e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK PADA MATERI SISTEM GERAK DI SMKN 13 KOTA MALANG
Nilai Rata-rata hasil belajar kelompok berdasarkan pembelajaran menggunakan metode kontruktivisme adalah untuk nilai tes awal Rata-rata (50,66), untuk tes akhir siklus I Rata-rata (67,915), dan untuk nilai tes akhir siklus II (77,97). Yang semuanya berlangsung pada dua siklus, pada siklus I setelah dilakukan tes akhir masih terdapat beberapa siswa yang nilainya di bawah KKM untuk itu penelitian dilanjutkan pada siklus II, setelah dilakukan tes akhir siklus II keseluruhan nilai siswa mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan di SMKN 13 Kota Malang yaitu 60.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kontruktivism
INOVASI REALISTIC MATHEMATIC DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SEBAGAI BEKAL BAGI MAHASISWA MATEMATIKA IAIN AMBON UNTUK KAJIAN MATEMATIKA SMP
Kecenderungan pembelajaran matematika saat ini adalah pembelajaran yang memusatkan pada keterlibatan siswa secara aktif. Tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah khususnya di SMP masih berjalan secara konvensional. Selain itu, salah satu keluhan yang banyak terdengar dalam dunia pendidikan matematika adalah kurangnya keterkaitan antara pembelajaran matematika di sekolah dengan dunia nyata dan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic dirancang berawal dari pemecahan masalah yang ada di sekitar siswa dan berbasis pada pengetahuan yang telah dimiliki siswa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa. Benda-benda atau peristiwa-peristiwa yang berasal dari lingkungan kehidupan siswa tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk mengawali pembahasan topik-topik matematika tertentu.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan perangkat karena peneliti ingin mengembangkan suatu perangkat pembelajaran pada topik pecahan yang berorientasi pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic. Penelitian pengembangan yang dimaksud adalah penelitian yang menghasilkan perangkat pembelajaran yang meliputi RP, buku siswa yang memuat LKS. Model pengembangan perangkat yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pengembangan four D Models (model 4-D) yang terdiri dari empat tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate), sebagaimana dikemukakan oleh Thiagarajan.
Berdasarkan hasil uji coba perangkat diperoleh perangkat pembelajaran berdasarkan masalah yang baik, karena memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, yaitu: (1) Kemampuan guru/ dosen dalam mengelola pembelajaran: efektif; (2) Tes hasil belajar baik.
Kata Kunci: Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-Based Instruction), Perangkat pembelajaran, Keefektifan Pembelajaran, Hasil Belajar
PROSES BERPIKIR PESERTA DIDIK KELAS VII MTs AL-MUHAJIRIN WAIHERU AMBON DALAM MENGERJAKAN SOAL PERKALIAN BILANGAN BULAT
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Banyak pandangan yang memberikan arah baru terhadap proses dan dimensi-dimensi pendidikan yang semakin mendorong terjadinya perubahan konsep dan cara pandang terhadap eksitensi pembelajaran sehingga dapat dijadikan sebagai kerangka berpikir dalam memahami persoalan pembelajaran. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses berpikir Peserta didik kelas VII MTs Al-Muhajirin Waiheru Ambon dalam mengerjakan soal pada pokok bahasan perkalian bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir Peserta didik kelas VII MTs AlMuhajirin Waiheru Ambon dalam mengerjakan soal perkalian bilangan bulat. Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang Peserta didik berkemampuan tinggi (S1), 1 orang Peserta didik berkemampuan sedang (S2) dan 1 Peserta didik berkemampuan rendah (S3). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap berdasarkan pendapat Milles dan Huberman (reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses berpikir Peserta didik MTs Almuhajirin waiheru ambon dalam mengerjakan soal perkalian bilangan bulat memiliki stuktur berpikir yang sangat lengkap yaitu pada S1, hampir lengkap yaitu pada S2 dan tidak lengkap yaitu pada S3.
Kata Kunci : Proses Berpikir, Mengerjakan Soal, Perkalian Bilangan Bulat
MODEL STAD (STUDIENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR COGNITIF SISWA
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa “Ada peningkatan hasil belajar peserta didik pada konsep sistem pernapasan di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 11 Ambon melalui penerapan model STAD (Studient Teams Achievement Devision) sebesar 66.4%”.
Kata kunci: stad, cognitif, sisw
PENERAPAN PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SUB MATERI POKOK SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING DI KELAS VIII-A SMPN 9 MOJOKERTO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pendapat yang menyatakan bahwa melalui pengalaman belajar siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang diinginkan oleh guru. Pengalaman yang baik dalam proses pembelajaran adalah pengalaman langsung yang diperoleh melalui benda sebenarnya atau dengan contoh-contoh. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimanakah aktivitas siswa selama pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (2) Bagaimanakah kinerja siswa dalam pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (3) Bagaimanakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (4) Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (5) Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling?
Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 9 Mojokerto yang berjumlah 51 siswa yang dipilih dari 5 kelas dengan sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh meliputi data pengamatan aktivitas siswa, data kinerja siswa, data pengamatan pengelolaan pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling, data hasil tes belajar siswa, dan data tentang amgket respon siswa.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan guru (30,3%), berhubungan dengan alat peraga (19,7%), dan mengerjakan LKS (18,8%) (2) Jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kinerja 1 dengan benar adalah sebanyak 49 siswa (96,08%), jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kerja 2 dengan benar adalah sebanyak 46 siswa (90,20%). (3) Hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan baik. (4) Tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 27 siswa dari 51 siswa atau 52,94% dinyatakan tuntas belajar. (5) Hasil angket respon siswa adalah positif.
Kata kunci: pembelajaran induktif, alat perag
PENERAPAN STRATEGI TEAM BUILDING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA KOSEP EKOSISTEM DI SMPN 2 BATANG SUL-SEL
Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan yang dimulai pada bulan Oktober sampai November 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan strategi Team Building dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sains konsep ekosistem di Kelas VIII SMPN 2 Batang dengan subjek penelitian sebanyak 40 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi team building dapat meningkatkan hasil belajar materi ekosistem pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Batang. Berdasarkan data yang diperoleh yakni; pada siklus I, hasil tes akhir siklus menunjukkan 37,5%, siklus II 52,5% dan siklus III 75% siswa mencapai KKM.
kata kunci : team building, hasil belaja
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UNTUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN BAUBAU
Pada saat ini, peningkatan budidaya Rumput laut di perairan Bau-bau mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1). Tingkat kesesuaian lahan dan Daya Dukung Lingkungan untuk pengembangan budidaya rumpul laut di perairan kota Baubau, Sulawesi Tenggara (2). Fluktuasi kesesuaian dan daya dukung lingkungan untuk pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan perubahan parameter lingkungan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksploratif dengan menggunakan metode survey dan pengukuran langsung di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang dilaporkan dalam bentuk Tabel dan Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melalui analisis kesesuaian lahan dan daya dukung lahan, perairan Kota Bau Bau sesuai untuk budi daya rumput laut 196,63 Ha dengan kapasitas lahan tersedia adalah 152,30 Ha. Estimasi unit media budi daya untuk budi daya rumput laut sebanyak 524 unit dengan prakiraan produksi berkisar antara 943,82 – 1415,74 ton/tahun.
Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Daya Dukung, Rumput Laut, Perairan
PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL, KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN DAN CARA BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN AMBON
Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk menyelediki pengaruh kecerdasan spiritual, kemampuan berpikir divergen dan cara belajar terhadap preatasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester enam Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon tahun akademik 2011/2012 yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah siswa 160 orang. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling (Sampel Acak classter).
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon berada dalam kategori sedang atau 58,97% dengan skor rata-rata 75,83 dari skor ideal 100. Tingkat kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati berada dalam kategori tinggi atau 56,38% dengan skor rata-rata 199,69 dari skor ideal 297. Kemampuan berpikir divergen berada dalam kategori sangat tinggi atau 71,79% dengan skor rata-rata 69,87 dari skor ideal 100. Cara belajar matematika berada dalam kategori tinggi atau 87,18 % dengan skor rata-rata 54,74 dari skor ideal 80.
Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati, kemampuan berpikir divergen, dan cara belajar matematika mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi akademik dengan koefesien determinasi R2 = 0,667 hal ini berarti 66,7% variansi total prestasi akademik matematika dijelaskan oleh kecerdasan spiritual dalam aspek penerapan suara hati, kemampuan berpikir divergen dan cara belajar matematika.
Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Kemampuan Berpikir Divergen, Cara Belajar Prestasi Akademik