33 research outputs found
Meningkatkan perhatian siswa pada mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran make-match (Mencari pasangan) di kelas V SD Pertiwi Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
vii+67hlm.;29c
PENGEMBANGAN MODUL TERMOKIMIA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DILEGKAPI DENGAN PERTANYAAN PROBING DAN PROMPTING KELAS XI TINGKAT SMA/MA
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis pendekatan saintifik dilengkapi dengan pertanyaan probing and prompting pada materi dan mengungkapkan tingkat validitas dan praktikalitas dari modul yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Educational Design Resesarch (EDR) dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tigas tahap yaitu (1) Penelitian Pendahuluan (Preliminary Research), (2) Fase Pengembangan (Prototyping Phase), (3) Fase Penilaian (Assessment Phase). Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar wawancara dan angket dalam bentuk lembar validitas dan praktikalitas yang dianalisa dengan momen kappa (k). Hasil uji validitas diperoleh momen kappa 0,82 dengan kevalidan tinggi. Hasil uji praktikalitas pada small grup diperoleh momen kappa 0,87 dengan kepraktisan sangat tinggi. Hasil uji praktikalitas pada field test diperoleh momen kappa 0,86 berdasarkan angket respon guru dengan kepraktisan sangat tinggi dan diperoleh momen kappa 0,90 berdasarkan angket respon siswa dengan kepraktisan sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul termokimia berbasis pendekatan saintifik kelas XI SMA/MA valid dan prakti
The Utilization of Virtual Laboratory in Learning: A Meta-Analysis
This study aimed to analyze the use of technology in the form of virtual laboratories in learning, including: (1) problems that cause the use of virtual laboratories in learning, (2) variables that are influenced by the use of virtual laboratories in learning, and (3) Scientific fields that utilize virtual laboratories in learning. The research method used was a meta-analysis with a sample of 30 international journal articles. Data collection was done by collecting similar scientific articles related to virtual laboratories and then analyzing them. The results of this meta-analysis study indicate that the main problem that causes the use of virtual laboratories in learning is the low understanding of students' concepts of learning topics. Furthermore, the variable most affected by the use of virtual laboratories is student achievement. Finally, the scientific field that most often utilizes virtual laboratories in learning is Physics
Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Tingkat II Kota Banda Aceh
viii+67hlm.;29c
MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE-MATCH (MENCARI PASANGAN) DI KELAS V SD PERTIWI LAMGAROT KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR
Kata kunci : Pehatian, Aktivitas, Model Make - MatchSalah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih perhatian dan aktif dalam proses belajar mengajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran Make-Match (mencari pasangan) agar siswa dapat belajar sambil bermain agar tidak jenuh dan mengantuk. Untuk menguji permasa lahan tersebut peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah dengan model pembelajaran Make-Match (mencari pasangan) pada pelajaran IPS dapat meningkatkan perhatian siswa. (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pelaksanaan model pembelajaran Make-Match (mencari pasangan) pada pelajaran IPS materi masa persiapan kemerdekaan. Penelitian dilakukan pada siswa SD Pertiwi Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, namun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Instrumen dari penelitian ini adalah : observasi, tes dan angket perhatian siswa.Pelaksanaan penelitian terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan, tindakan, obeservasi, dan refleksi (dalam 3 siklus). Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data ini menunjukan pada siklus Pertama materi usaha- usaha mempersiapkan kemerdekaan,tingkat perhatian siswa 40,0 % aktivitas guru mencapai rata-rata 60% ( cukup ) aktivitas siswa 42,8 % ( kurang ) data hasil tes 52,3 % ( secara klasikal tidak tuntas ) hasil angket 40,0 % ( sangat kurang ) Pada siklus kedua dengan materi perlunya perumusan dasar Negara, tingkat perhatian siswa mencapai 91,7 % ( sangat baik ) aktivitas guru meningkat mencapai rata-rata 95%( sangat baik ) aktivitas siswa 76,2 % ( baik ) data hasil tes 85,7 % ( secara klasikal dalam katagori tuntas ) hasil angket 91,7 % ( sangat baik ) pada siklus ketiga pada materi peranan beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan,tingkat perhatian siswa mencapai rata-rata 98,5 % ( meningkat /sangat baik ) aktivitas guru mencapai rata-rata l00 % ( sangat baik / berhasil ) aktivitas siswa rata-rata 97,7 % ( sangat baik / berhasil ) data hasil tes secara klasikal 95,2 %( tuntas) hasil angket 98,5 % ( berhasil meningkatkan perhatian siswa ) dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make-Match (mencari pasangan) dapat meningkatkan perhatian dan aktivitas siswa kelas V SD Pertiwi Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar terhadap pelajaran IPS
