204 research outputs found
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus: Ruas Jalan S. Supriadi Kota Malang)
Kota Malang adalah salah satu kota besar di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah
penduduk mencapai 927.285 jiwa pada tahun 2020 dan pertumbuhan penduduk sebesar
1,23% per tahun. Perkembangan penduduk karena urbanisasi maupun secara alami akan
dibarengi dengan pertumbuhan lahan terbangun di perkotaan. Jalan S. Supriadi yang terletak
di Kecamatan Sukun memilki guna lahan yang beragam yang terdiri dari guna lahan
perkantoran, guna lahan pendidikan, guna lahan kesehatan, serta guna lahan perdagangan
dan jasa yang paling mendominasi perkembangan guna lahan pada ruas Jalan S. Supriadi.
Keragaman guna lahan yang ada di sepanjang ruas Jalan S. Supriadi menjadikan ruas jalan
ini sering mengalami kepadatan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari guna lahan terhadap kinerja jalan yang ada
di Jalan S. Supriadi serta tingkat pelayanan jalan setelah adanya interkasi dengan volume
internal guna lahan di ruas Jalan S. Supriadi. Metode dalam penelitian ini menggunakan
metode kauntitatif dengan menggunakan beberapa teknik analisis diantaranya adalah
analisis deskriptif, analisis korelasi dan regresi, serta analisis tingkat pelayanan jalan.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh guna lahan yang paling berpengaruh terhadap total
volume lalu lintas adalah guna lahan perdagangan dan jasa. Selain itu tingkat pelayanan jalan
setelah adanya pengaruh dari volume internal guna lahan pada ruas Jalan S. Supraidi segmen
1 hari kerja dan hari libur adalah F pada jam puncak dengan pengaruh guna lahan sebesar
9,09% dan 11,08%. Pada segmen 2 ruas Jalan S. Supriadi segmen 2 tingkat pelayanan jalan
setelahnadanya pengaruh guna lahan adalah F pada jam puncak dan pada beberapa jam sibuk
lainnya dengan pengaruh guna lahan sebesar 7,83% dan 11,97%
Survey Evaluasi Status Hara P-Tersedia Tanah terhadap Produksi Tanaman Markisa (Passiflora edulis f. Edulis) di Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo
KUSPAN. Survey Evaluasi Status Hara P-Tersedia Tanah Terhadap
Produksi Tanaman Markisa (Passiflora edulis f. Edulis) di Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. Supriadi, MS selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. H. Hutabarat, MSi serta Ibu Ir. Posma MP. Marbun, MP selaku anggota komisi pembimbing.
Salah satu jenis buah-buahan yang merupakan komoditi pertanian yang mempunyai nilai dan spesifikasi tersendiri adalah markisa. Selain sebagai produk buah segar markisa juga merupakan bahan baku industri minuman yang di kenal luas, sehingga nilai ekonomis dari buah markisa ini cukup tinggi
Tinggi rendahnya produksi markisa dipengaruhi banyak faktor, salah satunya
adalah kesuburan tanah. Salah satu unsur hara makro yang esensial adalah unsur hara fosfor, yang merupakan penyusun setiap sel hidup dan berperan aktif dalam mentransfer energi serta dalam proses pembentukan bunga, buah dan biji.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan korelasi status hara P
tersedia tarah, Juas tajuk dan tinggi tajuk tanaman terhadap produksi tanaman markisa di Desa Sukanalu Kecamatan Barujabe Kabupaten Karo, Penelitian dilaksanakan di Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten
Karo, yang berjarak kira-kira 80 km dari Kotamadya Medan, dengan ketinggian tempat 1200 meter diatas permukaan laut Penelitian ini berlangsung dan bulan Maret-Mei 2000.72 HalamanSkripsi Sarjan
Studi Evaluasi Simpang Bersinyal di Kota Malang (Studi Kasus Jalan Supriadi – Jalan Janti Barat),
Kondisi simpang Jl. Supriadi – Jl. Janti Barat yang cukup padat
menyebabkan simpang tersebut sering terjadi kemacetan. Kondisi tersebut
mengakibatkan menurunnya tingkat pelayanan dari simpang. Hal ini dapat dilihat
dari besarnya volume kendaraan yang ada, dan panjang antrian kendaraan pada
setiap lengan simpang yang semakin tinggi sehingga melampaui kapasitas jalan
yang ada.
