124 research outputs found
ANALISA ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS LQ-45 DI BURSA EFEK JAKARTA
Kondisi perekonomian Indonesia pasca krisis ekonomi belum bisa dipulihkan dengan cepat. Selain sektor moneter dan sektor riel yang terkena dampak, sektor pasar modal terutama 'Bursa Efek juga mengalami keterpurukan
yang cukup lama, Hal ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi pelaku ekonomi termasuk para investor dalam melakukan dan memilih jenis investasi.
perusahaan atau industri dalam melakukan dan memilih jenis investasi.
Perusahaan atau akan terus diburu para investor. Perusahaan yang mengalami kondisi paling buruk terutama adalah yang memiliki bahan baku/komponen impor. Sebaliknya perusahaan yang mengandung banyak bahan baku atau kandungan lokal namun memiliki pasar ekspor mengalami keuntungan. industri yang berbasiskan sumber daya domestik dengan orientasi pasar ekspor direspresentasikan oleh sektor Agribisnis.
Penilaian Kinerja perusahaan oleh para pelaku paar modal dan investor, yang selama ini dilakukan dengna meliaht ROA, ROE, dan P/BV. masih memiliki banyak kelemahan karena laba yang dihitung tidak memperhitungkan besarnya biaya modal dan resiko atas penempatan modal tersebut. Karenanya perlu dilihat alternatif alat pengukuran kinerja lain yang bisa mempresentasikan kepentingan pemilik modal atau investor dalam memberikan saham atau melakukan investasi langsung.
Pendekatan economic Value added (EVA) merupakan salah satu penilaian kinerja perusahaan yang dininilai lebih mencerminkan nilai bisnis secara riil dengan mengukur nilai tambah (added value) yang dihasilkan perusahaan kepada investor. pendekatan EVA belum Banyak diterapkan dan dikenal oleh perusahaan di indonesia, namun pengukuran kinerja perusahaan dengan pendekatan ini, walaupun bukan satu-satunya pengukuran terbaik, dapat dijadikan bahan referensi dan rujukan bagi pemilik modal maupun bagi pemegang saham dan pihak lain yang ingin mengetahui seberapa efektif perusahaan memanfaatkan modal yang di miliki perusahaan pada suatu periode tertentu.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) apa perbedaan konsep EVA dengan Konsep-konsep pengukuran kinerja lain di pasar modal seperti ROA, ROE, PER dan P/BV (2) bagaimana Kinerja perusahaan Agribisnis kelompok LQ-45 bila dievaluasi dengan pendekatan economic value added (EVA), (3) bagaimana kinerja relatif saham perusahaan agribisnis yang ada dalam LQ-45 bila dievaluasi dengan pendekatan economic value added (EVA), (3) bagaimana kinerja realtif saham perusahaan agribisnis yang ada dalam LQ-45 dibandingkan dengan kinerja IHSG selama periode tahun 2000, (4) Apakah terdapat korelasi antara nilai EVA dengan tingakt kinerja realtif dari masing masing perusahaan agribisnis yang ada dalam LQ-45 selama tahun 2000, sejalan dengan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan konsep EVA dengan Konsep-Konsep pengukuran Kinerja lainnya di pasar modal konsep EVA dengan konsep-konsep pengukuran kinerja lainnya di pasar modal seperti ROA, ROE, PER dan P/BV, (2) Mengetahui nilai EVA perusahaan-perusahaan agribisnis yang ada dalam LQ45, (3) mengetahui kinerja relatif saham dari masing-masing perusahaan agribisnis tersebut.
Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan di atas adalah dengan melakukan penelitian yang dibatasi pada 12 saham-saham perusahaan agribisnis yang termasuk dalam kelompok LQ-45 selama periode tahun 2000, dengan jenis data cross section. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan, Bloomberg, Bank Indonesia, Pusat Referensi Pasar Modal maupun Bursa Efek Jakarta. Perhitungan Korelasi antara kinerja relatif saham dengan EVA, ROA, ROE, PER dan P/BV dilakukan dengan koenfisien Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kondisi perekonomian yang belum stabil, dimana dampak krisis Ekonomi masih Dirasakan Kondisi Pasar modal mengalami penurunan IHSG secara tajam, Sehinga faktor fundamental perusahaan cenderung tidak dipertimbangakan oleh para investor dalam melakukan pembelian saham. Mereka melakukan pembelian Saham Masih lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal yang mempengaruhi pergerakan saham seperti, isu politik dan keamanan, rumor pasarmodal, maupun hal-hal lain diluar faktor fundamental perusahaan. fundamental perusahaan yang masih mungkin dipertimbangkan para investor pada sat ini adalah masih bersifat konvesional yaitu price to book value (P/BV).
Kesimpulan diatas dirumuskan karena dari 12 objek penelitian terlihat adanya data yang ekstrem, dimana peningkatan harga saham terjadi sangat tajam sementara faktor fundamental perusahaan mengalami penurunan. untuk mengatasi masalah outlier maka dilakukan perhitungan kembali dengan cara mengeluarkan data yang memiliki nilai ekstrim tersebut sehingga hanya terdapat 10 objek penelitian. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kinerja relatif saham-saham agribisnis memiliku korelasi yang signifikan dengan pendekatan EVA, ROA, PER, dan P/BV perusahaan yang diteliti.
Berdasarkan hasil analisis diatas maka saran bagi para investor langsung maupun investor perusahaan bukan go publik, pendekatan EVA dapat dijadikan rekomendasi dalam melakukan investasi pada saat kondisi ekonomi yang stabil. Selain itu pendekatan EVA lebih menjamin kepentingan pemilik modal dalam hal memberikan nilai tambah perusahaan kepada para investor dibandingkan P/BV disamping EVA dengan pendekatan Akuntansi tradisional Seperti (ROA, ROE, PER dan P/BV)
Hubungan Economic Value Added (EVA) dengan Laba pada PT Dharma Bandar Mandala Cabang Medan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan
antara Economic Value Added (EVA) sebagai penciptaan nilai perusahaan dengan
laba. Penelitian ini dilakukan pada PT. Dharma Bandar Mandala Cabang Medan
periode tahun 2001 sampai 2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis
korelasi pearson dan pengujian hipotesis dilakukan dengan pengujian signifikan
adalah uji statistik-t. untuk melihat hubungan Economic Value Added (EVA)
dengan laba dilakukan dengan menggunakan bantuan program software SPSS
(Statistic Product and Service Solution) versi 12.00. Penelitian ini menggunakan
data sekunder yaitu berupa laporan keuangan PT. Dharma Bandar Mandala
Cabang Medan tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Economic Value Added (EVA)
memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan laba pada PT. Dharma
Bandar Mandala Cabang Medan71 HalamanSkripsi Sarjan
Pengembangan Booklet sebagai Media Layanan Orientasi Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Pacitan
ABSTRAK Permatasari, Eva. 2014. Pengembangan Booklet sebagai Media Layanan Orientasi Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Pacitan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, booklet, media, orientasi Bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegrasi ke dalam program pendidikan di sekolah berdampingan dengan layanan instruksional dan administratif. Kedudukan layanan bimbingan dan konseling ini semakin kuat dengan menempatkannya sebagai layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik tanpa terkecuali. Namun posisi tawar yang kurang, menyebabkan layanan bimbingan dan konseling kurang mendapat tanggapan positif dari siswa. Layanan orientasi bimbingan dan konseling sangat diperlukan oleh siswa khususnya kelas X karena siswa yang mengalami masa transisi dari SMP ke SMK dan melalui proses adaptasi ke dalam sistem sekolah yang baru. Melalui pemberian layanan orientasi dalam bentuk booklet, guru BK dapat mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya bimbingan dan konseling dalam membantu siswa mencapai tugas perkembangan. Selain itu melalui bimbingan dan konseling, siswa dapat difasilitasi untuk mengikuti segala kegiatan sekolah dengan maksimal. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa kuesioner studi kebutuhan. Kuesioner diberikan pada 50 orang siswa kelas X SMK Negeri 1 Pacitan sebagai bahan awal menentukan kisi-kisi media yang akan dikembangkan. Peneliti menggunkan instrumen penilaian yang digunakan dalam uji coba subjek kepada ahli materi, ahli media, dua orang konselor SMK Negeri 1 Pacitan sebagai pengguna produk dan lima orang siswa kelas X sebagai kelompok kecil. Hasil penilaian dan saran dari subjek uji coba produk kemudian digunakan sebagai bahan utama dalam melakukan revisi media yang dikembangkan peneliti. Hasil revisi media booklet yang didasarkan pada penilaian dan saran subjek uji coba produk menyatakan bahwa media booklet yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan sebagai media bimbingan dan konseling. Dari hasil penilaian subjek uji coba produk, booklet sebagai media layanan orientasi bimbingan dan konseling memenuhi aspek Sangat berguna, Sangat tepat, dan Sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, diharapkan dapat diuji cobakan pada seluruh siswa kelas X SMK Negeri1 Pacitan. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk dengan materi orientasi bimbingan dan konseling, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya mengenai pengembangan materi bimbingan dan konseling.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS V MI NURUL IMAN KARANGTALUN KALIDAWIR TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas V MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung” ini ditulis oleh Renita Eva Nurdiana Permatasari, NIM. 3217113085, pembimbing H. Zaini,S.Ag., M.Pd.I.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar, Aqidah Akhlak, MI Nurul Iman.
Latar belakang sekripsi ini adalah lemahnya pengetahuan para siswa dalam mempelajari Aqidah Akhlak dan menyebabkan hasil belajarnya rendah. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Aqidah Akhlak kurang bervariasi. Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak ada beberapa model pembelajar yang bisa digunakan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), yaitu model peelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil yang beranggotakan 4-6 orang dengan sistem pengelompokan yang heterogen dimana dalam tahap pelaksanaannya meliputi tahap penomoran, pengajuan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab pertanyaaan.
Rumusan masalah skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran Aqidah Akhlak pokok bahasan membiasakan akhlak terpuji siswa kelas V MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung? (2) Bagaimanakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak pokok bahasan membiasakan akhlak terpuji siswa kelas V MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung?
Manfaat Penelitian Sekripsi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pendidikan, khususnya tentang penerapan model pembelajaran koopertif tipe Numbered Head together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak. Bagi Kepala MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung, sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam proses belajar mengajar, bagi para guru MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung sebagai bahan pertimbangan untuk upaya meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di dalam kelas. Bagi siswa MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan minat belajar siswa dalam pmbelajaran Aqidah Akhlak. Bagi peneliti selanjutnya/pembaca 1. Dapat menambah pengetahuan yang dimiliki peneliti selanjutnya/pembaca dalam bidang ilmu pendidikan, 2. Menyumbang pemikiran dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, 3. Menambah wawasan tentang berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan tepat untuk anak usia sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas peserta didik. Bagi perpustakaan IAIN Tulungagung dengan diadakan penelitian ini, maka hasil yang diperoleh diharapkan dapat berguna untuk dijadikan bahan koleksi dan referensi pendidikan sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar atau bacaan bagi mahasiswa lainnya. Bagi Penulis penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan tentang meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran di madrasah dan menjadikan bekal bagi penulis untuk menjadi guru yang profesional.
Metode Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data antara lain tes, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini apabila penguasaan materi peserta didik mencapai 75% dari tujuan yang seharusnya dicapai, dengan nilai KKM 75.
Hasil penelitian sekripsi ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II yaitu nilai rata-rata hasil belajar pada tes akhir siklus I adalah 76,05 (73,68%) yang berada pada kriteria baik, sedangkan pada tes akhir siklus II adalah 95,26 (100%) dan berada pada kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,21. Dari data tersebut terlihat bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak pokok bahasan membiasakan akhlak terpuji siswa kelas V MI Nurul Iman Karangtalun Kalidawir Tulungagung
OLAH GERAK KAPAL MT.ANGGRAINI EXCELLENT PADA SAAT MEMASUKI ALUR PELAYARAN SEMPIT DI SUNGAI KAPUAS
Desi Permatasari, 2017, 49124348. N, "Manouver Of Vessel MT.Anggraini Exccelent When Entering Narrow Channel in Kapuas River" Diploma Program IV of Nautical Department, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Supervisor Material (I): Capt. H. S. Sumardi., SH., MM., MMar, Supervisor Methodology and Writing (II): Drs. Edy Warsopurnomo., MM., MMarE
In movement to entering the narrow shipping line or river needed specific skill and more attention than sailing in opean sea. Moreover IMO in Colreg’s rules give specific attention which included in Rule 9 of the narrow shipping channel. Beside the problem of wide line and depth of river, like collision and ran aground In writing this essay, the author describe the theory of realization manouver entering Kapuas river line in production of observation reprt and as based to solve the problem. This observation using qualitative method which proceed descriptive data such as written words from observed object, in this case collect data like doing interview to experienced sources, through data that relate to manouver entering Kapuas river in MT.Anggraini Excellent. The author will identificated the caused by knowing the characteristic of Kapuas river, the characteristic of manouver MT.Anggraini Excellent which can obstacie the movement when entering the narrow line in Kapuas river, and identification part non-physically system include the procedure and the rules. After identificated the limited caused movement vessel when entering Kapuas river line, the next is can be doing an observation to know the factors that caused limited of movement. By doing this observation, so that every crew will be more carefull doing every act and doing every decision to move in safety condition, effectively and efficiently, knowing the things that can not be tolerance so that can doing risk mitigation, to decrease or losing all risk that can be happen along movement process. So the goal of navigation by safety, faster and exactly right can be realized.
