14 research outputs found
Mahbub Djunaidi : Studi Pemikiran Tentang Khittah Plus NU Tahun 1987
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi: 1). Bagaimana riwayat hidup Mahbub Djunaidi? 2). Bagaimana kondisi politik NU pasca Khittah NU 1926? 3). Bagaimana pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus?. Untuk menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan metode sejarah dengan pendekatan biografis-historis dan menggunakan teori partisipasi politik, langkah-langkah yang digunakan yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, agar dalam penelitian ini dapat tercapai tujuan: 1). Mengetahui bagaimana riwayat hidup Mahbub djunaidi. 2). Mengetahui kondisi politik NU pasca Khittah NU 1926. 3). Mengetahui bagaimana pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus. Dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa (1). Mahbub Djunaidi yang lahir di Jakarta pada 27 juli 1933 dari pasangan H. Djunaidi dengan ibu Muchsinati merupakan tokoh besar dalam dunia jurnalistik, organisasi dan politik. Pada usia muda Mahbub sudah aktif dalam dunia organisasi NU dan pada tahun 1960 menjadi anggota DPR-GR/MPRS dari fraksi partai NU. Mahbub Djunaidi meninggal di Bandung pada 1 Oktober 1995 pada usia 63 tahun. (2). Dinamika yang terjadi setelah adanya Khittah adalah ketidakjelasan sikap NU apakah NU meninggalkan politik praktis ataukan NU masih ada hubungan dengan PPP, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tokoh NU yang berada dalam kepengurusan partai PPP, kemudian muncul ketegangan politik antara NU dan PPP yang kemudian disusul dengan aksi penggembosan suara PPP oleh para tokoh NU untuk menjaga kenetralan politik dalam tubuh NU.(3). Pada tahun 1987 tepatnya pada Munas dan Konbes NU di Cilacap, muncul pemikiran Mahbub Djunaidi tentang Khittah Plus yang menginginkan NU menjadi partai politik kembali, latar belakang pemikirannya adalah karena masih banyaknya tokoh NU yang masih berada di PPP, NU hanya dijadikan alat pendulang suara bagi partai-partai lain dan menurut Mahbub politik merupakan satu-satunya cara efektif untuk mencapai tujuan. Dampak yang timbul dari pemikiran Mahbub Djunaidi antaranya mempertegas identitas NU bahwa NU benar-benar meninggalkan politik praktis yang dilakukan pada muktamar ke 28, tetapi juga membuka peluang bagi para politisi untuk tetap berpolitik praktis
Digital service development strategy in Ganesa Library, SMA Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta
In the current digital era, libraries must develop digital-based services to remain relevant and meet users' increasing demands for fast and easily accessible information. This study investigates the strategic development of digital services at the Ganesa Library, the challenges encountered, and the measures taken to address them. Employing a qualitative research design with a case study approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving the principal, head of the library, and librarians as key informants. Data validity was ensured through the triangulation of techniques and sources, while data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicated that the digital service development strategy comprised three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning phase included needs assessment, goal formulation, feasibility analysis, budgeting, and establishing partnerships. During implementation, the library identifies specific digital services to be developed and delegates operational responsibilities. Evaluation was conducted through the identification of challenges and annual performance reviews. Major challenges faced included limited financial resources, shortage of qualified personnel, inadequate IT skills among librarians, and low utilization of existing digital services. To address these issues, the library organized workshops and seminars that promoted teamwork, encouraged effective communication, and adopted flexible budgeting strategies. These strategic efforts aim to enhance the quality and effectiveness of the Ganesa Library’s digital services, ensuring their continued relevance and responsiveness to users’ needs in the digital age
Konsep Hak Asasi Manusia Telaah Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili
The principal purpose of human rights are for encourage human’s innate freedom and authority. Therefore, human rights which basic and fundamental are the key in rising of humans responsibility to taking care of each other. These purposes are in accordance with Islamic concept specifically with tawhid concept, which is the most principal teaching in Islam. On performing research entitled “Konsep Hak Asasi Manusia Telaah Tafsir Al – Munir Karya Wahbah Zuhaili” author aims to study human rights values contained in Tafsir Al – Munir by Wahbah Zuhaili. Wahbah Zuhaili is one of contemporary Islamic scholar with honest and extensive knowledge. Therefore, in order to analyze this exquisite book, author undergo with maudu’i method throughout studying Al – Quran verses thematically, while collecting data from Wahbah Zuhaili’s books as primary reference, and another books which support the usage of Quranic verses related with human rights as secondary reference. Then, to study human rights related Quranic verses, author used an approach to maqasid syari’ah which involve : freedom of religion and belief, right to life, right to marry and reproduce, and right to economical freedom. The result of this research, are known that human rights in Tafsir Al – Munir by Wahbah Zuhaili has value which can be implemented on solving human rights issues nowadays till future, for example: freedom of religion, right to life, right and freedom to justice, dan private freedom
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Tanaman Sereh dengan Menggunakan Pelarut Metanol, Aseton, dan N-Heksana
Sereh (Cymbopogon winterianus) adalah salah satu tanaman rempah, biasa digunakan sebagai bumbu masakan, dan obat-obatan. Minyak sereh secara umum digunakan untuk pengusir nyamuk, akan tetapi dewasa ini minyak sereh juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan, misalnya: dapat meregangkan otot yang kaku, dan sebagai penambah nafsu makan. Minyak atsiri dari sereh dapat dihasilkan dengan berbagai metode misalnya ekstraksi. Keuntungan dari metode ini adalah tidak membutuhkan suhu yang tinggi, sehingga minyak tidak akan mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis pelarut, dan waktu ekstraksi terhadap yield minyak atsiri yang dihasilkan, mengetahui senyawa-senyawa/komponen kimia yang terdapat dalam minyak sereh, dan selain itu juga untuk mengetahui kadar air, kadar abu yang terdapat dalam tanaman sereh. Mula-mula sereh dikecilkan ukurannya menjadi sekitar ¼ x ¼ x ¼ cm, ditimbang sebanyak 40 gram, sereh kemudian diekstrak selama beberapa jam (2, 4, 6 ,8 ,10 jam) menggunakan jenis pelarut yang berbeda (n-heksana, metanol, dan aseton) sebanyak 400 mL. Untuk proses pemurnian, pelarut dipisahkan dari minyak atsiri menggunakan rotary evaporator. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa metanol menghasilkan yield minyak atsiri lebih besar (6,73%) dibandingkan dengan aseton (3,15%) dan n-heksana (0,44%), dan mengekstrak lebih banyak komponen kimia seperti senyawa neral, geranial, β-myrcene, sitronellal, dan limonene
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG KENTANG BERBENTUK STICK
Penelitian ini merupakan rancang bangun mesin pemotong kentang. Tujuan akhir dari pembuatan mesin adalah produksi kentang berbentuk dadu. Dalam perencanaan mesin akan diproses untuk menghasilkan potongan kentang berbentuk stick. Desain mesin dibuat dengan dimensi 660 mm x 800 mm x 710 mm menggunakan motor listrik ½ Hp. Sistem penurunan putaran menggunakan pulley dan belt 1:2 dan diteruskan gearbox dengan rasio 1:40, cara kerja mesin adalah memutar poros engkol untuk menggerakan piston/penekan kentang dengan putaran 17,5 rpm. Penelitian dilakukan 3 kali dengan 1000 gram kentang dengan rata-rata hasil terpotong baik sebanyak 702 gram, tidak berhasil 27 gram, tertinggal 271 gram. Kapasitas produksi mesin pemotong kentang berbentuk stick ini mampu memotong sebanyak 20,29 kg/jam dengan efisiensi produksi mesin sebesar 70,02%.This research is a design of a potato cutting machine. The ultimate goal of making the machine is the production of potato cubes. In planning the machine will be processed to produce stick-shaped potato pieces. The machine design is made with dimensions of 660 mm x 800 mm x 710 mm using an electric motor ½ Hp. The system of lowering the rotation uses a pully and belt 1: 2 and continued with a gearbox with a ratio of 1:40, the way the engine works is to rotate the crankshaft to move the piston / potato suppressor with a rotation of 17.5 Rpm. The study was conducted 3 times with 1000 grams of potatoes with an average yield of 702 grams of good cut, 27 grams unsuccessful, 271 grams behind. The production capacity of this stick-shaped potato cutting machine is capable of cutting as much as 20.29 kg / hour with a machine production efficiency of 70.02%
Embedded Control System of DC Motor Using Microcontroller Arduino and PID Algorithm
The development of technology has a positive effect on the trade sector, creating smartphones that can be utilized in all activities combined with the internet network. Activity that is currently growing is a mobile trader in the city of Pekanbaru. This development caused much competition, for example, in the Pekanbaru city area, especially in Sialangmunggu village. Traders around is difficult to find consumers because consumers do not have precise location and time information. Therefore, researchers aim to design and build applications by utilizing the functions of google maps and GPS (Global Positioning System) where the Algorithm to be applied is the A* algorithm whose function is to find the nearest location between buyers to mobile merchants, to accommodate data from mobile merchants where buyers can know the nearest position of the traveling merchant. Process analysis will be divided into running analysis that discusses the workings of the process of mobile traders and buyers in the field. Then the proposed system analysis of the analysis will be made by the author to maximize the process on the current analysis. By making analysis and design, the author will know the needs needed in the creation of the system. The result of using method A* is applied to displaying the merchant's route with the user, and the result can provide the fastest route to get to the trader. The use of method A* is also done to find the trader whose location is closest to the user's location, and the result can display the nearest trader
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilakukan di kelas IV salah satu Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang, dengan jumlah subjek penelitian 40 siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapat gambaran tentang pengaruh penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) terhadap peningkatan pemahaman konsep perubahan lingkungan fisik daratan dan keterampilan proses sains pada siswa SD kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian One-group pretest-postest design. Untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah penerapan model CLIS digunakan tes pemahaman konsep dengan jumlah soal sebanyak 15 soal pilihan ganda, sedangkan untuk mengukur keterampilan proses sains siswa digunakan tes keterampilan proses sains dengan jumlah soal sebanyak 15 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukan: (1) penerapan model pembelajaran CLIS memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan pemahaman konsep, hal ini ditunjukan oleh nilai effect size sebesar 2,60. (2) terjadi peningkatan pemahaman konsep dalam kategori sedang sebagai efek dari penggunaan model CLIS yang ditunjukan oleh rerata N-gain sebesar 0,60. (3) penerapan model pembelajaran CLIS memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa, hal ini ditunjukan oleh nilai effect size sebesar 2,78. (4) terjadi peningkatan keterampilan proses sains siswa dalam kategori sedang sebagai efek dari penggunaan model pembelajaran CLIS yang ditunjukan oleh rerata N-gain sebesar 0,61. Penulis merekomendasikan beberapa hal yang penting dalam pelaksanaan model CLIS diantaranya adalah manajemen waktu pelaksanaan model pembelajaran CLIS dengan cara memperketat alokasi waktu tiap tahapan model CLIS, manajemen kelas dengan mengkondisikan siswa, mengkondisikan penggunaan media, memperjelas lembar kerja siswa, dan menyesuaikan soal pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa supaya mudah dipahami siswa, sehingga model CLIS dapat dijadikan alternatif pembelajaran di Sekolah Dasar. This research was conducted in the IV grade in Primary School located in District Cibugel Sumedang Regency, by the number of research subjects 40 students. This study was conducted to get an idea of the effect of the application of learning models Children Learning In Science (CLIS) to increase understanding of the concept of change in the physical environment mainland and science process skills in IV grade