e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Karakteristik Kompetensi Professional Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Kitab Ihya’ Ulumuddin
Problems in the world of education often occur today. One of them is violence committed by teachers as a reasonable punishment. Based on these problems, this study aims to determine the characteristics of professional teacher competence according to Imam Al-Ghazali in the book Ihya ‘Ulumuddin. This study uses a qualitative approach with a type of library research based on the translation of the book Ihya’ Ulumiddin and various types of references such as books, journals, and articles that are relevant to the research being conducted. The results of this study show the characteristics of professional teacher competence according to Imam Al-Ghazali in the book Ihya ‘Ulumiddin including: First, giving affection to his students. Second, emulating the Prophet. Third, not leaving advice to his students. Fourth, teaching in a gentle way. Fifth, not demeaning other knowledge. Sixth, conveying understanding according to the level of understanding of his students. Seventh, conveying material clearly. Eighth, practicing his knowledge. In addition, there are several factors that influence the professional competence of teachers, including academic qualifications, teaching experience, training and motivation.Problematika dalam dunia pendidikan seringkali terjadi pada saat ini. Salah satunya adalah kekerasan yang dilakukan oleh guru sebagai tindakan hukuman yang wajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kompetensi profesional guru menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (liblary research) yang didasarkan pada terjemahan kitab Ihya’ Ulumiddin serta berbagai jenis referensi seperti buku-buku, jurnal, dan arikel yang relevan dengan penelitia yang sedang dilakukan . Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakteristik kompetensi profesional guru menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin diantaranya :Pertama, memberikan kasih sayang terhadap siswa-siswinya. Kedua, meneladani Rasulullah. Ketiga, tidak meninggalkan nasehat terhadap siswa-siswinya. Keempat, mengajar dengan cara yang halus. Kelima, tidak merendahkan ilmu lain. Keenam, menyampaikan pemahaman sesuai dengan kadar pemahaman siswa-siswinya. Ketujuh, menyampaikan materi dengan jelas. Kedelapan, mengamalkan ilmunya. Selain itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi kompetensi profesional guru, di antaranya adalah kualifikasi akademik, pengalaman mangajar, pelatihan dan motivasi.
 
PERBANDINGAN STRUKTURAL CERPEN MALAM-MALAM PENUH RENGEKAN DAN SAAT PAGI BUTA DALAM KUMPULAN CERPEN MALAIKAT TANPA SAYAP KARYA IMAS YULI HERYANI
This study aims to descriptively compare the narrative structure of two short stories–Malam-malam Penuh Rengekan (Nights Full of Whining) and Saat Pagi Buta (In the Dawn)–in the collection of Malaikat Tanpa Sayap (Angel Without Wings) by Imas Yuli Heryani. Analysing the differences and similarities of the intrinsic elements in the two short stories including theme, characters, plot, setting, point of view, style of language, and moral , a qualitative method with a descriptive approach was applied by identifying, classifying, and interpreting the data obtained. The results of the study show that the two short stories have similarities and differences in terms of story structure. The similarities are seen in the use of theme, characters, plot, point of view, and moral. The differences are seen in the use of setting and style of language. The implications of these findings for enriching the literary studies analysis in different structural approaches and varieties of story elements are discussed. Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan dan persamaan dua cerpen dari kumpulan cerpen Malaikat Tanpa Sayap karya Imas Yuli Heryani, yakni Malam-malam Penuh Rengekan dan Saat Pagi Buta. Melalui pendekatan struktural, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen seperti tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian yaitu kumpulan cerpen Malaikat Tanpa Sayap Karya Imas Yuli Heryani yang kemudian dianalisis secara mendalam. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerpen memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal struktur cerita. Persamaan tersebut terlihat pada penggunaan tema, tokoh, alur, sudut pandang, dan amanat. Perbedaan terlihat pada penggunaan latar dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun unsur-unsur cerpen serupa, penerapannya pasti berbeda dalam setiap cerpen.
Kata-kata kunci: Cerpen, Perbandingan, Struktural
 
KEBUTUHAN CINTA DAN KASIH SAYANG: PRESPEKTIF HIERERKI MASLOW DALAM PERILAKU ARIS DI FILM IPAR ADALAH MAUT
Humans, as social beings, have a fundamental need for love and affection that is important for their psychological well-being. This study explores how the fulfillment of this need is portrayed through the character Aris in the film “Ipar adalah Maut” (Brother-in-Law Can Be a Curse). The purpose of this study is to describe the fulfillment of love and affection within the hierarchy of needs in Abraham Maslow's humanistic psychology theory. A qualitative descriptive method was used, with the film “Brother-in-Law Can be a Curse” as the primary data source. Data were collected through literature review and observation-note techniques. The findings of the study show that the need for love and affection in the character Aris is fulfilled through his social interaction with Rani, his sister-in-law. The fulfillment of these needs is evident from the closeness that is established because they live in the same house, the intensity of meetings on campus, and the attention and emotional support given by Rani, especially when Aris's need for affection is not fully fulfilled by his wife, Nisa. This illustrates the shift in the object of Aris's affection, which has an impact on the dynamics of the relationship in the story.Manusia sebagai makhluk sosial akan memenuhi kebutuhannya demi keberlangsungan hidup. Cinta dan afeksi adalah perasaan emosional mendalam yang ada pada setiap individu dan membentuk ikatan yang saling terhubung dengan orang lain. Perasaan ini memungkinkan seseorang untuk merasakan kehangatan, kepedulian, serta kedekatan yang timbul dari hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Cinta dan afeksi menjadi salah satu kebutuhan esensial dalam kehidupan manusia, karena melalui hubungan emosional inilah seseorang dapat merasakan dukungan, keamanan, dan kepuasan batin yang penting untuk kesejahteraan psikologis. Peneliti bertujuan menjabarkan hierarki kebutuhan cinta dan afkesi pada tokoh Aris dalam film Ipar adalah Maut dengan teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Metode dalam penilitian ini berupa deskriptif kualitatif dengan sumber data film Ipar adalah Maut. Teknik pengambilan data yang digunakan ialah studi pustaka dan simak catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan cinta dan afeksi pada tokoh Aris dalam film Ipar adalah Maut terpenuhi melalui interaksi sosial yang terjadi dengan Rani, adik iparnya. Interaksi ini dimulai ketika Rani diizinkan tinggal bersama Aris dan Nisa, istrinya, dalam satu rumah. Frekuensi pertemuan yang intens di kampus turut memperkuat kedekatan mereka. Selain itu, kepercayaan penuh yang diberikan Nisa kepada Rani untuk membantu kebutuhan Aris, ditambah dengan kesibukan Nisa yang sering berada di luar rumah, mengakibatkan kebutuhan afeksi Aris yang seharusnya terpenuhi melalui istrinya justru beralih kepada Rani.
Kata-kata kunci: Hierarki, Humanistik, Kasih Sayang, Kebutuhan, Psikolog
STUDI HUKUM ATAS PENYIMPANGAN WEWENANG KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TERKINI
As an archipelagic nation with a vast territory, Indonesia prioritizes decentralization as a key strategy, one of which is granting villages autonomy to regulate and manage their own finances. However, the practice of abuse of authority by village heads in managing village funds remains common, resulting in corruption and declining public trust in village government. This study aims to analyze the legal aspects and oversight system for abuse of authority by village heads based on the provisions of Law Number 3 of 2024, amending Law Number 6 of 2014 concerning Villages. The approach used in this study is a normative juridical approach, using statutory analysis and a conceptual approach. Data sources were obtained from legal literature and other related documents. The results indicate that although regulations prohibiting and sanctioning abuse of authority exist, oversight is still suboptimal. Village heads found to have violated the law can be subject to administrative or criminal sanctions depending on the severity of the offense. Ideally, village fund oversight should be carried out in an integrated manner through internal mechanisms by the Village Consultative Body, external oversight by state institutions such as the Supreme Audit Agency (BPK) and the Inspectorate, and through active community involvement. The conclusion of this study emphasizes the need to strengthen the oversight function, increase the capacity of village heads and their staff, and utilize information technology in budget reporting to achieve transparent, accountable, and public-interest village fund management.
Keywords: village head authority, village funds, legal oversight, accountabilit
ISLAM DAN PERGERAKAN NASIONAL: PERAN WAN ABDURACHMAN DI SUMATERA SELATAN 1919-1941
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Wan Abdurachman dalam pergerakan nasional di Sumatera Selatan dari tahun 1919–1941. Beliau merupakan tokoh terkemuka, aktif melalui Partai Persatuan Islam Indonesia (PSII) dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam menggerakkan perjuangan rakyat Lampung melawan penjajahan Belanda. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Lampung tentang pentingnya mengenali tokoh-tokoh lokal dalam sejarah perjuangan bangsa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah historis, yang mencakup empat tahap utama: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Wan Abdurachman berhasil memperluas jaringan organisasinya ke berbagai daerah di Lampung dan berpartisipasi dalam pembelaan hukum anggota PSII Palembang yang dituduh secara tidak adil oleh pemerintah kolonial. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa Wan Abdurachman layak mendapatkan tempat penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Kata Kunci: Wan Abdurachman, Nasionalisme, Gerakan Nasional .Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Wan Abdurachman dalam pergerakan nasional di Sumatera Selatan pada kurun waktu 1919–1941. Ia merupakan tokoh penting yang berkiprah melalui organisasi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan memiliki pengaruh besar dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat Lampung melawan penjajah Belanda. Penelitian ini juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat Lampung mengenai pentingnya mengenali tokoh-tokoh lokal dalam sejarah perjuangan bangsa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang mencakup empat tahap utama: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Wan Abdurachman berhasil memperluas jaringan organisasi ke berbagai wilayah di Lampung dan juga dalam pembelaan hukum terhadap anggota PSII Palembang yang disampaikan secara tidak adil oleh pemerintah kolonial. Temuan ini menegaskan bahwa Wan Abdurachman layak mendapat tempat penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Kata Kunci: Wan Abdurachman, Nasionalisme, Pergerakan Nasional
- DOMINASI KEKUASAAN DALAM MEDIA MENGENAI RUU TNI
Language in media discourse is not merely a tool of communication but an arena for the reproduction of power and ideology that shapes socio-political reality. The aim of this research is to reveal how textual structures, social cognition, and social context shape the construction of legislative discourse and influence public perceptions of the legitimacy of the DPR (House of Representatives) and the TNI. This research employs a descriptive qualitative method, with news texts as the primary data source, complemented by supporting literature to strengthen contextual interpretation. The findings show that Detik.com frames the enactment of the TNI Bill by emphasizing the formal legitimacy of the DPR through macrostructure, superstructure, and microstructure, including lexical choices, the use of passive constructions, and the omission of dominant actors. The voices of civil society and public protest are presented only in a limited manner, while government actors are foregrounded, directing readers to accept the legislative decision as legitimate and final. The analysis of social cognition reveals that the media shapes collective understandings regarding the legitimacy of state institutions, whereas the social context dimension shows an asymmetrical power relationship between the government and civil society. These findings affirm that media discourse production is not a neutral activity but an ideological instrument to reproduce power domination and control public opinion. This research enhances comprehension of online media discourse regarding military legislation, emphasizing the impact of microstructural strategies and framing on public perception. The findings are expected to serve as a basis for future research to explore cross-media news comparisons, public responses via social media, and the dynamics of legal legitimacy in the context of Indonesian democracy.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji teks berita online bertajuk “Ketok Palu Pengesahan RUU TNI di Tengah Gelombang Protes” di website resmi Detik.com dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi dengan dokumentasi, simak, dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada dimensi teks ditemukan elemen-elemen teks, yakni menunjukkan bahwa media secara spesifik membangun wacana tertentu melalui strategi bahasa dan struktur pemberitaan. Ditemukan bahwa struktur berita yang digunakan Detik.com menggunakan van Dijk, yaitu headline, lead, body, dan background. Melalui superstruktur pemberitaan ini, Detik.com cenderung menggambarkan keberpihakan terhadap pemerintah dan meminggirkan suara masyarakat, media ini juga meminggirkan suara masyarakat melalui strategi kebahasaan yang tersamarkan
Transformasi Nilai Adat Melayu dalam Ekesrp Hikayat Bayan Budiman
This study aims to reveal the transformation of Malay traditional values in Hikayat Bayan Budiman through an analysis of excerpts or text passages that reflect moral and cultural teachings. Excerpts are used as a basis for tracing how values such as loyalty, honor, wisdom, and respect for family are represented and undergo meaning processing in accordance with the social context of Malay society. The study employs a qualitative approach that includes content analysis and hermeneutics methods. Each excerpt is analyzed to see the process of transformation from traditional customs to a more dynamic and contextual meaning. The results show that the transformation of values in Hikayat Bayan Budiman is found in six excerpts that appear through the delivery of advice, character dialogues, and moral events that emphasize the importance of positive character and local wisdom. The use of excerpts strengthens clear textual evidence regarding the role of hikayat as a medium for both preserving and renewing values, so the results can be optimized for strengthening Malay culture today.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk transformasi nilai-nilai adat Melayu dalam Hikayat Bayan Budiman melalui analisis ekserp atau potongan teks yang mencerminkan ajaran moral dan budaya. Ekserp digunakan sebagai dasar untuk menelusuri bagaimana nilai-nilai seperti kesetiaan, kehormatan, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap keluarga yang direpresentasikan serta mengalami pengolahan makna sesuai konteks sosial masyarakat Melayu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi dan hermenutika. Setiap ekserp dijelaskan untuk melihat proses transformasi dari ajaran adat tradisional menuju pemaknaan yang lebih dinamis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi nilai dalam Hikayat Bayan Budiman tampak melalui nasihat, dialog tokoh, dan peristiwa moral yang menegaskan pentingnya budi pekerti dan kearifan lokal. Dengan demikian, penggunaan ekserp tidak hanya memperkuat bukti tekstual dalam analisis, tetapi juga menegaskan fungsi hikayat sebagai media pewarisan dan pembaruan nilai-nilai adat Melayu yang tetap relevan sepanjang zaman
Blue Sukuk: Inovasi Pembiayaan Syariah untuk Konservasi Kelautan Berkelanjutan tinjauan Maqashid syariah
Significant financial support is needed to optimize the marine economy for future food sources, energy security, and public welfare. To promote the blue economy in Indonesia, the government must create financial instruments. Encouraging public investment in this industry through government-provided instruments, such as sovereign sukuk, is one creative funding source that can be explored. The purpose of this research is to explore blue sukuk through the lens of maqasid sharia.This research is a descriptive qualitative study using a conceptual approach.The results indicate that improving the quality of marine ecosystems aligns with the objectives of Fiqh al-Biah, or maqasid sharia, namely protecting the environment, including marine ecosystems, and is consistent with the concept of the Blue Economy. The Blue Economy concept has emerged as a solution for appropriate and sustainable coastal development. The Blue Economy concept aims to promote economic growth, social inclusion, and preservation of marine ecosystems, while improving livelihoods by ensuring environmental sustainability
Persepsi Mahasiswa Terhadap Layanan Driver Maxim Di Kota Ambon (Perspektif Perlindungan Konsumen)
ABSTRAK
Pandangan mahasiswa terhadap Layanan Maxim di Kota Ambon cukup beragam, khususnya terkait harga,keamanan, serta kualitas pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk menelusuri bagaimana mahasiswa menilai menilai pelayanan driver maxim dalam perspektif perlindungan konsumen yang berlandaskan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Permenhub 118/2018. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara,observasi, dan angket, diperoleh temuan bahwa meskipun Maxim dinilai murah dan mudah digunakan, tetap ada persoalan mengenai keselamatan,sikap prefesional pengemudi, dan kurang optimalnya mekanisme pengaduan. Faktor pengalaman pengguna juga memengaruhi penilaian mereka mengenai layanan driver maxim berada pada kategori cukup baik, namun masih belum konsisten memenuhi prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Hasil penelitian menegaskan perlunya peningkatan mutu layanan dan perlindungan bagi konsumen agar terciptnya lapangan kerja yang sesuai.
 
Implementation of Brainstorming Learning Method to Improve Students' Understanding of the Material of Hadith Elements for Class X Madrasah Aliyah Negeri 2 Jepara
The purpose of this study was to test the brainstorming method in learning and improving the understanding of tenth grade students of MAN 2 Jepara Language on the material of hadith elements. The main challenge of this study is that students have difficulty understanding complex hadith material that is relevant to everyday life, not only that, students' public speaking skills are also still lacking. The brainstorming method is believed to be able to improve students' understanding and motivation to learn and improve public speaking, because it encourages their active participation in discussions to express opinions, generate ideas, and relate the material to personal experiences. In this study, the researcher conducted a study using the classroom action research (CAR) methodology using the initial test instrument, namely the pre-test and ending with a comprehensive post-test (quasi-experiment). The researcher selected a sample using the purposive sampling technique, which was studied was class X Language MAN 2 Jepara. Using the statistical t test (difference test) using SPSS 23.0 software in analyzing the data. The results showed that there was an increase in the average value of the pre-test and post-test from 61.8519 to 76.8519. The implementation of the brainstorming learning method has proven effective in improving student understanding based on pre-test and post-test scores.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji coba metode brainstorming dalam pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa kelas sepuluh Bahasa MAN 2 Jepara pada materi unsur hadis. Tantangan utama penelitian ini adalah siswa kesulitan memahami materi hadis yang kompleks dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, tidak hanya itu, kemampuan berbicara di depan umum siswa juga masih kurang. Metode brainstorming diyakini dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa untuk belajar dan meningkatkan berbicara di depan umum, karena mendorong partisipasi aktif mereka dalam diskusi untuk mengemukakan pendapat, menghasilkan ide, dan mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi. Dalam penelitian ini peneliti meneliti dengan menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan instrumen tes awal yaitu pre-test dan diakhiri post-test secara komprehensif ( quasi eksperimen ). Peneliti memilih sempel dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang diteliti adalah kelas X Bahasa MAN 2 Jepara. Menggunakan uji statsitik t( uji beda ) dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 23.0 dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test dari 61,8519 menjadi 76,8519. Penerapan metode pembelajaran brainstorming terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa berdasarkan nilai pre-test dan post-test.