Untuk menunjang studi ini diperlukan sampel volume dan panjang antrian
dengan survei lapangan pada kondisi eksisting yg dilaksanakan selama 3 hari
dimulai pada hari Rabu, 14 Maret 2018, Senin, 19 Maret 2018, dan Sabtu, 24
Maret 2018. Survei dilakukan untuk mengetahui besarnya volume kendaraan dan
panjang antrian yang terjadi pada Simpang Jl. Supriadi – Jl. Janti Barat . Analisa
kinerja simpang bersinyal ini menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia
(PKJI) 2014 untuk perhitungan derajat kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan.
Sedangkan untuk evaluasi tingkat pelayanan/kinerja simpang menggunakan
Peraturan Menteri Perhubungan No. 96 Tahun 2015.
Berdasarkan hasil perhitungan, maka didapatkan tingkat pelayanan simpang
pada simpang utara adalah F dengan tundaan sebesar 5531,58 det/skr, pada
simpang selatan tingkat pelayanannya F dengan tundaan sebesar 3681 det/skr, dan
pada simpang timur tingkat pelayanannya F dengan tundaan sebesar 679 det/skr.
Hal ini menunjukan bahwa kinerja simpang tersebut tidak optimal. Untuk
meningkatkan kinerja simpang tersebut, dilakukan perubahan pola pengaturan
sinyal dan pelebaran geometrik.
Kata Kunci : Kemacetan, volume, panjang antrian, kapasita
”PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CIMAHI” (STUDI KASUS TERHADAP PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CIMAHI)
Elviana Supriadi (0705886), “Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi (Studi Kasus terhadap Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi)”, dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Suryana, M.Si., dan Askolani, SE., MM.Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi merupakan sebuah instansi pemerintah di bawah kontrol Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Berfokus pada penerimaan pajak untuk wilayah Cimahi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi berdasarkan data pencapaian target penerimaan pajak kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi periode 2008-2010 yang menunjukkan penurunan realisasi pencapaian target penerimaan pajak tiap periodenya. Masalah ini harus menjadi evaluasi guna meningkatkan kinerja kedepannya karena apabila dibiarkan maka akan menghambat pencapaian tujuan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif, dengan metode penelitian survey explanatory. Ukuran sampel berjumlah 45 responden. Data yang digunakan berupa data ordinal dan interval, dengan menggunakan koefisien korelasi pearson product moment, dan analisis regresi linier berganda yang menggunakan koefisien determinasi (r square). Pengujian hipotesis menggunakan uji F-test untuk melihat pengaruh secara simultan dan uji t-test untuk melihat pengaruh secara parsial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi. Besarnya pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kinerja pegawai adalah sebesar 51,5% dan sisanya 42,6% dipengaruhi oleh faktor lain
EVALUASI KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : KAKI SIMPANG ANTARA JL. S. SUPRIADI– JL. RAYA KEPUH – JL. KLAYATAN III)
Salah satu persimpangan dengan volume lalu lintas dan kepadatan tinggi adalah
simpang tak bersinyal Jl. S. Supriadi – Jl. Raya Kepuh – Jl. Klayatan III, Kota
Malang. Lokasi persimpangan ini berdekatan dengan kampus Universitas
Kanjuruhan sehingga memiliki lalulintas yang kompleks dan tingkat kepadatan
lalulintas yang tinggi. Kondisi persimpangan pada jam -jam puncak terjadi antrian
yang panjang pada kaki simpang, untuk itu pada studi ini dilakukan evaluasi kinerja
persimpangan dan melakukan upaya perbaikan kinerja simpang.