elementary students. The method used is pre-eksperimental research design One-group pretest-postest design. To measure the students' understanding of concepts before and after implementation of CLIS models used to test understanding of concepts about the amount of 15 multiple choice questions, whereas to measure students' science process skills to use science process skills test with a number of problems as much as 15 multiple choice questions. The results showed: (1) application learning models of CLIS provide a strong influence on an increased understanding of the concept, this is indicated by the value of the effect size of 2,60. (2) increased understanding of the concept in the medium category as the effects of the use of models CLIS shown by the average of the N-gain of 0,60. (3) CLIS application of learning models provide a strong influence on the improvement of students' science process skills, this is indicated by the value of the effect size of 2.78. (4) increased students' science process skills in the medium category as the effects of the use of the learning model CLIS shown by the average of the N-gain of 0.61. The author recommends some of the essentials in the implementation of CLIS models include time management implementation CLIS learning model in a way to tighten the allocation of time for each stage of the model CLIS, classroom management by conditioning students, conditioning the use of media, clarify the student worksheets, and adjust the matter of understanding of the concept and science process skills of students so easy to understand students, CLIS so that the model can be used as an alternative learning in primary school
Pembuatan Film Dokumenter “Bukan Gangster” Melalui Implementasi Teknik Pengambilan Gambar Dan Teknik Editing Pada Komunitas Motor Sobbisco
Abstract: Multimedia is the use of computers to create and combine text, graphics, audio, video and animation to incorporate tools that allow users to navigate, interact, create and communicate. At the present time have been able to develop a multimedia information process to be more dynamic and effective documentary is the development of the concept of non - fiction films in the documentary which contains the facts and contains the subjectivity of the author, meaning that what is on the record is based on facts. Based on the observation of the author to the public, most people considered the motorcycle community as well as a motorcycle gang. Public less sympathetic to the existence of the motorcycle community disturbing public order. The purpose of this research is to give an explanation of what is called the motorcycle community will obey traffic rules through a good documentary so that people will understand the real sense of community motors goal is to give an explanation of what is called the motorcycle community will obey traffic rules through a good documentary so that people will understand the real sense of community motors. Abstrak: Multimedia adalah penggunaan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video dan animasi dengan menggabungkan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Pada masa sekarang ini multimedia telah dapat mengembangkan proses penyampaian informasi menjadi lebih dinamis dan efektif Film dokumenter adalah perkembangan dari konsep film non fiksi dimana dalam film dokumenter mengandung fakta dan mengandung subyektivitas para pembuatnya, artinya bahwa apa yang di rekam memang berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan observasi penulis kepada masyarakat yaitu,komunitas motor dianggap kebanyakan orang sama halnya sebagai geng motor. Masyarakat kurang simpatik dengan keberadaan komunitas motor yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Tujuan penilitian ini adalah memberi penjelasan mengenai apa yang dinamakan komunitas motor yang taat akan peraturan lalulintas melalui film dokumenter yang baik agar masyarakat paham akan pengertian komunitas motor yang sebenarny
TUGAS AKHIR PERANCANGAN KOMIK ONLINE TENTANG CARA MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN BIJAK PADA REMAJA SMA USIA 15-17 TAHUN
Remaja adalah fase perkembangan dari anak-anak ke arah kedewasaan. Dalam
perkembangannya, remaja tidak lepas dari lingkungan tempat mereka bersosialisasi bersama
teman sebaya termasuk di media sosial (Instagram, Twitter, Facebook). Remaja bersosialisasi
dengan teman sebaya biasanya dengan cara mengirim pesan, upadate status, membuat
komentar, konten dan membagikan postingan. Permasalahan utama dari remaja hari ini adalah
tentang kebiasaan mengupload konten sensitif yang menyinggung SARA dan beberapa kasus
remaja yang melanggar melanggar UU ITE ketika menggunakan media sosial hanya demi
menaikkan popularitas pribadi. Disamping itu, masih ada kecenderungan remaja saat ini suka
membuat konten saling sindir di media sosial dengan bahasa yang kurang sopan. Hal ini dapat
dilihat dari beberapa kasus pelanggaran UU ITE seperti kasus remaja menghina agama islam
dengan membuat konten lagu diskotik di masjid, kasus remaja mengomentari polisi, Postingan
IG Polresta Padang dengan Kata-kata Tak Senonoh, karena sakit hati terjaring razia dan kasus viral
rebutan pacar dan saling sindir di media sosial. Karena banyaknya kasus pelanggaran media sosial pada
remaja, maka diperlukan media literasi yang mudah diakses dan mudah dipahami oleh remaja. Media
literasi komik online merupakan media yang cocok untuk menyampaikan pentingnya hati hati dalam
menggunakan media sosial dikarenakan komik online mudah diakses dan dapat memuat pesan
menjadi lebih ringkas melalui bentuk cerita yang menarik
Pada perancangan ini metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data
primer menggunakan metode menyebarkan kuesioner melalui google form sekitar 100 audiens
remaja SMA. Wawancara mendalam melaui beberapa pihak yaitu psikolog ibu Ibu Wanda
Rahma Syanti, M. Psi., Author webtoon Mas Aan Setiawan Aditnya, dan perwakilan pihak
audiens laki-laki dan perempuan yang memiliki karakteristik suka membaca komik. Mira Aulia
Alamanda Hizamsya Cheva Ma'rufano dan observasi aplikasi baca komik online. Pengumpulan
data sekunder bersumber dari beberapa studi literatur berita, jurnal dan ebook yang membahas
media sosial.
Pada perancangan ini menggunakan metode analisis metode kualitatif deskriptif yaitu
merupakan metode untuk menyimpulkan suatu data, kemudian memilah data-data tersebut
menjadi satuan konsep tertentu, kategori tertentu dan tema tertentu. Dari proses pengumpulan
data dan analisis data maka hasil yang didapatkan berupa keyword “batasan berekspresi dan
berkomunikasi di media sosial” yang memiliki makna batasan dalam berekpresi dan
berkomunikasi ketika bercerita, membuat konten , batasan dalam menanggapi konten di media
sosial seperti berkomentar, berbagi postingan dll.
Dengan adanya perancangan komik online ini,maka diharapkan remaja mudah memperlajari
pentingnya sikap hati - hati dalam menggunakan media sosial sehingga remaja ridak terlibat
lagi kasus pelanggaran UU ITE dan terus tertarik untuk membuat konten yang bersifat postif,
membangun dan bermanfaaat untuk orang lain
Kata Kunci— komik online, media sosial, remaj
Bleaching of crude palm oil (CPO) using adsorbent prepared from pyrolyzed cofee residues
The bleaching process in cooking oil production is very important. It helps cooking oil to have a better quality.
During bleaching process, some impurities (such as : gums, dirt, Free Fatty Acid (FFA) and Oxidation products)
are adsorbed by adsorbent. In this research, coffee residues were used as an adsorbent for the bleaching process
of CPO. The objectives of this research were to study the effects of adsorbent concentration and adsorbent types
in the bleaching process. Raw coffee residues were dried in an oven. The dried coffee residue were crushed and
sieved to 1.0115 mm particle sizes. The coffee residue was prepared under two different treatments. In the first
treatment, the residue were pyrolyzed then used as an adsorbent. In the second treatment, the residue was
activated using phosphoric acid then pyrolyzed. In this bleaching process, 70 grams of CPO were agitated with
adsorbent of different concentrations and heated for 150 minutes then analyzed. From the research, it can be
recognized that the adsorbent made from coffee residues are able to reduce the FFA content, PV and colour of
CPO. As the concentration of adsorbent increase, more colour, FFA and peroxides can be adsorbed. The highest
percentage for removal was reached at 2,5 % adsorbent concentration. It was found that activated carbon has a
better performance for reduction of colour in CPO, rather than char. Inversely, char was better for adsorption of
FFA. Both type of adsorbents showed an almost equal performance for adsorption of P
