7 research outputs found
Telur Parasit Nematoda Usus pada Pemukiman Kurang Sehat di Kota Pekanbaru
Kondisi lingkungan perumahan yang kurang mendukung seperti drainase dengan kondisi kurang memenuhi syarat serta masyarakat kurang menyadari adanya hubungan antara kekumuhan tempat tinggal dan epidemi penyakit, akan menimbulkan salah satu dampak pada masyarakat yaitu penyakit infeksi parasit nematoda usus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi drainase, jenis parasit nematoda usus, kepadatan dan frekuensi kehadiran telur parasit nematoda usus pada pemukiman kurang sehat di Kota Pekanbaru. Sampel diambil dengan teknik Purposif Sampling. Dipilih tiga level pemukiman yang termasuk kriteria pemukiman kurang sehat. Dari ketiga daerah pemukiman di atas dipilih lingkungan kelompok rumah yang punya drainase permanen, semi permanen dan drainase konvensional. Masing-masing kelompok drainase diambil 20 rumah yang dijadikan sebagai sampel. Untuk membandingkan perbedaan kepadatan telur dari jenis-jenis nematoda parasit usus manusia yang ditemukan pada tanah antar lokasi pemukiman dilakukan dengan uji Kruskall-Wallis. Ditemukan telur dari dari 2 jenis parasit nematoda usus di tanah lingkungan pemukiman kurang sehat yaitu A. lumbricoides, T. trichiura pada semua lokasi drainase. Berdasarkan analisis statistik Kruskall Wallis ternyata kepadatan telur A.lumbricoides antar lokasi berbeda nyata, sedangkan kepadatan telur T. trichiura antar lokasi tidak berbeda nyata. Frekuensi kehadiran telur A. lumbricoides lebih tinggi dibandingkan dengan telur T. trichiura. Frekuensi kehadiran dari telur tersebut berturut-turut adalah 66,67 % dan 53,33
Additional Income : Concepts and Efforts in Improving Motivation of Employment Civil Services as Step to Make Agood Governance
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingkat produktivitas tenaga kerja rendah yang menyebabkan produksi yang dihasilkan pun rendah. Hal ini disebabkan karena para tenaga kerjanya tersebut memiliki tingkat pengalaman kerja yang rendah. Pada umumnya, kesempatan yang mereka miliki merupakan hasil belajar mandiri, sehingga pekerjaan yang mereka lakukan pun belum efektif dan efisien.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kualitas dan kemampuan pekerja terhadap produktivitas tenaga kerja. Kualitas dan kemampuan pekerja dalam penelitian ini dilihat dari faktor pendidikan, pelatihan, motivasi kerja dan disiplin kerja. Subjek dalam penelitian ini yaitu tenaga kerja pada industri pengolahan strawberry di Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Populasi yang diteliti adalah sebanyak 36 perusahaan sedangkan sampel yang diteliti adalah sebanyak 177 orang tenaga kerja. Metode yang digunakan yaitu survey eksplanatori dengan menggunakan angket atau kuesioner sebagai alat pengumpul data dan teknik analisis data dalam menggunakan Metode Successive Interval (MSI) dengan bantuan program Excel suck97.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan, pelatihan, motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan positif terhadap produktivitas tenaga kerja dengan Rsqure sebesar 76,1%.
The problem in this study is the low level of labor productivity which causes the resulting production was low. This is because the workforce has a low level of work experience. In general, the opportunity they have is the result of self-learning, so that the work they were doing was not effective and efficient. The purpose of this study was to determine the influence of the quality and ability of workers to labor productivity. Quality and the ability of workers in the study of factors seen education, training, work motivation and work discipline. Subjects in this study, namely labor on strawberry processing industry in the Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Populations studied were as many as 36 companies, while the samples studied is as 177 workers. The method used is an explanatory survey using a questionnaire or a questionnaire as a data collection and data analysis techniques in using the Method of Successive Interval (MSI) with the help of the program exel suck97. Results of this study indicate that education, training, work motivation and work discipline positive significant effect on labor productivity by 76.1% R squre
Analisis Pemasaran Branding Pariwisata Halal di Kabupaten Lombok Tengah
Bauran komunikasi pemasaran merupakan alat atau variabel pemasaran yang dapat
digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Lombok
Tengah merupakan salah satu kabupaten yang melaksanakan pariwisata halal.
