181 research outputs found
Analisis Kepuasan Layanan Departemen Statistika FMIPA IPB Tahun Akademik 2010/2011
Akademik 2010/2011. Dibimbing oleh TOTONG MARTONO dan ERFIANI. Program studi Statistika FMIPA IPB merupakan salah satu program studi statistika tertua di Indonesia sehingga perlu mempertahankan reputasinya diantara banyaknya program studi statistika yang bermunculan di perguruan tinggi lain. Departemen Statistika FMIPA IPB perlu melakukan peningkatan kualitas sebagai penyedia layanan pendidikan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan. Salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas layanan akademik adalah dengan melakukan evaluasi sebagai masukan untuk mengambil kebijakan layanan akademik. Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai kepentingan dan kepuasan melalui survei kepuasan mahasiswa. Berdasarkan penarikan contoh acak berstrata sebanyak 60 mahasiswa mayor Statistika dipilih sebagai responden dari empat strata, angkatan 2007 sampai 2010. Persepsi mahasiswa yang dipengaruhi intensitas berhubungan dengan layanan akademik menjadi pertimbangan pemilihan strata berdasarkan angkatan. Berdasarkan Importance-Performance Analysis, atribut yang mendapat apresiasi dari mahasiswa adalah atribut Suasana Perpustakaan yang Nyaman, dan Kesesuaian Materi Kuliah dengan Materi Ujian, dan Sikap Ramah dan Sopan Staf Tata Usaha. Atribut yang dinilai menjadi prioritas utama perbaikan adalah Kemudahan Peminjaman Laboratorium, Kenyamanan Ruang Kuliah, dan Pengadaan Pelatihan Software Statistika. Customer Index Satisfaction menunjukkan angka 0,69 yang berarti mahasiswa Departemen Statistika IPB secara garis besar puas terhadap layanan departemen. Secara umum kinerja layanan akademik selama tahun akademik 2010/2011 dapat dikatakan berstandar baik, walaupun belum mencapai standar layanan akademik tertinggi
THE USE OF DUOLINGO IN ENHANCING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT SMA NEGERI 3 BANGKO PUSAKO DURING PANDEMIC COVID-19
ABSTRAK
Erfiani (2022) : Penggunaan Duolingo dalam Meningkatkan penguasaan
Kosakata Siswa SMA Negeri 3 Bangko Pusako Pada Masa
Pandemi Covid-19.
Kosakata merupakan komponen bahasa yang paling penting karena
mempengaruhi empat keterampilan berbehasa yaitu berbicara, menulis, membaca,
dan mendengarkan. Tanpa kosakata yang baik akan sulit bagi seorang siswa untuk
mempelajari dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisnya. Namun, belajar
dan menguasai kosakata bukanlah hal yang mudah. siswa-siswa seringkali
terkendala dalam mengingat kata-kata, bingung arti kata-kata, dan susah dalam
pelafalan. Untuk mengatasi hal ini, siswa membutuhkan media untuk
meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Hal ini juga didukung di era baru ini,
dimana kemajuan teknologi berkembang pesat. Salah satu software atau situs
terkenal yang menggunakan game untuk belajar bahasa asing adalah aplikasi
Duolingo. Dengan platform pembelajaran berbasis game, Duolingo dapat
membantu siswa untuk meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Berdasarkan
latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh
penggunaan Duolingo dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa SMA
Negeri 3 Bangko Pusako pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah
penelitian experiment. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental dua grup
pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret pada tahun 2021.