Lokasi survey yaitu di simpang tiga Jl. S. Supriadi – Jl. Raya Kepuh – Jl.
Klayatan III, Kota Malang. Analisa dilakukan terhadap derajat kejenuhan, panjang
antrian dan tundaan. Sebagai dasar analisa digunakan Pedoman Kapasitas Jalan
Indonesia (PKJI) 2014. Data – data yang digunakan yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey yang dilakukan selama 3 hari yaitu
hari Sabtu, 7 Maret 2020, Senin, 9 Maret 2020 dan Rabu, 11 Maret 2020 yang berupa
volume lalulintas dan goemetrik jalan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa, simpang tak bersinyal Jl. S.Supriadi – Jl.
Raya Kepuh – Jl. Klayatan III Kota Malang yang saat ini merupakan simpang tak
bersinyal memberikan kinerja buruk yaitu tingkat pelayanan F, panjang antrian,
362,105 m dan tundaan rata-rata (-3,123). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
simpang tersebut sudah memenuhi syarat dipasang lampu pengatur lalu lintas. Alat
Pemberi Isyarat Lalu lintas (APIL) direncanakan menggunakan 2 fase dan melakukan
pelebaran pada geometrik jalan sebesar 50cm pada ruas kiri dan 50cm pada ruas
kanan Jl. S. Supriadi dan Jl. Raya Kepuh. Solusi yang direkomendasikan ini didapat
nilai derajat kejenuhan (DJ) = 0,491 sampai 0,798 tundaan rata – rata maksimum
10,857 det/kend dengan tingkat pelayanan B dan panjang antrian maksimum 105,691
m
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM POSSING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR SISWA KELAS VII MTs DARUSSALAM NGENTRONG TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Problem Possing Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Siswa Kelas Vii MTs Darussalam Ngentrong Tulungagung Tahun Ajaran 2016/2017”. Penelitian ini ditulis oleh Barep Andika Supriadi, NIM 2814133225,pembimbing Ibu Ummu Sholihah, M.Si.
Kata kunci: problem possing , motivasi belajar, dan hasil belajar
Penelitian ini dilatar belakangi berbagai permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran matematika, antara lain: (1).Siswa dianggap sebagai penerima pasif informasi. Mereka datang, duduk manis, dan mendengarkan guru menyampaikan informasi.(2).Guru adalah sumber pengetahuan. Para murid dianggap sebagai kertas kosong yang siap untuk ditulisi.
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem possing terhadap motivasi belajar,hasil belajar serta kedua-duanya pada materi bangun datar siswa kelas VII MTs Darussalam Ngentrong Campurdarat Tahun Ajaran 2016/2017.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah Quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Darussalam Ngentrong Tulungagung yang berjumlah 72 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik random sampling, dengan kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1)dokumentasi; 2) observasi; 3) tes; 4) angket.
Hasil penelitian menunjukkan, (1) ada pengaruh pembelajaran Problem Possing materi bangun datar terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs Darussalam Ngentrong Tulungagung tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunujukkan oleh nilai t hitung = 2,219, sedangkan t tabel pada taraf sigifikansi 5% adalah 2,009. Karena t hitung > t tabel, maka H0 ditolak. (2) ada pengaruh pembelajaran Problem Possing materi bangun datar terhadap hasil belajar siswa kelas VII MTs Darussalam Ngentrong Tulungagung tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunujukkan oleh nilai t hitung = 2,133, sedangkan t tabel pada taraf sigifikansi 5% adalah 2,009. Karena t hitung > t tabel, maka H0 ditolak. Karena t hitung > t tabel, maka H0 ditolak.(3) ada pengaruh pembelajaran Problem Possing materi bangun datar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII MTs Darussalam Ngentrong Tulungagung tahun ajaran 2016/2017.. Hal ini ditunjukkan oleh Hasil uji MANOVA nilai f hitung = 3,798, sedangkan f tabel pada taraf sigifikansi 5% adalah 3,186, dan karena f hitung > f tabel,maka H0 ditolak
Survey Evaluasi Kadar Hara Nitrogen terhadap Produksi Tanaman Markisa (Passiflora Edulis F. Edulis) di Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kadar hara Nitrogen terhadap produksi tanaman markisa (Passiflora edulis F. Edulis). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Barus Jahe tepatnya di Desa Suka Nalu yang dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2000.
Penelitian dilaksanakan dengan metode survey yang menyangkut evaluasi lahan. Pengambilan contoh tanah terganggu pada daerah penelitian dianalisa di laboratorium (N-total) sedangkan kegiatan dilapangan dilakukan dengan mengukur parameter produksi tanaman markisa, luas tajuk dan tinggi tajuk tanaman. Hasil dari analisa laboratorium dan parameter yang diamati dilapangan diolah dengan metode analisa regresi berganda dengan Fungsi Linier melalui program Microstat. Hasil ini kemudian diolah kembali melalui program microstat dengan metoda'cara penduga Stepwise, sehingga dapat diketahui variabel-variabel yang mempengaruhi dependent (Produksi).
Hasil analisis persamaan Fungsi Linier ganda pada step terakhir (ke-2) bahwa N-total dan luas tajuk berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman markisa. Ini dapat dilihat dari nilai probabiliti masing-masing sebesar 99.4% dan 99.99% mempengaruhi produksi markisa, sedangkan tinggi tajuk tanaman tidak berpengaruh nyata Terhadap produksi tanaman markisa. Jika dilihat kondisi tanah dilapangan yang memiliki kandungan hara Nitrogen dengan kriteria sedang sampai dengan tinggi maka sebaiknya masih perlu dilakukan penambahan atau pemupukan Nitrogen karena produksi masih meningkat dengan penambahan pupuk tersebut. Masih perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar hara Nitrogen yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman markisa.
Untuk mengatasi luas tajuk yang tidak teratur disarankan melakukan pengelolaan dengan membuat para-para atau kawat penyanggah sehingga tanaman markisa dapat tumbuh lebih teratur, sedangkan untuk mengatasi pertumbuhan vegetatif tanaman yang meningkat disarankan melakukan pemangkasan sehingga produksi tanaman markisa dapat meningkat63 HalamanSkripsi Sarjan
Model Penumbuhan Dan Penguatan Kelembagaan Perbenihan Untuk Meningkatkan Mutu Bahan Tanam Dan Produktivitas Karet Rakyat
Untuk mendukung kegiatan revitalisasi perkebunan dan peremajaan karet swadaya, maka salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana menyediakan bibit karet yang memenuhi “6 tepat” yaitu: tepat waktu, jumlah, mutu, tempat, klon dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan kelembagaan perbenihan serta merancang model penumbuhan dan penguatan kelembagaan di Sumatera Selatan dalam upaya memperkuat industri perbenihan karet nasional. Kegiatan penelitian dilakukan pada tahun 2009/2010, dengan memadukan metode penelitian survey, dan kegiatan aksi yang melibatkan partisipasi peneliti, petani dan stakeholders lainnya. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu dengan memilih sentra pembibitan karet dan non sentra pembibitan karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun entres di Provinsi Sumatera Selatan tercatat seluas 236.2 ha, namun hingga tahun 2010 yang telah mendapat SK Penetapan Dinas Perkebunan baru sekitar 40%. Jenis klon yang dominan diusahakan adalah PB 260 (72,2%), lalu IRR 39, BPM 24 dan RRIC 100. Jumlah batang bawah yang memiliki SKM (Surat Keterangan Mutu) tahun 2009/2010 di Sumsel sebesar 48,7 juta, dan sebanyak 85% menggunakan biji dari Medan. Namun, kondisi kelembagaan pembibitan karet di provinsi ini belum kondusif. Sebagai contoh, jumlah petugas pengawas benih serta fasilitas yang disediakan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan masih terbatas, masih banyak penangkar pembibitan yang belum mendapat sertifikat legal bagi produk mereka, sebagian besar penangkar memiliki modal terbatas, dan sumber entres dan batang bawah juga masih terbatas. Oleh karena itu upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi industri karet pembibitan di Sumatera Selatan seperti yang diilustrasikan dalam model penumbuhan dan penguatan kelembagaan pembibitan karet yang diajukan dalam makalah ini. Diterima : 20 Agustus 2011; Disetujui : 14 Oktober 2011How to Cite : Syarifa, L. F., Nancy, C., & Supriadi, M. (2011). Model penumbuhan dan penguatan kelembagaan perbenihan untuk meningkatkan mutu bahan tanam dan produktivitas karet rakyat. Jurnal Penelitian Karet, 29(2), 130-141. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/24
Survey Evaluasi Kadar Hara Nitrogen terhadap Produksi Tanaman Markisa (Passiflora Edulis F. Edulis) di Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kadar hara Nitrogen terhadap produksi tanaman markisa (Passiflora edulis F. Edulis). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Barus Jahe tepatnya di Desa Suka Nalu yang dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2000.
Penelitian dilaksanakan dengan metode survey yang menyangkut evaluasi lahan. Pengambilan contoh tanah terganggu pada daerah penelitian dianalisa di laboratorium (N-total) sedangkan kegiatan dilapangan dilakukan dengan mengukur parameter produksi tanaman markisa, luas tajuk dan tinggi tajuk tanaman. Hasil dari analisa laboratorium dan parameter yang diamati dilapangan diolah dengan metode analisa regresi berganda dengan Fungsi Linier melalui program Microstat. Hasil ini kemudian diolah kembali melalui program microstat dengan metoda'cara penduga Stepwise, sehingga dapat diketahui variabel-variabel yang mempengaruhi dependent (Produksi).
Hasil analisis persamaan Fungsi Linier ganda pada step terakhir (ke-2) bahwa N-total dan luas tajuk berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman markisa. Ini dapat dilihat dari nilai probabiliti masing-masing sebesar 99.4% dan 99.99% mempengaruhi produksi markisa, sedangkan tinggi tajuk tanaman tidak berpengaruh nyata Terhadap produksi tanaman markisa. Jika dilihat kondisi tanah dilapangan yang memiliki kandungan hara Nitrogen dengan kriteria sedang sampai dengan tinggi maka sebaiknya masih perlu dilakukan penambahan atau pemupukan Nitrogen karena produksi masih meningkat dengan penambahan pupuk tersebut. Masih perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar hara Nitrogen yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman markisa.
Untuk mengatasi luas tajuk yang tidak teratur disarankan melakukan pengelolaan dengan membuat para-para atau kawat penyanggah sehingga tanaman markisa dapat tumbuh lebih teratur, sedangkan untuk mengatasi pertumbuhan vegetatif tanaman yang meningkat disarankan melakukan pemangkasan sehingga produksi tanaman markisa dapat meningkat63 HalamanSkripsi Sarjan
Beberapa aspek pertumbuhan lamun Enhalus acoroides (Linn. F) Royle di Pulau Barranglompo Makassar
Lamun merupakan salah satu vegetasi di perairan dangkal yang mempunyai beberapa peran secara ekologis. Salah satu aspek yang mempengaruhi peran ekologis lamun adalah pertumbuhan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui beberapa aspek pertumbuhan lamun Enhalus acoroides di Pulau Barranglompo Makassar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penandaan. Sebanyak 20 tegakan lamun ditandai setiap bulan selama tujuh bulan. Pengamatan dilakukan setiap minggu terhadap lamun yang telah dtandai. Penelitian menunjukkan bahwa Enhalus acoroides mempunyai pola pertumbuhan kuadratik dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang terpapar sinar matahari, kekeruhan, nutrient dan suhu perairan
- …
