8 research outputs found

    . Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep

    No full text
    ABSTRAK Adhim, Faisal. 2016. Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dalam mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep . Skripsi,Program Studi S1 PendidikanPancasiladanKewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono. S.H, M.H (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si Kata Kunci: Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, mengembangkan, Kearifan Lokal Dalam rangka mengembangkan objek wisata yang berbasis kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sumenep, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bekerjasama untukmengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep dengan Kementrian PariwisataRI dan juga Badan Pengembangan Wilayah Suramadu dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peran Dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga  (disbudparpora) dalam mengembangkan objek wisata di Kabupaten Sumenep; (2) program Dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga  (disbudparpora) dalammengembangkanobjekwisata di KabupatenSumenep;(3) Kendala yang ditemuidalammelaksanakan program dariDinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) dalam mengembangkanobjekwisata di KabupatenSumenepdan(4) upaya yang dilakukan dalam melaksanakan program oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) dalam mengembangkan objekwisata di KabupatenSumenep Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif, denganjenis penelitiandeskriptif.Pengumpulan data dilakukandenganmenggunakanpengamatan, wawancara,dandokumentasi.Data penelitian yang berupadokumentasidanhasilwawancaradenganbeberapainforman yaitukepala Disbudparpora, penjaga tempat wisata, danpelaku usaha yang ada di tempat wisata. Dianalisisdenganmenggunakanmodel analisis interaktif, dimulaidaritahap(1) Pengumpulan data;(2) Reduksi data; (3) Penyajian data; dan(3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai peran disbudparpora yaitupelaksana dan bertanggung jawab terhadap pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sumenep, fasilitator dalam pengembangan pariwisata dan perencana tempat wisata. Kedua, Program Disbudparpora dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sumenep yaitu perbaikan tempat bermain di semua tempat Wisata di Kabupaten Sumenep, renovasi gedung Museum Keraton, pemeliharaan dan perawatan sarana wisata seni dan budaya, pembuatan booklet dan kalender pariwisata, mengadakan pameran wisata, pelatihanSumberDayaManusia(SDM) pariwisata, publikasi di Media Promosi, promosi dan pemasaran Kabupaten Sumenep.Ketiga,Kendala-kendala yang dihadapi oleh disbudparpora dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep adalah (1) keterbatasan anggaran dari pemerintah ; (2) paradigma masyarakat yang beranggapan bahwa dalam pengembangan pariwisata identik dengan mengembangkan maksiat. (3) belum adanya regulasi yang mengatur tentang kepariwisataan di Kabupaten Sumenep.Keempat, upaya yang dilakukan oleh disbudparpora dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep antara lain (1) melakukan kordinasi dengan Kementrian Pariwisata RI, (2) melakukan kordinasi dengan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Beberapa saran daripenelitidiajukankepadabeberapapihak, yakni(1) bagi masyarakat, perlunya kesadaran bahwa mengembangkan objek wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah melainkan juga harus adanya dukungan dari masyarakat yang ada di sekitar objek wisata,(2) masyarakat hendaknya ikut serta dalam kegiatan pengembangan yang dilakukan oleh disbudparpora,  baik itu membantu secara finansial ataupun membantu dengan tenaga,(3) Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) diharapkan bisa mengembangkan objek wisata secara maksimal dengan dana yang telah diberikan oleh pemerintah meskipun masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak lain, (4) Perlunya menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa mengembangkan objek wisata tidak semata-mata identik dengan mengembangkan maksiat, (5) Perlunya diadakan kegiatan pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata. SumberDayaManusia (SDM) Pariwisata disiniyang dimaksud adalah masyarakat di sekitar tempat wisata, guide, pengusaha hotel, rumah makan dan restoran, biro travel dan semua pihak terkait penyedia usaha jasa pariwisata

    Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Perempuan (Telaah Atas Pemikiran Mohammad Fauzil Adhim)

    Get PDF
    A woman who occupies an important role and has a continuous duty, since she is as a girl for his parents, wife for her husband, a mother for her children, a grandmother for her grandchildren. In performing her role, everyone around her demands her to perform her role as quickly as possible. Therefore, a girl needs to be given sufficient knowledge and a good education, so that later she can carry out her duties well too. This study examines how ideas Mohammad Fauzil Adhim, the author who has written about marriage, family and children's education, about how the role of parents in educating girls by Mohammad Fauzil Adhim is. The purpose of this study was to determine Mohammad Fauzil Adhim thought about the steps to educate girls as well as how the characteristics of a good parent in the child's education position by Mohammad Fauzil Adhim is. This research is expected to increase the depth of knowledge and knowledge for Muslim educators, specially in educating girls, and can be used as guidance and input for parents and educators to understand the importance of educating Muslim girls from their early age associated with their role in the future. Therefore, the children's education will be more focused and as expected by their both parents

    Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Dalam Upaya Mengembangkan Pariwisata Di Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Skripsi ini mengkaji tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga yang menarik untuk diteliti, karena pada saat ini Kabupaten Situbondo kaya akan keberagaman potensi wisata. Akan tetapi, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga belum mampu memaksimalkan peran penting dalam pengembangan objek wisata yang dimiliki. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran dan hambatan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dalam upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Situbondo. Penelitian dilakukan di lokasi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Situbondo. Adapun permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana strategi komunikasi pemasaran dan hambatan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dalam upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif paradigma kualitatif melalui beberapa tahapan yaitu observasi pendahuluan, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan strategi komunikasi pemasaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata dengan melakukan tahapan pendataan/inventarisasi, perencanaan, dan pelaksanaan. Selanjutnya hambatan yang ditemukan dalam proses penyusunan strategi pemasaran adalah minimnya komunikator, pesan, dan media serta sarana dan prasarana yang kurang memadai

    TELAAH YURIDIS PEMBERIAN HAK GUNA BANGUNAN KEPADA PERSEKUTUAN KOMANDITER (CV)

    Get PDF
    UUPA regulates that legal subjects to land rights, including land with the right to Building Rights (HGB), are owned by Indonesian citizens or legal entities established under Indonesian law and domiciled in Indonesia. A different thing happened when the issuance of a Circular from the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning (ATR) stated that a CV could apply for land rights in the form of HGB. The difference in the substance of the rules is the problem. This problem will be analyzed using normative juridical research methods, using secondary data, in the form of primary legal materials, and secondary legal materials. The author concludes that a CV cannot be granted a HGB certificate, because a CV is not a Legal Entity, and if it is done on behalf of another person or nominee there is a criminal threat

    Sistem Automatic Feeder, Pemantauan Suhu dan Kendali Kadar pH di Kolam Budidaya Ikan Lele Menggunakan Aplikasi Blynk

    No full text
    The presence of fish farmers to control water quality and maintain consistency in feeding must of course always be at the cultivation site, this becomes a challenge if the cultivator is faced with other activities or traveling for a long period of time. Therefore, the author took the initiative to collaborate technological advances with fish culture techniques using the prototype system development method. So that the research produces products or tools based on the Internet of Things (IoT) that can be connected to smart phones through the Blynk application. The sensor used to detect temperature is DS18B20, while the pH sensor uses PH-4502C. The results obtained from this research are tools that are able to monitor temperature, control pH and feed automatically with control media via smart phones.Kehadiran pembudidaya ikan untuk mengontrol kualitas air dan menjaga konsistensi pemberian pakan tentunya harus selalu berada di lokasi budidaya, hal tersebut menjadi sebuah tantangan jika pembudidaya sedang dihadapkan dengan kesibukan lain atau bepergian dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu penulis berinisiatif untuk mengkolaborasikan kemajuan teknologi dengan teknik bududaya ikan menggunakan metode pengembangan sistem prototipe. Sehingga penelitian tersebut menghasilkan produk atau alat dengan basis Internet of Things (IoT) yang dapat terhubung dengan ponsel pintar melalui aplikasi Blynk. Sensor yang dipakai untuk mendeteksi suhu adalah DS18B20, sementara untuk sensor pH menggunakan PH-4502C. Hasil yang didapat dari penelitian ini merupakan alat yang mampu memantau suhu, mengendalikan pH dan memberi pakan otomatis dengan media kontrol melalui ponsel pintar

    Biobriquette Manufacturing from Orange Peel and Sugarcane Bagasse using Pyrolysis Method

    Get PDF
    The availability of domestic raw materials is gradually decreasing, while the need for energy sources is increasing. Therefore, it is necessary to have renewable energy sources, one of which is biomass. In this study, researchers will discuss the waste of sugarcane bagasse and orange peel which can be used as bio briquettes. Usually, these wastes are only used as animal feed, and sometimes they are just thrown away. The goals and benefits expected by the author in this study are to provide information that the manufacture of bio briquettes from bagasse and Pacitan's orange peel can be used as an alternative fuel. So, it can be implemented to reduce fossil fuels, whose availability is getting less and les

