26 research outputs found

    Analisis Viktimologi Terhadap Body Shaming Di Media Sosial (Studi Kasus Pada Akun Instagram @viavallen)

    No full text
    Victimology Analyze Of Body Shaming In Social Media (Case Study Of Instagram Account @viavallen) ABSTRACT Elsa Manora Siregar NPM : 177510218 Body shaming is a verbal and nonverbal comment that undoubtedly affects victim”s psychic condition. Body Shaming is a new breed of misrepresentation as a result of misusing negative social networking and can occur in public and public figures. The arrival of the phenomenon body shaming on social media is among the forms of cyberbullying. The study is aimed at figuring out how vicariology analyzed the bdy shaming case that dealth with one public figure on social media of instagram. The methods used in this study are visually criminology, while the subject of the study was chosen was a dangdut singer named via vallen. The results of this study are many of the negative comments via vallen received about his physical forms. Via vallen felt the effects of netizen negative comments. The conclusion of this study, seen from the perspective of victimology, is that body shaming can occur in an unrelated relationship between the perpetrator and the victim. Social media use has been known to incite involvement by others in interacting, either as defenders or abusers. If a victim has little or no response to the incident, the feud tendsto remain calm and undeveloped

    Pengelolaan Dana Bimbingan Haji Pada Masa Pandemi Covid 19 Dalam Persepektif Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah ( Studi Kasus KBIHU As- Sya'roniyah Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon)

    No full text
    Elsa Manora. NIM 1708202039, “PENGELOLAAN DANA BIMBINGAN HAJI PADA MASA PANDEMI COVID 19 BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 8 TAHUN 2019 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI DAN UMRAH (Studi Kasus KBIHU AS-SYA’RONIYAH Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon)”. 2022. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima, hal ini kewajiban bagi umat islam yang secara fisik dan finansial mampu untuk melakukan perjalanan ke baitullah. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia merupakan negara terbesar dalam mengirimkan Jemaah haji dan umrahnya sepanjang sejarah. Fenomena wabah baru yaitu Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Menteri Agama Republik Indonesia mengumumkan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2020. Dalam KBIHU Asy-Sya’roniyah adanya Pembatalan pemberangkatan haji pada tahun 2020 perlu adanya juga bimbingan haji untuk persiapan pada tahun 2021, Dana bimbingan haji hanya dipungut satu kali, untuk pemantapan bimbingan haji tentu perlu adanya dana sedangkan dana anggaran bimbingan haji sudah digunakan sebelum masa pandemi covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah: “Bagaimana Pengelolaan dana Bimbingan Haji pada masa pandemi covid 19 berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 2019 di KBIHU Asy-Sya’roniyah.” Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif data yang dikumpulkan dengan cara interview (wawancara), observasi, dokumentasi dan dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Adapun hasil dari penelitian ini Pengelolan dana bimbingan haji pada masa pandemi covid 19 di KBIHU Asy-Sya’roniyah dalam pengelolaanya cukup baik, Pada masa pandemi calon Jemaah haji hasil kesepakatan bersama membayar dana iuran kembali untuk bimbingan haji karena dana anggaran bimbingan haji sebelum pandemi sudah digunakan. Berdasarkan pasal 33 undang-undang nomor 8 tahun 2019 mengenai pembiayaan bimbingan haji seharusnya menjadi tanggung jawab dari KBIHU. Akad pembiayaan dana bimbingan haji berdasarkan hukum ekonomi syariah yang paling sesuai adalah menggunakan akad ijàrah dan isthisna’. Kata kunci: Dana Bimbingan Haji, Masa Pandemi dan KBIHU Asy- Sya’roniya

    Doppler Lidar observations over a high altitude mountainous site Manora Peak in the central Himalayan region

    No full text
    The RAWEX-GVAX field campaign has been carried out from June 2011 to March 2012 over a high altitude site Manora Peak, Nainital (29.4 degrees N; 79.2 degrees E; 1958 m amsl) in the central Himalayas to assess the impacts of absorbing aerosols on atmospheric thermodynamics and clouds. This paper presents the preliminary results of the observations and data analysis of the Doppler Lidar, installed at Nainital. Strong updrafts with vertical winds in the range of similar to 2-4 ms(-1) occurred during the daytime and throughout the season indicating thermally driven convection. On the other hand during nighttime, weak downdrafts persisted during stable conditions. Plan Position Indicator scan of Doppler Lidar showed north-northwesterly winds in the boundary layer. The mixing layer height, derived from the vertical velocity variance, showed diurnal variations, in the range similar to 0.7-1 km above ground level during daytime and very shallow during nighttime

    MEMPELAJARI PEMBENTUKAN ADDUCT ANTARA BENZ[a]ANTHRACENE TERSUBSTITUSI ETIL DAN METIL DIOL EPOKSIDA DENGAN ADENIN MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AM1

