4 research outputs found
Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Hubungan Anak dengan OrangTua yang Terkandung dalam Novel Jermal Karya Yokie Adityo
ABSTRAK Erfiani, Erni. 2016. Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Hubungan Anak dengan OrangTua yang Terkandung dalam Novel Jermal Karya Yokie Adityo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si., (II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci: nilai moral, hubungan antara anak dengan orang tua, novel. Nilai moral sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun disisi lain karya sastra juga memiliki peran penting dalam pembawaaan nilai moral. Karena, setiap karya dari manusia memiliki nilai-nilai tersendiri yang terkandung didalamnya. Sebuah karya sastra akan bernilai tinggi jika karya sastra tersebut mengandung makna yang berisi pesan moral untuk disajikan kepada pembaca. Begitu sebaliknya, sebuah karya sastra tidak akan bernilai tinggi jika karya sastra yang disajikan hanya bersifat hiburan dan tidak ada pesan moral didalamnya. Melalui karya sastra, pengarang menyisipkan nilai-nilai moral sebagai keteladanan dalam berperilaku sehari-hari. Termasuk keteladanan berperilaku dalam hubungan keluarga, terutama dalam hubungan antara anak dengan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, untuk mengetahui wujud peristiwa moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dalam novel Jermal karya Yokie Adityo. Kedua, mengetahui tentang pesan moral pengarang sebagai pendidikan moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dalam novel Jermal karya Yokie Adityo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hermeneutika dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa paparan bahasa yang mengandung nilai-nilai moral dalam wujud peristiwa moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dan pesan moral pengarang sebagai pendidikan moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua. Sumber data penelitian ini adalah novel Jermal karya Yokie Adityo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara peneliti membaca dan memahami novel secara keseluruhan, kemudian mengkaji dan mencatat data yang telah ditemukan untuk memperoleh pemahaman yang dalam mengenai data tersebut, kemudian menguraikan nilai-nilai moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua melalui tokoh ayah dan tokoh anak dalam setiap dialog, monolog, narasi, deskripsi peristiwa, serta perbuatan tokoh yang digambarkan oleh pengarang. Kemudian memberikan interpretasi yaitu: kegiatan untuk memberikan pandangan kritis pada data yang ditemukan, dan juga memanfaatkan berbagai sumber untuk memberikan penguatan dalam analisis data tersebut. Selanjutnya, peneliti memberikan kode pada setiap data yang didasarkan pada temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, terdapat nilai-nilai moral dalam wujud peristiwa moral terkait hubungan antara ayah dengan anak dalam novel Jermal karya Yokie Adityo, yaitu: nilai moral rela berkorban, nilai moral taggung jawab, nilai moral kasih sayang, nilai moral menghormati hak milik, dan nilai moral kejujuran. Adapun wujud peristiwa negatif yang bertentangan dengan nilai moral, yaitu: sikap melukai hati anak, sikap ketidakpedulian, bertindak kekerasan, sikap balas dendam, dan sikap tidak sopan santun. Kedua, pesan moral sebagai pedidikan moral terkait hubungan antara ayah dengan anak dalam novel Jermal karya Yokie Adityo, yaitu: pendidikan moral terkait cinta kasih dalam hubungan antara ayah dengan anak dan pendidikan moral terkait pengaruh lingkungan bagi perkembangan moral anak. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini adalah penelitian ini dapat dijadikan pengembangan dalam kajian nilai moral dalam analisis teks sastra, serta dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang nilai moral dalam sastra. Dan novel Jermal ini juga dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain untuk meneliti novel Jermal ini dengan kajian yang berbeda
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dan model pembelajaran konvensional pada materi Persamaan Garis Lurus untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Ambon. Tipe penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Ambon dengan jumlah siswa 230 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah 48 siswa, dipilih menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes yang terdiri dari soal uraian untuk tes akhir. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik, yaitu uji-t dan hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dan model pembelajaran konvensional pada materi Persamaan Garis Lurus. Hal ini ditunjukkan pada hasil perhitungan yang diperoleh, yaitu nilai t hitung < t tabel yaitu 0,034 < 0,01
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Debat Kelima Calon Presiden 2024: Kajian Pragmatik
This research is undermined by the importance of understanding the language chaos applied in the context of political debate. The aim of this study is to describe the principle of linguistic chaos and to analyze the chaos of the presidential candidates in the fifth debate in 2024 using the theory of chaos principle. The methods used in this research are qualitative descriptive with data reduction techniques, data classification, and analysis of linguistic fluency. Based on the data analysis, it can be concluded that in the debate of the fifth presidential candidate in 2024 there was more compliance with Leech's principle of compliance because of 51 data, there were 42 data matching compliance of language compliance at 82.3% with indicators 5 maxims of wisdom; 10 maxims of charity; 8 maxims of appreciation; 9 maxims of simplicity; 7 maxims permufaction; and 3 maxims sympathy. Out of the six categories, the author also found some violations in the maxims, such as 3 maxims of wisdom, 4 maxims for charity, and 2 maxims permufaction.