Keyword : Movement of vessel , groundin
HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
ABSTRAK
HUBUNGAN EMPATI DAN PARENTAL ATTACHMENT
DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
Oleh
Cut Ma’rifa Nanda Permatasari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
empati dan parental attachment dengan perilaku prososial pada
remaja. Perilaku prososial merupakan tindakan sukarela yang
dilakukan individu untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan
imbalan. Empati dan parental attachment dipandang sebagai dua
faktor penting yang dapat memengaruhi kecenderungan remaja
dalam berperilaku prososial.
Populasi dalam penelitian ini adalah Remaja dengan
Rentang Usia 15 – 17 tahun, sampel yang digunakan sebanyak 150
responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
simple random sampling. Penelitian ini menggunakan teknik
analisis data regresi berganda yaitu suatu metode analisis data untuk
menguji hipotesis dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel
terikat dengan bantuan software JASP 0.18.1
Hasil penelitian menunukan bahwa Terdapat hubungan
yang signifikan antara Empati dan Parental Attachment dengan
Perilaku Prososial pada remaja. Nilai koefisien kolerasi (R) sebesar
0,880 dengan F hitung sebesar 252.092 dan taraf siginifikasi sebesar
0,001 (p<.001) dengan nilai (R2) 0,774 artinya variabel empati dan
parental attachment memberikan sumbangan efektif sebesar 77,4%
terhadap variabel perilaku prososial.
Kata Kunci : Perilaku Prososial, Empati, Kelekatan Orangtua
ii
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN EMPATHY AND PARENTAL
ATTACHMENT WITH PROSOCIAL BEHAVIOR IN
ADOLESCENTS
Author
Cut Ma’rifa Nanda Permatasari
This study aims to determine the relationship between
empathy and parental attachment with prosocial behavior in
adolescents. Prosocial behavior is a voluntary action taken by
individuals to help others without expecting anything in return.
Empathy and parental attachment are seen as two important factors
that can influence adolescents' tendencies to behave prosocially.
The population in this study were adolescents aged 15-17
years, the sample used was 150 respondents and the sampling
technique used was simple random sampling. This study used
multiple regression data analysis techniques, namely a data analysis
method to test the hypothesis of two or more independent variables
with one dependent variable with the help of JASP 0.18.1 software.
The results of the study showed that there was a significant
relationship between Empathy and Parental Attachment with
Prosocial Behavior in adolescents. The correlation coefficient (R)
value is 0.880 with a calculated F of 252,092 and a significance
level of 0.001 (p<.001) with a value (R2) of 0.774, meaning that the
empathy and parental attachment variables provide an effective
contribution of 77.4% to the prosocial behavior variable.
Keywords: Prosocial Behavior, Empathy, Parental Attachmen
The Relationship Between Conformity And Self-Concept In Students At SMAN 2 Sibolga
107 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan Konformitas dengan Konsep Diri pada Siswa di SMAN 2 Sibolga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMAN 2 Sibolga yang berjumlah 283 orang. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling yang dimana seluruh populasi menjadi anggota yang diamati sebagai sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala konformitas dan konsep diri. Uji validitas menggunakan uji validitas isi yang dimana diperoleh koefisien butir skala konformitas yang valid bergerak dari rbt = 0,311 hingga rbt = 0,480 dan skala konsep diri bergerak dari rbt = 0,321 hingga rbt = 0,610 dengan taraf signifikan atau p>0.300. Uji reliabilitas menghasilkan indeks reliabilitas sebesar 0,895 untuk konformitas dan 0,881 untuk skala konsep diri. Uji korelasi digunakan untuk menentukan hubungan antara kedua variable yaitu konformitas dan konsep diri diperoleh melalui korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konformitas dengan konsep diri pada siswa di SMAN 2 Sibolga. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi r pearson, dimana rxy=0,431 dengan signifikan p=0,05 artinya hipotesis yang diajukan semakin positif konformitas maka akan semakin tinggi konsep diri dan sebaliknya semakin negatif konformitas maka akan semakin rendah konsep diri. Adapun sumbangan efektif dari konformitas mempengaruhi konsep diri sebesar 18,6 %.
This study aims to see the relationship between conformity and self-concept in students of SMAN 2 Sibolga. The research approach used is a quantitative approach with correlational research type. The population in this study were students of class XII at SMAN 2 Sibolga, amounting to 283 people. Determination of the number of samples in this study using a total sampling technique where the entire population is a member who is observed as a sample. The data was collected using a suitability scale and self-concept. The validity test used the content validity test, obtained the item validity scale coefficient moved from rbt = 0.311 to rbt = 0.480 and the self-concept scale moved from rbt = 0.321 to rbt = 0.610 with a significant level or p> 0.300. The reliability test resulted in a reliability index of 0.895 for suitability and 0.881 for the self-concept scale. Correlation test was used to determine the relationship between the two variables, namely conformity and self-concept obtained through Pearson correlation. The results showed that there was a positive and significant relationship between conformity and self-concept in students of SMAN 2 Sibolga. This is based on the results of the calculation of the Pearson correlation r, where rxy = 0.431 with a significant p = 0.05, meaning that the more positive conformity the hypothesis is, the higher the self-concept and conversely the more negative conformity, the lower the self-concept. Meanwhile, the effective contribution of conformity influenced self-concept by 18.6%
PEMAKNAAN DARI SIMBOL-SIMBOL ALAM DALAMHAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN SHI KARYA KANAI CHOKU (SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA) KANAI CHOKUが書いたとMATSUO BASHOが書いた俳句における自然のシンボルの意味化
ABSTRACT
Permatasari, Suci Dyah, 2015. “The Meaning of Natural Symbols In Haiku By Matsuo Basho And Shi By Kanai Choku”, Thesis, Japanese Literature, Diponegoro University, Semarang. The first advisor NurHastuti, S.S, M. Hum. The second advisor Fajria Noviana, S.S, M. Hum.
Poetry is a literary work that has existed since long time ago. There are many types of poetry in Japanese Literature, namely, tanka, haiku, shi, kashi, and another. In this thesis, the type of Japanese poem, haiku and shi have similarity. Both of them have similarity in using natural symbols, but they have different meanings. The purpose of this thesis are to determine the meaning of haiku and shi, and alsothe meaning of the natural symbols in those poems.
The methods that are used to analyze the meaning of the natural symbols in the poem are structural method and semiotic method. Structural method is used to analyze the structure of the physical poem and inner structure poem. Analysis of the physical structure consists of diction, imagery, concrete word, and the figure of speech. Analysis of the inner structure consists of theme, tone, atmosphere, feel, and message. This structural method is used to determine the meaning of the whole poem. Semiotic method is used to determine the meaning of the natural symbols in poem. Natural symbols consist of phenomenon of plant, animal phenomenon, phenomenon of water, air phenomenon, phenomenon of soil and other natural symbols.
Results of this thesis explain that haiku describes the implicit meaning of the circumstances at the time of the Edo period. Shi explains the feelings of the author. In addition, there are twenty natural symbols that contain in haiku and shi. There are six symbols of the plant phenomena, five animal phenomena, three water phenomena, an air phenomenon, two soil phenomena, and three another natural phenomena. All symbols have different meanings.
Keywords: natural symbol, physical structure, inner structure, haiku, sh
THE USE OF ANIMATION VIDEO AS THE MEDIA TO TEACH SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT
THE USE OF ANIMATION VIDEO AS THE MEDIA TO TEACH SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT
Ghayun Putri Permatasari
English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya
[email protected]
Wiwiet Eva Savitri, S.Pd, M.Pd
English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini berisi tentang penggunaan video animasi sebagai media untuk mengajarkan keterampilan berbicara teks deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana penggunaan video animasi sebagai media untuk mengajarkan keterampilan berbicara teks deskriptif dan untuk mengetahui opini siswa tentang penggunaan video animasi sebagai media untuk mengajarkan keterampilan berbicara teks deskriptif.
Peneliti memutuskan untuk menggunakan metode kualitatif dikarenakan data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata dan gambar-gambar. Penelitian ini meneliti kelas 10 TAV 1 yang berisikan 36 siswa; 34 siswa laki-laki dan 2 siswi perempuan. Untuk menjawab pertanyaan riset, peneliti mengumpulkan data dari tiga instrumen seperti: ceklis observasi, kuisioner, dan rekaman suara.
Dari ke tiga instrumen, peneliti mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa penggunaan video animasi sebagai media untuk mengajar keterampilan berbicara teks deskriptif sangat efektif dan dapat dipakai sebagai media pembelajaran untuk kelas X TAV 1 SMKN 1 Sidoarjo agar membantu para siswa/i belajar memproduksi teks deskriptif secara lisan. Para murid sangat menikmati belajar bahasa Inggris dikelas dan mulai percaya diri daripda sebelumnya. Sebagai tambahan, dari kuisioner dan wawancara terungkap bahwa para siswa/i mempunyai pemikiran positif terhadap penggunaan video animasi sebagai media untuk mengajar keterampilan berbicara teks deskriptif.
Kata Kunci: Media, Video Animasi, Berbicara, Teks deskriptif.
Abstract
This research proposed the use of animation video as the media to teach speaking descriptive text. It aimed to identify how the use of animation video as the media to teach speaking descriptive text is and also to know what the students’ opinion towards the use of animation video as the media to teach speaking descriptive text is.
The researcher decided to have qualitative method since the data in the form of words and pictures. The samples of this research were 10th-grade TAV 1 consist of 36 students; 34 male and 2 female students. To answer the research questions, the researcher gathered the data from three instruments of the study, such as: observation checklist, questionnaire, and audio recording.
From the three instruments, the researcher obtained that the use of animation video as the media to teach speaking descriptive text were effective and applicable media for X TAV 1 of SMKN 1 Sidoarjo to help them to produce descriptive text orally. The students were enjoyed learning English and they started to speak more confidently than before. Moreover, the questionnaire and interview revealed that the students have positive thoughts about the use of animation video as the media to teach speaking descriptive text.
Keywords: Media, Animation video, Speaking, Descriptive text
HUBUNGAN PARITAS DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN KEHAMILAN K1 MURNI DI DESA TANAMERAH KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
Pure K1 coverage is an indicator to know the reach of ANC services to achieve the optimum degree of health especially in pregnancy examination in order to recognize early complications. In fact, there are still many pregnant women who do not do Pure K1, such as coverage of K1 Murni in Tanamerah Village Working Area of UPT Puskesmas Saronggi 53% from target 87% until November. The purpose of this research is to know the relation of parity with attitude of pregnant mother about visit of Antenatal care K1 Murni.
The research design was correlational analitic with cross sectional study approach. The population is 46 pregnant women in Tanamerah Saronggi Village from April to May 2014.Total population is 46 respondents. Variable independent is parity and variable dependent is the attitude of pregnant mother in doing visit of pregnancy of K1 Murni. Methods of collecting data in the form of questionnaires and cohorts and then analyzed by statistical test Rank Rank Wilcoxone with α = 0.05.
Most of pregnant women had more than 1 (Multipara), 34 respondents (73,9%) and most pregnant women were negative about Pure K1 pregnancy, 33 respondents (71,7%). With significance test (p) 0.002 which means p <α.
Based on the research results can be concluded there is a parity relationship with the attitude of pregnant women to visit pregnancy K1 Murni in Tanamerah Village Work Area UPT Puskesmas Saronggi District Saronggi Sumenep Regency.
Pregnant women and families should increase their willingness and awareness to check their pregnancy according to ANC standard.</jats:p
- …
