dan menguatkan nilai-nilai karakter siswa. Salah satu bentuk konkret bahan bacaan, yaitu prosa dan naskah drama. Penciptaan bahan bacaan prosa dan naskah drama yang bertema tentang kuliner Mandangin, salah satu bentuk pengaktualan kembali pengetahuan kuliner di Madura. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan bahan bacaan kuliner pulau Mandangin. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tahap define merupakan proses untuk menetapkan bentuk bahan bacaan yang akan dikembangkan. Tahap tahap define, pendidik setuju jika diadakan pengembangan bahan bacaan kuliner pulau Mandangin. Adapun hasil obervasi tentang kuliner di pulau Mandangin di dapatkan data bahwa ada berbagai macam kuliner khas mandangin, yaitu saop, nase’ segah, petis ikan cakalang, le’-pale’, rojak kotto’, dan tajhin Sapar. Tahap design dilakukan setelah tahap define. Tahap ini design merupakan tahap untuk merancang bahan bacaan kuliner pulau Mandangin. Dalam bahan bacaan pulau Mandangin terdiri atas delapan judul. Pada tahap develop ada dua kegiatan yang dilaksanakan, yaitu penyusunan bahan bacaan dan melakukan uji ahli. Penyajian bahan bacaan kuliner pulau Mandangin diawali adanya sampul, empat prosa, dan empat naskah drama. Adapun hasil uji ahli ialah didapatkan bahwa bahan bacaan kuliner pulau Mandangin yang berjudul Cita Rasa dari Pulau Mandangin mendapatkan persentase 91%.  Data tersebut menunjukkan bahwa bahan bacaan layak diimpelentasikan. Tahap disseminate dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menerbitkan bahan bacaan tersebut. Kata kunci: Bahan Bacaan, Kuline

    Pengembangan Bahan Simakan Drama Radio Berbasis Pengetahuan Lokal tentang Elit Lokal Madura untuk Siswa SMA

    Get PDF
    Pembelajaran drama tidak harus dalam bentuk kegiatan menonton pertunjukan drama, tetapi pembelajaran tersebut bisa dilakukan dengan cara menyimak drama radio. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran bahan simakan drama radio berbasis pengetahuan lokal tentang elit lokal Madura, yaitu kiai dan blater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah 4D (define, design, develop, dessimenate). Adapun hasil validasi ahli media pembelajaran menunjukkan hasil bahwa media bahan simakan drama radio layak untuk diimplementasikan dengan persentase nilai 97%. Sementara hasil validasi pembelajaran sastra juga menunjukkan hasil bahwa media pembelajaran tersebut layak untuk diimplementasikan dengan pesertase 95%. Media pembelajaran tersebut membuat siswa tertarik untuk melakukan setiap langkah dalam pengoperasian media pembelajaran drama radio. Hal tersebut berdasarkan hasil penyebaran angket kepada siswa juga mendapatkan nilai persetase 80%—90%. Oleh karena itu, tindak lanjut pada penelitian ini ialah melakukan disseminate yang lebih luas.Drama learning does not have to take the form of watching drama performances, but this learning can be done by listening to radio dramas. This research aims to produce learning media for listening to radio dramas based on local knowledge about local Madurese elites, namely kiai and blater. The method used in this research is 4D (define, design, develop, decide). The validation results from learning media experts show that the media material for watching radio dramas is suitable for implementation with a percentage score of 97%. Meanwhile, the results of the validation of literature learning also show that the learning media is suitable for implementation with 95% of participants. This learning media makes students interested in carrying out every step in operating the radio drama learning media. This is based on the results of distributing questionnaires to students who also get a percentage score of 80% -90%. Therefore, the follow-ups to this research is to carry out wider dissemination

    Non-Material Social Facts in Madurese Songs as Supporting Maritime and Agrarian Knowledge for Students in Madura

    No full text
    Apart from being entertainment, Madurese songs also function as a medium to express feelings and reflect Madurese social forms and cultural values. This research aims to describe non-material social facts in Madurese songs so that they can be used as support for students' maritime and agrarian knowledge. The method in this research is qualitative with a descriptive approach. The object of this research is that Madurese songs contain maritime and agrarian aspects. The data in this research are the lyrics of Madurese songs which contain non-material social facts. The results of this research are the existence of non-material social facts (morality, collective conscience, collective representation, and social currents) in Madurese songs. Non-material social facts related to maritime and agrarian affairs are the life of orèng majăngan, akarang activities, activities at the palabbhuwăn Kamal, the origin of tombhăk nangghălă, the use of ronjhăngan, ghu-toghu sabă activities, Mosèm Anyè activities, the importance of water, and farmers' activities in the morning. These non-material social facts can be used as teaching material so that students gain supporting knowledge about maritime and agrarian affairs in Madura

    Pengembangan E-book Interaktif Materi Kesastraan Berkearifan Lokal Pulau Mandangin Berbasis Aplikasi Flip PDF Professional

    Get PDF
    Fokus penelitian ini adalah promosi wisata Pulau Mandangin sebagai upaya mengekslakasi potensi pariwisata di pesisir Madura melalui pengembangan media pembelajaran e-book interaktif yang menyasar pada bidang pendidikan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-book interaktif berbantukan aplikasiFlip Pdf Professional terkait kesastraan Pulau Mandangin agar memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran sekaligus sebagai wahana promosi wisata wilayah pesisir Madura melalui jalur edukasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dengan model 4D (Thiagarajan, Dorothy, dan Melvyn) yang terdiri atas empat tahap pengembangan, yaitu penetapan, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan. Adapun hasil dari penelitian ini meliputi: 1) Dihasilkan produk berupa e-book interaktif dengan judul Pesona Sastra di Pulau Mandanginyang efektif jika diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah, 2) Persentase yang didapatkan dari validasi materi 92% dan validasi media 90% yang artinya media pembelajaran e-book interaktif ini valid atau layak diimplementasikan. 3) Media pembelajaran e-book interaktif yang dihasilkan bisa dioperasikan di dalam PC (laptop),handphone android/Iphone, dan dipublikasi pada website dengan format html 5 (untuk plug-in website) dan diakses dari browser pengguna dengan lebih mudah dan praktis

    NILAI-NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM TEKS CERPEN PADA BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP

    Get PDF
    The implementation of character education on the Merdeka curriculum is reflected in the content of a Pancasila student in any learning by the teacher. The profile of Pancasila student is made up of six components of value that reflect the student's character according to the Pancasila values namely, faith in the almighty God and given a noble motive, reasoning critical, independent, creative, gotong-royong, and global inequality. These six values are then required to be implemented in reading materials. In this article, the Pancasila student value projections will be analyzed in the student book the Indonesian class VII SMP. This is important as a form of criticism of the text presented in the class VII SMP student book because it relates to the text content that should reflect the profile of the Pancasila student. Using data analysis techniques, the article will focus on the short stories text, since it is a student popularity. It is therefore expected to find a concrete form of the application of the Pancasila student profile value on a short stories text presented in the Indonesian class VII SMP. Results and findings following careful text analysis are the profile values of the Pancasila student have incorporated even stories presented very close to the noble character to be inherited.

    REPRESENTASI ALTURISME PADA TOKOH KIAI MOKO DALAM LEGENDA “API TAK KUNJUNG PADAM” DARI PAMEKASAN

    Get PDF
    This study discusses the altruistic behavior of the character Kiai Moko in “Legenda Api Tak Kunjung Padam” (The Legend of the Never-Ending Fire) set in the Pamekasan Regency using a qualitative descriptive method. The purpose of this study is to describe the altruism of the character Kiai Moko based on Einsberg dan Mussen\u27 theory of altruism. Data collection techniques used literature review, reading, and note-taking. Meanwhile, the data analysis techniques used included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the study, it was found that the character Kiai Moko represented altruistic behavior in the storyline. This behavior was manifested through three aspects, namely paying attention, helping others, and putting others first. These findings show that Kiai Moko, as one of the legendary figures in Pamekasan, represents an altruistic character that reflects a personality worthy of emulation and should be passed down from generation to generation as a means of character education. In addition, this reflection can also be used as a characteristic of the identity of the people of Pamekasan.Penelitian ini membahas perilaku altruisme pada Tokoh Kiai Moko dalam “Legenda Api Tak Kunjung Padam” yang berada di wilayah Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan altruisme tokoh Kiai Moko yang didasarkan pada teori altruisme dari Einsberg dan Mussen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik telaah pustaka, baca, dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa tokoh Kiai Moko merepresentasikan perilaku altruisme dalam alur ceritanya. Perilaku tersebut diwujudkan melalui tiga aspek, yaitu memberikan perhatian, menolong orang lain, dan mementingkan orang lain. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa Kiai Moko sebagai salah satu tokoh legenda di Pamekasan merepresentasikan karakter altruistik sebagai cerminan kepribadian tokoh yang layak dipedomani dan diceritakan secara turun-temurun sebagai sarana pendidikan karakter. Selain itu, cerminan ini juga dapat dijadikan sebagai penciri khas dari jati diri masyarakat Pamekasan
    corecore