Pelaksanaan pariwisata halal di Kabupaten Lombok Tengah masih terdapat
beberapa kendala dan permasalahan, sehingga hal ini menarik untuk diteliti lebih
dalam. Fokus penelitian yakni untuk mengetahui pemasaran branding pariwisata
halal berdasarkan 7 indikator bauran komunikasi pemasaran serta untuk melihat
faktor pendukung dan penghambat pada pemasaran branding pariwisata halal di
Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode
kualitatif deskriptif. Kerangka teori yang digunakan yaitu bauran komunikasi
pemasaran dari Philip Kotler dengan 7 indikator. Hasil penelitian menunjukan
bahwa (1) produk belum memiliki parameter yang jelas, sehingga mengakibatkan
ketidaksamaan persepsi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat,
khususnya dalam sertifikasi produk (2) harga antara pariwisata konvensional
dengan pariwisata halal tidak memiliki perbedaan (3) promosi konvensional dan
non konvensional yang telah dilakukan mampu menarik dan meningkatkan jumlah
wisatawan (4) distribusi beberapa produk, seperti restoran, biro perjalanan, dan
hotel terlaksana dengan baik (5) sarana fisik yang menjadi syarat utama pariwisata
halal berupa fasilitas ibadah dan lingkungan yang bersih belum terpenuhi secara
optimal (6) orang atau stakeholder yang terlibat tidak melakukan koordinasi dengan
baik (7) proses atau seluruh mekanisme pemasaran branding pariwisata halal juga
tidak berjalan secara maskimal. Adapun faktor pendukung yaitu potensi sektor
pariwisata, khususnya sumber daya alam di Kabupaten Lombok Tengah yang
beraneka ragam serta segmen pariwisata halal yang menjanjikan, sedangkan faktor
penghambatnya adalah persepsi masyarakat yang beragam mengenai pariwisata
halal dan fasilitas yang belum memadai, khususnya fasilitas ibadah, kebersihan
lingkungan, dan Tourist Information Center (TIC) di beberapa destinasi wisata
Optimalisasi Temperatur Sintering Pada Sintered Body Hidroksiapatit Dengan Penambahan Silika Sebagai Material Penguat
Sintered body hydroxyapatite (HA) in the form of pellets has been made by adding silica as a reinforcing material (ratio 60:40 wt.%) by varying the sintering temperature. HA and silica were subjected to a dry mixing process for 2 h, then a wet mixing process was carried out for 2 h with the addition of PVA and alcohol as a binder. The mixing process uses a rotary drum with the addition of zirconia balls with the aim of making the mixture more homogeneous. After the mixing process, the samples were dried for 48 h to remove the alcohol contained. The green body was made using the uniaxial pressing method at a pressure of 100 MPa and held for 3 minutes. The sintering process is carried out variously at temperatures of 800°C, 900°C, 1000°C, 1100°C, 1200°C, 1300°C, and 1400°C. with a heating rate of 5ºC/minute and holding time of 4 h. Next, the temperature was lowered to 300ºC with a cooling rate of 5ºC/minute. The results showed that linear shrinkage increased significantly (weight shrinkage increased 12.83% - 25.08% and diameter shrinkage increased 3.26% - 23.21%). The results of the relative density calculation show that there is a significant increase with each variation in sintering temperature, where the increase occurs from 44.4% - 85.6%. The compressive strength value also shows an increase with increasing sintering temperature, namely from 21.2 MPa at 800 oC to 65.9 MPa at 1300 oC. Meanwhile, at a sintering temperature of 1400°C, compressive strength values decreased and oxidation occurred as evidenced by color changes. It can be concluded that the optimization of the sintering process occurs at a temperature of 1300 oC which is proven by the highest compressive strength value and no oxidation occurs
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YAYASAN TIRTA ALAM BUMI BERTUAH (Studi Kasus pada Pengelola UMKM YTABB di Kota Pekanbaru)
Pengangguran dan kemiskinan menjadi masalah utama yang dihadapi di Indonesia,
mengingat tingkat pengangguran yang masih tinggi menjadi kendala utama. Tingginya
angka pengangguran dan kemiskinan serta rendahnya kesejahteraan hidup yang