Peningkatan Aktivitas dan Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Berbantuan Media Quipper School Di Kelas X Multimedia SMK
Isolasi Flavonoid Dan Uji Bio Aktivitas Dari Terung Pirus (Cyphomandra Betacea (Cav.) Sendtn)
This research was a flavonoid isolation to determine the characteristics and the bioactivities of the Cyphomandra betacea (Cav) Sendtn. Flavonoid was known as a compound which contribute to physiological and pharmacological values to human. The compound was found in angiospermae, gymnospermae, and pteridopita. The flavonoid was also presumed can be used as a dyer and to protect human as medicines. The method of isolation by using maceration with methanol, then was fractionated by using n-hexane and ethyl acetate. Ethyl acetate fraction seperated column chromatography by silica-gel 60, treated n-hexane: ethyl acetate and ethyl acetate: methanol as eluen. The purity of fraction was identified by KLT and the melting point. Pure flavonoid (58.1 mg) as white yellow needle crystal obtained has the interval range melting point as much 168. 4 to 169.90C. The bioactivity test of the flavonoid shows that the flavonoid function as antibacteria, but not function as antifungy. The flavonoid was assumed as O-glycoside flavon with OH at C-5, C-3', C-4' and prenil at C-6
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA TOPIK IKATAN KIMIA
Menguasai sains dan teknologi adalah kunci penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan sains memainkan peran penting dalam mempersiapkan siswa yang dapat berpikir kritis, kreatif, logis, dan mengambil inisiatif dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa berbasis masalah pada topik ikatan kimia. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yaitu terdiri dari tahap define, design, develop and disseminate. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Lembar kerja yang dikembangkan divalidasi oleh enam orang ahli dan uji praktikalitas oleh 25 orang siswa SMA Negeri 1 Batang Kapas, Pesisir Selatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Cohen’s Kappa Formula. Uji validitas menyatakan lembar kerja siswa yang dikembangkan memiliki kategori validitas yang sangat tinggi. Uji praktikalitas siswa tentang lembar kerja siswa yang dikembangkan menunjukkan kategori yang sangat tinggi dan uji praktikalias guru memperoleh kategori kepraktisan yang sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembar kerja pembelajaran berbasis masalah pada topik ikatan kimia adalah valid dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri
Development of Chemical Equilibrium E-Module Guided by 5E Instructional Model with Interactive Virtual Laboratory
E-module is a form of electronic teaching material that can be used independently, with each learning activity connected by a link. 5E Instructional Model is a learning model that was developed based on constructivism learning, where students construct their own knowledge and are actively involved in every stage of the learning process. This study aims to develop a chemical equilibrium e-module based on an integrated 5E instructional virtual laboratory, as well as to determine the level of validity and practicality. The development of the e-module is carried out through the Plomp model stage which consists of 3 stages, namely preliminary research, prototyping phase, and assessment phase. The assessment instruments used are observation sheets and questionnaires. The results showed that the e-module developed was valid and practical so that it could be used in the learning process.Keywords: e-modul, 5E instructional model, chemical equilibriumDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i1.pp256-26
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA TOPIK IKATAN KIMIA
Menguasai sains dan teknologi adalah kunci penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan sains memainkan peran penting dalam mempersiapkan siswa yang dapat berpikir kritis, kreatif, logis, dan mengambil inisiatif dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa berbasis masalah pada topik ikatan kimia. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yaitu terdiri dari tahap define, design, develop and disseminate. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Lembar kerja yang dikembangkan divalidasi oleh enam orang ahli dan uji praktikalitas oleh 25 orang siswa SMA Negeri 1 Batang Kapas, Pesisir Selatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Cohen’s Kappa Formula. Uji validitas menyatakan lembar kerja siswa yang dikembangkan memiliki kategori validitas yang sangat tinggi. Uji praktikalitas siswa tentang lembar kerja siswa yang dikembangkan menunjukkan kategori yang sangat tinggi dan uji praktikalias guru memperoleh kategori kepraktisan yang sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembar kerja pembelajaran berbasis masalah pada topik ikatan kimia adalah valid dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri
