357 research outputs found
Pengembangan Asesmen Kinerja dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Kingdom Plantae untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur
ABSTRACT Endah Handayani. 2016. Pengembangan Asesmen Kinerja dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Kingdom Plantae untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi, Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra.Sunarmi M.Pd., (2) Dr. Murni Sapta Sari M.Si. Kata Kunci: asesmen kinerja, keterampilan metakognitif, hasil belajar, inkuiri terbimbing Keterampilan metakognitif merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang memiliki peranan penting dalam kesuksesan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi SMAN 1 Lawang diketahui bahwa belum ada penilaian metakognitif pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja. Tujuan dari penelitian ini mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja dalam pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa SMAN 1 Lawang pada materi Kingdom Plantae. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Keterampilan metakognitif diukur dari refleksi diri siswa pada tiap subbab materi Kingdom Plantae. Penelitian dan pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIA7 SMAN 1 Lawang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 3,79 dengan kriteria”valid” dan tingkat kepraktisan sebesar 3,65 dengan kriteria “tinggi”. Keterampilan metakognitif menunjukkan peningkatan sebesar 6,1% pada pertemuan akhir, dan hasil belajar kognitif meningkat hingga sebesar 91,67%. Untuk mendapatkan peningkatan keterampilan metakognitif yang signifikan diperlukan asesmen kinerja yang diterapkan dalam waktu yang lama dan dilakukan secara rutin. ABSTRACT Endah Handayani. 2016. Development of Performance Assessment in Guided Inquiry Learning on Kingdom Plantae to Improve Metacognitive Skills and Biology Learning Achievement of Students in SMAN 1 Lawang, Malang East Java. Unpublish Thesis, Biology Education Program, Biology Department, Mathematic and Science Faculty on State University of Malang. Advisors (1) Dra.Sunarmi M.Pd., (2) Dr. Murni Sapta Sari M.Si. Keywords: metacognitive skills, student achievement, performance assessment, guided inquiry Metacognitive skills is one of the 21st century skills that have an important role in the success of learning. Based on the results of interviews with biology teachers SMAN 1 Lawang note that there has been no assessment of metacognitive in biology. The development of metacognitive skills assessment and student achievement can be done by using performance assessment. Therefore, the purpose of this research to develop and test the feasibility of performance assessment in guided inquiry learning to improve metacognitive skills and student achievement in High School 1 Lawang on Kingdom Plantae chapter. The model of development used ADDIE model is which consists of five stages. Metacognitive skills measured by student self-reflection on each section of chapter. Research and development was tested for class X-MIA 7 SMAN 1 Lawang consisting 24 students. Results of research and development performance assessment shows the level of validity 3.79 with the criteria of "valid" and the level of practicality 3,65 with the criteria of “high”. Metacognitive skills showed an increase of 6.05% in the between of sub-chapter Spermatophyta-final exams, and student achievement increase 91,67%. To get significant increase of metacognitive skills needed apply performance assessment in long time and routinely.
Artikel Eva Handayani
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET BESI PADA REMAJA DI SMK GIRI HANDAYANI KABUPATEN GUNUNG KIDUL TAHUN 2019
Latar Belakang: Anemia adalah masalah serius. Remaja putri rentan terkena
anemia. Salah satu upaya pencegahan dengan suplementasi tablet besi. Dinas
Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan konsumsi tablet besi
terendah adalah di Kabupaten Gunung Kidul. Beberapa faktor yang mempengaruhi
kepatuhan diantaranya tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan orang tua.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan
dukungan orang tua dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi pada
remaja di SMK Giri Handayani.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive
sampling, besar sampel 105 remaja SMK Giri Handayani. Analisis menggunakan
analisis chi Square dan regresi logistik.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh 65,7% remaja memiliki tingkat pengetahuan baik.
54,3% remaja memiliki sikap yang positif dan 41,9% remaja memiliki orang tua
yang mendukung, 48,6% remaja patuh dalam mengkonsumsi tablet besi. Hasil uji
variabel sikap dan dukungan orang tua diperoleh nilai p value= 0,023 dan 0,015
(<0,05). Hasil analisis regresi logistik diperoleh nilai pada variabel dukungan orang
tua (OR 2,465; 95% CI 1,077-5,643).
Kesimpulan: Ada hubungan antara sikap dan dukungan orang tua dengan
kepatuhan mengkonsumsi tablet besi pada remaja. Dukungan orang tua memiliki
peluang terbesar terhadap kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet besi
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi
Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani
Penerapan nilai-nilai pekerjaan sosial dan nilai-nilai islam dalam praktik pekerja sosial dengan anak yang Berhadapan Dengan Hukum (ABH)
Dalam bekerja dengan anak khususnya anak yang berhadapan dengan hukum, seorang pekerja sosial harus melakukan tindakan-tindakan yang profesional dalam arti harus sesuai dengan nilai. Maka nilai juga harus digunakan dalam praktik pekerjaan sosial seperti melalui penghargaan, martabat, individualisasi, hak untuk menentukan diri sendiri, dan hak terhadap penghargaan (self determination). Maka penting bagi pekerja sosial untuk mengenali pengaruh nilai dan keyakinan agama dan budaya mereka sendiri dan klien. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Pada jenis penelitian deskriptif, data yang dikumpulkan berupa katakata, gambar dan bukan angka-angka. Data tersebut berasal dari wawancara dengan delapan orang informan, empat orang pekerja sosial dan empat orang penerima manfaat, catatan hasil observasi dan dokumen resmi PSMP Handayani Jakarta. Tujuan secara garis besar dalam penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pemahaman dan penerapan nilai-nilai pekerjaan sosial dan nilai-nilai Islam dalam praktik pekerjaan sosial dengan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Hasil penelitian ini pekerja sosial PSMP Handayani Jakarta sudah menerapkan 7 dari 8 nilai-nilai pekerjaan sosial dalam menangani kasus yang mereka tangani. Sedangkan nilainilai Islam belum banyak yang diterapkan, karena memang nilainilai Islam tersebut tidak menjadi pedoman dalam penanganan klien
ANEMIA DALAM KEHAMILAN
ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Penulis:
Endah Wijayanti, SST., M.Keb.
Ns. Jasmawati, S.Kep., M.Kes.
Bdn. Fara Imelda Theresia Patty, M.Tr.Keb.
Bdn. Puji Handayani , S.ST.,M.Tr.Keb.
Nursari Abdul Syukur, M.Keb.
Bdn. Hj. Rahmawati Wahyuni, M.Keb.
Bdn. Heni Suryani, S.ST., M.Keb.
Ernani Setyawati, SST., M.Keb.
Rabiah Umanailo, S.ST.,M.Keb.
Nurhayati, SST., M.Pd.
ISBN: 978-623-5913-10-0
Tebal: xii + 127 hlm., 21 x 15 cm
Editor: Lili Purnama Sari, S.ST., M.Kes.
Penata Letak: Dandy Rahmat
Penata Sampul: Erika Fauziah
Penerbit
BUGINESE ART
Jalan Krasak No. 5 Kotabaru
Yogyakarta, 55224
Telp. (0274)-821610, HP. 082260022258
Email: [email protected]
ANGGOTA IKAPI No. 131/DIY/201
CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES
Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum [email protected] Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomen
STRATEGI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) E HANDAYANI DALAM PENGEMBANGAN PERILAKU PADA PESERTA DIDIK DENGAN HAMBATAN EMOSI DAN GANGGUAN PERILAKU
Penting untuk menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda. Demikian pula dengan peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku yang memiliki hambatan serta gangguan yang mempengaruhi pada kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pengembangan perilaku untuk peserta didik agar peserta didik dapat bersosialisasi dan memiliki kehidupan sosial yang baik. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan SLB E Handayani dalam pengembangan perilaku peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan metode reduksi data dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan SLB E Handayai dalam menyusun program pengembangan perilaku peserta didik melalui dua cara, yaitu dengan memberikan keteladanan dalam banyak hal seperti cara berpakaian yang rapi dan bersih, datang ke sekolah tepat waktu, dan juga melalui pembelajaran Bina Pribadi Sosial (BPS). Pada program sekolah dalam mengembangkan perilaku peserta didik, sekolah membutuhkan kerja sama dengan pihak yang memiliki kaitan dengan peserta didik ini, misalnya seperti dengan guru kelas, pengasuh asrama, dan juga peksos dari peserta didik tersebut. Kegiatan atau aktivitas peserta didik yang dilakukan dalam upaya untuk mengembangkan perilakunya biasanya berupa upacara apel pagi dan upacara apel sebelum peserta didik kembali ke asrama untuk membentuk disiplin, tata krama, dan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Faktor pendukung pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila peserta didik kooperatif dalam mengikuti instruksi dan juga menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Faktor penghambat pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila keluarga dari peserta didik yang tidak mau berkoordinasi untuk memberikan support kepada peserta didik, hal tersebut akan berdampak kepada peserta didik menjadi tidak percaya diri di linkungan Sentra Handayani. Namun SLB E Handayani punya solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut dengan terus memberikan dukungan kepada siswa dan memberi contoh.
*****
It is important to realize that each student has different needs. Likewise, students with emotional and behavioral disorders have obstacles and disorders that affect their social life. Therefore, it is important to develop behavioral strategies in students so that students can socialize and have a good social life. Based on this, the author conducted this research with the aim of finding out the strategies used by SLB E Handayani in developing the behavior of students with emotional barriers and behavioral disorders. This research uses qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. This research uses descriptive data analysis with data reduction and data triangulation methods. The research results show that SLB E Handayai plans to develop a student behavior development program in two ways, namely by providing examples in many ways such as dressing neatly and cleanly, coming to school on time, and also through learning Social Personal Development (BPS). In school programs to develop student behavior, schools require collaboration with parties related to these students, for example class teachers, dormitory caretakers, and also student social workers. Student activities or activities carried out in an effort to develop their behavior usually take the form of a morning roll call ceremony and an attendance ceremony before students return to the dormitory to form discipline, manners and a sense of responsibility in students. The supporting factor for implementing school strategies in developing student behavior is if students are cooperative in following instructions and also carrying out the tasks given. The inhibiting factor in implementing school strategies in developing student behavior is if the student's family does not want to coordinate to provide support to the student, this will have an impact on students becoming less confident in the Handayani Center environment. However, SLB E Handayani has a solution to overcome these inhibiting factors by continuing to provide support to students and setting an example
Peran Kepala Desa Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pratama Jaya Di Desa Sadar Jaya Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis
ROLE OF THE VILLAGE HEAD IN THE MANAGEMENT OF VILLAGE OWNED ENTERPRISES (BUMDes) PRATAMA JAYA IN THE VILLAGE OF SADAR JAYA THE SIAK KECIL SUB DISTRICT OF BENGKALIS ABSTRACT By FITRI HANDAYANI This study aims to determine the role of the village head in the management of village-owned enterprises (BUMDes) Pratama Jaya in Sadar Jaya village, Siak Kecil district, Bengkalis district, and to find out what factors influence the role of village heads in managing village-owned enterprises (BUMDes) Pratama Jaya. in Sadar Jaya Village, Siak Kecil District, Bengkalis Regency. The type of research used is a qualitative approach with data collection using interview, observation and documentation techniques. Then produce descriptive data in the form of written words, spoken words of people and behavior that can be observed by the author and then make conclusions. The results of this study can provide an overview of how the Role of the Village Head in the Management of Village Owned Enterprises (BUMDes) Pratama Jaya in Sadar Jaya Village, Siak Kecil District, Bengkalis Regency. The informants consisted of the BUMDes Director, BUMDes Supervisor, and the Head of the Savings and Loans Business Unit. Meanwhile, the key informant is the village head. The results of the study can be seen from the research conducted by the author that the pioneering work carried out by the Village Head in the Management of Village Owned Enterprises has not played a role because it can be seen that the indicators implemented are only partially. Actually, the duties and obligations have been explained in the standard operating procedure, but there are several factors that hinder the implementation of BUMDes management. One of the inhibiting factors is the lack of time given by the Village Head in managing BUMDes which has resulted in not carrying out all the duties and obligations of the Village Head as Commissioner of the Pratama Jaya Village Owned Enterprise (BUMDes) and there is a lack of communication between the village head and BUMDes members
- …
