1,721,081 research outputs found
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PELAKSANAAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN GUGUS SARWO EDI WIBOWO KABUPATEN PURWOREJO
Permasalahan pada kelas IV di SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo menunjukkan hasil belajar IPS masih rendah. Berdasarkan wawancara dengan guru, didapatkan hipotesis bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah motivasi belajar dan pelaksanaan blended learning. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menguji hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo; (2) menguji hubungan antara pelaksanaan blended learning dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo; (3) menguji hubungan antara motivasi belajar dan pelaksanaan blended learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini berjumlah 109 siswa kelas IV SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sebanyak 109 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi, dan wawancara. Uji prasyarat analisis dengan menggunakan uji normalitas, linieritas, dan multikolinieritas. Sedangkan teknik analisis data dengan statistik deskriptif, analisis korelasi sederhana, analisis korelasi ganda, uji F, dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS siswa, kontribusi variabel motivasi belajar ternasuk dalam kategori kuat, dengan Nilai rhitung > rtabel yaitu 0,604 > 0,1882, berkontribusi sebesar 36,5%; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelaksanaan blended learning dengan hasil belajar IPS siswa, kontribusi variabel blended learning termasuk dalam kategori kuat, dengan Nilai rhitung > rtabel yaitu 0,654 > 0,1882, dan berkontribusi sebesar 42,7%; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan pelaksanaan blended learning secara bersama-sama terhadap hasil belajar IPS siswa, kontribusi variabel motivasi belajar dan blended learning terhadap hasil belajar IPS tersebut termasuk dalam kategori kuat, dengan Nilai rhitung lebih > rtabel yaitu 0,6542 > 0,1882, dan berkontribusi sebesar terhadap hasil belajar sebesar 42,7%.
Simpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan pelaksanaan blended learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo. Saran dalam penelitian ini yaitu siswa diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan blended learning dan motivasi belajar untuk meningkatkan hasil belajar
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR BAHASA JAWA KELAS IV SD GUGUS SARWO EDI WIBOWO PURWOREJO
Motivasi belajar dan bimbingan belajar orang tua merupakan beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) menguji hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar
dengan hasil belajar bahasa Jawa siswa kelas IV SD Negeri Gugus Sarwo Edi
Wibowo. (2) menguji hubungan yang positif dan signifikan antara bimbingan
belajar orang tua dengan hasil belajar bahasa Jawa siswa kelas IV SD Negeri
Gugus Sarwo Edi Wibowo. (3) menguji hubungan yang positif dan signifikan
antara motivasi belajar dan bimbingan belajar orang tua secara bersama-sama
dengan hasil belajar bahasa Jawa siswa kelas IV SD Negeri Gugus Sarwo Edi
Wibowo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 116 siswa kelas IV SD Gugus
Sarwo Edi Wibowo Kabupaten Purworejo. Teknik sampel yang digunakan adalah
sampel jenuh dengan sampel sebanyak 116 siswa. Teknik pengumpulan data
menggunakan angket untuk variabel motivasi belajar dan bimbingan belajar
orang tua, dokumentasi dan wawancara dilakukan untuk memperoleh data hasil
belajar siswa. Teknik analisis data, terdiri atas analisis statistik deskriptif, uji
prasyarat analisis, dan analisis data akhir menggunakan uji korelasi sederhana, uji
korelasi ganda, uji F, dan uji determinasi.
Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar
Bahasa Jawa kelas IV dengan hasil penelitian yang menunjukkan rhitung > rtabel
yaitu 0,976 > 0,182. (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
bimbingan belajar orang tua dengan hasil belajar Bahasa Jawa kelas IV dengan
hasil penelitian yang menunjukkan rhitung > rtabel yaitu 0,948 > 0,182. (3) terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan bimbingan
belajar orang tua secara bersama-sama dengan hasil belajar Bahasa Jawa siswa
kelas IV dengan hasil penelitian yang menunjukkan rhitung > rtabel yaitu 0,979 >
0,182.
Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan
signifikan antara motivasi belajar dan bimbingan belajar orang tua dengan hasil
belajar bahasa Jawa kelas IV SD Gugus Sarwo Edi Wibowo Purworejo. Saran
bagi guru, sekolah dan orang tua hendaknya dapat meningkatkan motivasi dan
bimbingan belajar secara teratur kepada siswa sehingga dapat meningkatkan hasil
belajar siswa
Representasi Patriotisme dalam Film Saving Private Ryan (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Patriotisme dalam Film)
Representasi Patriotisme dalam Film Saving Private Ryan
(Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Patriotisme dalam Film)
Abstrak
Sarwo Edi Wibowo
1204110045
Film berfungsi sebagai media yang digunakan sebagai hiburan serta menyebarkan edukasi. Hingga saat ini banyak para sineas film yang membuat film bertemakan patriotisme. Hal ini disebabkan karena banyaknya penikmat film yang menyukai film yang mengangkat sisi patriotik. Film Saving Private Ryan ini bercerita tentang perjuangan delapan orang tentara yang mempunyai misi menyelamatkan satu orang tentara. Perjuangan ini dianggap para pasukan tentara tersebut tidak sebanding dengan pengorbanan nyawa mereka. Perubahan zaman membuat pergeseran makna dari patriotisme itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konotasi, denotasi serta mitos patriotisme yang direpresentasikan dalam film Saving Private Ryan. Penelitian ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes yang menganalisis dalam dalam dua tahapan yaitu denotasi dan konotasi. Kemudian didukung dengan literatur komunikasi massa serta literatur dimensi serta jenis-jenis patriotisme yang bertujuan agar penelitian ini memiliki landasan berpikir teoritis. Denotasi merupakan makna sesungguhnya yang terlihat, sedangkan konotasi merupakan makna yang tersembunyi atau secara tersirat. Unit analisis yang dipakai dalam penelitian ini yaitu dari adegan serta dialog yang terdapat dalam film Saving private Ryan. Dari penelitian ini, secara denotasi film Saving Private Ryan menceritakan perjuangan sekelompok tentara untuk mempertahankan bangsanya. sedangkan secara konotasi ditemukan pemahaman mengenai patriotisme dalam artian yang sempit. Patriotisme disini masih terbatas pada profesi, pengorbanan jiwa serta kekerasan.
Kata kunci: Saving Private Ryan, Patriotisme, Semiotika, Roland Barthe
Tinjauan hukum Islam terhadap praktek pesanan barang di percetakan Mediaffa jl. Sarwo Edi Wibowo Plamongan Sari RT. o3/ RW. o3 Kec. Pedurungan Kota Semarang
Jual beli istishna’ yaitu jual beli secara pesanan, dalam fiqih sering disebut jual beli yang barangnya belum ada ataupun masih dalam proses. Mediaffa merupakan suatu tempat percetakan produksi barang cetak yang belum jadi. yang pada umumnya dilakukan dengan cara pesanan (istishna’). Dalam transaksi jual beli, tidak menutup kemungkinan salah satu pihak melakukan pelanggaran atau tidak memenuhi kewajibannya. Jual beli pesanan barang tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak, akan tetapi salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya yaitu tidak menyerahkan barang sesuai dengan pesanan konsumen. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktek pesanan barang di Percetakan Mediaffa Jl. Sarwo Edi Wibowo Plamongan Sari Rt.03/ Rw.03 Kec. Pedurungan Kota Semarang. Dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap praktek pesanan barang di Percetakan Mediaffa Jl. Sarwo Edi Wibowo Plamongan Sari Rt.03/ Rw.03 Kec. Pedurungan Kota Semarang.
Dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. sumber datanya diperoleh langsung dari subyek penelitian. Sedangkan metode analisisnya adalah deskriptif analisis.
Hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan menunjukkan bahwa jual beli secara pesanan barang yang belum ada merupakan jual beli yang diperbolehkan. Wanprestasi akad pesanan barang di Percetakan Mediaffa merupakan suatu pelanggaran atas kontrak perjanjian jual beli. Isi dari perjanjian jual beli tersebut sudah jelas dan disepakati oleh masing-masing pihak, dalam perjanjian jual beli tersebut memuat hak dan kewajiban dari masing-masing pihak, akan tetapi salah satu pihak yaitu Percetakan Mediaffa tidak memenuhi kewajibannya (tidak membuatkan atau mencetakkan kembali atas kesalahan cetak barang pesanan). Menurut hukum Islam dalam kasus tersebut Percetakan Mediaffa harus dikenai ganti rugi karena telah ingkar janji dengan tidak melakukan pembuatan barang sebagaimana yang diperjanjikan. Dalam Islam, janji adalah sesuatu yang sakral dan harus ditepati
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BACA DENGAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SDN GUGUS SARWO EDI WIBOWO KABUPATEN PURWOREJO
Hasil belajar IPS sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal
siswa. Berdasarkan data awal penelitian diketahui persentase ketuntasan belajar
IPS di SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo
adalah 41,5% dari 133 siswa terdapat 62 siswa yang telah mencapai KKM sisanya
71 siswa belum mencapai KKM.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemanfaatan sumber
belajar, (2) mendeskripsikan minat baca (3) mendeskripsikan hasil belajar IPS (4)
untuk menguji hubungan antara pemanfaatan sumber belajar dan hasil belajar IPS.
(5) untuk menguji hubungan antara minat baca dan hasil belajar IPS. (6) untuk
menguji hubungan pemanfaatan sumber belajar dan minat baca dengan hasil
belajar IPS (7) untuk menentukan besarnya kontribusi pemanfaatan sumber
belajar dengan hasil belajar IPS. (8) untuk menentukan besarnya kontribusi minat
baca dengan hasil belajar IPS. (9) untuk menentukan besarnya kontribusi
pemanfaatan sumber belajar dan minat dengan hasil belajar IPS.
Penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Sampel penelitian yaitu
seluruh siswa kelas V SDN Gugus Sarwo Edi Wibowo Kecamatan Bayan
Kabupaten Purworejo yang berjumlah 86 siswa. Pengambilan sampel menggunakan
teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
teknik tes dan nontes. Pengujian hipotesis menggunakan uji product moment
dengan bantuan program SPSS versi 21.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan (1) skor rata-rata pemanfaatan
sumber belajar sebesar 63,7% dengan kategori tinggi (2) skor rata-rata minat baca
sebesar 64,7% dengan kategori tinggi (3) nilai rata-rata hasil belajar IPS yaitu
60,8 dengan kategori cukup baik (4) besarnya korelasi antara pemanfaatan sumber
belajar dan hasil belajar yaitu 0,503 (rhitung 0,503 > rtabel 0,213) dengan nilai
konstribusi sebesar 25,3% dan korelasi antara minat baca dan hasil belajar yaitu
0,667 (rhitung 0,667 > rtabel 0,213) dengan nilai konstribusi 44,3%. Sedangkan
korelasi ganda antara pemanfaatan sumber belajar dan minat baca dengan hasil
belajar adalah 0,694 (rhitung 0,694 > rtabel 0,213) dengan nilai konstribusi 48,2%.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat
(1) adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan sumber belajar dan hasil
belajar IPS, (2) adanya hubungan yang signifikan antara minat baca dan hasil
belajar IPS, (3) adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan sumber
belajar dan minat baca dengan hasil belajar IPS. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi pertimbangan guru dalam meningkatkan kualitas belajar siswa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