Penelitian bertempat di SMA Negeri 3 Bangko Pusako. Populasi penelitian ini
adalah siswa kelas 10 SMA Negeri 3 Bangko Pusako. Jumlah total populasi
adalah 156 siswa, sedangkan untuk pemilihan sampel, peneliti menggunakan
teknik Purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa. Dalam
pengumpulan data peneliti menggunakan test pilihan ganda. Hasil test tersebut
diolah secara statistikal menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Untuk mengetahui
pengaruh penggunaan aplikasi Duolingo terhadap penguasaan kosakata, peneliti
menggunakan paired sample T-test melalui program SPSS versi 20. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata siswa di kelas
eksperimental di kategori sangat baik dan di kelas kontrol di kategori baik. Pada
sample independen t-test, nilai signifikansi adalah 0.000 dimana nilai tersebut
lebih rendah dari pada nilai 0.05 (nilai sig = 0.000 < 0.05). Itu menunjukkan
bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Bisa disimpulkan bahwa ada pengaruh
signifikan penguasaan kosakata siswa antara siswa yang diajarkan dengan
menggunakan Duolingo dan tanpa menggunakan Duolingo di SMA Negeri 3
Bangko Pusako pada masa pandemi Covid-19
MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK OPTIMALISASI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI 5 – 6 TAHUN
Erfiani Ramadanti, (2020) : MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK OPTIMALISASI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI 5 – 6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media kartu bergambar untuk
optimalisasi kemampuan membaca permulaan anak usia dini 5 – 6 tahun. Media
kartu bergambar merupakan salah satu media yang dapat mengembangkan
kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini. Pertanyaan yang ingin
dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah media kartu bergambar untuk
optimimalisasi kemampuan membaca permulaan anak usia dini? . Penelitian ini
merupakan penelitian literatur dengan mengambil objek penelitian dari buku-buku
yang memperkuat teori bahwa media kartu bergambar dapat mengoptimalisasi
kemampuan membaca permulaan anak usia 5 – 6 tahun tujuan dari pembelajaran
mampu tercapai. Kepustakaan baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil
penelitian terdahulu. Untuk memperoleh data dengan topik permasalahan tersebut
penulis menggunakan penelitian (library research), yaitu metode untuk
memperoleh data dari buku-buku yang relevan dengan masalah-masalah tersebut.
Analisis data dilakukan dengan deduktif yaitu, pemikiran yang bertolak pada
fakta-fakta yang umum kemudian ditarik pada suatu kesimpulan yang bersifat
khusus dan induktif, yaitu dengan cara mengambil suatu kesimpulan dari situasi
yang konkret menuju pada hal-hal yang abstrak atau dari pengertian yang khusus
menuju pengertian yang bersifat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
media kartu bergambar dapat megoptimalisasi kegiatam membaca permulaan
pada anak usia dini, Dengan adanya media kartu bergambar anak akan lebih
mudah dalam hal berkomunikasi, anak akan lebih mudah mengungkapkan ide,
pikiran dan gagasan yang baru anak ketahui, Sehingga penerapan media kartu
bergambar merupakan cara yang efektif dalam meningkatkan kemapuan anak
dalam membaca permulaan.
Kata Kunci: Membaca Permulaan, Media, Kartu Bergamba
DEVELOPING SUPPLEMENTARY READING MATERIAL FOR GRADE 11 STUDENTS OF MULTIMEDIA STUDY PROGRAM AT SMK SYUBBANUL WATHON MAGELANG
ABSTRACT Nunun Nuki Erfiani. S891508031. 2018. Developing Supplementary Reading Material for Grade 11 Students of Multimedia Study Program at SMK Syubbanul Wathon Magelang. (A Research and Development Study). THESIS. Consultants: Dr. Ngadiso, M.Pd (2) Dr. Suparno, M.Pd. Graduate Program of English Education Department of Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University. This research is aimed at developing a supplementary reading material to fulfill students’ need in learning reading towards multimedia study program at vocational secondary school. The design of this research is Research and Development (R&D) which is proposed by Borg and Gall. This research was oriented to the product development and it was conducted in two main stages; (1) exploration stage and (2) product development stage. The exploration stage includes (1) literature