1,720,962 research outputs found

    Gambaran Pengambilan Keputusan Remaja Putri Yang Melakukan Pernikahan Dini Pada Keluarga Penerima Bantuan Sosial BPNT Dan PKH di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang

    No full text
    Pernikahan dini adalah peristiwa pernikahan yang dilakukan oleh anak dibawah 16 tahun pada perempuan, dan dibawah 19 tahun bagi laki laki. Meskipun sudah di tetapkan minimal usia bagi pasangan yang hendak menikah, namun pernikahan dini masih banyak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui gambaran pengambilan keputusan remaja putri yang melakukan pernikahan dini pada keluarga penerima bantuan sosial. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data sendiri dilakukan berdasarkan faktor stressor, indikator ketahanan dan pembuatan keputusan. Teknik pengumpulan data sendiri menggunakan wawancara semi terstuktrur dan observasi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang menikah di bawah 17 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengambilan keputusan ketiga partisipan untuk menikah dini berdasarkan peran orang tua, pengaruh teman sebaya dan juga bentuk tanggung jawab

    Gambaran Cinta Pada Dewasa Awal Korban Perceraian Orang Tua

    No full text
    Divorce is a legal or religious separation between husband and wife. Divorce in the family has an impact on all family members. Children who are victims of their parents’ divorce experience psychological problems in their lives, so that when they grow up, these problems contribute to depicting romantic love relationships with other people. The aim of this research is to find out more deeply about the description of love in early adult victims of parental divorce. This research uses qualitative phenomenological methods on three early adult participants who were victims of parental divorce. The place where this research was conducted was Salatiga City, and Banyubiru Regency. Data were obtained through interview and observation techniques. The results of this study indicate that there is a fear of establishing closeness in love, low self-confidence in making a commitment, and giving effort to maintain a relationship. Based on this, expected that readers will have the awareness to create a positive love relationship

    KEJAWAAN DAN KEKRISTENAN: NEGOSIASI IDENTITAS ORANG KRISTEN JAWA DALAM PERSOALAN DI SEKITAR TRADISI ZIARAH KUBUR

    Get PDF
    Ziarah kubur merupakan tradisi yang melekat dalam tradisi masyarakat Jawa. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud hormat bagi leluhur mereka, namun memiliki pemaknaan akan peristiwa kematian. Bagi orang Jawa persitiwa kematian tidak berarti kepunahan melainkan kesuburan. Orang-orang melakukan ritual ziarah kubur untuk mendoakan dan menyelipkan harapan atau berkah pangestu melalui leluhur mereka. Permohonan ini dipanjatkan tidak hanya melalui leluhur mereka secara pribadi, namun juga leluhur mereka secara komunal yang sering disebut dengan pepunden. Sebagai wujud nyata penghormatan leluhur secara komunal, maka dikenal adanya tradisi slametan, merti desa, dan bahkan dihadirkan melalui pertunjukan wayang kulit. Semua tradisi ini menjadi ritual di sekitar ziarah kubur karena terdapat wujud hormat dan permohonan melalui leluhur mereka, yang semuanya mengarah pada penunjukan identitas manusia Jawa. Tradisi di sekitar ziarah kubur ini tergambar di tengah masyarakat Desa Banyubiru. Sebuah desa yang terletak di lereng gunung Telomoyo dan di dekat Rawa Pening. Kondisi alam semacam ini menyebabkan konsepsi ritual penghormatan leluhur semakin kuat. Namun, di tengah masyarakat Banyubiru muncul usaha purifikasi agama yang hadir melalui ajaran Gereja Kristen Jawa. Ajaran Kristen memandang bahwa setelah kematian tidak ada keterhubungan antara yang masih hidup dengan roh orang meninggal. Orang yang meninggal sudah langsung berada di Surga. Pemahaman ini didasarkan atas teks Alkitab dan tafsiran dari para Pendeta. Jemaat Gereja Kristen Jawa akhirnya harus menegosiasikan identitasnya antara kejawaan dan kekristenan. Untuk melihat mekanisme negosiasi identitas, kajian ini menggunakan pendekatan Foucault tentang panoptikon. Dari hasil kajian yang telah dilakukan ternyata teori panoptikon Foucault masih terbatas. Foucault melihat adanya pengawasan berasal dari satu titik saja atau bersifat tunggal. Dalam kajian ini ternyata ada dua pengawasan yang mempengaruhi negosiasi identitas. Tuhan yang dihadirkan melalui Alkitab sebagai usaha purifikasi dan aturan komunal dalam masyarakat. Akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa usaha purifikasi tidak berhasil secara total. Kegagalan purifikasi ini disebabkan karena pengetahuan jemaat GKJ yang dipengaruhi oleh kekuasaan di sekitarnya, dalam hal ini kekuatan tradisi lokal. Jemaat GKJ tetap melakukan ziarah kubur namun di sisi lain tidak melakukan ritual dan pemaknaan seperti dalam tradisi Jawa