    No full text
    Analisis pembentukan adduct dari reaksi antara benz(a)anthracene tersubstitusi etil dan metil diol epoksida dengan adenin telah dilakukan menggunakan metode semiempiris AM1, karena diketahui bahwa senyawa benz(a)anthracene merupakan salah satu derivat Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) yang memiliki sifat karsinogen. Substitusi gugus metil di berbagai posisi dapat meningkatkan atau menurunkan aktivitas karsinogen. Posisi 6,7 dan 6,8 diketahui memiliki aktivitas karsinogen. Ada tiga kemungkinan posisi terbentuknya adductyaitu pada N substituen, N cincin lima, dan N cincin enam. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa adenin 13 merupakan tautomer adenin relatif paling mungkin terbentuk dengan nilai energi total relatif paling rendah yaitu -40797,884879 kcal/mol. Posisi 6,8 relatif paling mungkin membentuk adduct dibandingkan posisi 6,7. Adduct akan relatif paling mungkin terbentuk pada posisi N cincin enamdengan nilai energi total relatif paling rendah yaitu -121190,730137 kcal/mol. Nilai transfer muatan (N)menunjukkan bahwa adenin 14 bertindak sebagai akseptor elektron dan benz(a)anthracenediol epoksida bertindak sebagai donor elektron dalam pembentukan adduct antara keduanya. Kata kunci: adduct, tautomer adenin, benz(a)anthracene, diol epoksida, metode semiempiris AM1

    PERANCANGAN SISTEM PERHITUNGAN BEP (BREAK EVEN POINT) BERBASIS VISUAL BASIC 2010 PADA PO YOANDA PRIMA PALEMBANG

    No full text
    Sistem perhitungan BEP (Break Even Point) sangat penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan perencanaan laba dengan baik. Perhitungan BEP dapat dilakukan dengan data historis, dan data taksiran untuk periode yang akan datang. Tujuan dari penulisan Laporan Akhir ini untuk merancang sebuah sistem perhitungan Break Even Point berbasis Visual Basic 2010 pada PO Yoanda Prima Palembang. Jenis dan sumber data yaitu data primer melalui hasil wawancara dan data sekunder berupa dokumen. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data selama penelitian adalah metode studi lapangan dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Adapun peran sistem perhitungan Break Even Point berbasis Visual Basic 2010 yaitu sebagai salah satu sistem untuk mempermudah para pimpinan manajemen dalam menentukan pengambilan keputusan. Perhitungan BEP bertujuan untuk mengetahui hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, harga jual, laba yang diharapkan dan volume penjualan, serta memberikan informasi mengenai Margin of Safety. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa perolehan laba tiap bulan pada PO Yoanda Prima Palembang mengalami fluktuasi sehingga diperlukan perhitungan BEP yang cepat dan akurat menggunakan suatu sistem. Melalui sistem ini, diharapkan PO Yoanda Prima dapat melakukan perencanaan laba dengan baik dan memberikan pelatihan bagi karyawan yang akan mengoperasikan sistem perhitungan BEP yang telah dibuat

    MOTIVASI ORANG TUA MEMILIH PONDOK PESANTREN SEBAGAI SARANA PEMBINAAN MORAL ANAK (STUDY KASUS PONDOK PESANTREN THAWALIB SRIWIJAYA PALEMBANG)

    No full text
    Tema penelitian ini diambil karena melihat fenomena yang terjadi pada orang tua tentang kekhawatiran terhadap moral anaknya. Motivasi orang tua menjadi salah satu kekuatan yang besar bagi masa depan anak. Pembinaan moral juga penting melihat maraknya kasus kriminal yang terjadi. Maka oleh sebab itulah orang tua memilih pondok pesantren sebagai sarana pembinaan moral bagi anaknya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan dekriptif kualitatif. Metode pengumpulan datanya antara lain; observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Apa motivasi orang tua lebih memilih Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang sebagai sarana pembinaan moral bagi anak? (2) Bagaimanakah Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang dalam membina moral santri? (3) Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang dalam membina moral santri? Temuan ini menunjukkan bahwa (1) motivasi orang tua lebih memilih pondok pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang sebagai sarana pembinaan moral bagi anak meliputi dua jenis motivasi yaitu motivasi intrinsic. (2) pondok pesantren Thawalib Sriwijaya Palembang dalam membina moral santri. (3) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam membina moral

    Pengaruh Pelatihan terhadap Pemahaman Materi Konseling Kelompok dengan Pendekatan Realitas pada Guru Bimbingan dan Konseling

