Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Press
Dalam penelitian ini dirumuskan masalah tentang bagaimanakah penerapan Total Productive Maintenance (TPM) pada mesin Press. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan TPM pada mesin Press, menganalisa faktor yang mempengaruhinya dan memberikan rekomendasi tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin. Pengukuran kinerja mesin Press ini dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE adalah salah satu aplikasi progam TPM dan merupakan suatu metode perhitungan nilai efisiensi kinerja suatu proses/peralatan. Dari hasil perhitungan nilai OEE, diperoleh rata-rata OEE dari bulan Juli 2024 sampai September 2024 sebesar 83,12%. dengan nilai terendah pada Performance Rate yaitu sebesar 86,83%, Selanjutnya mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan Performance rate rendah dengan menggunakan diagram Fishbone. Setelah diketahui akar permasalahannya, langkah selanjutnya menentukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi mesin Press tersebut
Synthetic Earthquake Accelerogram of Kupang City Based on SNI 8899:2020
In order to make it a sustainable and safe city as a settlement, Kupang City requires the availability of earthquake-resistant buildings because its location on Timor Island is in an earthquake-prone area. In designing earthquake-resistant buildings, there is a method, namely the time history analysis method, which better shows the actual conditions at the time of the earthquake because it includes earthquake load parameters in the time function (dynamic load). This method requires an earthquake accelerogram as an earthquake load in the analysis process. Not all areas have earthquake accelerogram recordings, so it is necessary to create a synthetic earthquake accelerogram as a substitute for the earthquake accelerogram at the location where a building will be planned. In this paper, eleven pairs of synthetic accelerograms were created for the Kupang City location for the medium soil site class (SD) by referring to SNI 8899:2020 and the Indonesian Earthquake Hazard Deaggregation Map for Earthquake Resistant Infrastructure Planning and Evaluation which is a derivative of SNI 1726:2019. The creation of synthetic earthquake accelerograms in this paper uses the Amplitude Scaling Method using a period range of 0.2 seconds - 2 seconds for three earthquake source mechanisms, namely the Benioff earthquake source, the Shallow Fault earthquake source, and the Megathrust earthquake source. From each earthquake source, eleven pairs of horizontal earthquake accelerograms were taken that met the location criteria and then selected based on the significant duration of each pair of accelerograms. The results of the study are eleven pairs of synthetic earthquake accelerograms for the Kupang City location which can be used as dynamic earthquake loads in time history analysis. The eleven synthetic accelerograms are modifications of the original earthquake accelerograms on the earthquake accelerogram database website with the following Regional Seismic Network (RSN) numbers: RSN 9, RSN 36, RSN 51, RSN 4007390, RSN 4017018, RSN 4017032, RSN 4017055, RSN 4032461, RSN 4028440, RSN 4028606, and RSN 4032589
Enforcements Innovation of Shophouse Building to Sustain Resistance on High Risk Earthquakes Area
Indonesia is one of the most seismically active regions in the world, with many of its cities located in high-risk earthquake zones. Malang, situated in East Java, lies in one of these critical seismic regions, making earthquake-resistant design and construction essential to safeguarding lives and minimizing property damage. This study explores an innovative approach to reinforcing shophouses in Malang, focusing on the use of shear reinforcement in the plastic hinge areas to improve seismic resistance. In particular, the research examines the application of high-strength shear reinforcement strategies as specified by the SNI 1727 : 2020 and SNI 2847 : 2019 standards. The SNI 1727 : 2020, and SNI 2847 : 2019 that all standards provides guidelines for structural requirements, both integral to ensuring safety and durability under seismic loads. This research will contribute to the development of safer construction methods for buildings in high-risk earthquake zones. and aims to support architects, engineers, and builders in meeting current seismic regulations while optimizing structural integrity and cost-efficiency. Obtained the value for 2nd floor plate reinforcements are left supporting reinforcements : ø 8 – 180, field reinforcements : ø 8 – 180, right supporting reinforcements : ø 8 – 250, shear reinforcements : ø 6 – 250, left supporting reinforcements : ø 8 – 180. Obtained the value for beam width (bw) = 200 mm, beam height (h) = 400 mm, concrete blanket (cb) = 40 mm, diameter of main reinforcement = 16 mm, diameter of stirrup reinforcement = 10 mm. Obtained the value for reinforcement installed : main reinforcement 6 ø - 12 mm and reinforcement installed : ø 10 - 150 mm stirrups. Built foot plate dimensions is 0.4 m X 0.3 m and X and Y direction bending reinforcement used reinforcement are D 13 – 200. Used X an Y direction shrinkage reinforcement spacing are 200 mm
Analisis dan Usulan Peningkatan Efektivitas Mesin Centrifugal dengan Pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, dan Total Productive Maintenance (TPM)
Penelitian ini mengkaji analisis dan saran menggunakan teknik Overall Equipment effectiveness (OEE), Six Big Losses, dan Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan kinerja mesin centrifugal di PT XYZ. Berdasarkan data operasional mesin periode September 2024, ditemukan bahwa nilai rata-rata OEE hanya menyentuh angka 66% yang berarti tingkat efektivitas mesin centrifugal saat ini masih jauh di bawah standar kelas dunia (85%). Untuk menentukan penyebab utama kerugian ini, analisis tentang Six Big Losses dilakukan. Temuan menunjukkan bahwa kategori penyebab utama ialah Equipment Failures (29,8%), Idling and Minor Stoppages (27%), dan Reduced Speed Losses (21,5%). Ketiga kategori ini diidententifikasi kembali menggunakan Fishbone Diagram dan Root Cause Analysis untuk menemukan akar penyebab dari kerugian. Hasil identifikasi ditemukan akar dari masalah ini antara lain disebabkan oleh gangguan elektromotor, van belt yang sering kendor bahkan putus, penyumbatan valve, dan penyebab kecil lainnya. Agar efektivitas mesin dapat ditingkatkan, maka direkomendasikan beberapa tindakan berdasarkan implementasi TPM. Tindakan yang direkomendasikan antara lain penyusunan jadwal untuk preventif maintenance, pelatihan operator dalam deteksi dini kerusakan, memasang sistem alarm, penerapan checklist inpeksi harian. Dengan adanya tindakan-tindakan ini diharapkan tingkat efektivitas mesin dapat meningkat hingga mencapai standar kelas dunia
Alat Pendeteksi Bradikardia dan Takikardia Berdasarkan Bunyi Denyut Jantung Berbasis ESP32
Gangguan irama jantung dapat dideteksi dan diidentifikasi melalui bunyi denyut jantung. Metode yang digunakan dalam mendeteksi gangguan irama dinamakan auskultasi. Metode ini dilakukan dengan mendengarkan bunyi denyut jantung menggunakan stetoskop, umumnya menggunakan stetoskop akustik. Alat yang dikembangkan adalah stetoskop digital yang mampu menghitung denyut jantung berdasar bunyinya dan membedakan 3 kondisi yaitu Bradikardia, Takikardia, dan kecepatan normal. Denyut jantung normal berkisar antara 60-100 bpm, kondisi Takikardia jika denyut jantung diatas 100 bpm, dan kondisi bradikardia jika dibawah 60 bpm. Stetoskop digital yang dikembangkan memanfaatkan bagian chest piece dari stetoskop akustik untuk menangkap getaran bunyi. Komponen utama lain yang digunakan adalah modul sensor suara FC-04 untuk menangkap getaran bunyi dari chest piece, dan modul mikrokontroler ESP32. Getaran bunyi yang ditangkap modul FC-04 akan menjadi sinyal-sinyal pulsa yang dihitung mikrokontroler menjadi kecepatan denyut jantung dalam beat per menit (bpm). Alat telah diuji keakuratannya untuk menghitung kecepatan denyut jantung per-menit dengan input rekaman bunyi denyut jantung dan pada 10 orang voluntir. Hasil pengujian dengan input rekaman bunyi denyut jantung menghasilkan ketepatan perhitungan 100%, sedangkan pengujian pada voluntir menghasilkan ketepatan perhitungan sebesar 90% karena noise akibat gesekan alat pada permukaan kulit saat bernafas
