1,720,967 research outputs found
Rancang Bangun Robot Transformer (Humanoid dan Mobil)
Seiring berkembangnya teknologi, banyak dampak buruk yang dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dikarenakan selalu bermain smartphone. Robot transformer umumnya masih jarang untuk dikembangkan di bidang robotika. Oleh karena itu, dirancang Robot transformer yang memiliki kemampuan untuk melakukan transformasi dari bentuk humanoid ke mobil dan dapat bertransformasi dari bentuk mobil menjadi humanoid. Robot transformer ini bertransformasi dengan cara memasukkan kedua buah lengan, kemudian menjatuhkan diri dan selanjutnya telapak kaki robot diangkat. Robot yang akan dirancang digerakkan oleh motor servo, dan dikontrol dengan remote control. Robot transformer dapat dikontrol pada saat mode humanoid ataupun mobil. Gerakan robot ini meliputi robot berjalan, robot bergeser, transformasi robot dan pengendalian robot dalam mode mobil. Dalam bentuk mobil robot ini dapat melakukan pergerakan belok kiri,kanan, bergerak maju dan mundur. Sensor Accelerometer dimanfaatkan untuk mendeteksi ketika robot terjatuh. Dengan diciptakannya robot transformer, anak-anak dapat bermain robot sekaligus belajar hal-hal yang lebih bermanfaat. Hal ini juga membantu mengembangkan ide dan kreativitas mereka dalam perkembangan robotika.  Rata rata waktu yang perlukan untuk melakukan gerakan transform dari humanoid menjadi mobil 2,96 detik. Rata rata waktu yang perlukan untuk melakukan gerakan transform dari mobil menjadi humanoid 8,12 detik.Â
Ekstraksi Ciri Nodul Payudara Pada Citra Ultrasonografi Berdasarkan Fitur Posterior Menggunakan Metode Block Difference
Pemeriksaan USG merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan untuk skrining kanker payudara namun hasilnya sangat subjektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu mendiagnosa keganasan kanker payudara dari berbagai parameter, salah satunya parameter posterior. Ciri posterior yang digunakan ada tiga kelas yaitu posterior enhancement, posterior shadow dan no feature. Dalam beberapa kasus posterior, ciri dari posterior shadow dan no feature memiliki karakteristik yang sangat mirip. Hal ini membuat para ahli radiologi menilai berbeda.Â
Penelitian ini mengusulkan metode sederhana yaitu dengan mengekstraksi arean yang diduga memiliki ciri posterior dan ciri latar belakang. Dataset yang digunakan terdiri atas 121 citra USG payudara yang dikelompokan menjadi 84 kasus posterior enhancement, 16 kasus posterior shadow , dan 21 kasus no feature. Tahap awal, pra pengolahan citra nodul kanker payudara dimulai dengan mem-filter citra yang telah di-crop menggunakan adaptive median filter. Pra pengolahan citra USG payudara dilakukan untuk menghilangkan noise, marker dan label. Kemudian melakukan proses segmentasi. Citra hasil segmentasi di ekstraksi ciri dengan cara pengambilan nilai rata-rata intensitas dari area bawah nodul citra dengan metode block difference. Hasil klasifikasi citra nodul payudara menggunakan metode block difference mampu mencapai akurasi 86,78%
Perancangan dan Implementasi Sistem Pemesanan dan Monitoring Transaksi di Restoran Berbasis Smartphone
Penelitian ini didasari oleh alasan untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap para pelanggan sebuah restoran pada saat menampilkan menu dan melakukan pesanan. Sistem yang akan dibangun adalah sebuah sistem yang terdiri dari tiga bagian yaitu E-menu, aplikasi bagian dapur dan aplikasi monitoring transaksi. E-menu adalah aplikasi yang digunakan untuk melihat menu dan melakukan pemesanan, aplikasi bagian dapur diperuntukkan bagi staf dapur yang mampu menampilkan pesanan yang telah dilakukan dan mengubah status pesanan yang sudah selesai disiapkan. Sedangkan aplikasi monitoring transaksi adalah aplikasi yang mampu memantau transaksi yang sudah dilakukan pada aplikasi E-menu. Pengujian aplikasi ini dilakukan dengan metoda black box dan mengacu pada skenario use case yang telah dirancang sebelumnya. Hasil dari pengujian yang dilakukan, aplikasi yang dibangun mampu berfungsi dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan dengan tingkat keberhasilan 100%
Sistem Kendali Hidrogen Pada HCl Burner Menggunakan Controller Yokogawa
The hydrogen control system is a hydrogen control system in the HCl manufacturing process. This control is needed to control the presence of hydrogen over capacity or low capacity in the HCl burner, resulting in product failure. Hydrogen is one of the first steps for making HCl, which needs to be considered for its parameters, consisting of a control valve, flow transmitter, and pressure transmitter. In this study, a controller can be operated to adjust the hydrogen control valve line opening on the HCl burner. Then to find out the set point value of hydrogen entering the HCl burner, 2 transmitters measure flow and pressure. Furthermore, the signal measured by the transmitter will provide feedback so that the flow and pressure values appear on the controller. To ensure that the parameter data has been observed by comparison between the data on the system and the actual data in the field. From the observational data of this control system, the need for hydrogen for the initial stage of HCl production can be carried out within 1 hour with the control valve opening parameter of 34%, so that by opening the control valve it is known that the flow transmitter indication is 34 kg/hour and the transmitter pressure is 9kPa, so from flow and pressure indications can be used for later stages of the HCl manufacturing process
Pengaruh Jumlah Tranduser Pieszoelektrik Terhadap Efektifitas Proses Pencucian Mangkuk menggunakan Metode Ultrasonik
Wisata kuliner mie ayam dan bakso mudah dijumpai di sekitar kita. Biasanya para pedagang mie ayam dan bakso menggunakan mangkuk yang relatif sama yaitu mangkuk cap ayam jago. Umumnya para pedagang mie ayam dan bakso masih mencuci mangkuk-mangkuk secara manual. Oleh karena itu muncul ide untuk merancang alat pencuci mangkuk otomatis. Pencucian mangkuk menggunakan metode ultrasound. Proses dari alat pencuci mangkuk otomatis berawal dari mangkuk diumpan menggunakan konveyor. Mangkuk disemprot terlebih dahulu menggunakan pompa air yang diatur solenoid valve, kemudian mangkuk masuk ke dalam bak pencuci, air dalam bak akan digetarkan dengan frekuensi tinggi oleh ultrasound tranducer. Getaran tersebut akan menggetarkan partikel air yang akan bergerak dengan kecepatan tinggi. Gerakan ini layaknya penggosokan manual pada mangkuk, sehingga melunturkan kotoran pada mangkuk. Setelah beberapa waktu, mangkuk dikeluarkan dari bak pencuci dan dibilas kembali dengan semprotan air yang diatur menggunakan solenoid valve. Mangkuk yang telah dibilas dioper menuju rak penyusun menggunakan konveyor. Kapasitas pencucian yang dihasilkan alat pencuci mangkuk otomatis ini adalah 12 mangkuk bersih per menit
Sepeda Treadmill Menggunakan Penggerak Motor Listrik
Bicycle Treadmill is a two-wheeled bicycle and has a treadmill that uses a brushless motor as the power of the treadmill bike. A treadmill bike is used with a rider walking on a treadmill that has been provided. The speed of a treadmill bike can be adjusted as desired by adjusting the brushless motor speed using the throttle gas provided on the treadmill bicycle handlebars. The treadmill is not only flat, but there is also a slope angle that can help relieve the treadmill when the rider rides a treadmill bike and increases the treadmill\u27s launch power. This aims to facilitate users when using a treadmill bike like a treadmill in a fitness center. A treadmill that has a battery capacity of 52 Volts can travel a maximum distance of up to 38.4 Km. Brushless motor with 350 Watts of power can be driven by riders with a maximum weight of 115 Kg. The brushless motor that is used on treadmill bikes requires a current average of 4.362 A with a starting current of 10.776 A. Based on the times, bicycle treadmill is the latest development of sports methods from ordinary bikes or electric bikes that are no longer pedaled but walk or run on a treadmill provided.Sepeda Treadmill adalah sepeda beroda dua dan memiliki treadmill yang memanfaatkan motor brushless sebagai daya gerak dari sepeda treadmill. Sepeda treadmill digunakan dengan seorang pengendara yang berjalan diatas treadmill yang telah disediakan. Kecepatan sepeda treadmill dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengatur kecepatan motor brushless menggunakan throttle gas yang disediakan pada setang sepeda treadmill. Pada bagian treadmill tidak hanya datar namun juga terdapat sudut kemiringan yang dapat membantu meringankan treadmill ketika pengendara mengendarai sepeda treadmill dan menambah daya luncur treadmill. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna pada saat menggunakan sepeda treadmill layaknya treadmill yang ada pada tempat kebugaran/fitness. Sepeda treadmill yang memiliki kapasitas baterai 52 Volt dapat menempuh jarak maksimal hingga 38.4 Km. Motor brushless dengan daya 350 Watt dapat dikendarai oleh pengendara dengan berat maksimal 115 Kg. Motor brushless yang digunakan pada sepeda treadmill membutuhkan rata-rata arus sebesar 4.362 A dengan arus start 10.776 A. Berdasarkan perkembangan zaman, sepeda treadmill merupakan pengembangan metode olahraga yang terbaru dari sepeda biasa ataupun sepeda listrik yang tidak lagi dikayuh melainkan berjalan ataupun berlari pada treadmill yang disediakan
Efektivitas Vertical Screw Sebagai Feeder Mangkuk Kotor Pada Mesin Pencuci Mangkuk Ototmatis
The bowl feeder is a tool feeder for the process of separating the bowls one by one from the stack arranged vertically and then the bowl will cross the conveyor. Some industries have created screw and pneumatic methods for feeding plastic bowl. However, the existing type of bowl beside plastics there are also ceramics. Ceramic bowl are widely used for culinary. In this final project a bowl feeder device has been made where the process is by placing a dirty bowl in the container so that the bowl will pass one by one to 4 screws which are driven by a dc torque motor which functions for the separation process from the stack. Next, after the bowl reaches the conveyor, it will cross to get to the washing process which is driven by a dc torque motor. The feeder speed can be adjusted using pulse width modulation so it can have variations of speed in the feeder bowl process to get to the washing process. This feeder is able to feed 1411,7 bowl per hour using combination speed of 80 rpm screw motor and 135 rpm conveyor motor
Optimasi Bagian Lifting Mesin Shrink Dalam Rangka Menurunkan Downtime Pada Unit Packing Produk
Kaca merupakan material yang banyak ditemui dikehidupan sehari-hari, yang biasanya berupa botol, glassblock, kaca mobil, kaca lembaran dan berbagai macam produk kaca lainnya. Proses produksi kaca terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pencampuran bahan baku, peleburan, pencetakan, pendinginan, pengecekan kualitas, dan packing sebelum sampai kepada customer. Proses packing sangat berpengaruh untuk menjaga kualitas botol dari cacat dan kotoran. Mesin yang berfungsi untuk melakukan packing adalah mesin Shrink.
Terdapat masalah pada mesin Shrink yang mengakibatkan downtime dan pallet roboh berefek membuat botol reject yang membahayakan pekerja. Berdasarkan report trouble, trouble lifting mesin shrink menyebabkan downtime sebesar 820 menit dan menghasilkan botol reject sebesar 6407 pcs. Salah satu penyebabnya adalah kayu pallet yang jebol ketika diangkat oleh lifting mesin Shrink, dan trouble pada sistem hidrolik. Jika terus dibiarkan maka akan mengganggu proses produksi di departemen packing.
Setelah dilakukan Improvement, didapatkan hasil sebagai berikut:
Downtime Mesin Shrink berkurang, yang awalnya 820 menit menjadi 0 menit.
Tidak ditemukan terjadinya Pallet yang roboh, sehingga Jumlah botol Reject yang awalnya sebanyak 6407 pcs berkurang menjadi 0 pcs.
Tidak terjadi kendala keterlambatan saat pengiriman Produk akibat downtime lifting mesin shrink, dibuktikan dengan menurunnya tingkat downtime sebesar 100%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