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan konseling kelompok terhadap pemahahaman Guru Bimbingan dan Konseling. Metode penelitian  yang digunakan adalah  metode  eksperimen  dengan  rancangan  pra  eksprimen  One  Group    Pretest-Post  test Design. Subjek penelitian penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling yang mengikuti pelatihan konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan realitas pada pengabdian masyarakat dosen prodi bimbingan dan konseling. Adapun jumlahnya adalah 30 orang yang terdiri dari 16 orang guru bimbingan dan konseling SMP/MTS, dan 14 SMA/SMK di indralaya ogan ilir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Tes diberikan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji t-tes (paired sample T tes). Hasil dari penelitian Skor rata rata pretest 14,5 dan standar deviasi 4,0 sedangkan skor rata rata pada post test 17,9 dengan standar deviasi 4,3. Hasil uji t diperoleh t hitung= -6,89. Hasil uji t hitung  yang diperoleh 6,89 lebih besar dari t tabel  2,04 dengan 0.00 < 0.05 dalam taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh pelatihan terhadap pemahaman materi konseling kelompok pada guru bimbingan dan konseling

    Pengaruh Penerapan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa SMP St.Thomas 1 Medan

    No full text
    The study aimed to determine the effect of applying a contextual approach to students' critical thinking skills in mathematics on cube and beam material. This research is a quasi-experimental quantitative research design with pretest-posttest control group design. The population in this study were eighth-grade students at Junior High School of  St. Thomas 1 Medan. The sample in the study was selected by random sampling consisting of the experimental class (VIII-D) and the control class (VIII-E). The pretest and posttest results were analyzed using the normality and homogeneity test and the results showed that the samples were normally distributed and homogeneous. Furthermore, a correlation and regression test was conducted to describe the relationship between contextual approaches and students' critical thinking skills. Based on correlation and regression analysis, the results obtained that the application of the contextual approach has a positive effect with the correlation coefficients of the experimental class and the control class respectively 0.914 and 0.860 and the coefficient of determination is 83.5% and 73.9% respectively. So that the application of a contextual approach has a better effect on students' critical thinking skills compared to conventional learning. Based on the results of the calculation of the test of the difference in the two average mathematical critical thinking skills obtained by tcount = 2.113 &gt; ttable = 1.99, then the hypothesis Ho is rejected. So it is concluded that the average increase in critical thinking skills of students who get learning with contextual approaches is higher than students who get conventional learning

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI PERJUANGAN PARA TOKOH MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

    No full text
    Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dan mendeskripsikan aktivitas guru dalam pembelajaran IPS materi perjuangan para tokoh memepertahankan kemerdekaan dengan menerapkan model pembelajaran Word Square. Model pembelajaran Word Square adalah jenis pembelajaran inovatif yang menggunakan kotak-kotak yang berupa teka-teki silang sebagai alat dalam proses belajar mengajar. Hasil belajar IPS adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa baik berupa afektif, kognitif, psikomotor yang diperolehnya setelah mendapat atau menerima pengalaman belajar IPS. Hipotesis yang diajukan adalah hasil belajar IPS dan ketrampilan guru dengan diterapkannya model pembelajaran Word Square materi perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan pada kelas V SD 5 Klaling dapat meningkat. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di kelas V SD 5 Klaling dengan subjek penelitian guru kelas V dan siswa kelas V yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Variabel bebas yaitu model pembelajaran Word Square dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan tes. Analisis data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian terdapat peningkatan hasil belajar IPS siswa pada materi perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan Indonesia yaitu pada ranah kognitif siklus I (65,90%) siklus II menjadi (76,1%), ranah afektif siklus I (72,5%) menjadi (85%) pada siklus II, ranah psikomotorik siklus I (68,09%) menjadi (83,20%) pada siklus II. Peningkatan tersebut didukung ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran siklus I (72%) siklus II menjadi (80,16%) melalui model pembelajaran word square dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan kelas V SD 5 Klaling. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelas V SD 5 Klaling dapat disimpulkan bahwa penggunaan model word square dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi perjuangan paratokoh mempertahankan kemerdekaankelas V. Peneliti menyarankan dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran word square adalah dnegan meningkatkan ketrampilan guru dan aktivitas siswa

    Analisis Kesesuaian Penerapan Siskeudes dalam Pengelolaan Dana Desa

    No full text
    This study aims to analyze the suitability of the application between the stages of village financial management according to Permendagri No. 20 of 2018 with the stages of village fund management in Karangtengah Village, Tuntang District, Semarang Regency by using the Siskeudes application. This research is a qualitative descriptive study. This type of research data was obtained from primary data that is data obtained from interviews and documentation. Qualitative analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results and discussion of this study indicate that the stages of Permendagri village financial management No. 20 of 2018 with the stages of village fund management starting from the stages of planning, implementation, administration, reporting and accountability through the Siskeudes application in Karangtengah Village are appropriate and are generally well implemented and running smoothly until now .. However, there are differences in inputting to the National Secretariat and manual components not inputted in the National Secretariat but it does not make the process of village fund management in the National Secretariat and accountability hampered because the National Secretariat also complements the attachments
    corecore