Analisis Profesionalisme, Etika, dan K3L terhadap Sustainability Pekerjaan Paving Block Berbasis Limbah FABA
Pembangunan infrastruktur berkelanjutan semakin berfokus pada daur ulang limbah industri, seperti Fly ash dan Bottom ash (FABA), menjadi bahan blok paving (paving block). Studi ini mengkaji kelayakan blok paving berbasis FABA melalui pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei dan uji laboratorium. Survei menilai kesadaran pekerja konstruksi terhadap profesionalisme, etika, dan kepatuhan K3L, sementara uji laboratorium mengevaluasi kuat tekan dan penyerapan air. Survei menyelidiki kesadaran pekerja konstruksi terhadap profesionalisme, praktik etika, dan kepatuhan K3L, sementara pekerjaan laboratorium menentukan karakteristik mekanis blok paving berbasis FABA, seperti kuat tekan dan penyerapan air apung. Data dianalisis dengan statistik deskriptif bersama dengan regresi, ANOVA, dan uji korelasi. Ditemukan bahwa profesionalisme, etika, dan praktik K3L memengaruhi keberlanjutan proyek blok paving berbasis FABA. Analisis korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara Profesionalisme dan Keberlanjutan (r = 0,957) dan antara K3L dan etika (r = 0,998). Hasil regresi menunjukkan bahwa profesionalisme memiliki pengaruh positif langsung terhadap keberlanjutan (nilai R² 0,917 dengan nilai p 0,0426). Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa blok paving berbasis FABA memiliki kuat tekan sebesar 21,8 MPa pada umur 28 hari, yang termasuk dalam kelas mutu B dengan hasil penyerapan sebesar 6%
Prediksi dan Optimasi Kekasaran Permukaan pada Proses Pemesinan Menggunakan Support Vector Regression
Abstract:
Tuntutan terhadap efisiensi energi dan pengurangan dampak negatif lingkungan dalam proses manufaktur mendorong perlunya pendekatan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam pengendalian kualitas. Studi ini bertujuan untuk membangun model prediktif berbasis Support Vector Regression (SVR) dan mengintegrasikannya dengan algoritma optimasi Equilibrium Optimizer (EO) guna memprediksi dan mengoptimalkan parameter pemesinan pada proses bubut baja AISI 1045. Pemodelan dengan SVR berbasis data eksperimen dengan tiga parameter input yaitu kecepatan potong (v), laju pemakanan (f), dan kedalaman potong (d), dan kekasaran permukaan (Ra) sebagai output. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju pemakanan dan kecepatan potong merupakan parameter signifikan yang mempengaruhi nilai kekasaran permukaan, sedangkan kedalaman potong tidak berpengaruh signifikan. Model SVR yang dikembangkan menunjukkan performa prediksi yang sangat baik dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang rendah dan koefisien determinasi (R²) yang tinggi, baik pada data pelatihan maupun pengujian. Validasi visual melalui scatter plot juga menunjukkan kecocokan yang sangat baik antara data prediksi dan data eksperimen. Simulasi berbasis model SVR, yang divisualisasikan melalui surface plot, tidak hanya mengonfirmasi temuan dari ANOVA tetapi juga mampu mengungkapkan interaksi tersembunyi antar parameter, seperti pengaruh simultan antara kecepatan potong dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan. Optimasi lebih lanjut menggunakan kombinasi SVR-EO berhasil menemukan parameter pemesinan optimal, yakni v = 143.92 m/menit, f = 0.12 mm/rev., dan d = 0,7 mm, yang menghasilkan nilai Ra = 1,244 µm—lebih rendah dari nilai terbaik eksperimen. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan SVR-EO efektif untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam proses pemesinan, serta mencerminkan nilai profesionalisme dalam penerapan teknologi cerdas untuk mendukung praktik manufaktur berkelanjutan.
