Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
    272 research outputs found

    Optimasi Desain Bracket Servo pada Robot Penanganan Benda Berbahaya dengan Pendekatan Manufaktur Berkelanjutan Berbasis Metode Optimasi Topologi

    Full text link
    Penelitian ini mengembangkan desain bracket servo untuk manipulator robot penanganan objek berbahaya yang dikembangkan oleh Universitas Wahid Hasyim. Melalui optimasi topologi, volume dan massa komponen yang dirancang dapat berkurang hingga 59,47%, dengan nilai safety factor tetap terjaga pada angka 14,77. Simulasi manufaktur menunjukkan pengurangan penggunaan material sebesar 42% dan waktu pencetakan yang lebih singkat, yaitu 14,7% lebih cepat dibandingkan dengan desain awal, sehingga berkontribusi terhadap reduksi biaya produksi akibat efisiensi material dan proses pencetakan. Selain manfaat ekonomi, hasil optimasi topologi juga berkontribusi pada potensi peningkatan payload, karena penurunan massa memungkinkan berkurangnya torsi yang diperlukan untuk menggerakkan lengan robot, yang berdampak pada peningkatan efisiensi operasional dan kinerja robot dalam aplikasi penanganan objek berbahaya. Desain hasil optimasi ini juga menunjukkan keselarasan dengan prinsip manufaktur berkelanjutan, yang mengutamakan efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah produksi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan optimasi topologi tidak hanya meningkatkan efisiensi manufaktur dan mengurangi biaya produksi, tetapi juga memperkuat kapabilitas fungsional robot penanganan objek berbahaya yang dikembangkan oleh Universitas Wahid Hasyim, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan teknologi robotika yang lebih efisien dan berkelanjutan di masa mendatang

    AMP Modifikasi Aspal Konvensional Penetrasi 60/70 Menggunakan Polimer Limbah Plastik Polipropilena (PP) Menjadi Produk Aspal Modifikasi Plastik

    No full text
    Peningkatan volume limbah plastik dan kebutuhan pada aspal jalan dengan kinerja lebih baik menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini mengusulkan modifikasi aspal konvensional penetrasi 60/70 dengan menambahkan limbah plastik jenis Polipropilen (PP) sebagai aditif sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, 50% berat dari berat aspal konvensional yang digunakan melalui proses pencampuran mekanis pada suhu 180°C dan kecepatan pengadukan 500-1000 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif limbah plastik jenis PP meningkatkan titik lembek (dari 48°C menjadi 72°C), viskositas (dari 350 cP menjadi 2150 cP), dan elastisitas aspal, serta mengurangi kehilangan berat pada Thin Film Oven Test (TFOT), tetapi menyebabkan daktilitas menurun seiring peningkatan jumlah aditif limbah plastik PP. Stabilitas penyimpanan campuran aspal dan aditif limbah plastik optimal tercapai pada penambahan jumlah limbah plastik PP sebanyak 30% berat. Sebagai kesimpulan adalah limbah plastik jenis PP efektif memodifikasi aspal konvensional dengan penambahan jumlah limbah plastik optimum pada 20-30% berat, meningkatkan ketahanan termal dan elastisitas, serta menawarkan solusi pemanfaatan limbah plastik dan peningkatan kinerja perkerasan aspal

    Materials and technologies for green concrete in sustainable smart construction

    Full text link
    The field of sustainable construction has been looking for innovative solutions regarding the latest trends and developments for modern sustainable concrete, green construction and energy efficiency as solutions to resolve environmental issues. These developments adopt eco-friendly materials with the latest technology to minimizing environmental and industrial impacts. Conventional concrete faces several problems, such as environmental impact, cost overruns, and durability issues. To address these challenges, green concrete has been developed through various innovative compositions and formulations. As a solution, green concrete is developed with various compositions, such as the use of cement additives composition, permeable concrete, and low-temperature concrete, which utilize raw materials from the nearby environment as sustainable material and technology. The implementation of green concrete still meets several obstacles including enhanced production expenses, restricted material accessibility, and technical application and accessibility obstructions. This review paper will explain the specific characteristics of green concrete during in state of fresh, under setting conditions, and during resilience settings, as well as the present knowledge gap about green concrete. Further research is required to precisely evaluate the long-term characteristics, particularly the structure and shrinkage behavior of structural or reinforcement materials used in green concrete. In conclusion, green concrete demonstrates remarkable potential and substantial opportunities within the modern construction. This innovative material represents a paradigm shift in construction practices through its multifaceted benefits, the incorporation of environmentally conscious materials such as recycled aggregates, the optimization of resource utilization through precise mix designs and advanced manufacturing processes minimizes raw material consumption while increasing performance efficiency, and the resulting construction has strong mechanical properties, increased longevity, and improved resistance to environmental degradation

    Inovasi Pemanfaatan Limbah Arang Kulit Kayu Galam Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton

    Full text link
    Kayu galam merupakan tanaman yang tumbuh subur pada daerah rawa di Pulau Kaimantan. Kayu galam banyak dimanfaatkan di dunia konstruksi salah satunya sebagai perancah bangunan. Namun pemanfaatan tersebut terdapat limbah yang dihasilkan berupa kulit kayunya. Kulit kayu galam pada umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar atau dibuang begitu saja di tumpukan kayu dan di alam terbuka. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka lingkungan akan dicemari oleh limbah kulit kayu galam yang semakin hari semakin melimpah. Untuk mengatasi pencemaran tersebut, penulis melakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah arang kulit kayu galam sebagai bahan tambah campuran beton. Limbah arang kayu galam diperoleh dari hasil bakaran yang terdapat pada salah satu lokasi penjuaan kayu galam di kota Samarinda. Sampel benda uji yang dibuat menggunakan silinder dengan dimensi 15 x 30 cm dan penambahan arang kulit kayu galam sebesar 2,5% dari berat semen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan berat beton rata-rata pada umur 3 hari sebesar 12,100 kg dan dan 7 hari sebesar 12,103 kg dengan kuat tekan rata-rata umur 3 hari sebesar 12,25 MPa dan umur 7 sebesar 13,80 MPa. Dari hasil penelitian ini bahwa penambahan limbah arang kulit kayu galam sebesar 2,5% sebagai bahan tambah dapat meningkatkan mutu beton dan dapat digunakan sebagai bahan tambah maupun bahan addictive alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis

    Penentuan Rute Terpendek untuk Multi Depot Vehicle Routing Problem Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Full text link
    Multi Depot Vehicle Routing Problems (MDVRP) merupakan masalah optimasi dalam bidang logistik dan transportasi yang melibatkan beberapa depot (gudang atau lokasi pengiriman) yang melayani sejumlah pelanggan dengan tujuan untuk meminimalkan total jarak yang ditempuh. Penyelesaian masalah MDVRP seringkali membutuhkan perhitungan yang lama dan kemungkinan terdapat lebih dari satu solusi sehuingga solusi menjadi tidak relevan. Oleh karena itu, diperlukan algoritma untuk dapat memecahkan permasalahan rute kendaraan ini. Algoritma Ant Colony didasarkan pada tingkah laku alami semut saat berjalan mencari jalan terpendek dari sarang menuju sumber makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute terpendek atau meminimalisasi jarak dengan menggunakan Algoritma Ant Colony. Algoritma Ant Colony diterapkan dalam kasus di PT. X dan menghasilkan jarak dengan selisih 2.05% lebih panjang daripada jarak optimum menggunakan Full Enumeration Method

    Analysis of T5 Heat Treatment Parameters on the Hardness and Microstructure of Aluminum-Silicon Alloy

    Full text link
    In alignment with the United Nations Sustainable Development Goal (SDG) 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure, this study investigates methods to enhance the durability and sustainability of aluminum alloys in automotive applications, thereby reducing material waste and extending component life. Aluminum is widely used in automotive parts like engine pistons due to its beneficial properties, including lightweight, high formability, and excellent corrosion resistance. A key material in these applications is the Aluminum-Silicon (AlSi) alloy, which is known for its mechanical strength but also prone to gradual performance degradation under operational stress. Addressing this challenge, T5 heat treatment is applied to explore its impact on the alloy's microstructure and hardness, with the aim of enhancing resilience and extending the functional lifespan of automotive parts. The T5 heat treatment process involves three main stages: initial heating, sustained heating, and cooling. By exposing the AlSi alloy to varied temperatures of 240°C, 260°C, and 280°C, with a holding time of 30 minutes, this study evaluates how these temperature conditions influence the alloy's mechanical properties. The findings from Rockwell hardness testing reveal that at 240°C in SAE 40 oil at 750°C, the alloy reaches a hardness of 64.6 HRB. Similarly, at 260°C in air at room temperature, the hardness remains at 64.6 HRB, while at 280°C in water with a pH of 8 at 750°C, the hardness slightly decreases to 62.1 HRB. These results suggest that higher heating temperatures improve mechanical strength and significantly alter the microstructure of the AlSi alloy, with minor variations in hardness observed depending on cooling mediums. This study demonstrates that optimizing heat treatment can enhance both the mechanical properties and durability of AlSi alloys, contributing to the production of more resilient and sustainable automotive components in line with SDG 9 objectives

    Upaya Penyediaan Air Baku Melalui Peningkatan Infrastruktur Sumber Daya Air di Wilayah Sungai (WS) Jratunseluna Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDG’s)

    Full text link
    Sustainable Development Goals (SDGs) adalah lanjutan dari Program Millenium Development Goals (MDGs). MDGs) adalah upaya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat termiskin di dunia melalui 8 tujuan pembangunan, sedangkan SDGs memiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 target, cakupannya lebih luas dari MDGs. Meskipun SDGs memiliki 17 tujuan utama, fokus pada artikel ini adalah air bersih dan sanitasi layak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi neraca air baku di WS Jratunseluna dan upaya-upaya meningkatkan kualitas air baku guna menunjang ketercapaian Target SDG's Tahun 2030. Metode yang dipilih adalah kualitatif, dengan data utama dikumpulkan melalui survei literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, artikel, dan internet. Untuk melakukan review, peneliti akan menyelidiki jurnal-jurnal tertentu secara menyeluruh dan metodis menggunakan protokol yang telah ditetapkan. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan kebutuhan total air baku di WS Jratunseluna pada awal tahun simulasi (2023) sebesar 50,57 m3/dt ternyata masih defisit dengan suplai yang dapat dilakukan hanya sebesar 48,77 m3/dt. Setelah dilakukan upaya penambahan dan optimalisasi infrastruktur air baku, dapat diprediksikan meningkatkan suplai hingga 62,79 m3/dt pada Tahun 2033 dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. Sehingga diklaim dapat menutup defisit air yang terjadi pada awal tahun simulasi

    The Influence of Light on the Human Body: A Case Study of Fluorescent Lights with a Color Temperature of 8500 Kelvin

    Full text link
    Artificial lighting plays a significant role in modern human life, especially in structuring work environments to enhance productivity and comfort. To date, research and development in artificial lighting have focused on increasing energy efficiency (lumen per watt) and light quality (better color rendering). Another essential aspect of lighting is color temperature, which is often claimed to have various effects on human energy and performance. A noteworthy example is the high color temperature fluorescent lamps (8500 Kelvin) marketed by Osram, which were believed to boost employee energy in office settings. This article discusses the role of high color temperature lighting in the context of employee productivity and health, and it compares scientific evidence with marketing claims

    Inovasi Pengolahan Minyak Bekas: Peningkatan Kualitas Melalui Adsorpsi FFA dan Produksi Sabun Cair

    Full text link
    Minyak goreng bekas atau minyak jelantah merupakan limbah yang signifikan di Indonesia, dengan konsumsi nasional mencapai 13 juta liter pada 2019 dan sekitar 7,8 juta liter di antaranya berpotensi menjadi minyak jelantah. Pengelolaan minyak jelantah yang tidak optimal menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penyumbatan saluran air, penurunan kualitas tanah, dan gangguan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengurangi kandungan asam lemak bebas (FFA) dalam minyak jelantah melalui proses adsorpsi menggunakan karbon aktif yang diaktivasi dengan NaOH dan HCl, untuk kemudian digunakan dalam pembuatan sabun cair. Karbon aktif diproduksi dari ampas kopi melalui karbonisasi pada suhu 550°C dan diaktivasi dengan NaOH 1 M atau HCl 1 M. Pengukuran kandungan FFA dilakukan dengan metode titrasi asam-basa. Hasil menunjukkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi dengan NaOH memiliki efisiensi penghilangan FFA sebesar 32,12% dengan kapasitas adsorpsi 28,76 mg/g, lebih tinggi dibandingkan aktivasi dengan HCl yang memiliki efisiensi 28,14% dan kapasitas 22,82 mg/g. Aktivasi dengan NaOH menghasilkan pori-pori lebih besar dan lebih banyak situs aktif berupa gugus hidroksil, meningkatkan adsorpsi FFA melalui interaksi ion-dipol dan ikatan hidrogen. Sebaliknya, aktivasi dengan HCl cenderung meningkatkan keasaman permukaan karbon, mengurangi afinitas terhadap FFA. Pengujian sabun menunjukkan pH 8 yang sesuai untuk kulit, tekstur yang halus, aroma tidak menyengat, serta stabilitas formulasi yang baik setelah satu minggu. Hasil ini menunjukkan bahwa adsorpsi dengan karbon aktif NaOH efektif menurunkan FFA, memungkinkan produksi sabun cair ramah lingkungan dengan kualitas baik dan berpotensi komersial. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengoptimalkan metode ini untuk skala besar dan aplikasi pengolahan minyak daur ulang lainnya, termasuk untuk keperluan industri

    Rancang Bangun Mesin Pencacah (Chopper) Biomassa Hijauan Batang Sorghum (Sorghum Bicolor L. Moench) Sebagai Bahan Baku Silase Pakan Ternak Ruminansia

    No full text
    Tanaman sorghum ini antara lain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, prospektif dan zero waste karena semua bagian tanaman mulai dari batang, daun hingga bijinya dapat dimanfaatkan. Namun di sisi lain, pengembangan tanaman sorghum di Indonesia tidak cukup signifikan dan belum mendapat prioritas untuk dikembangkan. Hal ini tentunya merupakan tantangan tersendiri dalam upaya pemanfaatan dan budidaya tanaman sorghum sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan, diversifikasi teknologi pengolahan pasca panen dan upaya peningkatan kesejateraan ekonomi petani sehingga pertanian Indonesia bisa makmur, maju, mandiri dan modern. Pakan ternak silase merupakan salah satu pengawetan pakan ternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak saat musim kemarau panjang agar tetap terjaga dan terjamin ketersediaannya. PT Agro Indah Permata 21 (PT AIP 21) mulai mengembangkan biomassa batang sorgum menjadi silase/ pakan ternak ruminansia sejak tahun 2020. Namun, saat ini mitra industri belum dapat memenuhi permintaan (demand) kebutuhan silase pakan ternak karena keterbatasan kapasitas dan teknologi proses produksi silase pakan ternak. Beberapa pekerjaan dalam proses produksinya masih dikerjakan secara manual khususnya teknologi mesin pencacah hujauan batang sorghum (chopper) yang hanya mampu berkapasitas maksimum ± 7-8 ton/ hari. Berpijak pada kelemahan proses yang teridentifikasi, maka alternatif solusi yang diajukan pada penelitian ini adalah rancang bangun mesin pencacah hijaun batang sorghum sebagai bahan baku silase ternak ruminansia. Hasil utama penelitian ini adalah implementasi produk teknologi mesin pencacah hijaun batang sorghum sebagai bahan baku silase pakan ternak ruminansia. Prinsip kerja mesin chopper ini adalah bahan baku hijaun batang sorghum dimasukkan ke dalam ruang pencacahan dan dipotong menjadi potongan-potongan kecil dengan pisau pencacah yang berputar dengan kecepatan tinggi. Mesin chopper ini mampu beroperasi secara kontinyu dengan kemampuan kapasitas pencacahan ± 4 ton/ jam. Adapun Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) mesin ini mencapai level 8 karena telah teruji dalam lingkungan pabrik silase yang sebenarnya

    262

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Teknik (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