    INFESTASI ENDOPARASIT CACING PADA TERNAK DOMBA MASYARAKAT DI KELURAHAN MULYAHARJA BOGOR JAWA BARAT: Endoparasite Worm Infestation in Sheep Livestock in Mulyaharja Village, Bogor, West Java

    Get PDF
    Mulyaharja merupakan kecamatan yang berlokasi di kota Bogor, Jawa Barat. Pada kecamatan ini terdapat kawasan agrowisata yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai daya tarik wisata utama. Selain pertanian, masyarakat di Kecamatan Mulyaharja juga beternak domba secara tradisional. Domba sering terjangkit berbagai penyakit, salah satunya parasit, seperti infeksi cacing. Gejala infeksi cacing ini seringkali tidak terdeteksi. Pada penelitian ini pengambilan sampel feses dilakukan secara acak pada 10 ekor domba milik peternak di Kawasan Agrowisata Mulyaharja, Bogor. Pemeriksaan feses yang dilakukan berupa pemeriksaan kualitatif dengan metode pemeriksaan natif dan flotasi serta pemeriksaan kuantitatif dengan metode McMaster. Hasil penelitian menunjukkan 90% fesesnya positif mengandung telur cacing. Telur cacing yang ditemukan merupakan jenis telur strongyl. Hasil pemeriksaan EPG secara kuantitatif menunjukkan adanya variasi tingkat infeksi. Hasil EPG menunjukkan 40% domba mengalami infeksi berat, dan 60% mengalami infeksi rendah. Dari hasil penelitian domba ternak masyarakat kecamatan Mulyaharja perlu diberikan pengobatan cacing dan perbaikan pengelolaan sanitasi kandang serta pemberian pakan rumput.   Kata kunci:  Infestasi, Endoparasit cacing, Mulyaharja, Domba, Strongy

    De-mystifying the Muslimah: Exploring Different Perceptions of Selected Young Muslim Women in Britain

    No full text
    In this research I argue that although Islam as a faith is inherently emancipatory, Muslim women are doubly marginalised: by patriarchal interpretations of their faith within Muslim communities and by pluralist society that often does not understand the faith-based values and practices of Muslim women. The empowerment of Muslim women is crucial not just for the women themselves but also for socio-political dynamics within the Muslim community and its relationships in pluralist society. It is from this context, and acknowledging the paucity of academic literature written by Muslim women, that I set out to give voice to them, so that their opinions may be heard in discourses that they think are relevant to their lives. By encouraging Muslim women to take voice and by facilitating mechanisms for these voices to be heard, this research presents alternate narratives of Muslim women that challenge dominant media imagery of the oppressed and subjugated Muslim woman. These narratives, which are by and for Muslim women, portray instead the inherent diversity in the category 'Muslim woman' and thus add more facets to the category 'woman'. I used an ethnographic methodology that involved participants as contributors in the creation of new knowledge. Semi-structured interviews with 45 young university-educated Muslim women and 7 group discussions were used as initial data-gathering tools. The penultimate ethnographic stage involved Muslim women creating 3-minute long self-representational digital stories (DSTs), which consist of an autobiographical narrative accompanied by still pictures. This was a process of self-reflection for the women and an opportunity to take voice and to be heard. The subsequent screening of these DSTs to audiences who were not Muslim resulted in discussion and active debate about the reasons for prevalent (mis)understandings of Muslim women and stereotypes were challenged. In its initiation of more balanced representations of Muslim women this research empowers Muslim women, and by contributing to dialogue and cohesion it also empowers pluralist society as a whole. This research clarifies the overlapping priorities and identities of young British Muslim women and initiates new discourses, as narrated by the women, on subjects including religious interpretation and practice, feminism, media representation and social cohesion. In the research findings I propose an evolving British-Muslim identity among Muslim youth (in this case young women) which is distinct from that of their parents; a theological articulation of a 'feminist' struggle for women's rights; and the need to engage with the media and others to create positive representations of Muslim women. Experiences with DSTs indicate the potential of personal narratives and interaction for the purposes of inter-community dialogue
    corecore