Keywords: Debate, maxim, pragmatics, presidential candidate, electionPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kesantunan berbahasa yang diterapkan dalam konteks debat politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesantunan berbahasa para calon presiden dalam debat kelima 2024 menggunakan teori prinsip kesantunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data, klasifikasi data, dan analisis kesantunan berbahasa. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa dalam debat kelima calon presiden 2024 lebih banyak mengandung pematuhan prinsip kesantunan Leech karena dari 51 data tuturan, terdapat 42 data tuturan pematuhan kesantunan berbahasa sebesar 82,3% dengan indikator 5 maksim kebijaksanaan; 10 maksim kedermawanan; 8 maksim penghargaan; 9 maksim kesederhanaan; 7 maksim permufakatan; dan 3 maksim simpati. Dari keenam kategori tersebut, penulis juga menemukan beberapa pelanggaran dalam maksim tersebut, seperti 3 maksim kebijaksanaan, 4 maksim kedermawanan dan 2 maksim permufakatan.
Kata Kunci: Debat, Maksim, Pragmatik, Capres, Pemil
The Conversational Implicature Analysis on Into the Magic Shop Novel by Dr. James R. Doty
AbstrakImplikatur percakapan tidak hanya ditemukan dalam percakapan lisan, tetapi juga dapat ditemukan dalam percakapan tertulis seperti dalam karya sastra seperti novel. Seperti dalam novel karya Dr. James R. Doty yang berjudul Into the Magic Shop: A Neurosurgeon's Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of the Heart, pengarang banyak menyisipkan percakapan yang mengandung implikatur percakapan yang dapat dikenali melalui konteksnya. diceritakan dalam cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis implikatur percakapan yang digunakan oleh tokoh novel Into the Magic Shop karya Dr. James Robert Doty yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh Avery New York. Pengumpulan data dilakukan dengan metode note--taking. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pendekatan deskriptif-kualitatif digunakan untuk menampilkan fenomena kebahasaan yang terdapat dalam novel dan mengamati ekspresi ujaran yang disampaikan dalam novel Into the Magic Shopyang diinterpretasikan dengan menggunakan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan, dari 27 implikatur percakapan yang ditemukan, 5 ujaran dikategorikan ke dalam implikatur percakapan umum, 14 ujaran menjadi implikatur berskala, dan 8 ucapan termasuk dalam implikatur percakapan khusus. Jenis implikatur yang dominan ditemukan adalah implikatur berskala karena novel ini adalah kisah hidup penulis (Dr. Doty) yang mempelajari keterampilan dan sebagian besar menggunakan skala untuk mengekspresikan topik tuturan.Kata kunci: Implikatur percakapan, Pragmatik, Novel, Into the Magic Shop, Ke Dalam Toko SulapAbstractConversational implicature not only found in oral conversation, but it also can be found in writen conversation such as in literary works like novel. As in the novel by Dr. James R. Doty entitled Into the Magic Shop: A Neurosurgeon's Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of the Heart, the author inserts many conversations that contain conversational implicatures that can be recognized through the context narrated in the story. This study aims to find the type of conversational implicature used by the novel’s character. The data was taken from Into the Magic Shop novel by Dr. James Robert Doty that published on 2016 by Avery New York. There are conversations found that contains conversational implicature. The data collected using the note-taking method. The study was conducted using descriptive-qualitative approach. A descriptive-qualitative approach used because it describes the linguistic phenomena found in the novel and observed the utterance expression conveyed in the Into the Magic Shop novel that interpreted using description. The result shows, from 27 conversational implicature found, 5 utterances categorized into generalized conversational implicature, 14 utterances into scalar implicature, and 8 utterances into particularized conversational implicature. The dominant type is scalar implicature as this novel is a life story of the author (Dr. Doty) who learn a skill and mostly used scale to express the topic of the utterances.Keywords: Conversational Implicature, Pragmatics, Novel, Into the Magic Sho
