18 research outputs found

    Pengaruh kandungan material halus dan plastisitas terhadap kekuatan dan permeabilitas pada agregat pondasi atas klaas A

    No full text
    Jumlah dan jenis material halus (material lebih kecil dari 75 um) sangat berpengaruh terhadap kinerja dari lapis pondasi klas A mengijinkan kandungan material halus 0% sampai maksimum dari Indek Plastisitas (PI) dan Batas Cair (LL). Tesis ini menguraikan penyelidikan tentang pengaruh jenis dan kandungan material halus terhadap kekuatan dan permeabilitas pada lapisan pondasi berbutir klas A. Kandungan material halus yang diselidiki adalah 0,4,8,12 dan 16% dan material halus mempunyai nilai PI maasing-masing sebesar 0%, 9,47% dan 24,09%. Berdasarkan persyaratan Bina Marga nilai CBR rendaman minimum adalah 80% dan parameter uji yang dievaluaasi adalah Plasticity Product.Haasil pengujian menunjukkan hal-hal sebagai berikut:-Campuran dengan kandungan material halus 0% tidak memenuhi persyaratan kekuatan.- Hubungan antara CBR dan PP dan antra CBR dan LL adalah sangat tergantung pada tipe material halusnya (seperti yang diindikaasikan dengan plastisitas); hubungan antara CBR dan PI umumnya tidak tergantung dari tipe material halus.- Didalam pengontrollan kekuatan yang dibutuhkan (CBR), batas maksimum 60 dari PP dapat dipenuhi untuk campuran dengan kandungan material halus berplastisitas sedang. Tetapi jika digunakan plastisitaaas tinggi, nilai CBR nya turun dibawah 80% bila PP lebih besar dari 35.- Pada nilai LL 25%, campuran dengan material halus berplastisitas sedang dan tinggi tidak memenuhi persyaratan spesifikaasi. Persyaratan spesifikasi akan dipenuhi bila nilai LL dari campuran yang mengandung material halus berplastisitas sedang dan tinggi maasing-masing 24,5% dan 22,5%.- Persyaratan kekuatan akan dicapai oleh campuran dengan material halus berplastisitas sedang maupun tinggi pada nilai PI < 6%.- Dari data menunjukkan bahwa PI adalah parameter yang paling efektif dalam mengendalikan kekuatan campuran yang terlihat pada ketidaktergantungan pada jenis materiaal halus.Secara nyata penurunan nilai permeabilitas terjadi pada penambahan material halus sebesar 4%, selanjutnya penembahan jumlah material halus sebesar 4%, selanjutnya penambahan jumlah material halus akan menghaasilkan pengurangan nilai permeabilitas yang kurang berarti. Pada setiap kandungan material halus campuran yang mengandung material halus tidak plastis akan menyebabkan lebih permeable dibandingkan dengan campuran yang mengandung material halus plastis

    PENGARUH PENGALAMAN TERHADAP PENINGKATAN KEAHLIAN AUDITOR SEKTOR PUBLIK DALAM BIDANG AUDITING

    No full text
    This study aims to investigate the extent to which the experience of the Auditor obtained from the length of work, from the number of audit assignments, and from the number of types of audited regional work unit related to increasing auditor expertise in the auditing field. Expertise (expertise) is the skill of an expert. Experts (experts) are defined as someone who has a certain level of skill or high knowledge in a particular subject obtained from experience or training. By taking a sample of 71 auditors or government internal control apparatus (APIP) at the Inspectorate of Bangka Belitung Islands Province, Bangka Regency Inspectorate and Pangkalpinang City who had carried out inspection assignments. The sampling method in this study uses a non-probability method with purposive sampling with the criteria that some employees in the Provincial Inspectorate, Pangkalpinang City and Bangka Regency who have carried out inspection tasks with auditor reasons will gain experience that has an influence on increasing expertise in the audit field. and using quantitative descriptive analysis by testing the validity, reliability of the classical assumption test (multicollinearity test, heteroscedasticity test, autocorrelation test) and multiple linear regression. The test results show that the experience of the length of work, the amount of training followed, the number of audit assignments and the number of types of Regional Units audited as auditors have a positive and significant influence on expertise

    Melangkah Di Negeri Ginseng: Cerita Di Balik Pelatihan Smart Governance

    No full text
    Korea Selatan, sebuah negara yang terletak di ujung semenanjung Korea, telah lama dikenal sebagai salah satu negara paling maju dan inovatif di dunia. Dari teknologi canggih hingga budaya tradisional yang kaya, Korea Selatan menawarkan pengalaman yang unik dan menarik bagi siapa saja yang mengunjunginya.Dengan judul "Melangkah Di Negeri Ginseng", buku ini tidak hanya akan membahas tentang konsep Smart Governance, tetapi juga akan membawa Anda pada perjalanan virtual ke Korea Selatan, untuk merasakan keindahan budaya, kecanggihan teknologi, dan keramahan masyarakat Korea

