1,721,326 research outputs found

    Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Sansai dan 7 Cinta Si Anak Kampung Karya Ermanto Tolantang: Pendekatan Linguistik Korpus

    No full text
    Masalah yang belum terpecahkan dalam tindak tutur ekspresif khususnya karya sastra, yaitu novel adalah belum ditemukannya konteks situasi tutur yang memenuhi unsur SPEAKING. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang (jenis, strategi, konteks, dan fungsi pragmatis) dari tindak tutur yang terkategori ekspresif dalam novel Sansai dan 7 Cinta Si Anak Kampung karya Ermanto Tolantang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengacu terhadap tindak tutur ekspresif yang ada di dalam novel Sansai dan 7 Cinta Si Anak Kampung karya Ermanto Tolantang. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, yaitu sumber tertulis novel Sansai dan 7 Cinta Si Anak Kampung karya Ermanto Tolantang berbentuk dokumen sebagai tempat pengumpulan datanya dibantu dengan teknologi linguistik korpus, yaitu korpus nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (jenis, strategi, konteks, dan fungsi pragmatis) dari tindak tutur yang terkategori ekspresif di dalam novel Sansai dan 7 Cinta Si Anak Kampung karya Ermanto Tolantang dan dapat diimplikasikan di dalam pembelajaran teks novel remaja asli atau terjemahan pada kelas VIII SMP

    Indonesian Online Media’s Construction of ‘Maritime’: A Critical Discourse Analysis

    Full text link
    NOTICE – PAPER WITHDRAWAL The paper entitled “Indonesian Online Media’s Construction of ‘Maritime’: A Critical Discourse Analysis“ published in the Scientific Journal of Maritime Research, Vol. 34, No 1., June 2020, has been completely withdrawn from public distribution upon explicit request of both authors: Kundharu Saddhono and Ermanto

    Campur Kode dalam novel Rindu Banda Sapuluah Karya Ermanto Tolantang

    Full text link
    Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai karya sastra novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya peristiwa campur kode di dalam sebuah karya sastra. Salah satu karya sastra yang terdapat campur kode tersebut adalah novel Rindu Banda Sapuluah Karya Ermanto Tolantang. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk campur kode dan satuan lingual dalam percakapan novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang. mendeskripsikan penyebab campur kode dalam percakapan novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang. Peneliti menggunakan teori Sosiolinguistik, dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik dalam pengumpulan data yaitu (1) menggunakan metode simak dan cakap yaitu cakap semuka dengan teknik sadap, (2) tahap analisis data menggunakan metode padan translasional menggunakan dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan dilanjutkan dengan teknik hubung banding memperbedakan. (3) Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Pada tahap analisis data dan teknik penyajian hasil data peneliti menggunakan metode informal. Berdasarkan analisis data campur kode pada novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang terdapat 5 bahasa, yaitu bahasa Minangkabau, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris. Campur kode bahasa Minangkabau dengan bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa Jawa, Inggris, dan bahasa Arab. Satuan lingual dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Penyebab campur kode yaitu berlatar belakang pada sikap penutur dan belartar belakang pada kebahasaan penutur

    Representasi Merantau Bagi Laki-Laki Minangkabau Dalam Novel Rindu Banda Sapuluah Karya Ermanto Tolantang (Tinjauan Sosiologi Sastra)

    Full text link
    Representasi merantau bagi laki-laki Minangkabau novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konteks sosial budaya Minangkabau dan merepresentasikan merantau bagi laki-laki Minangkabau dalam novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Sosiologi Sastra dengan fokus kepada sosiologi karya. Sosiologi Sastra melihat karya sastra sebagai cerminan masyarakatnya. Penelitian Sosiologi Sastra pada karya mengkaji masalah-masalah sosial yang tersirat dalam karya sastra. Hasil analisis data dalam penelitian ini menemukan merantau dan konteks sosial budaya Minangkabau yaitu sistem kekerabatan, peranan mamak atau laki-laki dan harta pusaka di Minangkabau. Selain itu, Unsur Intrinsik terdiri dari tema, tokoh atau penokohan dan latar. Kemudian, merantau bagi laki-laki Minangkabau dalam novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto tolantang mencakup tipe rantau dalam novel adalah merantau keliling, tujuan merantau adalah untuk mencari kekayaan untuk mengubah nasib dan faktor terjadinya merantau adalah ekonomi. Setelah menganalisis dan merepresentasikan merantau bagi laki-laki Minangkabau dalam novel Rindu Banda Sapuluah karya Ermanto Tolantang, merantau merupakan kebiasaan yang menjadi tradisi dan budaya orang Minangkabau yang dilakukan dari dulu hingga sekarang. Tujuan merantau adalah untuk mencari harta kekayaan, pengalaman, ilmu pengetahuan, dan kemasyhuran

    SISTEM PENEMPATAN PEGAWAI DALAM JABATAN STRUKTURAL DIKANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Ermanto, 2016.Sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural dikantor dinas pendidikan kabupaten sidenreng rappang sulawesi selatan. Skripsi, dibimbing oleh Drs. Andi Mappincara M.Pd dan Sumarlin Mus, S.Pd, M.Pd. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengkaji tentangSistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural dikantor dinas pendidikan kabupaten Sidenreng Rappang sulawesi selatan. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gambaran umum kerakteristik pegawai dan Sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural dikantor dinas pendidikan kabupaten sidenreng rappang sulawesi selatan. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum bagaimanakah Sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural dikantor dinas pendidikan kabupaten sidenreng rappang sulawesi selatan. Yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas, Sekretaris dan Kasubag umum kepegawaian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Prosedur pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan penempatan pegawai khususnya Sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural telah terlaksana dengan melihat kerakteristik pegawai dinas pendidikan kabupaten sidenreng rappangdan bagaiman Sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural. Ini terlihat pada kerakteristik pegawai dinas pendidikan kabupaten sidenreng rappang, bagaimana sistem yang dipakai serta bagaimana sistem penempatan pegawai dalam jabatan struktural dikantor dinas pendidikan. Dalam Sistem penempatan pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Sidenreng Rappang ditentukan oleh kepala dinas dengan mempertimbangkan masukan dari pengawas. Mengimplementasikan Sistem penempatan jabatan struktural dengan baik melalui upaya sosialisasi formasi jabatan, membangun dan menjalin komunikasi dan melakukan kontrol terhadap jalannya kegiatan sistem pengangkatan atau penempatan pegawai yang telah dipertimbangkan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Dalam merekrut calon pejabat struktural juga tidak terlepas dari adanya pertimbangan-pertimbangan lain diluar aturan yuridis formal, termasuk didalam pertimbangan kedekatan, kekeluargaan, suku, politik dan lain-lain

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore