1,721,052 research outputs found

    Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan Menurut PSAK No. 23 Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Lhokseumawe

    No full text
    Tujuan penelitian pada PT ( persero ) Pelabuhan Indonesia I Cabang Lhokseumawe adalah : ( a ) Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kebijaksanaan perusahaan dalam pengakuan dan pengukuran pendapatan . ( b ) Untuk dapat menganalisa proses pengakuan dan pengukuran pendapatan perusahaan dengan mengacu pada PSAK no . 23 . Di dalam kegiatan memperoleh data maupun keterangan yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini , penulis mengumpulkan data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , pengamatan ( observasi ) dan kepustakaan . Kemudian penulis menganalisa data dengan menggunakan metode deskriptif dan metode komperatif . Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Keuangan , Staf Akuntansi , Divisi Komersil dan staf lainnya yang dianggap dapat memberikan informasi atau masukan data yang dipergunakan dalam penulisan skripsi . Penulis menganalisa , mengevaluasi dan mengambil keputusan sebagai berikut : ( a ) Sumber pendapatan pada perusahaan adalah berasal dari penjualan jasa ke pelabuhan yang terdiri dari pendapatan operasi yaitu : pendapatan dari pelayanan kapal dan pendapatan di luar operasi yaitu pendapatan dari selisih kurs . ( b ) pengakuan pendapatan pada perusahaan dilakukan dengan menggunakan metode accrual basis dimana setelah perusahaan memberikan pelayanan jasa kepada pelanggan atau pengguna jasa barulah jasa tersebut diakui sebagai pendapatan . ( c ) Dalam mengukur pendapatannya perusahaan menggunakan tarif yang di telah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan dan Dewan Direksi Perusahaan . ( d ) Perusahaan menerbitkan nota tagihan untuk setiap pelayanan jasa yang telah selesai diberikan kepada konsumen .67 HalamanSkripsi Sarjan

    Topeng lampung tinjauan awal drama tari tupping dan pesta sakura

    Full text link
    Salah Satu Tolok Ukur dari Bagian Proyek Pembinan Permuseuman Lampung Tahun Anggaran 1992/ 1993 adalah Penyusunan dan Penerbitan naskah Koleksi Museum Lampung. Koleksi Museum Lampung yang terpilih untuk ditulis naskahnya adalah koleksi Topeng Lampung, topeng-topeng Museum Lampung Rua Jurai ini sebagian berasal dari daerah Belalau Lampung Barat dan daerah Kalianda Lampung Selatan. Penulisan naskah tentang topeng Lampung ini dilaksanakan· karena informasi tentang topeng Lampung masih sangat kurang, sedangkan di Lampung sendiri sudah sejak lama dikenal adanya Tari Topeng di daerah Kalianda dan Pesta Topeng Sakura di daerah Belalau Lampung Barat

    Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan Menurut PSAK No. 23 Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Lhokseumawe

    No full text
    Tujuan penelitian pada PT ( persero ) Pelabuhan Indonesia I Cabang Lhokseumawe adalah : ( a ) Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kebijaksanaan perusahaan dalam pengakuan dan pengukuran pendapatan . ( b ) Untuk dapat menganalisa proses pengakuan dan pengukuran pendapatan perusahaan dengan mengacu pada PSAK no . 23 . Di dalam kegiatan memperoleh data maupun keterangan yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini , penulis mengumpulkan data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , pengamatan ( observasi ) dan kepustakaan . Kemudian penulis menganalisa data dengan menggunakan metode deskriptif dan metode komperatif . Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Keuangan , Staf Akuntansi , Divisi Komersil dan staf lainnya yang dianggap dapat memberikan informasi atau masukan data yang dipergunakan dalam penulisan skripsi . Penulis menganalisa , mengevaluasi dan mengambil keputusan sebagai berikut : ( a ) Sumber pendapatan pada perusahaan adalah berasal dari penjualan jasa ke pelabuhan yang terdiri dari pendapatan operasi yaitu : pendapatan dari pelayanan kapal dan pendapatan di luar operasi yaitu pendapatan dari selisih kurs . ( b ) pengakuan pendapatan pada perusahaan dilakukan dengan menggunakan metode accrual basis dimana setelah perusahaan memberikan pelayanan jasa kepada pelanggan atau pengguna jasa barulah jasa tersebut diakui sebagai pendapatan . ( c ) Dalam mengukur pendapatannya perusahaan menggunakan tarif yang di telah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan dan Dewan Direksi Perusahaan . ( d ) Perusahaan menerbitkan nota tagihan untuk setiap pelayanan jasa yang telah selesai diberikan kepada konsumen .67 HalamanSkripsi Sarjan

    Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap (PSAK No.16) Pada PD. Perkebunan Sumatera Utara

    No full text
    Perusahaan tidak pernah terlepas dari aktiva karena dengan aktiva perusahaan dapat melaksanakan operasinya . Salah satu elemen adalah aktiva tetap yaitu suatu harta berwujud dari perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan yang tujuannya bukan untuk dijual . Aktiva tetap yang dimiliki oleh setiap perusahaan mungkin akan berbeda jenisnya tergantung pada ukuran perusahaan , luas operasi serta bidang usaha atau aktivitas masing - masing perusahaan . Umumnya aktiva tetap menjadi bagian utama dari aktiva perusahaan karena merupakan salah satu sumber daya yang akan menciptakan pendapatan di masa yang akan datang . Biasanya dana yang tertanam didalamnya adalah besar karena harga perolehan relatif mahal . Aktiva tetap dalam neraca termasuk dalam klasifikasi aktiva yang bersifat permanen dan secara umum digunakan perusahaan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun . Pada umumnya aktiva tetap mempunyai batas waktu , tetapi ada aktiva tetap yang tidak terbatas waktunya dalam memberikan manfaat bagi perusahaan , misalnya tanah . Oleh karena itu perolehan dari suatu aktiva tetap perlu dialokasikan menjadi beban sepanjang tahun dan dijadikan sebagai pengurangan pendapatan . Penentuan nilai aktiva tetap dan alokasi beban dari aktiva tetap tersebut sangat mempengaruhi rencana dalam pengambilan keputusan .90 HalamanSkripsi Sarjan

    Supervisi pendidikan

    Full text link

    Students' Difficulties in Mathematics Proofs

    Full text link
    This qualitative research aimed at investigating difficulties experienced by students in Mathematics Department, State University of Makassar. This study was conducted in Mathematics Education Study Program at Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Science, State University of Makassar in academic year 2013/2014. The subjects involved in the research were students of Mathematics Education Study Program in the subjects of Calculus, Trigonometry, and School Mathematics. The subjects were administered in tests concerning mathematics proof. Further, the students’ answers were then categorized into several aspects of difficulties in proving. The research findings showed that there were four categories of difficulties experienced by the students in proving statements in mathematics. The four categories were:(1) the use of symbols which was inappropriate; (2) the lack of students’ understanding about mathematics proof; (3) the difficulties in selecting strategies for mathematics proof; and (4) the lack of understanding of concepts and principles in mathematics. Key Words: Mathematics proof, difficulties, students

    Falsafah Piil Pesenggiri sebagai Kearifan Kota Lampung Teraktualisasi melalui Pendidikan Non Formal

    Full text link
    Many kinds of traditional value in Indonesia are useful for human life and some of the local traditional value can be adopted at national level. This article describes how PIIL Pesenggiri as a local value in Lampung could disseminate and only in Lampung itself but it can be adopted and developed in other regions. PIIL Pesenggiri will be taken as a way of life to create peaceful societies. Based on the experiences, PIIL Pesenggiri can be diffused widely through non formal education
    corecore