didominasi oleh kaum muda masih menjadi hal yang sulit ditangani oleh pemerintah
Indonesia saat ini. Salah satu penyebab dari berbagai permasalahan sosial ini yaitu
terbatasnya lapangan pekerjaan serta kurangnya minat untuk berwirausaha. Oleh karena
itu, hal yang dibutuhkan saat ini yaitu pemikiran baru yang dapat membantu mengatasi
permasalahan sosial tersebut seperti kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial
merupakan suatu konsep kewirausahaan yang mengutamakan aktivitas sosial dengan
memberdayakan masyarakat sekitar. Usaha Mikro Kecil dan Menengah Yayasan Tirta
Alam Bumi bertuah aktif melibatkan diri menjadi bagian dari pengembangan
kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial yang dilakukan UMKM YTABB ini
dengan menumbuhkan minat berwirausaha kaum muda di Kota Pekanbaru. Kaum muda
dipilih oleh pengelola UMKM YTABB karena mereka sebagai generasi penerus yang
juga merupakan agen perubahan sosial yang kreatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana peran UMKM Yayasan Tirta Alam
Bumi Bertuah dalam mengembangkan kewirausahaan sosial.
Peneliti menggunakan jenis penelitian kualititatif dengan metode studi kasus.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan
wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode logika
perjodohan pola dan pembuatan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kewirausahaan sosial bisa dikatakan sebagai terobosan baru dalam bentuk aktivitas
ekonomi untuk mengatasi masalah sosial yang melibatkan sumber daya secara inovatif
terutama anak muda untuk membuat perubahan sosial. Melalui bidang UMKM YTABB
dikembangkan kewirausahaan sosial untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada di
lingkungan sekitar dengan menanamkan semangat berpikir dan niat yang besar untuk
menjadi seorang wirausaha pada generasi muda. UMKM YTABB berhasil membantu
kaum muda dalam menciptakan usaha sosial, seperti Windi Novianty pada usaha
Pondok Oleh-Olehnya dan inovasinya dengan mendiversifikasi produk, Yoga Prastika
pada usaha Kopi Tani dan inovasinya dengan memberikan varian rasa kekinian, dan
Erdinal Fansyuri pada usaha Pecel Lele dengan inovasinya menciptakan menu baru
Factors Related to Malaria Prevalence in Kampar Kiri Tengah Sub District, Kampar District, Riau Province in 2005 – 2006
Kampar Kiri Tengah Sub-District has the highest number of malaria patients (AMI: 79,19) out of 18 sub-district in Kampar district. Malaria is caused by Plasmodium and transmitted out by anopheles sp mosquitoes. Until now, malaria is a major health problem in Indonesia and is one of the top ten high fatality diseases in Indonesia, and detrimental to socio-economic field. This study utilizes a case control research design and the objective was to find out the factors related to the occurrence of malaria disease in Kampar Kiri Tengah Sub-District, Kampar District. The case group consists of patients who visited health centre and showed clinical symptoms of malaria and whose blood examination result was positive. The control group consisted of patients who do not have clinical symptoms of malaria and the blood examination is negative. The number of case group and control group is 69 patients, respectively. Factors studied are mosquito breeding sites, living next to large cattle barns, the use of bed net, anti-mosquito chemical, wire netting, and repellent. The result of the study suggested that there are five variables related to occurrence of malaria, namely mosquito breeding sites with p value = 0,006 (OR 2,8 ; 95% CI 1,381-5,512), living next to large cattle with p value = 0,001 (OR 3,2 ; 95% CI 1,650-6,693), the use of bed net with p value = 0,017 (OR 2,4 ; 95% CI 1,226 - 4,845), the use of anti-mosquito chemicals with p value = 0,026 (OR 2,3; 95% CI 1,158 - 4,564) and the use of wire netting with p value = 0,027 (OR 2,3 ; 95% CI 1,153 - 4,513). Multivariate analysis showed that most dominant factors is living next to large cattle, followed by mosquito breeding sites and the use of anti-mosquito chemical. 