    2 Tahun, 5 Bulan, 14 Hari PERJALANAN MENEMUKAN DIRI DAN TUHAN

    No full text
    Buku ini merupakan refleksi mendalam dari sebuah perjalanan hidup selama 2 tahun, 5 bulan, dan 14 hari yang sarat makna, perjuangan, dan transformasi pribadi. Disusun secara naratif dan emosional, buku ini mengangkat kisah nyata perjuangan penulis dalam menghadapi tantangan hidup, mulai dari keterpurukan, pencarian jati diri, hingga akhirnya menemukan makna hidup dan tujuan yang lebih besar. Dengan gaya penulisan yang personal dan menyentuh, penulis membagikan pengalaman-pengalaman yang penuh dinamika—baik suka maupun duka—yang menginspirasi pembaca untuk merenungi kembali perjalanan hidup mereka sendiri. Setiap bab tidak hanya berisi kisah, tetapi juga menyisipkan pesan moral, nilai spiritual, dan motivasi yang membangun. Lebih dari sekadar catatan perjalanan, buku ini menjadi bentuk dokumentasi proses pemulihan mental, pendewasaan spiritual, dan pencapaian ketenangan batin. Ditujukan bagi siapa saja yang tengah berjuang atau ingin bangkit dari keterpurukan, buku ini memberikan harapan bahwa setiap proses, seberapa pun sulitnya, akan berakhir indah jika dijalani dengan kesabaran, iman, dan semangat pantang menyerah

    ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PSAK 71 TERHADAP RASIO NPL DAN CAR PERBANKAN YANG TERDAFTAR PADA BEI

    No full text
    Efek signifikan atas implementasi PSAK 71 terhadap bisnis usaha terutama yang memiliki kredit adalah bagaimana mengukur dan mengungkapkan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan atas rasio non- performing loans (NPL) dan capital adequacy ratio (CAR) pada perbankan yang terdaftar pada BEI sebelum dan sesudah penerapan PSAK 71. Populasi sekaligus sampel pada penelitian ini adalah perusahaan perbankan konvensional yang masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 dan 2022. Sampel yang didapatkan adalah sebanyak 39 perusahaan perbankan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Uji T Sampel Berpasangan berfokus pada perbandingan rata-rata dua pengukuran yang diambil dari individu, objek, atau unit terkait yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan rasio NPL tahun 2019 dan tahun 2022 yang signifikan setelah penerapan PSAK 71, dilihat dari nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 atau < 0,05 (2) Terdapat perbedaan CAR tahun 2019 dan tahun 2022 yang signifikan setelah penerapan PSAK 71, dilihat dari nilai Sig. (2-tailed) = 0,001 atau < 0,05. Kata Kunci: PSAK 71, rasio NPL, CAR. The significant effect of PSAK 71 implementation on businesses, specifically those that own the credit, is on how to measure and disclose. The aim of this research is to compare whether there was a significant difference between the non-performing loans (NPL) and capital adequacy ratio (CAR) of listed banks on the IDX before and after the implementation of PSAK 71. The population as well as the sample in this research are conventional banking companies listed in 2019 and 2022 on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The samples obtained were from 39 banking companies. The data analysis methods used are descriptive statistical analysis and paired t tests. The Paired Samples T Test focuses on comparison of the average of two measurements taken from the same individual, object, or related unit. The research results show that (1) there is a significant difference in NPL ratio in 2019 and 2022 after the implementation of PSAK 71, as seen from the Sig value. (2-tailed) = 0.000 or < 0.05 (2) there is a significant difference in CAR in 2019 and 2022 after the implementation of PSAK 71, as seen from the Sig value. (2-tailed) = 0.001 or < 0.05. Keywords: PSAK 71, NPL ratio, CA

    Futsal Booking System for Arena Futsal Yayasan Sabah

    No full text
    Court Booking System for of Arena Futsal Yayasan Sabah is a Futsal booking system used by the staff to manage the reservation court and time by a user through the web application. This system will help Arena Futsal get the booking information more efficient and user easily attempt a booking through the device. The method makes a booking by a user before this to Arena Futsal Yayasan Sabah using a social media such WhatsApp’s, messenger, also make the phone call and walk-in wasting time and the information inaccurate just for asking the available court and time. Another problem faced by staff is keeping the record their booking data in a logbook, the chance of losing data might lose are high. By proposing this Futsal Booking System, the staff and player can hold management and booking process more efficient and easier online. The methodology that used to develop this proposed system is a Rapid Application Development (RAD)

    The potential use of leech, dhab lizard and mudskippers for men's sexual health: a scoping review / Idham Fitriadi Erwandy ... [et al.]