 
Development of Rice Husk Ash as Sustainable Sand Dice Considering to Permeability Characteristic
Through unwavering professionalism and adherence to ethical standards, our engineering team is at the forefront of sustainable development, utilizing advanced technology and innovative sand-casting techniques to create environmentally-friendly solution. Sand-casting offers material flexibility over large part capabilities on low volume production. This method also offers lower casting costs and generates less carbon print. Currently, sand casting use water, bentonite, and quartz sand as dice materials. Researchers are looking for to find quartz sand substitution materials because they are not sustainable and expensive. Rice-husk ass is a waste post-harvesting material, it had silica and magnesium oxide which has characteristics similar to quartz sand. The aim of this research is to observe permeability characteristic of sand dice with rice-husk ass and bentonite percentage additive mixture. This research using full factorial 32 as experimental design. The independent variable on this research is composition of rice husk ass and bentonite. The composition of rice husk ash has 3 levels of 6%, 8% and 10%. bentonite composition also has similar level but different levels of 8%, 9% and 10%. The lowest permeability is 320 ml/min, it achieved on 6% rice husk ash and 8% bentonite at second replication. Meanwhile, the highest value of permeability is 450ml/min, it achieved on 10% rice husk ash and 10% bentonite. The results of data processing using descriptive statistics reveal composition mixture of rice husk ass and bentonite is directly proportional. The higher composition of rice husk ash mixture increasing permeability on sand casting dice. General linear Model ANOVA analyse show that composition rice husk ass and bentonite have significant influence to permeability of sand-casting dice. Result of analyse show rice husk ass has dominant contribution on permeability on sand casting dice. Contribution of rice husk ass is 58,78%, bentonite 22,03% prior to permeability on sand casting dice
Evaluasi Peluang Penghematan Energi Menggunakan Metode Analisis Beban Pendinginan Pada Area Ruang Tunggu Gate 4 di Bandar Udara Pattimura Ambon
Kebutuhan akan energi keberlanjutan di Bandar Udara yang semakin tinggi memacu pihak otoritas di bidang teknik Bandar Udara untuk berpikir masalah konservasi energi, yaitu kegiatan yang bertujuan untuk melindungi peralatan pendukung operasional, dengan cara melakukan efisiensi konsumsi energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peluang penghematan penggunaan energi di ruang tunggu Gate 4 Bandar Udara Pattimura Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan analisis beban pendinginan. Analisis beban pendinginan mengacu pada standar ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers). Setelah dilakukan analisis beban pendinginan, diperoleh peluang penghematan sebesar Rp. 74.005.800,- / tahun dengan melakukan investasi penggantian jenis kaca single glass menjadi double glass
Analysis of Flour Inventory Control Strategy as Raw Material for Shrimp Crackers Using Markov Chain
Abstract: One of the important challenges the industry faces is the problem of raw material inventory, so good inventory management is essential. This management results in the emergence of inventory costs comparable to the company's operational costs. Inventory deviations in an industry can be in the form of less or more inventory caused by inaccurate inventory calculations, such as those experienced by PT SLU. The condition of PT SLU shows that the products produced have decreased while raw materials have an excess inventory of more than 15,000 kg. This study aims to determine the quantity of flour raw materials to achieve optimal inventory costs at PT SLU. The method used is the Markov chain and enumeration method to determine the optimal amount of raw materials to reduce costs. The research findings indicate that policy 58 yields the lowest expected cost of Rp. 32,463,360 compared to other policies. Therefore, it is suggested that improvements be implemented, such as if the system is in states 3, 4, 5, or 6, for long-term policy. This condition can help companies create strategies to reduce overstock, particularly of raw flour materials