    KEBAHAGIAAN LANSIA ETNIS TIONGHOA: TINJAUAN FENOMENOLOGIS DI PANTI WREDA MERBABU SALATIGA

    No full text
    The population of elderly people (elders) in Indonesia is increasing every year. In 2021, there will be more or less than 7.699 elderly people living in shelters or nursing homes in Central Java. Elderly people who live in shelters or nursing homes certainly come from various ethnicities, including the Chinese ethnic group. The phenomenon found was that Chinese ethnic elders living in nursing homes felt happiness, which was shown by being free from various kinds of mental burdens because their life needs were met. This research aims to look at the happiness experiences of Chinese ethnic elders living in the Merbabu Salatiga nursing home. This research uses qualitative research with phenomenological methods. Data was taken through interviews and observation of two Chinese ethnic elders living in a nursing home. The result of the research found that four themes describe the happiness of Chinese ethnic elderly living in the Merbabu Salatiga nursing home, namely: gratitude is part of happiness, social support brings happiness, adaptation creates happiness, and success builds happines

    Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kebahagiaan Pada Lansia di PPSLU Adi Yuswo Purworejo

    Get PDF
    Menjalani masa akhir perkembangan tidak semua lansia tinggal di dalam keluarga, salah satunya tinggal di panti. Dengan berada di panti mampu membuat lansia merasa bahagia karena tidak perlu mengkhawatirkan tentang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kebahagiaan lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Adi Yuswo Purworejo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh dimana populasi menjadi sampel dengan jumlah partisipan 80 lansia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur dukungan sosial dengan tingkat reliabilitas 0.904 dan alat ukur kebahagiaan dengan tingkat reliabilitas 0.920. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien sebesar 0,058 dengan nilai sig. 0,305 (0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara dukungan sosial dengan kebahagiaan pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Adi Yuswo Purworejo

    HUBUNGAN ANTARA GEGAR BUDAYA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI YANG MERANTAU DI UKSW

    No full text
    Para siswa yang telah menyeleaikan pendidikannya di skolah menengah atas akan cenderung memiliki keingingan untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi atau ke universitas. Mahasiswa yang memilih merantau memiliki harapan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gegar budaya dengan penyesuaian diri pada mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Dalam penelitian ini menggunakan teknik non- probability sampling yaitu quota sampling. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Culture Shock Scale untuk mengukur gegar budaya dan skala penyesuaian diri. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Spearman. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.738 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif signifikan antara gegar budaya dan penyesuaian diri pada mahasiswa Psikologi UKSW yang merantau di Salatiga. Dengan demikian, bahwa semakin tinggi tingkat penyesuaian diri mahsiswa rantau, maka akan semakin rendah tingkat gegar budaya mereka alami. Begitupun sebaliknya, semakin rendah penyesuaian diri mahasiswa rantau, maka akan semakin tinggi gegar budaya yang dialam

    Kejawaan dan Kekristenan: Negosiasi Orang Kristen Jawa Soal Tradisi Ziarah Kubur

    Get PDF
    Ziarah kubur merupakan tradisi masyarakat Jawa. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud hormat bagi leluhur mereka, namun memiliki pemaknaan akan peristiwa kematian. Orang-orang melakukan ritual ziarah kubur untuk mendoakan dan menyelipkan harapan atau berkah pangestu melalui leluhur mereka. Ritual di sekitar ziarah kubur merupakan wujud hormat terhadap leluhur mereka, yang mengarah pada identitas manusia Jawa. Tradisi di sekitar ziarah kubur ini tergambar di tengah masyarakat Desa Banyubiru. Sebuah desa yang terletak di lereng gunung Telomoyo dan di dekat Rawa Pening. Di tengah masyarakat Banyubiru juga muncul usaha purifikasi agama yang hadir melalui ajaran Gereja Kristen Jawa. Ajaran Kristen memandang bahwa setelah kematian tidak ada keterhubungan antara yang masih hidup dengan roh orang meninggal. Orang yang meninggal sudah langsung berada di Surga. Pemahaman ini didasarkan atas teks Alkitab dan tafsiran dari para Pendeta. Oleh karenanya, jemaat Gereja Kristen Jawa menegosiasikan identitasnya antara kejawaan dan kekristenan. Penelitian ini menemukan bahwa usaha purifikasi tidak berhasil secara total. Kegagalan purifikasi ini disebabkan karena pengetahuan jemaat GKJ yang dipengaruhi oleh kekuatan tradisi lokal. Jemaat GKJ tetap melakukan ziarah kubur namun di sisi lain tidak melakukan ritual dan pemaknaan seperti dalam tradisi Jawa

    “Drive Your Career”: Strategi Meningkatkan Adaptabilitas Karier Melalui Pelatihan Karier

    No full text
    Career problems experienced by students may indicate that they do not understand their potential, lack of career information, choose wrong majors, doubt about career choices, and do not have a career yet. The purpose of this study is to determine whether the "Drive Your Career" training method can improve students' career adaptability. The training module was developed by researchers and used an experimental research design "one group pretest posttest design". The sampling method used purposive sampling technique involving 46 students of class IX Junior High School (SMP). Career adaptability was measured using the Career Adaptability Scale. The results show that there is an effect of using the "Drive Your Career" training method to improve career adaptability

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore