171 research outputs found

    TRANSISI UMUR 30 TAHUN PADA PEREMPUAN DI DESA X NUSA TENGGARA BARAT YANG MENIKAH DI USIA DINI

    No full text
    ABSTRAK   Fitriani, Elis. 2012. Transisi Umur 30 Tahun pada Perempuan di Desa X Nusa Tenggara Barat yang Menikah di Usia Dini. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  (1) : Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.   Kata kunci : transisi umur 30, perempuan, menikah usia dini   Transisi umur 30 tahun merupakan suatu periode perkembangan yang berada di antara tahap settling down dan tahap memasuki dunia dewasa. Transisi umur 30 tahun ini dapat berjalan lancar maupun krisis, disebabkan oleh tahap perkembangan sebelumnya terkait dengan adanya pengambilan keputusan untuk menikah di usia dini. Keputusan tersebut akan memberikan beberapa dampak khususnya bagi perempuan. Lokasi dalam penelitian ini terletak di desa X Nusa Tenggara Barat. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, kemudian observasi dan studi dokumen. Adapun subjek dalam penelitian ini merupakan perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 2 orang. Sedangkan Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap apakah perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat yang menikah di usia dini mengalami krisis ketika berusia 30 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat mengalami perkembangan yang krisis. Adanya perekmbangan yang krisis ini diukur melalui aspek-aspek, yakni ketidaksesuaian antara dream dan life structure, adanya konflik, kurangnya keinginan untuk melibatkan orangtua dalam perkembangan dream, dan berkeinginan untuk melakukan perubahan terkait dengan dream dan life structure. Krisis tersebut dialami oleh kedua subjek penelitian sebelum memasuki periode transisi umur 30 tahun. Kedua subjek penelitian mengalami perkembangan yang krisis, sehingga memutuskan untuk menikah di usia dini. Kemudian, ketika memasuki periode transisi umur 30 tahun, kedua subjek penelitian juga mengalami krisis dengan bentuk yang berbeda dari krisis sebelumnya. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini: (1) masyarakat khusunya orangtua dapat memberikan dukungan baik secara emosional maupun finansial dalam perkembangan dream perempuan, khususnya bagi perempuan yang mengalami krisis agar mampu melewati masa krisisnya. (2) Bagi Perempuan yang menikah di usia dini di desa X Nusa Tenggara Barat, hendaknya mempersiapakan diri secara emosional dan kognitif dalam menghadapi kemungkinan adanya krisis sebelum maupun ketika berusia 30 tahun (3) Bagi perempuan usia di bawah 20 tahun di desa X Nusa Tenggara Barat,hendaknya berusaha memperjuangkan kehidupan yang sesuai dengan harapan dan melatih problem solving, (4) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian dengan subjek yang lebih banyak dan karakteristik sama agar menambah gambaran mengenai transisi umur 30 tahun pada perempuan yang menikah di usia dini

    Transisi Umur 30 Tahun pada Perempuan di Desa X Nusa Tenggara Barat yang Menikah Di Usia Dini

    No full text
    ABSTRACT Fitriani, Elis. 2012. Transisi Umur 30 Tahun pada Perempuan di Desa X Nusa Tenggara Barat yang Menikah di Usia Dini. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) : Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.Kata kunci : transisi umur 30, perempuan, menikah usia diniTransisi umur 30 tahun merupakan suatu periode perkembangan yang berada di antara tahap settling down dan tahap memasuki dunia dewasa. Transisi umur 30 tahun ini dapat berjalan lancar maupun krisis, disebabkan oleh tahap perkembangan sebelumnya terkait dengan adanya pengambilan keputusan untuk menikah di usia dini. Keputusan tersebut akan memberikan beberapa dampak khususnya bagi perempuan. Lokasi dalam penelitian ini terletak di desa X Nusa Tenggara Barat.Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, kemudian observasi dan studi dokumen. Adapun subjek dalam penelitian ini merupakan perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 2 orang. Sedangkan Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap apakah perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat yang menikah di usia dini mengalami krisis ketika berusia 30 tahun.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan di desa X Nusa Tenggara Barat mengalami perkembangan yang krisis. Adanya perekmbangan yang krisis ini diukur melalui aspek-aspek, yakni ketidaksesuaian antara dream dan life structure, adanya konflik, kurangnya keinginan untuk melibatkan orangtua dalam perkembangan dream, dan berkeinginan untuk melakukan perubahan terkait dengan dream dan life structure. Krisis tersebut dialami oleh kedua subjek penelitian sebelum memasuki periode transisi umur 30 tahun. Kedua subjek penelitian mengalami perkembangan yang krisis, sehingga memutuskan untuk menikah di usia dini. Kemudian, ketika memasuki periode transisi umur 30 tahun, kedua subjek penelitian juga mengalami krisis dengan bentuk yang berbeda dari krisis sebelumnya. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini: (1) masyarakat khusunya orangtua dapat memberikan dukungan baik secara emosional maupun finansial dalam perkembangan dream perempuan, khususnya bagi perempuan yang mengalami krisis agar mampu melewati masa krisisnya. (2) Bagi Perempuan yang menikah di usia dini di desa X Nusa Tenggara Barat, hendaknya mempersiapakan diri secara emosional dan kognitif dalam menghadapi kemungkinan adanya krisis sebelum maupun ketika berusia 30 tahun (3) Bagi perempuan usia di bawah 20 tahun di desa X Nusa Tenggara Barat,hendaknya berusaha memperjuangkan kehidupan yang sesuai dengan harapan dan melatih problem solving, (4) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian dengan subjek yang lebih banyak dan karakteristik sama agar menambah gambaran mengenai transisi umur 30 tahun pada perempuan yang menikah di usia dini

    ANALISIS TUGAS SEKRETARIS DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS KERJA PADA HUMAN CAPITAL DIVISION PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO),TBK

    Get PDF
    Dita Fitriani. , 2009. 8143097528. Analysis of Secretary duties on the effectiveness of work in the Human Capital Division of PT Bank Tabungan Negara (Limited), tbk. DIII Studies Program Secretary. Department of Economics and Administration. Faculty of Economics. State University of Jakarta. This study aims to determine the secretarial duties as well as any problems encountered in it. In this thesis the writer uses the descriptive analysis by the methods of collecting data through observation and literature study. Based on the observation that the author looks at the effectiveness of the secretary's office on the Human Capital Division of PT Bank Tabungan Negara (Limited), tbk is not optimal yet, it can be seen from the following indications of a problem as lack of skills of secretaries on the implementation of routine secretarial duties, lack of expertise in using time efficiently as well as facility is inadequate in handling the phone. Therefore, it is recommended that the secretary was chosen based on their secretariat educational background, given the need for training or education on the implementation of secretarial duties, the need for expertise in using time efficiently, and the secretary should make a phone message sheets and a list of extension numbers. Keyword: The duties of the secretary, the role of secretary, the effectiveness o

    TINJAUAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PENGELOLAAN MINYAK DAN GAS DI INDONESIA

    No full text
    2015Nur Fitriani Khairunnisa (B111 11 266). Observation of International Law towards Management of Oil and Gas in Indonesia. Guided by Juajir Sumardi and Birkah Latif.\ud This research aims to determine the regulations of international law and the national law on the management of oil and gas in Indonesia. This research was conducted in field research method, to find out the primary data through interviews with several resources who have competent research above objects, also used literature research method to find out the secondary data through the documents related to the object of research.\ud The result of the research showed from the view point of international regulations, no one convention which regulated about oil and gas in specific. However, the implementation of the cooperation contract adopting the system of national sovereignty, so in the implementation, each country has a different forms of practice according to the development of the contract system of oil and gas (Concession System, Service Contract, Pure Service Contract, Risk Service Contract and Production Sharing Contract (PSC is predominantly used)). Nevertheless Indonesia has the national legal regulations, Constitution Number 22 of 2001 on Oil and Gas, and there have been some government regulations on oil and gas management in Indonesia.\ud Based on the results of the research, the author formulates the necessary of international regulation which regulate the contract system in general of the management of oil and gas, so this regulation can be ratified, implemented and can be more profitable for the countries and the companies that engage in the cooperation. The application of the constitution in Indonesia needs to be more assertive and clear, so it will not rise a polemics between the parties which concerned, also the maximum supervision to the parties which directly involved in the management of oil and gas in Indonesia