    No full text
    Introduction: The use of animals for medical treatment or zootherapy has been reported all over the world. This study aims to assess the potential use of leech, dhab lizard and mudskipper for men’s sexual health, particularly in the treatment of erectile dysfunction (ED). Methods: Using systematic review study design, relevant articles were located from three electronic databases, which are OvidMEDLINE, Google Scholar and PubMed. A total of 180 articles were searched from the electronic databases and 10 journal articles were included in the study. Another 12 articles were identified from hand-search of reference list. Results: There were limited human studies reporting the use of the leech, mudskipper and dhab lizard for men’s sexual health. Hence, the efficacy and safety of the aforementioned zootherapy were not able to be determined. Conclusion: A recommendation for well-designed studies in vitro and in vivo are needed before the animal’s product and derivatives can be used in clinical trials

    Penggunaan Pengukuran Resiko Pengendalian Dalam Penetapan Lingkup Pengujian Substantif Atas Saldo Persediaan

    No full text
    Pengukuran resiko pengendalian merupakan suatu proses evaluasi efektivitas suatu pengendalian intern entitas dalam mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam laporan keuangan. Resiko pengendalian harus ditaksir menurut asersi laporan keuangan. Tujuan dilakukannya pengukuran resiko pengendalian adalah untuk membantu auditor dalam mengevaluasi resiko adanya salah saji material dalam laporan keuangan. Laporan keuangan bukan merupakan tanggung jawab auditor, melainkan tanggung jawab manajemen perusahaan. Sedangkan tanggung jawab auditor terletak pada opini atas wajar atau tidaknya laporan keuangan yang diterbitkan dan apakah laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Oleh karena itu, auditor harus benar-benar teliti dalam melaksanakan audit sebelum menerbitkan opini terhadap laporan keuangan. Berdasarkan pemikiran di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Penggunaan Pengukuran Resiko Pengendalian dalam Penetapan Lingkup Pengujian Substantif atas Saldo Persediaan Dalam skripsi ini penulis melakukan penelitian pada KAP Drs. Gunawan Sudrajat yang beralamat di Jl. Golf Timur III No. 1 Bandung. KAP ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan berbagai entitas ekonomi akan jasa akuntansi, manajemen dan perpajakan serta jasa lainnya. Penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari prosedur bagaimana efektifitas pengukuran resiko pengendalian pada KAP Drs. Gunawan Sudrajat dan untuk mengetahui penggunaan hasil pengukuran resiko pengendalian dalam penetapan lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan pada KAP Drs. Gunawan Sudrajat. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif dan bersifat kualitatif. Metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Data primer diperoleh penulis dari hasil wawancara dan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh penulis melalui literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti sebagai landasan teori. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses pengukuran resiko pengendalian yang dilakukan oleh KAP Drs. Gunawan Sudrajat telah efektif sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik

    DEVELOPMENT OF AN INTERNAL AUDITORS' WHISTLEBLOWING MODEL AT REGIONAL INSPECTORATES ACROSS THE PROVINCE OF BANGKA BELITUNG ISLANDS, WITH SOCIAL INFLUENCE AS A MODERATOR

    No full text
    This study aims to develop an effective whistleblowing model for internal auditors at regional inspectorates across the Province of Bangka Belitung Islands. The development of the whistleblowing model is based on the Theory of Planned Behavior, with social influence serving as a moderating variable. Social influence is measured through the dimensions of conformity, compliance, and obedience. The study involved 227 auditors and Regional Government Administration Supervisors (P2UD). Data were collected using Google Forms and analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method to test the hypothesized relationships between variables. The results show that attitude towards behavior has a positive and significant effect on whistleblowing intention. Subjective norms also have a positive and significant effect on whistleblowing intention, as does perceived behavioral control. Whistleblowing intention has a positive and significant effect on whistleblowing behavior. Whistleblowing intention mediates the effects of attitude towards behavior, subjective norms, and perceived behavioral control on whistleblowing behavior. The dimensions of conformity, compliance, and obedience significantly manifest the construct of social influence. Social influence has a direct positive and significant effect on whistleblowing behavior. However, social influence does not significantly moderate the effect of whistleblowing intention on whistleblowing behavior. &nbsp

    Pengaruh Variasi Gas Flow Rate dan Arus terhadap Massa Serbuk Alumina dengan Metode DC Thermal Plasma

    No full text
    Di era berkembangnya teknologi ini, nanoteknologi berperan penting dalam pengembangan sains dan teknologi. Pada dasaranya nanoteknologi melibatkan produksi atau aplikasi bahan dimana ukuran partikelnya sekitar 10-100 nm yang biasa disebut dengan nanomaterial. Nanomaterial banyak diaplikasikan secara luas, salah satunya adalah nanomaterial Aluminium oksida atau alumina (Al 2 O 3 ). Alumina juga mempunyai beberapa kelebihan di bandingkan dengan material yang lainnya. Seperti kekerasannya yang tinggi, ketahanan abrasi, tahan panas dan kelembaman kimia
    corecore