review, (2) field study, and (3) need analysis. Meanwhile, the product development stage describes (1) prototype development, (2) experts’ judgement, and (3) try out. This research was conducted at SMK Syubbanul Wathon Magelang. There were an English teacher, two material experts, and students involved in this research. The data of the exploration stage were obtained through observation, interview, questionnaire distribution, and document analysis. Exploration stage was done to know the quality of the existing English textbook used at SMK Syubbanul Wathon Magelang and the students’ need towards reading material. The findings show that the existing textbook used to teach reading contains general English material and it is less specific to be used for the students of multimedia study program. Therefore, it implies that there should be a supplementary reading material developed in regard to provide the teacher and to provide the students’ specific need in learning reading. The supplementary reading material was developed by considering some aspects. It contains theoretical theories of English in vocational secondary schools, ESP, CBI, reading, material development, and material evaluation. Then, it was evaluated and reviewed through the experts’ judgement and tried out in class Jadda 3 to make the material feasible. Through observation, questionnaire distribution, and FGD, the prototype was revised to be the final product which is feasible for the English teachers to teach, for the students to study, and to develop all indicators of reading skill since the supplementary reading material provides (a) sufficient reading material; (b) interesting reading material; (c) multimedia-related themes; and (d) comprehension reading material. Keywords: multimedia study program, exploration stage, product development, supplementary reading materia
Rancangan Optimal pada Model Non-linier untuk Meningkatkan Kadar Kemurnian Silikon Oksida dan Konduktivitas Listrik
Silikon oksida (SiO2) memiliki potensi yang cukup besar untuk bidang industri dan bisnis. Berdasarkan daya jual oleh Sigma Aldrich, harga satu gram silikon oksida kemurnian 99.9 % sebesar Rp 4000. Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan SiO2 relatif mudah. SiO2 dapat dihasilkan dari biomassa antara lain: jerami padi, sekam padi dan ampas tebus. SiO2 dengan tingkat kemurnian yang tinggi (>95%) juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, solar sel, mikro chip komputer, elektronik dan semikonduktor.
Silikon oksida yang memiliki kemurnian rendah dapat ditingkatkan melalui proses pemurnian dengan pengaturan suhu, kadar kemurnian SiO2 dan laju kenaikan suhu yang berbeda-beda. Kombinasi dari setiap faktor yang mempengaruhi proses pemurnian yang akan menghasilkan peningkatan kemurnian yang berbeda. Kombinasi yang akan dilakukan dapat diperoleh melalui serangkaian percobaan. Percobaan dirancang untuk mendapatkan kesimpulan dengan galat dugaan sekecil mungkin (rancangan optimal).
Rancangan optimal merupakan suatu rancangan yang diperlukan dalam menentukan titik-titik dari faktor yang akan dicobakan untuk mengoptimalkan sejumlah informasi yang relevan sehingga terpenuhi kriteria yang diinginkan. Kriteria pemenuhan optimal didasarkan pada matriks informasi dari model yang dipilih. Faktor yang digunakan pada penelitian ini yaitu Suhu dengan responnya tingkat kadar kemurnian SiO2 dan konduktivitas listrik. Hubungan antara suhu dan tingkat kadar kemurnian SiO2 dan konduktivitas listrik mengikuti sebaran eksponensial yang merupakan model non-linier. Metode yang digunakan adalah kriteria G-optimal dan V-optimal pada model non-linier menggunakan algoritma exchange. G-optimal merupakan suatu kriteria optimal dengan tujuan meminimumkan maksimal ragam dugaan respon. Sedangkan V-optimal merupakan kriteria optimal dengan tujuan meminimumkan rataan ragam dugaan respon. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh rancangan optimal untuk meningkatkan tingkat kadar kemurnian SiO2 dan konduktivitas listrik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan terbaik untuk model non-linier terhadap respon tingkat kadar kemurnian SiO2 (Y1) dan konduktivitas listrik (Y2) adalah rancangan V-optimal. Titik rancangan terbaik diperoleh pada rancangan alternatif 3 dengan suhu 715oC, 720oC, 725oC, 730oC, 795oC, 860oC, 865oC, 870oC, 875oC, 880oC, 885oC dan 895oC dengan nilai ragam dugaan Y1 sebesar 0.3333���������2 dan nilai ragam dugaan Y2 sebesar 0.3333���������2
Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Hubungan Anak dengan OrangTua yang Terkandung dalam Novel Jermal Karya Yokie Adityo
ABSTRAK Erfiani, Erni. 2016. Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Hubungan Anak dengan OrangTua yang Terkandung dalam Novel Jermal Karya Yokie Adityo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si., (II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci: nilai moral, hubungan antara anak dengan orang tua, novel. Nilai moral sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun disisi lain karya sastra juga memiliki peran penting dalam pembawaaan nilai moral. Karena, setiap karya dari manusia memiliki nilai-nilai tersendiri yang terkandung didalamnya. Sebuah karya sastra akan bernilai tinggi jika karya sastra tersebut mengandung makna yang berisi pesan moral untuk disajikan kepada pembaca. Begitu sebaliknya, sebuah karya sastra tidak akan bernilai tinggi jika karya sastra yang disajikan hanya bersifat hiburan dan tidak ada pesan moral didalamnya. Melalui karya sastra, pengarang menyisipkan nilai-nilai moral sebagai keteladanan dalam berperilaku sehari-hari. Termasuk keteladanan berperilaku dalam hubungan keluarga, terutama dalam hubungan antara anak dengan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, untuk mengetahui wujud peristiwa moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dalam novel Jermal karya Yokie Adityo. Kedua, mengetahui tentang pesan moral pengarang sebagai pendidikan moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dalam novel Jermal karya Yokie Adityo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hermeneutika dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa paparan bahasa yang mengandung nilai-nilai moral dalam wujud peristiwa moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua dan pesan moral pengarang sebagai pendidikan moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua. Sumber data penelitian ini adalah novel Jermal karya Yokie Adityo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara peneliti membaca dan memahami novel secara keseluruhan, kemudian mengkaji dan mencatat data yang telah ditemukan untuk memperoleh pemahaman yang dalam mengenai data tersebut, kemudian menguraikan nilai-nilai moral terkait hubungan antara anak dengan orang tua melalui tokoh ayah dan tokoh anak dalam setiap dialog, monolog, narasi, deskripsi peristiwa, serta perbuatan tokoh yang digambarkan oleh pengarang. Kemudian memberikan interpretasi yaitu: kegiatan untuk memberikan pandangan kritis pada data yang ditemukan, dan juga memanfaatkan berbagai sumber untuk memberikan penguatan dalam analisis data tersebut. Selanjutnya, peneliti memberikan kode pada setiap data yang didasarkan pada temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, terdapat nilai-nilai moral dalam wujud peristiwa moral terkait hubungan antara ayah dengan anak dalam novel Jermal karya Yokie Adityo, yaitu: nilai moral rela berkorban, nilai moral taggung jawab, nilai moral kasih sayang, nilai moral menghormati hak milik, dan nilai moral kejujuran. Adapun wujud peristiwa negatif yang bertentangan dengan nilai moral, yaitu: sikap melukai hati anak, sikap ketidakpedulian, bertindak kekerasan, sikap balas dendam, dan sikap tidak sopan santun. Kedua, pesan moral sebagai pedidikan moral terkait hubungan antara ayah dengan anak dalam novel Jermal karya Yokie Adityo, yaitu: pendidikan moral terkait cinta kasih dalam hubungan antara ayah dengan anak dan pendidikan moral terkait pengaruh lingkungan bagi perkembangan moral anak. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini adalah penelitian ini dapat dijadikan pengembangan dalam kajian nilai moral dalam analisis teks sastra, serta dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang nilai moral dalam sastra. Dan novel Jermal ini juga dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain untuk meneliti novel Jermal ini dengan kajian yang berbeda
Perbandingan Metode Regresi Komponen Utama, Regresi Kuadrat Terkecil Parsial dan Support Vector Regression dalam Menduga Kadar Glukosa Darah Non-Invasif.
Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada manusia yang disebabkan oleh kondisi kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia) yang kronis dan tidak terkontrol. Pendeteksian dini penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengontrolan berkelanjutan bagi yang tidak maupun telah menderita penyakit ini. Pendeteksian kadar glukosa darah dapat dilakukan menggunakan metode invasif (melukai) yaitu dapat menggunakan glukometer atau pemeriksaan di laboratorium. Pendeteksian dengan cara ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Oleh karena itu, dikembangkanlah pendeteksian kadar glukosa darah tanpa melukai tubuh dikenal dengan metode non-invasif. Tim non-invasif biomarking IPB mengembangkan purwarupa alat pengukur glukosa darah non-invasif menggunakan prinsip spektroskopi. Data yang dihasilkan oleh alat pengukur kadar glukosa darah non-invasif adalah data spektrum time domain terhadap residu intensitas. Diperlukan metode analisis dalam memodelkan hasil tersebut agar diperoleh dugaan kadar glukosa darah.
Salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah invasif dengan non-invasif adalah model kalibrasi. Permasalahan yang sering terjadi pada pemodelan kalibrasi adalah ill conditioned akibat kolinearitas ganda maupun singularitas. Hal ini dikarenakan banyaknya peubah bebas yang lebih besar dari banyaknya pengamatan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan beberapa metode diantaranya Regresi Komponen Utama (RKU), Regresi Kuadrat Terkecil Parsial (RKTP) dan Support Vector Regression (SVR). Fungsi kernel yang digunakan pada SVR yaitu fungsi kernel linier, polinomial, dan radial basis. Perbandingan metode juga dilakukan dengan pendekatan RKU dan RKTP yang dapat mengatasi permasalahan kalibrasi. Model yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk menduga kadar glukosa darah hasil pengukuran non-invasif.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model kalibrasi terbaik pada alat pengukur kadar glukosa darah non-invasif dengan pendekatan RKU, RKTP dan SVR. Peubah prediktor yang digunakan pada penelitian ini adalah data hasil pengukuran glukosa darah non-invasif dan peubah respon adalah data glukosa darah hasil pengukuran invasif (laboratorium). Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan bagian dari penelitian pengembangan dan uji klinis purwarupa alat pemantauan kadar glukosa darah secara non-invasif.
Hasil analisis menggunakan semua data menunjukkan bahwa model RKTP memiliki nilai R2 terbesar yaitu 88.6%. Nilai R2, RMSE dan RMSEP pada model RKU besarnya tidak terpaut jauh dengan RKTP. Model yang terbentuk pada RKTP lebih parsimoni (sederhana) karena memiliki peubah laten yang lebih sedikit. Hal ini dikarenakan komponen yang terbentuk mampu menerangkan keragaman dari peubah X dan pada saat yang sama komponen tersebut mempunyai hubungan dengan peubah respon y.
Pada data tanpa pencilan, model terbaik berdasarkan nilai R2 terbesar dan RMSE terkecil adalah model SVR-RB. Model RKTP memiliki nilai R2 dan
RMSE yang tidak berbeda jauh dengan model SVR-RB. Model yang memiliki nilai R2 terkecil dan RMSE terbesar adalah model RKU. Nilai RMSEP ketiga model juga memiliki nilai yang tidak berbeda jauh.
Model kalibrasi terbaik yang digunakan pada alat non-invasif adalah pendugaan pada rentang data yang lebar, sehingga model yang tepat digunakan adalah regresi kuadrat terkecil parsial. Salah satu kelemahan pada metode yang diterapkan pada alat non-invasif yaitu belum bisa mendeteksi kadar glukosa darah dengan baik ditandai dengan nilai galat yang relatif besar. Penyebab permasalahan tersebut karena sampel yang digunakan belum mewakili untuk kadar glukosa darah yang tergolong pradiabetes dan diabetes
PENGARUH SUKU BUNGA TERHADAP MINAT PINJAMAN UANG DI KSP JAYA UTAMA SAPE
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Bagaimana pengaruh suku bunga Terhadap nasabah, Seberapa besar pengaruh suku bunga terhadap minat pinjaman. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap nasabah. Seberapa besar pengaruh suku bunga terhadap minat pinjaman di KSP Jaya Utama Sape. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari koesioner ang dibagikan secara langsung kepada 45 nasabah yang mengambil pinjaman dan data sekunder yang diperoleh dari data yang sudah jadi dari KSP (koperasi simpan pinjam) jaya utama sape, seperti susunan, laporan nasabah yang mengambil pinjaman, selanjutnya dilakukan analisis menggunakan analisis uji validitas dan reabilitas, analisis regresi sederhana, dan koefisien determinasi.
Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaruh suku bunga dalam pengambilan pinjaman dan pengaruh suku bunga terhadap nasabah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,870 dan t-hitung sebesar 11,570 maka Ho di tolak dapat di artikan terdapat pengaruh yang positif antara variabel pengaruh suku bunga (X) terhadap variabel minat pinjaman (Y)
Pemodelan Kalibrasi Alat Non-Invasive Glukosa dalam Darah dengan Pendekatan Regresi Spline
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang dianggap serius
belakangan ini. Penyakit ini disebabkan karena gangguan metabolisme yang
ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang dihasilkan
dari ketidaknormalan sekresi insulin. Penderita diabetes perlu melakukan
pengendalian kadar glukosa darah. Salah satu bentuk pengendalian yang dapat
dilakukan adalah dengan mengukur kadar glukosa darah secara rutin. Pengecekan
kadar glukosa dalam darah biasanya dilakukan dengan glukometer, yaitu alat
pengukur kadar glukosa darah yang dapat melukai tubuh yang dikenal dengan alat
invasive. Penggunaan alat invasive akan sangat membahayakan pasien, sehingga
diperlukan solusi alat pengukur kadar glukosa darah yang aman bagi tubuh dan
tanpa melukai tubuh, yaitu alat pengukur kadar glukosa darah non–invasive.
Alat pengukur kadar glukosa darah non-invasive memiliki keluaran berupa
spektrum nilai residu intensitas. Pada pemodelan spektrum residu intensitas
diperlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk memodelkan keluaran nilai
residu intensitas. Bentuk pola data yang tidak beraturan mengakibatkan pemilihan
metode parametrik tidak tepat untuk digunakan sehingga dilakukan dengan
metode nonparametrik. Regresi Spline merupakan salah satu metode
nonparametrik dengan proses kerja melakukan pengepasan kurva regresi
berdasarkan data yang ada sehingga model akan memberikan fleksibilitas yang
lebih tinggi. Model yang terbaik akan dilihat dari nilai Generalized Cross
Validation (GCV) dan Root Mean Square Error Prediction (RMSEP) terkecil.
Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan hubungan antara keluaran alat
non-invasive dengan alat invasive dengan Regresi Spline Linier, Regresi Spline
Kuadratik, dan Regresi Spline Kubik untuk menemukan model terbaik dalam
pendugaan kadar glukosa dalam darah pada alat non-invasive. Data yang
digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dari data Pengembangan
dan Uji Klinis Purwarupa Alat Pemantauan Kadar Glukosa Darah non-invasive.
Data ini dikumpulkan dari 118 responden yang merupakan mahasiswa Institut
Pertanian Bogor.
Prapemrosesan data dilakukan sebelum data dianalisis. Data yang digunakan
merupakan data nilai residu intensitas pada saat lampu dan sensor hidup secara
bersamaan pada lima periode yang telah ditentukan. Setelah pemilihan data pada
kondisi tersebut, selanjutnya data diringkas, yaitu mengambil data yang
merupakan data kedua awal, data tengah, dan data kedua akhir pada setiap
modulasi. Peringkasan dilakukan karena jumlah data antar modulasi tidak sama.
Setelah data diringkas, selanjutnya dilakukan pemilihan modulasi terbaik.
Modulasi akan menggambarkan tingkat pencahayaan pada lampu. Modulasi
terbaik dalam penelitian ini adalah modulasi 50%. Hal ini dikarenakan modulasi
50% memiliki nilai rata-rata dan standar deviasi terkecil dibanding dengan
modulasi lainnya, selanjutnya dengan menggunakan data modulasi 50%, data
dilanjutkan ke tahap analisis.
Data dianalisis dengan menggunakan metode Regresi Spline Linier, Regresi
Spline Kuadratik, dan Regresi Spline Kubik. Regresi Spline Linier merupakan
metode terbaik dibandingkan metode Spline lainnya. Hal ini karena Regresi
Spline Linier memiliki nilai Generalized Cross Validation (GCV) dan Root Mean
Square of Prediction (RMSEP) terkecil.
Tiga metode Regresi spline diterapkan pada tiga jenis data yang berbeda,
yaitu dengan penggunaan seluruh data, penggunaan 117 data (menghapus satu
data pencilan), serta penggunaan 106 data (menghapus 12 data pencilan).
Penerapan metode Regresi Spline Linear pada 106 data merupakan perlakuan
yang terbaik
Pendeteksian Kantong-Kantong Kemiskinan di Pulau Jawa Tahun 2011-2015
Penurunan tingkat kemiskinan merupakan salah satu dari delapan tujuan
yang ingin dicapai oleh Agenda Pembangunan Millenium (Millenium
Development Goals atau MDGs). Target penurunan angka kemiskinan di
Indonesia pada program MDGs telah ditetapkan pada tahun 2000, yaitu sebesar
7.55 persen, namun belum tercapai sampai berakhirnya program MDGs pada
2015. Porsi penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa mencapai 56.82
persen pada tahun 2015. Porsi penduduk yang tinggi ini juga diikuti oleh tingkat
kemiskinan yang cukup tinggi di mana tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah,
DIY, dan Jawa Timur berada di atas tingkat kemiskinan nasional. Tingkat
kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah sebesar 13.32 persen, DIY sebesar 13.16
persen, dan Jawa Timur sebesar 12.28. Sementara itu tingkat kemiskinan nasional
sebesar 11.13 persen. Kondisi seperti ini menjadikan Pulau Jawa berkontribusi
besar dalam pergerakan tingkat kemiskinan nasional. Oleh karena itu dalam upaya
untuk penurunan tingkat kemiskinan, perlu ditempuh langkah untuk mengetahui
kapan dan di wilayah mana saja terjadi pengelompokkan kemiskinan.
Space time scan statistic merupakan metode statistik yang mempunyai
kemampuan dalam mendeteksi kantong-kantong suatu kejadian. Metode ini
bekerja dengan cara melakukan pemindaian area (space) pada beberapa runtun
waktu dengan pemindai berupa silinder. Kantong suatu kejadian (hotspot) akan
terbentuk jika proporsi terjadinya kasus di dalam silinder pemindai lebih besar
dibandingkan di luar silinder pemindai.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi keberadaan kantong-kantong
kemiskinan di Pulau Jawa dengan metode space time scan statistic. Data yang
digunakan pada penelitian ini adalah data jumlah penduduk dan jumlah penduduk
miskin dari 118 kabupaten/kota selama 2011-2015 yang dihasilkan oleh Badan
Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2011-2015
terbentuk 8 (delapan) kantong kemiskinan di Pulau Jawa. Sebanyak 7 (tujuh)
kantong kemiskinan terbentuk pada kurun waktu 2011-2013 dan 1 (satu) kantong
kemiskinan terbentuk pada 2014-2015. Mengacu pada target pencapaian yang
telah ditetapkan MDGs pada 2015, dapat disimpulkan bahwa sampai berakhirnya
program MDGs di tahun 2015, upaya penanggulangan kemiskinan di Pulau Jawa
cukup berhasil, tampak dari terbentuknya hanya 1 (satu) kantong kemiskinan
dengan anggota hanya satu kabupaten, yaitu Kabupaten Malang.
Beberapa kantong kemiskinan yang terbentuk memiliki karakteristik yang
sama, yaitu kantong pertama dengan ke tujuh, kantong ke empat dengan ke lima,
dan kantong ke tiga dengan ke delapan. Sementara itu kantong ke dua dan ke
enam memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kantong kemiskinan lainnya.
Pada kantong kemiskinan yang terbentuk, mayoritas penduduk miskin bekerja
pada sektor bukan pertanian dengan dominasi sektor ekonomi berasal dari industri
pengolahan
- …