    PENGGUNAAN ALAT BANTU AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM IRAMA PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD N JAMBANAN III SRAGEN TAHUN AJARAN 2016/2017

    Get PDF
    ABSTRACT RAHAYU DINA FITRIANI. K4613115. THE USE OF AUDIO VISUAL AID TO IMPROVE LEARNING OUTCOME OF RHYTHMIC GYMNASTIC IN THE 4TH GRADERS OF SD N JAMBANAN III SRAGEN IN THE SCHOOL YEAR OF 2016/2017. Thesis, Surakarta : Teacher Training and Education Faculty of Surakarta Sebelas Maret University, May 2017. The objective of research was to find out the effect of audio visual learning aid in rhythmic gymnastics in individual movement (male and female steps) can improve the competency result of the 4th graders of SD N Jambangan III Sragen in the school years of 2016/2017. The study was Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in two cycles, each of which consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was the 4th graders of SD N Jambangan III Sragen, consisting of 22 students: 15 girls and 7 boys. The data source of research derived from teacher, author, and students. Techniques of collecting data used were observation with conventional assessment including affective, cognitive (written response in the form of test), and psychomotor (performance) aspects of rhythmic gymnastic in individual movement series (male and female steps). Data analysis was conducted using a descriptive technique based on qualitative analysis with percentage technique. The result of research showed that the audio visual learning media could improve the students’ learning outcome of rhythmic gymnastic from cycle I to cycle II. From the result of analysis, it could be seen the improvement from cycle I to cycle II. The learning outcome of students’ rhythmic gymnastic showed that 59.1% (13) of 22 students passed successfully in cycle I. This figure increased to 90.9% (20) of 22 students passing successfully. Considering the result of research, it could be concluded that the use of audio visual learning media could improve learning outcome of rhythmic gymnastic in the 4th graders of SD N Jambanan III Sragen in the school year of 2016/2017. Keywords: learning outcome, rhythmic gymnastic, audiovisual learning medi

    HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR PADA PERSALINAN FISIOLOGIS DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM Studi di BPS Ny.Yuliana,Amd.Keb Banjaranyar Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan 2015

    No full text
    Berat bayi lahir merupakan faktor resiko yang meningkatkan kejadian perlukaan perineum. Semakin besar bayi yang dilahirkan beresiko terjadinya rupture perineum. Di BPS Ny.Yuliana masih tinggi angka kejadian rupture perineum 60,3% ibu bersalin fisiologis. Peneliti bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum. Persalinan fisiologis masih beresiko  terhadap kejadian rupture perineum.Desain penelitian menggunakan Analitik observasional pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ibu bersalin fisiologis sebanyak 25 responden. Jumlah sampel sebanyak 24 responden, diambil dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitiannya adalah patograf. Variabel independent berat badan bayi baru lahir dan variabel dependent kejadian rupture perineum. Analisa Data korelasional, Data yang diperoleh diolah  menggunakan SPSS dengan uji Koefisien kontingensi tingkat kemaknaan p&lt;0,05.Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya responden. Kejadian rupture perineum terbesar pada berat badan normal 2500-3500gram 90,5%, yang mengalami rupture perineum terkecil pada berat badan kecil&lt;2400gram 0%. Kemudian dilakukan uji statistik koefsien kontingensi didapatkan Ch=0,487 Ct= 0.024 lalu dibandingkan dengan nilai  p&lt;0,05 hasilnya Ho ditolak.Kesimpulan penelitian yakni ada hubungan antara berat badan bayi baru lahir pada persalinan fisiologis dengan kejadian rupture perineum. Kejadian ruptur perineum tidak hanya terjadi disebabkan berat badan bayi, ada beberapa faktor yang mengakibatkan ruptur yaitu perineum kaku dan elastisitas perineum. Maka diharapkan ada penelitian berikutnya yang meneliti tentang berat badan yang mengakibatkan ruptur.Keywords: Berat Badan Bayi Baru lahir, Ruptur Perineum Spontan</jats:p

    Author Guidelines

    No full text

    Author Guidelines

    No full text

    Author Guidelines

    No full text

    Author Guidelines

    No full text
    corecore